Thea News
LifeStyle // 2026 Lea

4 Gaya Hidup Negara Nordik untuk Capai Kebahagiaan

Negara-negara Nordik dikenal dengan kualitas hidup yang tinggi, dari segi kebahagiaan dan kesejahteraan. Mencapai hal itu, penduduknya punya rahasia gaya hidup yang telah diterapkan sejak lama.

Negara Nordik yang berada di Benua Eropa sering digadang-gadang sebagai kawasan dengan kualitas hidup paling baik di dunia. Wilayah ini masih memiliki area yang indah, hijau, bersih, dan segar, memberikan kenyamanan tiada tara bagi siapapun yang tinggal di sini. Alam yang asri, didukung sistem pemerintah yang baik dan kehidupan sosial yang mumpuni, semakin menjadikan negara-negara di bagian ini makmur secara jiwa maupun raga. Hak-hak dasar manusia terpenuhi serta kewajiban dapat dijalani penuh tanpa dianggap beban. Padahal, ketika menyaksikan bagaimana masyarakat sana menjalani hidup melalui berbagai media, terekam aktivitas yang tidak begitu mencolok. Hiruk pikuk masih terlihat normal di kota-kota besar, interaksi individu tetap nampak sewajarnya, tapi semua bisa berjalan maksimal. Apalagi, fakta mengungkapkan bahwa kegiatan di Negara-negara Nordik selalu berjalan tepat waktu, tidak ada keterlambatan di berbagai situasi, misalnya bekerja, sekolah, dan jam operasional komersil. Rahasia dibalik hidup yang nyaman itu ternyata ada pada prinsip yang diterapkan sehari-hari oleh masyarakat.

 

Prinsip seperti apa itu? Mari simak di bawah!

 

Friluftsliv dari Norwegia

 

Source: pexels.com/Zachary Baltimore

 

Norwegia adalah salah satu negara yang berlokasi di Eropa Utara. Negara ini memiliki kondisi geografis yang dipenuhi pegunungan yang terjal serta berbatasan dengan laut, sehingga menghasilkan fjord di sepanjang pantai.Di bagian daratnya ditumbuhi pepohonan tinggi, diselimuti salju, gletser, serta danau daratan di beberapa titik. Kondisi ini membuat Norwegia tidak punya lahan pertanian, sebab sebagian besar areanya merupakan bebatuan. Namun, keadaan itu tidak membuat masyarakat Norwegia terbelenggu dalam menjalani kehidupan. Mereka punya cara tersendiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari berdasarkan prinsip Friluftsliv yang artinya hidup di udara bebas. Makna dari prinsip tersebut yaitu bagaimana cara seseorang menghabiskan waktu, berinteraksi, serta mendapatkan manfaat kesehatan serta bahagia di alam. Friluftsliv sangat sesuai dengan keyakinan warga Norwegia yang mengoptimalkan kebahagiaan dan kesehatan. Ketika punya waktu senggang, orang-orang negara tersebut memilih keluar rumah, tapi bukan shopping, nonton, atau hang out di café, melainkan melakukan aktivitas di alam bebas, seperti naik gunung, jalan-jalan di taman kota, mengikuti komunitas outdoor, berkemah, atau sekadar menyisihkan waktu untuk berolahraga. Di samping itu, masyarakat setempat memberlakukan hidup sederhana dan secukupnya. Tindakan itu mampu mengurangi sampah yang berpengaruh terhadap kebersihan lingkungan. Hasilnya, Norwegia didapuk berada deretan negara paling bahagia di dunia dengan segala dukungan yang kuat, baik di sektor ekonomi, kesejahteraan sosial, pendidikan, keseteraan, dan sebagainya.

 

Hygge dari Denmark

 

Source: pexels.com/Arina Krasnikova

 

Dari Norwegia menuju ke Denmark, sebuah Negara yang masih dalam kawasan Nordik dengan angka kesejahteraan tinggi di dunia. Denmark dikenal memiliki area daratan yang kaya akan mineral, yaitu Greenland. Tanah ini konon katanya menjadi rebutan untuk sejumlah negara karena kandungannya yang luar biasa. Selain itu, Denmark punya topografi yang berbukit-bukit, rawa-rawa, sungai, fjord dan berselimut salju. Namun, di negara ini, orang dapat melihat perstiwa alam seperti aurora yang hanya terjadi di wilayah tersebut. Di sisi lain, warga Denmark punya angka stress yang rendah, kebahagiaan tinggi, dan kesejahteraan yang stabil. Di samping dukungan sistem yang terintegrasi begitu baik, masyarakat negara inipun telah menganut prinsip hidup yang begitu dalam, yaitu Hygge. Prinsip ini merupakan gaya hidup di Denamark dengan mengutamakan hal-hal sederhana dalam hidup. Mereka lebih fokus mencari kehangatan di rumah, memanfaatkan waktu senggang untuk menciptakan momen berkualitas. Hygge tercermin melalui kegiatan sehari-hari yang biasa dijalani. Misalnya, sepulang kerja, orang akan langsung pulang ke rumah tepat waktu. Mereka tidak akan membawa pekerjaan ke rumah dan selalu menyelesaiaknnya ketika jam kerja habis, tidak ada mampir ke kafe sekadar minum kopi, bahkan nongkrong. Bagi masyarakat setempat, refreshing paling menenangkan adalah rumah. Mereka tetap berinteraksi dengan individu lain, hanya saja lingkupnya kecil. Aktivitas yang dilakukan, seperti mengobrol, makan bersama, atau membaca buku jadi yang paling favorit. Hasilnya, masyarakat terhindari dari stres dan tetap produktif sesuai tempatnya. 

