4 Mitologi Dunia Sumber Inspirasi Film Fantasi
Film fantasi kerap kali diambil dari misah mitologi di dunia. Dari sekian banyak mitologi, empat diantaranya jadi yang paling sering dijadikan film.
Film fantasi merupakan genre yang sering diproduksi dan mendapatkan banyak antusiasme dari para pemirsa di seluruh dunia. Film fantasi adalah genre fiksi dengan menggabungkan antara imajinasi spekulasi dengan unsur-unsur lain yang dianggap khayalan semata. Salah satu topik utama yang dijadikan film ialah mitologi atau mitos. Banyak film bertemakan mitologi yang sukses di pasaran. Sebut saja universe Percy Jackson & The Olympians, Clash of The Titans, Troh, Immortals, Apocalypto, dan sebagainya. Film-film itu memberikan pengalaman baru bagi para penonton karena dapat mengangkat cerita mitologi yang direlevansikan dengan kehidupan di satu era tertentu. Mitologi pun menjadi pembahasan yang menarik. Dari film, orang-orang mulai mencari tahu tentang apa saja mitologi terbesar dan paling dikena dari berbagai belahan dunia. Pastinya, setiap mitologi punya kisah masing-masing yang layak dijadikan inspirasi sebuah karya, seperti film.
Nah, beberapa mitologi itu akan dibahas dalam tulisan ini.
Mitologi Yunani
Berbicara soal mitologi, pastinya tidak akan lepas dari kisah Dewa-Dewi di Gunung Olimpus yang terdapat pada Mitologi Yunani. Cerita dari mitologi yang satu ini suah tersebar hampir ke seluruh negeri. Bagian dari kisahnya telah banyak diangkat menjadi karya visual, contohnya Percy Jackson & the Olympians yang tayang beberapa tahun silam serta bagian dari Marvel Cinematic Universe. Mitologi Yunani berasal dari cerita klasik dan ritual yang tumbuh dari Yunani kuno. Mitologi tersebut mampu memberikan dampak yang luar biasa dalam bidang sastra, arkelogi, hingga akhirnya muncul jadi bentul visualisasi film. Kisah utama Mitologi Yunani berada pada 12 Dewa-Dewi yang tinggal di Gunung Olympus. Keduabelas Dewa-Dewi itu memiliki kemampuan sendiri yang saling melengkapi. Dipimpin oleh seorang Dewa Cuaca, yaitu Zeus. Kemudian diikuti oleh Ratu para Olympian, yaitu Hera, simbolisasi dari pernikahan dan perempuan. Selanjutnya Athena yang ahli dalam strategi berperang, Aphoridite yang disebut sebagai dewi cinta serta seksual, Poseidon yang menguasai lautan, Hermes yang membawa keseubura, Hades yang menguasai dunia bawah (dan satu-satunya yang tidak dtinggal di Gunung Olympus), Dionysus yang merangkul keseburuhan tumbuhan, Demeter atau Dewi pertanian, Apollo yang punya kemampua serba bisa, khususnya musik, memanah, dan penyembuhan, Ares atau Dewa Perang, dan Artemis, seorang Dewi untuk binatang liar, perburuan, vegetasi, juga kesucian. Setiap Dewa-Dewi di Gunung Olympus itu nantinya punya kisah yang terpisah.
Mitologi Romawi
Mitologi kedua yang tidak kalah tenar dari Mitologi Yunani, yaitu Mitologi Romawi. Sama seperti mitologi di Yunani yang menjadi dasar dari kehidupan yang kini berkembang dan dipercaya, mitologi di Romawi benar-benar memberikan dampak besar untuk kehidupan masyarakat di masa lalu. Melalui mitologi, masyarakat romawi Kuno mengatu berbagai aspek, seperti cinta, perang, keseburan, dan lain-lain. Setiap Dewa-Dewi yang tergabung dalam mitologi tersebut mewakili kekuatan yang diwariskan sampai saat ini. Salah satu mahakarya yang mengangkat cerita Mitologi Romawi dalam bentuk visual berjudul The Legend of Aeneas karya Giorgio Rivalta, diadaptasi dari puisi karya Virgil, berjudul Aeneid. Sering memberikan rasa bingung, antara Mitologi Yunan dan Romawi, karena Dewa-Dewi yang diceritakan memang punya kekuatan yang sama, hanya saja namanya berbeda. Di Romawi, terdapat 8 Dewa-Dewi yang menguasai elemen-elemen. Pemimpin atau Dewa Utama dalam mitologi ini adalah Jupiter, si penguasa langit dan petir, bersanding dengan Ratu para Dewa-Dewi, yaitu Juno yang melindungi perempuan. Dewa-Dewi lainnya yaitu Neptunus yang menguasai laut, Minerva yang ahli salam strategi perang, Mars yang sangat ahli dalam berperang, Venus yang melambangkan cinta juga kecantikan, Apollo yaitu Dewa matahari, Diana yang menjadi pelindung dalam perburuan, alam liar, dan bulan, Merkurius yang membawakan pesan, Vulcan atau Dewa Api, Bacchus atau Dewa Anggur, serta Ceres atau Dewi Pertanian.
