3 Tempat yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan ke Qatar, Plus Tips Wisata untuk Turis Indonesia
Ingin liburan ke Qatar tanpa visa? Simak rekomendasi 3 tempat populer, panduan kuliner halal, serta tips menghadapi cuaca panas agar perjalanan nyaman.
Qatar mungkin belum menjadi pilihan liburan luar negeri yang paling sering muncul di kalangan wisatawan Indonesia. Namun, negara kecil di kawasan Timur Tengah ini sebenarnya punya banyak hal menarik untuk ditawarkan. Doha, ibu kotanya, mempertemukan bangunan modern, pasar tradisional, museum kelas dunia, kawasan budaya, hingga kuliner khas Timur Tengah dalam wilayah yang relatif mudah dijelajahi. Bagi wisatawan Indonesia, Qatar juga cukup menarik karena perjalanan ke negara ini tidak serumit yang mungkin dibayangkan. Pemegang paspor Indonesia termasuk dalam negara yang mendapatkan fasilitas masuk tanpa visa terlebih dahulu atau yang sebelumnya dikenal sebagai visa saat kedatangan. Menurut informasi resmi Kementerian Dalam Negeri Qatar, warga Indonesia dapat memperoleh izin kunjungan wisata gratis selama 30 hari dan dapat diperpanjang untuk periode serupa. Syarat yang perlu diperhatikan antara lain paspor yang masih berlaku, tiket pulang atau lanjutan, bukti pemesanan hotel atau alamat tempat menginap, serta asuransi kesehatan yang memenuhi ketentuan. Namun, wisata ke Qatar tetap membutuhkan persiapan. Negara ini memiliki iklim gurun dengan musim panas yang sangat panas, sehingga waktu keberangkatan, pakaian, jadwal aktivitas, dan perlindungan dari matahari perlu dipikirkan sejak awal. Lalu, apa saja tempat yang sebaiknya masuk daftar kunjungan dan apa yang perlu diperhatikan wisatawan Indonesia?
Apakah Turis Indonesia Perlu Visa untuk Liburan ke Qatar?
abar baiknya, pemegang paspor Indonesia tidak perlu mengurus visa wisata sebelum berangkat ke Qatar untuk kunjungan yang memenuhi ketentuan fasilitas masuk tersebut. Indonesia tercantum dalam daftar negara yang mendapatkan fasilitas visa wisata gratis selama 30 hari. Qatar saat ini menggunakan istilah visa-free entry untuk fasilitas yang sebelumnya umum disebut visa saat kedatangan. Untuk wisatawan Indonesia, fasilitas tersebut berlaku untuk masa tinggal 30 hari dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan. Kementerian Dalam Negeri Qatar mencantumkan beberapa persyaratan, termasuk paspor yang masih berlaku setidaknya tiga bulan, tiket pulang atau tiket menuju negara berikutnya, pemesanan hotel selama berada di Qatar atau alamat tempat tinggal yang jelas, serta asuransi kesehatan dari penyedia yang diakui. Meski demikian, jangan menganggap "bebas visa" berarti bisa berangkat hanya dengan membawa paspor. Petugas imigrasi tetap dapat meminta dokumen pendukung. Karena aturan perjalanan dapat diperbarui, sebaiknya cek kembali persyaratan resmi Qatar menjelang keberangkatan, terutama mengenai masa berlaku paspor, asuransi kesehatan, dan bukti akomodasi. Qatar sendiri menyebut aturan visa dan kebijakan masuk dapat berubah tanpa pemberitahuan. Jadi, kalau pertanyaannya adalah "Apakah orang Indonesia bisa liburan ke Qatar tanpa mengurus visa dari Indonesia?", jawabannya adalah ya, untuk kunjungan yang memenuhi ketentuan fasilitas masuk tersebut. Ini menjadi salah satu alasan Qatar cukup menarik untuk dijadikan tujuan liburan singkat atau persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan ke negara lain. Berikut adalah 3 tempat yang bisa Anda kunjungi selama berada di Qatar:
1. Souq Waqif, Tempat Terbaik untuk Merasakan Suasana Qatar