 

Lagom dari Swedia

 

Source: pexels.com/Ecem Arslan

 

Membicarakan Swedia, kita akan bertemu dengan sebuah kota yang cantik, berisi bangunan-bangunan klasik yang megah, dikelilingi lautan, serta bukit-bukit terjal. Swedia bisa jadi tempat yang lengkap untuk hidup. Swedia juga merupakan negara yang didominasi kemakmuran tinggi. Berdasarkan Priority Index 2026, Swedia berada di urutan kelima. Angka itu cukup besar dan konsisten dari tahun ke tahun. Kehidupan yang bahagia di Swedia dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakatnya. Mereka punya prinsip lagom yang artinya secukupnya, tidak kurang, tidak lebih. Prinsip tersebut berasal dari pepatah Swedia yang kemudian diikuti oleh sebagian rakyatnya. Menurut konsep lagom, kehidupan yang sempurna berada di tengah-tengah, mengeluarkan dan mendapatkan secara terkendali, pas porsi. Cara orang-orang Swedia melakukan lagom bisa diterapkan melalui beberapa hal. Pertama, mereka tidak mencari hal-hal yang terlalu ekstrem, aktivitas sederhana tapi terasa penuh lebih diutamakan. Kedua, manejemen waktu yang seimbang antara bekerja, istirahat, serta kehidupan sosial. Atas dasar itu, orang luar yang baru masuk ke Swedia mungkin menganggap penduduknya tertutup, padahal itu hanya sebagai bentuk keseimbangan diri. Ketiga, menggunakan barang yang awet. Prinsip lagom menganut sistem keberlanjutan. Contohnya membeli perkakas dapur dari kayu karena lebih ramah lingkungan, awet, dan bisa digunakan jangka lama. Hidup secara lagom dimaknai kondisi yang pas, tenang, dan seimbang. 

 

Sisu dari Finlandia

 

Source; pexels.com/Efrem Efre

 

Jika terlintas negara Finlandia, maka sistem pendidikan menjadi yang terpikir dalam benak. Finlandia digadang-gadang menjadi negara dengan tingkat pendidikan terbaik di dunia. Di sana, pendidikan rakyatnya memang sangat diperhitungkan. Waktu yang singkat, tapi hasil begitu maksimal. Guru jadi profesi yang mulia dan dihormati, sedangkan pelajar mendapatkan segala hak-hak pengajaran sesuai aturan. Finlandia pun jadi negara paling bahagia di dunia, menurut World Happiness Record. Di sisi lain, Finlandia juga termasuk negara yang punya iklim dingin dengan suhu ekstrem. Pada beberapa waktu saja malam terkadang lebih lama dibanding siang hari. Kehidupan layak di Finlandia tidak didapatkan begitu saja, sebab orang-orang di negara ini selalu menerapkan Sisu. Prinsip Sisu telah lama digunakan dan lestari sampai saat ini. Sisu bermakna ketangguhan, berani, serta pantang menyerah dalam menghdapi suatu tantangan. Mengutip dari berbagai sumber, dikatakan jika Sisu bukanlah sebuah desakan untuk seseorang selalu berpikir baik, tetapi sebaliknya, orang harus terus bergerak ke depan, meskipun tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sisu muncul saat harapan hampir runtuh, hampir menyentuh batasnya. Kemudian, perasaan dari batin itu muncul, menyeruak, menuntuk orang beranjak dari keterpurukan. Oleh karena itu, Sisu memang tidak selalu dipenuhi optimisme, bahkan sering kali diiringi rasa takut. Namun, orang Finlandia percaya, kalau hidup tidak berubah ketika seseorang hanya diam saja. Sisu bukan pula tentang kemampuan seseorang bangkit sendirian, mereka yang melakukan bisa mengenali batas yang dimiliki, lalu meminta bantuan, pendapat, atau sejenak istirahat. Maka tidak heran, kalau hidup di Finlandia bisa sedamai itu. 

 

Nah, empat prinsip di sana menjadi gaya hidup yang saat ini mulai diterapkan oleh khalayak umum. Negara-negara Nordik dan Skandinavia memang dikenal punya tingkat kesejahteraan tinggi. Namun, hal itu diraih karena mereka menganut gaya hidup sedemikian rupa. Mencapai kebahagiaan yang dingini juga jadi hal yang sangat diupayakan dan berharga di sana. Didukung oleh sistem yang memadai, tidak perlu bingung mengapa kemakmuran itu bisa terjadi. 

 

Kamu mau coba terapkan salah satunya?

 

Featured image: pexels.com/Sena

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

4 Faktor yang Bikin Drama Vertikal Disukai Masyarakat

Next Entry

Mengapa Empati Adalah Jantung Kehidupan Sehari-Hari

Next Entry

Menghidupkan Kembali Etika yang Mulai Redup: Tantangan Adab Generasi Alpha di Era Digital