Thea News
Fashion // 2026 Lea

4 Luxury Brand Favorit Kalangan Old Money

Kemewahan fashion tidak harus menggunakan desain gemerlap nan ramai. Bagi kalangan atas, kemewahan itu bisa dimaknai dari kesederhanaan, asalkan brand-nya yang tepat sesuai kriteria.

Saat ini, memakai atau memiliki luxury brand merupakan sebuah pencapaian yang ingin digapai oleh banyak orang. Pasalnya, luxury brand bukan hanya sekadar benda atau aksesoris, tapi sebagai simbol atau status seseorang di tengah masyarakat. Seolah-olah, jika memiliki luxury brand, predikat seseorang dapat naik begitu saja. Padahal, ciri khas utama dari luxury brand adalah ekslusivitas, tidak sembarang orang bisa memilikinya. Namun, akan berbeda situasinya jika kini berbanding sebaliknya. Apalagi, ada sebagian oknum yang melakukan tindakan ilegal demi membeli barang-barang branded tanpa memperhitungkannya terlebih dahulu hanya untuk memamerkannya. Sikap demikian justru memperlihatkan bahwa si pelaku bukan termasuk dalam bagian eksklusif tersebut. Orang yang benar-benar berada di kelompok itu justru tidak suka memamerkan barang-barang mewah secara gamblang. Hal ini disebabkan mereka tidak hanya mencari brand, tetapi memperhatikan akan model, kualitas, serta bentuk logo yang mencolok. Harga memang jadi nomor sekian, bahkan keterbatasan tidak dipikirkan. Bagi mereka yang memang menyandang status old money sejak lahir, poin paling krusial dalam memilih brand yaitu kenyamanan. 

 

Bukan Hermès, Gucci, atau Dior, tapi brand favorit para old money di antaranya adalah sebagai berikut. 

 

Brioni

 

Source: brioni.com

 

Berbicara tentang pakaian yang dikenakan oleh old money, tidak akan jauh dari Brioni. Brand ini berasal dari rumah mode mewah di Italia, yang berpusat di Kota Roma. Brioni hanya berfokus pada pakaian pria yang menyuguhkan kualitas dari segi bahan, jahitan, warna, serta kenyamanan. Brioni menjadi salah satu yang tertua, didirikan pada tahun 1945 oleh Nazareno Fonticoli dan Gaetano Savini. Sejak awal, Brioni telah menetapkan standar mereka sendiri yang menonjolkan sisi elegan tanpa berlebihan. Brioni punya karakter desain timeless yang tidak repot. Beragam pakaiannya ketika dipakai mampu memancarkan visi yang berwibawa. Faktor yang membuatnya tampak premium terlihat dari jahitan serta bahan mewah. Mungkin, bagi orang awam secara umum, Brioni terdengar asing. Orang akan bertanya lebih dulu, apa itu Brioni sebelum akhirnya mengetahui fakta di baliknya. Alasannya sederhana, karena Brioni tidak menggunakan promosi besar-besaran. Mereka tidak mengikuti trend, memasang banyak campaign untuk menarik pelanggan baru. Terlebih, Brioni memiliki ciri khas dimana logo yang lumrahnya jadi identitas, justru berbentuk kecil, samar, hampir tak terlihat dari permukaan. Bentuk logo seperti itulah yang disukai para orang kaya. Namun, brand asal Eropa ini tidak takut kehilangan pembeli, sebab mereka sudah punya 'langganan' tetap, yaitu masyarakat kelas atas yang setia mengenakannya. Brioni benar-benar lambang dari kekayaan abadi yang diwariskan antar generasi. 

 

Loro Piana

 

Source: ii.loropiana.com

 

Brand selanjutnya yang akan dibahas adalah Loro Piana. Mungkin beberapa orang sudah tidak asing dengan brand satu ini karena sudah mulai marak diperbincangkan oleh khalayak. Beberapa kali terdengar, produk dari Loro Piana viral melalui media sosial. Sama seperti Brioni, Loro Piana jadi salah satu rumah mode tertua di Eropa. Lokasinya berada di jantung Kota Milan, pusat mode dunia yang paling terkenal selain Paris. Brand ini didirikan pada tahun 1924 oleh Pietro Loro Piana dan kini dimiliki oleh seorang konglomerat di bawah LVMH Group. Mengutip dari laman LVMH, awalnya, Loro Piana merupakan perusahaan yang berfokus memasok wol dan kasmir untuk industri huate couture yang mulai berkembang di Italia maupun luar negeri. Pada tahun 1970-an, akhirnya Loro Piana mengalami pergeseran dengan mulai menyebarkan jaring ritel internasional. Melalui langkah ini, akhirnya perusahaan mulai memanfaatkan bahan baku yang diterimanya untuk menciptakan produk berkualitas tinggi, bahkan telah punya standarnya sendiri. Penggemar brand Loro Piana menempatkan brand ini pada lini kemewahan dilihat dari material premiumnya. Brand ini menggunakan vicuña atau the fiber of the Gods, sebuah bahan super langka yang punya tekstur lembut, berasal dari Amerika Selatan. Selain itu, ada juga material baby chasmere yang eksklusif dari anak kambing Hircus, Mongolia. Kemudian,  mereka pun mampu mendapatkan bahan material wol dari domba merino yang berasal dari Australia dan New Zealand. Bayangkan, betapa mewahnya produk Loro Piana, mengingat bahan bakunya saya begitu menakjubkan. Brand ini membuat banyak model untuk pria dan wanita, mulai dari loafers, tas kulit, outwear, dan sebagainya. 