Kalau baru pertama kali datang ke Doha, Souq Waqif sebaiknya berada di urutan paling atas daftar perjalanan. Tempat ini merupakan pasar tradisional yang dibangun di kawasan bekas pasar perdagangan berusia sekitar satu abad. Menariknya, Souq Waqif berada tidak jauh dari gedung-gedung modern Doha sehingga wisatawan dapat melihat kontras antara Qatar masa lalu dan Qatar modern dalam satu kawasan. Di sini wisatawan bisa berjalan menyusuri gang-gang yang dipenuhi toko, restoran, kedai makanan, kerajinan, pakaian, rempah-rempah, hingga berbagai cendera mata. Souq Waqif juga terkenal dengan kawasan pasar emas dan pasar burung elang. Di salah satu area Souq Waqif, wisatawan juga dapat menemukan Thumb Statue, sebuah monumen berbentuk ibu jari berwarna emas yang menjadi salah satu objek menarik untuk berfoto. Bagi wisatawan yang belum pernah melihat tradisi masyarakat Teluk secara langsung, kawasan ini memberikan pengalaman yang berbeda dari pusat perbelanjaan modern. Salah satu waktu terbaik untuk datang ke Souq Waqif adalah sore menjelang malam. Selain suhu yang lebih nyaman dibandingkan siang hari, kawasan ini biasanya terasa semakin hidup setelah matahari terbenam. Wisatawan bisa menikmati makan malam sambil melihat aktivitas masyarakat setempat. Kuliner juga menjadi salah satu alasan kuat untuk memasukkan Souq Waqif ke dalam rencana perjalanan. Qatar memiliki beragam makanan khas, seperti machboos, nasi berbumbu yang biasanya disajikan bersama daging atau ikan, serta saloona, hidangan berkuah dengan tomat dan berbagai rempah. Masakan Qatar sendiri mendapat pengaruh dari berbagai budaya, termasuk India, Persia, Lebanon, dan Afrika Utara. Untuk wisatawan Muslim dari Indonesia, mencari makanan halal di Qatar pada dasarnya bukan perkara sulit. Qatar merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan memiliki budaya makanan yang sangat dekat dengan tradisi Islam. Namun, tetap gunakan akal sehat ketika memilih makanan kemasan atau restoran yang menyajikan menu internasional. Jika memiliki kebutuhan halal yang sangat ketat, periksa keterangan bahan atau tanyakan kepada pihak restoran. Souq Waqif juga merupakan tempat yang cocok untuk membeli oleh-oleh. Jangan langsung menerima harga pertama ketika berbelanja di pasar tradisional karena tawar-menawar memang lazim dilakukan di kawasan seperti ini.
2. Museum of Islamic Art, Menikmati Seni dan Pemandangan Doha

Tempat kedua yang layak masuk daftar adalah Museum of Islamic Art atau Museum Seni Islam. Tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin melihat sisi Qatar yang lebih modern, artistik, dan bersejarah. Bangunan museum dirancang oleh arsitek terkenal I. M. Pei dan berada di sebuah pulau buatan di tepi kawasan Corniche Doha. Di dalamnya terdapat koleksi seni dan artefak Islam yang berasal dari berbagai wilayah dan mencakup sekitar 14 abad sejarah. Namun, museum ini bukan sekadar tempat melihat benda-benda bersejarah. Arsitektur bangunannya sendiri sudah menjadi daya tarik. Dari area sekitar museum, wisatawan juga dapat menikmati pemandangan cakrawala gedung-gedung Doha. Bagi wisatawan yang datang ketika cuaca Qatar sedang panas, museum seperti ini juga menjadi pilihan yang sangat masuk akal. Daripada memaksakan diri berjalan-jalan di luar ruangan ketika matahari sedang terik, aktivitas dalam ruangan berpendingin udara bisa ditempatkan pada siang hari. Setelah suhu mulai lebih nyaman, perjalanan dapat dilanjutkan ke kawasan luar ruangan. Museum of Islamic Art juga berada dekat dengan beberapa tempat menarik lainnya, termasuk Corniche dan Souq Waqif. Bahkan, Museum Nasional Qatar juga berada tidak jauh dari kawasan tersebut. Karena itu, wisatawan dapat menyusun beberapa tempat sekaligus dalam satu rute perjalanan sehingga waktu tidak banyak terbuang di perjalanan. Kalau ingin melihat Qatar dari sisi sejarah dan budaya, tempat ini jauh lebih memberikan pengalaman daripada sekadar menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan. Apalagi, koleksinya memperlihatkan bahwa kebudayaan Islam tidak hanya berasal dari satu negara atau satu kawasan, tetapi berkembang di banyak wilayah dengan karakter seni yang berbeda-beda.
