Thea News
Fashion // 2026 Lea

4 Jenis Sepatu Perempuan, Siap Dibawa Kerja Setiap Hari

Sepatu jadi salah satu item yang menunjukkan profesionalitas seseorang saat bekerja. Oleh karena itu, jangan salah pilih model sepatu untuk bekerja. Kamu bisa cek rekomendasinya di sini.

Penampilan menjadi sesuatu yang penting dalam dunia kerja. Penampilan merupakan hal yang akan pertama kali dilihat ketika seseorang melamar atau tengah melakukan pekerjaan. Oleh karena itu, untuk memberikan first impression yang baik, seseorang rela menghabiskan jutaan rupiah untuk sekadar memberikan penampilan yang menarik. Setiap item yang menempel pada tubuh mewakili penilaian yang diterima. Sepatu, walaupun berada di bagian bawah, tapi jadi komponen krusial ketika berbicara tentang cara berpakaian. Sepatu menunjukkan profesionalitas kerja seseorang, bahkan simbolisasi kepribadian yang dapat dibaca oleh para ahli. Memang ada pepatah yang mengatakan jangan nilai dari sampulnya, tapi di area profesional hal itu tidak berlaku. Sesederhana sepatu saja mampu memengaruhi nilai di mata orang lain. 

 

Dari beragam sepatu yang beredar di pasaran, sepatu formal atau semi-formal yang untuk dibawa bekerja dapat dikenali dari beberapa ciri khas. Pertama, kamu bisa melihat material pembuatan sepatu tersebut. Biasanya sepatu formal akan dibuat menggunakan bahan yang berkualitas, seperti kulit asli, kulit sintetis, dan suede. Kedua, warnanya cenderung netral. Sepatu formal yang dipakai saat melakukan pekerjaan lumrahnya tidak neko-neko dari hal warna, cukup hitam, putih, cokelat, merah, navy, dan warna standar lainnya. Terlebih, sepatu bekerja tidak terlalu banyak motif. Ketiga, bentuknya minimalis. Sepatu formal kebanyakan menganut model sederhana yang ramping, runcing, atau bulat klasik. Model-model seperti ini dikenal tidak lekang oleh waktu. Keempat, bagian sol bisa keras dan tipis. Tujuan digunakan sol itu adalah agar ketika dikenakan kesan yang ditampilkan lebih tegap.  

 

Rekomendasi jenis sepatu di bawah ini bisa membantu kamu, para perempuan, buat menunjukkan profesionalitas kerja lewat penampilan. 

 

Pump Shoes 

 

Source: pexels.com/Arturo Añez

 

Rekomendasi pertama yang bisa kamu cari adalah pump shoes. Kamu mungkin pernah mendengar istilah terkait sepatu berhak ini, khususnya di dunia kerja profesional. Model sepatu ini bisa dibilang sederhana, bagian depan dan tumitnya tertutup, sehingga kaki bisa terasa nyaman terlindungi. Namun, ada juga pump shoes yang memberikan aksen sedikit terbuka di bagian depan. Sepatu ini punya hak yang tidak terlalu tinggi, kurang lebih 3-5 cm, jadi tetap nyaman bila dipakai seharian. Beberapa jenis hak yang sering digunakan, seperti platform dan stiletto. Desainnya klasik, menampilkan sisi elegan yang tidak lekang waktu, anggun, dan tentu menunjukkan profesionalitas tinggi. Tampilannya formal, cocok buat kamu yang bekerja di lembaga serupa, misalnya pekerja kantoran, hotel, bank, guru, dan sebagainya. Kalau kamu cari rekomendasi merk lokal, kamu bisa menuju ke Buccheri, Yongki Komaladi, PVRA, dan Reed & Moss. 

 

Loafers

 

Source: pexels.com/José Martin Segura Benites

 

Berikutnya, kamu bisa memilih loafers untuk dipakai ketika bekerja. Loafers adalah alas kaki berkonsep slip on tanpa tali yang mudah dikenakan. Sepatu ini punya desain sederhana, dengan bagian depan dan tumitnya tertutup sempurna. Loafers berhak rendah dan solnya rata. Loafers memberikan kesan formal yang kentara, meskipun sebenarnya model ini juga cocok dipakai hang out santai. Alasan itulah yang membuat orang lebih banyak memilih sepatu jenis ini dalam bekerja. Sepatu loafers pun memiliki sejarah yang panjang. Model loafers yang simple ini menjadi simbol dari keanggunan, minimalis, rapi,  serta elegannya sendiri. Bentuknya yang demikian memudahkan pemakai untuk bergerak bebas, baik di dalam atau di luar ruangan. Kamu juga tidak perlu mencemaskan tentang mode, sebab desainnya sangat timeless. Ada beberapa macam loafers yang bisa kamu kenal, di antaranya penny loafers, tassel loafers, horsebit loafers, belgian loaders, driving loafers, dan slipper loafers. Jenis ini merupakan salah satu yang tertua di dunia karena lahir pada tahun 1930-an di Norwegia. Kemudian, loafers mulai menyebar, populer di Benua Amerika. Sejumlah merk lokal yang bisa kamu cari untuk loafers seperti Prabu, Lederweren, PVRA, THAJA, Buccheri, Portee Goods, Jasmine Ellizabeth, Brodo, dan Catalless Everyday. 