Mitologi Mesir
Selain di Bangsa Yunani dan Romawi yang memiliki mitologi, Mesir juga dikenal akan kebudayaan kunonya yang berkembang pesat sejak dulu. Mesir punya cerita mitologi sendiri yang dpercaya oleh masyarakat tentang dewa, alam, serta kehidupan setelah adanya kematian. Dari kebudayaan inilah, tercipta struktur hidup masyarakat Mesir kuno dalam beragam aktivitas, seperti berseni, tradisi, dan sebagainya. Sama seperti dua mitologi sebelumnya, pada Mitologi Mesir Kuno terdapat Dewa-Dewi Utama yang menjadi junjungan pada masanya. Mitologi Mesir Kuno dipimpin oleh seorang Dewa bernama Ra, yaitu Dewa Matahari dan sering digabungkan dengan Dewa amun yang menciptakan alam semesta, atau Amun-Ra. Dilanjutkan Dewa Osiris, Dewa yang menguasai dunia bawah serta keadilan. Kemudian ada Dewi Isis, istri Osiris, yang mewakili keibuan, sihir, serta pelindung keluarga. Dewa beriktunya yaitu Horus, Dewa Langit berwujud Elang, Anubis atau Dewa kematian yang berwujud kepala serigala, Dewa Seth atau Dewa Kekacauan, Thoth atau Dewa Kebijaksanaan, Hathor atau Dewi Cinta, Ma'at atau Dewi Kebenaran, Bastet atau Dewi Kucing (melambangkan perlindungan rumah tangga), sera Ptah atau Dewa Pencipta dan Pelindung para perajin atau seniman. Sejumlah film yang pernah mengangkat cerita Mitologi Mesir Kuno seperti Gods od Egypt, universe The Mummy, Mummies, dan Exodus: Gods and Kings.
Mitologi Nordik
Mitologi lain yang jadi langganan diangkat di layar kaca adalah Mitologi Nordik atau Mitologi Norse. Mitologi ini merupakan kumpulan dari legenda, cerita, serta kepercayaan yang dimiliki oleh bangsa Skandinavia dan Jermanik Utara. Mitologi ini mengakar dan bekembang kuat pada zanan Viking samapai periode awal Kristen di kawasan tersebut. Mitologi Nordik memberikan gambatan tentang bagaimana dunia bekerja, segala norma, dan spiritual yang dianut oleh bangsa Skandinavia. Dalam Mitologi Nordik, terdapat teori penciptaan dunia, sama seperti di mitologi lain. Dunia diciptakan dari kekosongan. Kemudian dunia muncul dari pertemuan panas dari Muspelheim dan es dari Niflheim. Pertemuan itu menghasilkan uap juga air yang akhirnya melahirkan raksasa purba, Ymir. Selain itu, muncul sapi raksasa bernana Audhumla yang berperan sebagai pemasok makan untuk Ymir. Kehidupan Ymir dan Audhumla berlanjut dengan kelahiran Buri, yang akhirnya dikenal sebagai nenek moyang para Dewa. Buri mempunyai anak bernama Bor, dan keturunannya berlanjut pada tiga putra, yaitu Odin, Vili, dan Ve. Ketiga cucu Buri akhirnya melakukan pembunuhan terhadap Ymir hingga terciptalah dunia. Di Mitologi Nordik pun ada sejumlah dewa dengan spesialisasinya. Odin, berperan sebagai pemimpin para dewa atau Allfather, beristri Frigg sebagai Ratu. Thor yang menguasai petir, Loki yaitu Dewa Penipu yang memicu masalah, Freya yaitu Dewi Cinta, Freyr sudara dari Freya, yaitu Dewi Kesuburan, dan Heimdall atau Dewa Penjaga Jembatan Bifrost. Dari nama-namanya saja, pasti familiar di sejumlah film. Sebut saja Thor dan Loki yang masuk ke dalan Marvel Cinematic Universe, The Northman, Ragnarok, Mortal, hingga Valhala Rising yang begitu mencuri parhatian.
Nah, itulah beberapa mitologi yang kerap diangkat sebagai topik cerita sebuah film. Jika menilik lebih jauh, masih ada mitologi-mitologi lain yang nengesankan, bahkan di Indonesia. Mitologi-mitologi tersebut pun sangat patut dieksplor untuk diambil kisah yang unik, dijadikan bentuk karya sastra maupun visual yang memanjakan mata.
Featured image: pexels.com/Franseco Ungaro