3. Katara Cultural Village, Perpaduan Budaya, Kuliner, dan Pemandangan

Tempat ketiga adalah Katara Cultural Village, kawasan yang menggabungkan seni, budaya, arsitektur, kuliner, dan ruang terbuka. Katara berada di antara kawasan West Bay dan The Pearl sehingga lokasinya cukup strategis untuk dimasukkan ke dalam rencana perjalanan di Doha. Di kawasan ini terdapat berbagai fasilitas budaya, galeri seni, tempat pertunjukan, restoran, masjid, serta amfiteater bergaya Yunani yang dipadukan dengan unsur arsitektur Islam. Salah satu bangunan yang menarik perhatian adalah Katara Mosque dengan ornamen berwarna biru dan emas. Di dekat masjid tersebut terdapat Pigeon Towers atau Menara Merpati, yaitu tiga bangunan tinggi berbentuk lonjong dengan banyak lubang yang secara tradisional digunakan sebagai tempat berlindung dan bersarang burung merpati. Katara juga memiliki pantai dan kawasan yang dapat digunakan untuk bersantai. Namun, karena sebagian aktivitas dilakukan di luar ruangan, waktu kunjungan tetap perlu disesuaikan dengan cuaca. Datang pada sore hari menjelang matahari terbenam biasanya lebih nyaman dibandingkan berjalan-jalan pada siang hari ketika suhu sedang tinggi. Yang menarik, Katara bukan cuma tempat untuk berfoto. Kawasan ini memang dirancang sebagai pusat kebudayaan dan memiliki berbagai kegiatan seni serta pameran. Jadi, wisatawan bisa mendapatkan pengalaman yang lebih beragam daripada sekadar mengunjungi bangunan ikonik. Jika punya waktu beberapa hari di Doha, tiga tempat tersebut sudah memberikan gambaran yang cukup lengkap tentang Qatar: Souq Waqif untuk suasana tradisional dan kuliner, Museum of Islamic Art untuk sejarah serta seni, dan Katara Cultural Village untuk budaya modern Qatar.