 

Flatshoes

 

Source: pexels.com/Bella Zhong

 

Jenis sepatu lain yang menunjang penampilan ketika bekerja adalah flatshoes. Bisa dikatakan bahwa sepatu jenis ini bisa dipakai oleh segala usia karena modelnya beragam, simple, dan timeless. Mengenali sepatu ini tidaklah sulit, kok. Sama seperti namanya, flatshoes punya model datar di bagian hak dan solnya. Sedangkan untuk area tumit juga bagian jari-jari kaki tertutup. Desain seperti ini memungkinkan pemakainya untuk bergerak dengan nyaman, tanpa merasa pegal, memberikan kesan enerjik dalam melakukan segala pekerjaan. Flatshoes sudah bisa kamu bawa untuk menghadiri rapat, interview, seminar, workshop, bahkan aktivitas lapangan lain yang membutuhkan mobilitas tinggi. Jenis sepatu ini begitu fleksibel dibawa ke berbagai situasi. Ada macam-macam jenis flatshoes yang dapat kamu temukan di pasaran, seperti ballet flats, moccasins, espadilles, d'orsay flats, pointed toe flats, mari jane flats, ankle strap flats, slingback flats, bahkan loafers juga termasuk. lho. Jika kamu berminat memakai flatshoes saat bekerja, brand lokal ini bisa kamu pertimbangkan, yaitu Buccheri, Shaddy, Cajsa, Mader, MTW, Adorableproject, Minka, dan Katakita. 

 

Kitten Heels

 

Source: pexels.com/Tetiana Dubik

 

Sepatu selanjutnya yang bisa kamu kenakan saat bekerja adalah kitten heels. Namanya memang menggemaskan, tapi tampilannya justru memberikan kesan anggun dan elegan. Kitten heels punya desain hak yang rendah, sekitar 2-5 cm saja, dengan area penutup di jari-jari kaki yang berbentuk lancip. Bagian heels-nya juga tipis, ramping, dan runcing. Sedangkan bagian belakangnya variatif, tumit bisa tertutup, bertali, atau terbuka. Walaupun punya hak, tapi kitten heels tidak akan cepat membuat lelah ketika dibawa berjalan. Mobilitasnya mudah dan nyaman, sehingga banyak orang yang menyukai model sepatu ini untuk bekerja. Dulu, sepatu ini dibuat pada tahun 1950-an oleh seorang desainer bernama Roger Vivier dari rumah mode Dior. Alasan utamanya adalah membantu orang-orang yang belum siap mengenakan sepatu hak tinggi, seperti stilettoKitten heels dipakai sebagai media latiham, sebelum nantinya mengenakan sepatu dengan hak yang lebih menantang, makanya juga disebut trainer heels. Model ini ternyata segera diadopsi oleh banyak orang, bahkan tahun 1961 tercatat dikenakan dalam film Audrey Hepburn, Breakfast at Tiffany's. Semakin lama, kitten heels semakin menjadi favorit. Namun, banyak diskusi yang dibuka terkait jenis sepatu ini. Pasalnya, kitten heels dianggap model yang nanggung, mau dikatakan flat tapi masih ada hak yang membuatnya sedikit tinggi, tapi juga tidak sepenuhnya memberikan statement seperti stiletto. Di sisi lain, kitten heels banyak diminati sebab desain yang sederhana, model multifungsi, serta mudah dipadukan dengan berbagai tipe fashion. Jika kamu berminat mengenakan model ini, kamu bisa cek local brand Myo Shoes, Ameene, Cekhas, serta Solane. 

 

Itu dia empat sepatu untuk perempuan yang bisa kamu kenakan ketika bekerja. Tentunya, masing-masing tempat kerja memiliki aturan sendiri dalam berpakaian, termasuk sepatu. Kamu bisa menyesuaikan jenis sepatu yang dikenakan dengan pakaian agar lebih manis. Namun, tetap pertimbangkan kenyamanan serta fungsi dalam memilih item, ya, karena dua hal itulah yang akan membawamu menyelesaikan pekerjaan dengan rapi. 

 

Featured Image: pexels.com/PNW Production

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Yuk Bikin Lip Scrub Alami Dirumah Untuk Perawatan Bibir Anda!

Next Entry

Sustainable Fashion: Berikut Rekomendasi Kain Yang Ramah Lingkungan

Next Entry

Rekomendasi Sehat Styling Rambut Dengan Heatless Curl