5 Buku Favorit Dua Lipa:
Dari Realisme Magis hingga Gelombang Seni Pop
Dua Lipa bukan sekadar megabintang pop yang menguasai panggung musik global, melainkan juga seorang pembaca setia yang aktif menggemakan minat literaturnya.
Melalui klub buku Service95 yang ia dirikan, pelantun tembang Levitating ini secara konsisten membagikan deretan karya sastra yang membentuk cara pandangnya terhadap dunia. Pilihan bacaannya terbilang tajam, lintas negara, serta mendalam—mulai dari novel fiksi sejarah, otobiografi yang jujur, hingga fiksi kontemporer yang mengeksplorasi kerentanan manusia.
Kecintaan sang penyanyi terhadap dunia literatur dibuktikan dengan keterlibatannya dalam mewawancarai langsung para penulis ternama dunia di podcast miliknya. Menurut laporan dari majalah Vogue, kebiasaan membaca ini telah ia pupuk sejak kecil di tengah kesibukannya meniti karier profesional. Bagi Dua Lipa, buku merupakan ruang aman untuk berefleksi sekaligus sumber inspirasi utama dalam menulis lirik-lirik lagunya.
Berikut adalah 5 buku rekomendasi favorit Dua Lipa yang memiliki tempat khusus dalam daftar bacaan pribadinya.
One Hundred Years of Solitude karya Gabriel García Márquez

Buku karya maestro sastra asal Kolombia ini menempati posisi puncak dalam daftar karya yang paling menginspirasi perjalanan hidup Dua Lipa. Novel bergenre realisme magis ini mengisahkan sejarah tujuh generasi keluarga Buendía di kota fiktif Macondo yang terisolasi dari dunia luar. Melalui narasi yang kaya, pemenang Hadiah Nobel Sastra ini berhasil memadukan ironi politik, tragedi keluarga, dan elemen fantastis ke dalam jalinan cerita yang memikat.
Dua Lipa kerap mengutarakan kehebatannya dalam berbagai kesempatan media, termasuk saat ia meluncurkan pemikirannya di situs resmi Service95. Ia menyebutkan bahwa kemampuan Márquez dalam menggambarkan kesepian dan cinta terasa sangat puitis sekaligus universal. Membaca novel ini memberikan pengalaman emosional yang intens karena pembaca diajak menyelami siklus hidup manusia yang penuh kejutan dan pengulangan takdir.
Daya tarik utama buku ini terletak pada struktur penceritaannya yang kompleks namun tetap menghanyutkan bagi siapa pun yang menyukai sastra klasik. Sebagaimana diulas dalam publikasi The Guardian, realisme magis dalam novel ini berhasil menetapkan standar baru dalam penulisan narasi fiksi modern. Karya ini menjadi bacaan wajib yang direkomendasikan Dua Lipa bagi mereka yang ingin memahami kedalaman emosi dan imajinasi tanpa batas.
Shuggie Bain karya Douglas Stuart

Novel debut yang berhasil meraih Booker Prize 2020 ini merupakan salah satu rekomendasi yang sangat emosional dari Dua Lipa. Berlatar di Glasgow pada era 1980-an, cerita berpusat pada kehidupan seorang anak laki-laki bernama Shuggie yang tumbuh di tengah kemiskinan dan krisis ekonomi. Di saat yang sama, ia harus berjuang merawat ibunya yang mengalami kecanduan alkohol akut di lingkungan masyarakat kelas pekerja yang keras.
Dalam salah satu episode podcast Service95 Book Club, Dua Lipa mengungkapkan kekagumannya terhadap keberanian penulis dalam menyajikan penderitaan secara intim dan tanpa penghakiman. Penggambaran ikatan kasih sayang antara anak dan ibu dalam kondisi paling terpuruk menjadi bagian yang paling menyentuh hatinya. Kejujuran emosional dalam setiap babnya membuat buku ini begitu bertenaga dan membekas di pikiran pembaca.
Ulasan dari The New York Times menegaskan bahwa novel ini menghadirkan potret empati yang sangat kuat di tengah latar belakang sosial yang kelam. Gaya bahasa Douglas Stuart yang lugas namun kaya detail berhasil menghidupkan suasana kota yang muram serta perjuangan bertahan hidup yang gigih. Buku ini dipilih Dua Lipa karena kemampuannya dalam membangkitkan empati mendalam terhadap kesusahan orang lain.
Pachinko karya Min Jin Lee