Panas Banget? Begini Cara Nyaman Liburan ke Qatar
Nah, ini bagian yang jangan dianggap sepele. Qatar memang memiliki iklim gurun dengan musim panas yang sangat panas. Menurut Qatar Tourism, suhu dapat berada di kisaran 20–45 derajat Celsius sepanjang tahun dan musim panas pada Juni hingga September dapat mencapai 45 derajat Celsius atau lebih. Musim dingin, sekitar November hingga Februari, jauh lebih nyaman dengan suhu rata-rata sekitar 15–20 derajat Celsius. Karena itu, kalau tujuan utama adalah jalan-jalan dan menikmati tempat wisata luar ruangan, November sampai Februari merupakan periode yang sangat nyaman. Qatar Tourism juga menyebut awal April hingga awal Mei serta akhir Oktober hingga akhir November sebagai periode yang baik untuk kegiatan luar ruangan. Saat cuaca panas, jangan membuat jadwal perjalanan terlalu ambisius. Misalnya, tidak perlu memaksakan diri berjalan kaki berjam-jam di luar ruangan pada pukul 12.00–15.00. Jadwalkan museum, pusat perbelanjaan, kafe, atau tempat dalam ruangan pada siang hari, lalu simpan aktivitas luar ruangan untuk pagi atau sore. Pakaian juga perlu diperhatikan. Qatar tidak mengharuskan wisatawan mengenakan pakaian tradisional setempat, tetapi pengunjung diharapkan menghormati budaya lokal dengan menghindari pakaian yang terlalu terbuka di tempat umum. Qatar Tourism secara umum merekomendasikan agar bahu dan lutut tertutup, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Untuk menghadapi panas, pilih pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat. Bahan yang ringan dan dapat bernapas lebih nyaman daripada pakaian yang terlalu tebal atau ketat. Bawa juga topi, kacamata hitam, tabir surya, dan botol minum. CDC juga menyarankan wisatawan di Qatar untuk menggunakan pakaian ringan, cukup minum, membatasi aktivitas fisik ketika suhu tinggi, serta melindungi diri dari paparan sinar ultraviolet. Satu hal yang mungkin agak mengejutkan wisatawan Indonesia adalah perbedaan suhu antara luar ruangan dan dalam ruangan. Ketika di luar sangat panas, pusat perbelanjaan, hotel, museum, dan kendaraan dapat terasa sangat dingin karena pendingin udara. Jadi, membawa lapisan pakaian tipis seperti kemeja atau jaket ringan justru bisa berguna.
Bagaimana dengan Makanan dan Minuman di Qatar?
Untuk wisatawan Muslim, Qatar relatif nyaman dari sisi makanan. Pilihan kuliner di Doha sangat beragam, mulai dari makanan khas Qatar dan Timur Tengah sampai makanan Asia dan internasional. Qatar Tourism bahkan mencatat adanya beragam restoran Arab, Asia, dan internasional di negara tersebut. Makanan khas yang dapat dicoba antara lain machboos, saloona, serta berbagai olahan daging, nasi, roti, kurma, dan makanan berbumbu khas Timur Tengah. Jadi, jangan hanya mencari makanan yang terasa familiar seperti di Indonesia. Liburan ke Qatar justru akan lebih menarik kalau sekalian mencoba makanan lokal. Untuk minuman, air putih tetap pilihan paling aman ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat cuaca panas. Minuman kopi dan teh juga mudah ditemukan. Namun, ada satu aturan penting yang perlu diketahui: dilarang minum alkohol di tempat umum. Di Doha memang terdapat tempat berizin, terutama hotel dan restoran tertentu, yang dapat menjual alkohol kepada pengunjung yang memenuhi ketentuan, tetapi wisatawan tidak boleh menganggap aturan alkohol di Qatar sama dengan negara-negara wisata lainnya. Jadi, kalau tujuan liburan adalah menikmati kuliner, kopi, teh, makanan Timur Tengah, dan suasana pasar malam, Qatar tetap punya banyak pilihan tanpa perlu bergantung pada minuman beralkohol.
