Thea News
Tips and Trikcs // 2026 Lea

4 Jenis Kopi dengan Karakter yang Berbeda-beda

Kopi kelihatannya sama saja bentuknya. Namun, ternyata kopi punya karakter yang berbeda sesuai jenisnya.

Kopi menjdi salah satu minuman yang tidak bisa lepas dari kehidupan. Seolah setiap hari orang akan mengonsumsi kopi. Banyak negara pun telah membudidayakan kopi sebagai komoditas untuk konsumsi lokal serta diekspor ke banyak tempat. Indonesia sendiri menempati posisi keempat sebagai eksportir biji kopi di dunia dan posisi kedua di Asia Tenggara. Brazil menjadi negara pertama penghasil kopi terbesar degan varietasnya yang beragam, sedangkan Vietnam jadi yang pertama dalam hal robusta. Beberapa orang menganggap bahwa kopi sama saja, tapi kalau dirasakan sedemikian rupa, mereka punya karateristik yang berbeda-beda. Kopi nyatanya punya bermacam-macam yang dibedakan berdasarkan jenis biji, proses penanaman, proses panen, sampai karateristik rasa. Kamu bisa menemukan aneka kopi di coffee shop mana saja, tinggal tanya saja pada barista.

 

Mau lebih tahu macam jenis kopi yang bisa kamu temui? Yuk, mari cek di bawah!

 

Robusta

 

Jenis pertama yang bisa kamu temukan adalah robusta. Mengutip dari laman resmi Nescafe, robusat berasal dari kata robust yag artinya kuat. Makna kata ini sangat sesuai dengan citarasa robusta yang begitu pekat dan pahit. Rasa ini sesuai dengan kandungan kopi yang rendah akan gula. Rasa getirnya menunjukan bahwa robusta juga punya tingkat kafein yang lebih tinggi. Karakter rasanya tidak neko-neko, lumrahnya cenderung cokelat, earthy, atau nutty. Warna hitamnya berasal dari proses sangria yang lebih panjang, menjadikan sebuah biji kopi semakin bold dan strong. Karakter seperti ini mebuat robusta sering dijadikan base kopi atau espresso, contohnya cappuccino, latte, macchiato, dan sebagainya. Dari segi kualitas tanaman, robusta dikatakan lebih tahan banting. Robusta mampu bertahan dengan ketinggian yang relative rendah, beriklim tropis basah, tahan terhadap panas, dan kuat menghadapi hama. Bentuknya lebih kecil dan cenderung gelap karena sangrai lama. Petani tidak perlu terlalu sulit dalam mengurusnya. Dibandingkan jenis kopi lain, robusta biasanya dijual dengan harga terjangkau. Di Indonesia, jenis kopi ini termasuk yang banyak dikembangbiakan.

 

Arabika

 

Jenis selanjutnya yang juga banyak dibudidayakan adalah robusta. Dibandingkan robusta, tanaman ini lebih sulit dalam hal perawatan. Konsep dari tanaman arabika yaitu semakin tinggi lahan menanamnya, maka semakin baik biji kopinya, lumrahnya berada di ketinggian 600-2000 meter. Hal ini disebabkan pohon arabika lebih rentan terhadap hama dan memerlukan suhu yang relative dingin. Arabika lebih suka iklim yang sejuk daripada basah atau panas, itu dikarenakan jenis kopi ini tidak menyukai sinar matahari yang datang langsung ke tanaman. Namun, walaupun kelihatan manja, proses penanaman yang rumit ini nantiya akan menghasilkan biji kopi yang berkualitas dengan variasi rasa yang lebih kompleks. Arabika dikenal menjadi biji kopi yang lebih flavorful. Banyak orang yang ingin eksplorasi rasa memilih arabika sebagai tujuannya. Dikatakan, semakin tinggi tanaman berada, maka rasanya semakin baik. Apalagi ditambah pemrosesan yang cukup banyak, ada versi klasik serta eksperimental. Kamu bisa menemukan notes rasa kompleks, diantaranya fruity, flowery, nutty, tea-like, hingga cokelat. Rasa-rasa seperti ini bisa kamu dapatkan dengan menyeduhnya secara manual, misalnya pour over. Kadar kafein pada arabika lebih rendah daripada robusta, sehingga cocok bagi kamu yang punya masalah lambung. Karakter bijinya beragam, karena beda tiggi beda bentuk. Jadi, kamu bisa menanyakan terlebih dahulu jika melihat biji kopi sebelum membelinya.