 

Brunello Cucinelli

 

Source: brunellocucinelli.com

 

Masih ada di kawasan Eropa, Brunello Cucinelli muncul sebagai salah satu luxury brand kesukaan old money dengan desain timeless, logo minimalis, dan bahan berkualitas. Lagi. brand ini tampak asing, padahal sudah melanglang buana dengan karakternya sendiri di seluruh dunia. Brunello Cucinelli berdiri sejak tahun 1978 dan saat ini berkantor pusat di Solomeo, Italia. Brunello Cucinelli bukan hanya sebuah fashion brand bisa, tetapi mereka menciptakan konsep yang mendalam terkait apa yang diproduksinya. Perusahaan milik Brunello Cucinelli ini tetap mempertahankan etos kerja yang mengakar kuat di Italia. Mayoritas hasil karyanya dikerjakan secara manual atau handcrafted oleh para ahli. Setiap jiwa pemiliknya selalu disalurkan pada setiap desain, memprioritaskan keseimbangan, dan mengangkat kembali warisan zaman dulu. Hasil pekerjaan dipenuhi cinta, menghasilkan sesuatu yang indah, estetik, dan berstandar tinggi. Brunelli Cucinelli memang menggunakan filosofi 'Humanistic Capitalism' dalam menghasilkan buah karya. Brunello Cucinelli membuat pakaian untuk pria dan wanita, yang mampu mendobrak pakem fashion saat itu. Brand yang satu ini dikenal melalui pilihan warna yang lebih soft dan cerah pada sejumlah produknya, khususnya sweaters. Di samping itu, detail dari siluet jahitan tangan begitu menawan, sangat cocok ketika melekat pada tubuh pemakainya. Brunello Cucinelli pun bukan brand yang terlalu haus akan validasi dengan memamerkan logo besar pada setiap item. Material utamanya menggunakan kasmir yang berasal dari kambing Hircus di Mongolia. Setelah lama berkarir, Brunelli Cicunelli berhasik mengekspansi jenis barang, seperti aksesoris, fine wine, dan sebagainya. 

 

Ralph Lauren

 

Source: Veectezy.com

 

Untuk brand yang satu ini pasti hampir seluruh kalangan sudah mengetahuinya. Ya, Ralph Lauren adalah sebuah brand yang melekat pada gaya hidup masyarakat, khususnya kelompok old money. Mungkin, ada juga yang mengetahuinya sebab sering ditiru jadi barang KW atau persetetuan perebutan hak paten. Jelasnya, Ralph Lauren memang termasuk ke dalam kategori brand mewah yang berasal dari Amerika dengan konsep preppy atau gaya fashion kalangan atas. Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 1967 oleh desainder ternama, Ralph Lauren. Brand yang satu muncul ke permukaan dengan menawarkan produk ready-to-wear. Ralph Lauren punya signature logo yang begitu khas, membuatnya cepat dikenal oleh publik, yaitu olahraga polo. Logo ini tidak mengganggu sama sekali, bahkan menjelma jadi desain unik yang membuat pakaian terkesan simple tapi tetap fashionable. Tentu, kalangan old money memilih Ralph Lauren sebagai bagian dari lifestyle sebab modenya tak lekang oleh waktu. Material yang digunakan premium, bordir pada logo di sisi kiri seolah jadi lambang prestisius. Dalam kehidupan sehari-hari, Ralph Lauren sering dipilih untuk daily wear, baik saat bersantai atau acara bertemu sembair main golf. Ralph Lauren tersedia bagi pria dan wanita. 

 

Dari empat luxury brand di atas, bisa disimpulkan karakter apa yang dicari oleh old money ketika mencari pakaian. Mereka tidak mencari sesuatu yang berlebihan, tapi timeless, dapat dipakai dalam waktu yang lama tanpa khawatir ketinggalan zaman. Bahan material berkualitas tinggi untuk memastikan keawetannya. Terakhir, logoless, dimana bentuk logo yang tidak mencolok, menonjol, dan menganggu desain dari pakaian itu sendiri. Harga tidak menjadi masalah, tapi kenyamanan dan proses mewarisi status itu memang harus dijaga. 

 

Jadi, apakah kamu tertarik buat mencoba brand ala old money?

 

Featured image: pexels.com/Andrea Piacquadio

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Melintasi Waktu dan Tren: Bagaimana Headscarf Menjelma dari Simbol Tradisi Fashion Global

Next Entry

Serupa Tapi tak sama, Yuk Kenalan Dengan Skin Tint dan Tinted Sunscreen!

Next Entry

4 Jenis Sepatu Perempuan, Siap Dibawa Kerja Setiap Hari