Pachinko adalah sebuah novel epik sejarah yang melintasi empat generasi keluarga Korea yang bermigrasi ke Jepang. Melalui perjalanan hidup karakter utamanya, Sunja, cerita ini mengeksplorasi isu rasisme, identitas nasional, pencarian tempat tinggal, serta pengorbanan demi kelangsungan hidup keluarga. Latar belakang sejarah yang kuat menjadikan setiap konflik yang dialami para tokoh terasa sangat nyata dan menggugah.
Melalui ulasan di platform klub bukunya, Dua Lipa menggarisbawahi betapa pentingnya narasi migrasi dan ketahanan fisik maupun mental para perempuan dalam novel ini. Sebagai seorang seniman yang memiliki akar sejarah migrasi keluarga dari Kosovo, tema-tema mengenai identitas dan tanah air sangat berdampak pada pemikiran pribadinya. Ia memuji kedalaman riset dan kehangatan yang dituangkan Min Jin Lee dalam menghidupkan tiap karakternya.
Berdasarkan ulasan majalah Time, Pachinko diakui sebagai salah satu karya fiksi sejarah terbaik yang berhasil memotret diskriminasi terselubung dengan amat jeli. Alur ceritanya yang mengalir deras membuat pembaca terikat secara emosional dari awal hingga halaman terakhir. Kebijaksanaan moral dan daya tahan para tokohnya membuat buku ini menjadi rekomendasi yang sangat relevan untuk dibaca saat ini.
Just Kids karya Patti Smith

Memoar legendaris ini mencatat perjalanan hidup musisi sekaligus penyair Patti Smith saat pertama kali menginjakkan kaki di New York pada akhir dekade 1960-an. Fokus utama buku ini adalah ikatan persahabatan serta hubungan romantisme yang intens antara Patti Smith dan fotografer terkenal Robert Mapplethorpe. Mereka berdua berjuang bersama dari bawah demi mengejar cita-cita seni di tengah atmosfer bohemian kota yang bergejolak.
Sebagai seorang musisi muda, Dua Lipa merasa sangat terinspirasi oleh dedikasi tanpa kompromi yang ditunjukkan oleh kedua seniman tersebut dalam memoar ini. Dalam wawancaranya bersama majalah Rolling Stone, ia menyatakan bahwa Just Kids memberikan gambaran jujur mengenai indahnya proses kreatif dan pengorbanan di dunia seni. Kisah ini mengajarkan arti penting keberanian, kejujuran pada diri sendiri, serta persahabatan yang sejati.
Surat kabar The Washington Post memuji gaya penulisan Patti Smith yang sangat puitis namun tetap tajam dan transparan dalam merekam memori masa mudanya. Buku ini bukan hanya sekadar catatan sejarah musik dan seni visual New York, melainkan juga perayaan atas romantisasi masa muda yang penuh hasrat. Dua Lipa merekomendasikan buku ini bagi siapa saja yang sedang mencari percikan inspirasi dan arah dalam berkarya.
Trust karya Hernan Diaz

Novel yang sukses memenangkan Hadiah Pulitzer untuk kategori Fiksi pada tahun 2023 ini menawarkan eksplorasi yang cerdas mengenai kekayaan, kekuasaan, dan kebenaran. Cerita ini berfokus pada kehidupan seorang financier misterius di New York pada era 1920-an dan istrinya yang kaya raya. Keunikan buku ini terletak pada strukturnya yang terbagi menjadi empat bagian dengan sudut pandang dan format narasi yang saling bertolak belakang.
Dua Lipa secara khusus memuji kejeniusan Hernan Diaz dalam memainkan persepsi pembaca mengenai mana kenyataan dan mana manipulasi informasi. Lewat unggahannya di Service95, ia menyebutkan bahwa cara penulis membongkar mitos kapitalisme dan kepalsuan sejarah sangat memikat untuk diikuti. Pembaca dipaksa untuk terus mempertanyakan kebenaran dari setiap versi cerita yang disajikan oleh masing-masing narator.
Menurut analisis literatur dari BBC Culture, Trust merupakan sebuah pencapaian naratif yang membongkar bagaimana uang dapat membentuk dan memalsukan kenyataan. Keputusan Diaz untuk menghadirkan suara perempuan yang tersingkirkan dalam sejarah kekayaan menjadi nilai tambah yang sangat kuat. Rekomendasi ini menunjukkan apresiasi tinggi Dua Lipa terhadap karya fiksi modern yang memiliki eksperimen struktur yang berani dan relevan.
Sumber Referensi:
- Vogue: Dua Lipa on Her Favorite Books and the Launch of the Service95 Book Club.
- Service95: Dua Lipa’s Official Book Club Recommendations and Essays.
- The Guardian: One Hundred Years of Solitude at 50: Gabriel García Márquez’s masterpiece.
- The New York Times: Douglas Stuart’s ‘Shuggie Bain’ Wins the Booker Prize.
- Time Magazine: Pachinko Is a Captivating Epic of an Immigrant Family.
- Rolling Stone: Dua Lipa on Inspiration, Pop Stardom, and Literary Influences.
- The Washington Post: Patti Smith’s 'Just Kids': A Love Letter to New York and Art.
- BBC Culture: Why Hernan Diaz’s ‘Trust’ is a Masterpiece of Perspective and Power.