Hal yang Harus Diperhatikan Wisatawan Indonesia
Selain cuaca dan pakaian, ada beberapa kebiasaan lokal yang sebaiknya dipahami. Qatar memiliki budaya yang cukup konservatif sehingga wisatawan perlu menjaga perilaku di ruang publik. Menunjukkan kemesraan secara berlebihan di tempat umum tidak dianjurkan, dan pakaian yang terlalu terbuka sebaiknya dihindari. Perhatikan juga jadwal perjalanan ketika Ramadan. Selama bulan Ramadan, wisatawan diharapkan tidak makan, minum, atau merokok di tempat umum pada siang hari sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang sedang berpuasa. Banyak restoran juga menyesuaikan jam operasionalnya. Namun, Ramadan bukan berarti Qatar tutup total untuk wisatawan. Justru suasana malam di berbagai kawasan dapat menjadi lebih ramai, terutama setelah waktu berbuka. Yang berubah adalah pola aktivitas dan jam operasionalnya. Karena itu, jika sengaja ingin berkunjung saat Ramadan, periksa jadwal tempat wisata dan restoran sebelum berangkat. Hal lain yang cukup membantu adalah transportasi. Doha memiliki sistem metro yang modern dan relatif murah. Jaringan metro terdiri atas tiga jalur utama dan menghubungkan berbagai kawasan penting, termasuk bandara, Souq Waqif, Museum Nasional Qatar, Katara, dan sejumlah kawasan lainnya. Artinya, wisatawan tidak selalu harus menyewa mobil. Untuk perjalanan di sekitar Doha, metro, taksi, dan layanan transportasi daring bisa menjadi pilihan praktis. Namun, jika ingin mengunjungi lokasi yang jauh dari pusat kota atau kawasan gurun, kendaraan atau tur khusus bisa lebih nyaman.
Kapan Waktu Terbaik untuk Liburan ke Qatar?
Kalau harus memilih satu periode, November sampai Februari adalah pilihan paling aman untuk wisatawan yang ingin banyak melakukan aktivitas di luar ruangan. Suhunya lebih bersahabat sehingga berjalan-jalan di Souq Waqif, menikmati Corniche, mengunjungi Katara, atau mengikuti kegiatan luar ruangan tidak terasa seperti sedang memanggang diri sendiri di bawah matahari. Oktober dan Maret juga dapat dipertimbangkan, terutama jika ingin mendapatkan cuaca yang mulai lebih nyaman tetapi tidak berada di puncak musim dingin. Sementara itu, Juni sampai September sebaiknya dipilih dengan pertimbangan matang jika tujuan utama perjalanan adalah wisata luar ruangan karena suhu dapat mencapai 45 derajat Celsius atau lebih. Jangan lupa mengecek apakah tanggal perjalanan bertepatan dengan Ramadan atau hari libur nasional. Bukan berarti tidak boleh berkunjung, tetapi jam buka tempat wisata, restoran, dan pusat perbelanjaan dapat berubah sehingga rencana perjalanan harus lebih fleksibel.
Kesimpulan
Qatar bisa menjadi pilihan menarik untuk wisatawan Indonesia yang ingin merasakan suasana Timur Tengah tanpa harus membuat perjalanan terlalu rumit. Pemegang paspor Indonesia termasuk yang mendapatkan fasilitas masuk wisata gratis selama 30 hari sesuai ketentuan Qatar, sehingga tidak perlu mengurus visa wisata terlebih dahulu untuk perjalanan yang memenuhi persyaratan. Meski begitu, tiket pulang atau lanjutan, bukti akomodasi, paspor yang memenuhi masa berlaku, dan asuransi kesehatan tetap perlu dipersiapkan. Untuk kunjungan pertama, tiga tempat yang paling layak dimasukkan ke dalam daftar adalah Souq Waqif, Museum of Islamic Art, dan Katara Cultural Village. Ketiganya memberikan pengalaman yang berbeda, mulai dari pasar tradisional dan kuliner, sejarah seni Islam, sampai kawasan budaya modern. Yang tidak kalah penting, jangan meremehkan cuaca Qatar. Jika ingin berjalan-jalan dengan nyaman, pilih waktu yang lebih sejuk, gunakan pakaian longgar dan sopan, lindungi kulit dari matahari, cukup minum, dan jangan memaksakan aktivitas luar ruangan ketika suhu sedang tinggi. Dengan persiapan tersebut, liburan ke Qatar bukan cuma soal melihat gedung-gedung mewah, tetapi juga kesempatan untuk mengenal budaya, sejarah, kuliner, dan kehidupan masyarakat di salah satu negara paling menarik di kawasan Teluk.