 

Liberika

 

Selain ada robusta dan arabika, kamu akan menemukan variasi kopi liberika yang keberadaan bisa dibilang agak langka dibanding dua temannya yang lain. Liberika atau disebut caffea liberica diketahui pertama kali tumbuh di kawasan Benua Afrika, seperti Liberia, Uganda, serta Angola. Penyebarannya pun sampai ke wilayah Asia, salah satunya ada di Indonesia. Jadi, kalau kamu masih menemukan kopi tersebut di sini, tentu tidak perlu heran lagi. Kopi liberika memiliki rasa yang lebih unik, perpaduan antara rabika serta robusta, tapi pasti akan berbeda dari satu tempat dan tempat lainnya. Ada yang bilang bahwa kopi ini punya citarasa lebih earty, rempah, atau fruity. Sedangkan dari segi aromanya kadang menyerupai nangka atau durian, tentu beda dengan aroma biji kopi lainnya. Oleh karena itulah, liberika sedikit sentiment dalam memilih alat penyeduhan. Mengutip dari laman Aeki Ace, liberika akan terasa lebih menonjol jika diproses menggunakan French press atau cold brew. Teknik penyeduhan ini dijamin bisa meng-highlight rasa alami dari biji liberika. Tanaman kopi liberika lebih menantang dibandingkan robusta atau arabika. Masa panennya lebih lama dengan masa tanamnya bisa mencapai lima tahun. Bentuk bijinya lebih besar, tidak beraturan, dan warnanya cenderung cokelat kehitaman. Sayangnya, keunikan liberika terkadang kurang terulik. Permintaan pasar yang sedikit, membuat petani memilih untuk menomorduakannya. Padahal jika liberika dikembangbiakan dengan baik, liberika dapat menjadi potensi pasar yang menjanjikan. Dari segi harga pun memang sedikit mahal.

 

Excelsa

 

Jenis kopi selanjutnya yang mungkin akan kamu temukan yaitu excels. Jenis ini sebenarnya bagian dari liberika, hanya saja kualitasnya lebih premium. Namanya saja diambil dari kata excels yang artinya tinggi atau ungguh, memberikan penekanan bahwa jenis kopi ini punya kualitas terbaik di kelasnya, meskipun kadang sering disejajarkan jenis kopi lainnya. Kalau dari segi bentuk, kopi excelsa memang lebih besar daripada liberika. Pohonnya juga lebih tinggi daripada teman satu keluarganya. Bentuk bijinya pun jauh lebih tak beraturan, sedangkan aromanya kuat, sedikit bold. Kalau soal rasa, excelsa punya hint buah-buahan, rmepah, dan little bit sweet. Terkadang, aromanya memunculkan smokey atau berasap. Tentu saja, rasa seperti ini sangat unik dan tidka bisa ditemukan pada biji kopi lain. Hanya saja, biji kopi excelsa punya sifat yang manja, mirip liberika. Cara penanamannya yang lebih lama dan ketersediaannya sedikit. Metode pemoresannya pun terbatas, seperti natural, washed, dan honey. Walaupun, memang dari segi ketahanan pohon, excelsa bisa bersahabat dengan hama. Dari segi harga, excelsa dibanderol angka yang cukup tinggi. Untuk memunculkan citarasa khas dari excelsa, kamu bisa menyeduhnya secara manual menggunakan V60, French press, atau cara tradisional lainnya.

 

Itu dia beberapa jenis biji kopi yang bisa kamu temukan di coffee shop. Setiap biji kopi punya karateristik masing-masing yang menghasilkan rasa berbeda-beda. Ada yang cocok diseduh secara manual, ada pula yang lebih nikmati bila mendapatkan sentuhan mesin espresso. Biji kopi dihargai dari yang paling murah sampai mahal. Pemoresannya pun beragam, versi klasik ada natural, washed, serta honey, tapi beberapa mengalami experimental, misalnya menggunakan bakteri masam (lactic), anaerobic, thermal shock, dan sebagainya. Setiap tumbuhan punya daya tahan yang beragam, mungkin beberapa kuat di tempat rendah, tetapi ada yang harus menyentuh ketinggian lebih dari 1500 mdpl agar rasanya menjadi kompleks. Kamu bisa memilih jenis kopi sesuai kondisi, mood, atau situasi yang sedang dihadapi.

 

Featured image: pexels.com/K

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Tips dan Trik Menjalani Hustle Life Dengan Porsi Yang Seimbang

Next Entry

Ketahui Etika Makan ala Italia, Sederhana Tapi Bisa Fatal

Next Entry

Panduan Praktis Mewujudkan Oase Hijau Asri di Lahan Terbatas