Thea News
Series // 2026 Lea

5 Istilah Menarik Tentang Arwah dalam The East Palace

Drama The East Palace mengundang rasa penasaran. Selain menyaksikan cerita menarik, pemirsa juga akan disuguhi istilah unik tentanga arwah yang jadi kata kunci dalam drama ini.

Original series Netflix yang berjudul The East Palace memang sudah sebulan lalu dirilis melalui platform ott tersebut. Namun, keseruannya masih diperbincangkan sampai sekarang. Drama yang dibintangi oleh Nam Joohyuk, Roh Yoonseo, dan Cho Seungwoo ini berhasil mendapatkan peringkat 4 global pada awal perilisannya. Apalagi, drama ini menjadi ajang comeback dari Nam Joohyuk setelah menyelesaikan wajib militer pada tahun 2024 lalu. Tentu, ketika kabar drama ini tayang mendapatkan animo positif dari masyarakat, khususnya penggemar para pemain yang terlibat. 
 

The East Palace mengambil latar pada masa Joseon dengan genre misteri-horor. Ceritanya berpusat pada Gucheon yang dipaksa untuk menuntaskan misteri kutukan mematikan di sebuah kerajaan. Gucheon sendiri merupakan seorang dukun yang memiliki kemampuan unik, yaitu masuk ke dunia arwah. Di sana, ia bertemu dengan seorang putri raja bernama Saenggang. Sang putri juga punya kemampuan menarik, dimana dirinya dapat mendengar suara lain dari dunia arwah. Kemampuan yang awalnya dianggap sebuah aib, ternyata dapat membantu Gucheon dalam memecahkan teka-teki kerajaan. Di setiap perjalanan kisah Gucheon dan Saenggang, mereka selalu bertemu jenis arwah yang berbeda. Terdapat istilah tersendiri yang mungkin baru bagi para permisa. Dalam drama tersebut, memang sudah dijelaskan singkat melalui dialog-dialog dan plot yang tersaji. Namun, sepertinya akan lebih menyenangkan jika diulik satu per satu. 
 

Yuk, simak!

 

Gwi-mae

 

Istilah pertama adalah gwi-mae. Kata ini muncul ketika Gucheon datang ke istana dan bertemu dengan Putri Saenggang. Di sana, Gucheon berjalan bersama Putri dan mengamati sekitar, sampai tercetuslah kata gwi-mae. Kata itu merujuk pada arwah yang terbentuk dari energi buruk alam dan perasaan tamak manusia di masa lalu. Kebanyakan gwi-mae tidak punya dendam pribadi pada manusia, mereka pure terbentuk dari rasa buruk yang ada di sekitar. Dalam drama The East Palace, terdapat sejumlah gwi-mae yang diceritakan dapat menghisap energi kehidupan sampai memakan jiwa yang sudah terjerat kegelapan. Namun, diceritakan pula bahwa gwi-mae tidak selalu berlaku jahat, sebab mereka pun tahu bagaimana cara berterimakasih atau membuat kesepakatan bersama manusia. Gucheon yang diperankan oleh Nam Joohyuk beberapa kali harus berinteraksi dengan gwi-mae untuk membantunya menuntaskan pekerjaan di kerajaan. 

 

Won-gwi
 

Jenis arwah yang diceritakan lagi dalam The East Palace bernama won-gwi. Arwah-arwah ini berasal dari roh manusia yang tewas dengan menyimpan dendam pribadi terhadap manusia. Jadi, bisa dikatakan won-gwi tergolong arwah penasaran yang menyimpan rasa sakit hati mendalam atau won-han. Kebanyakan arwah-arwah ini memang bersikap mengganggu dan berlaku jahat karena adanya sakit hati ketika hidup di dunia.  Mereka terjebak di dunia dan tidak bisa kembali ke akhirat sebab kebencian yang amat sangat. Untuk sampai ke afterlife, syarat utamanya adalah mengikhlaskan atau menyelesaikan rasa dendam tersebut. Salah satu won-gwi yang pertama kali diperlihatkan pada drama The East Palace yaitu para dayang yang tewas di gudang penyimpanan garam dengn cara mengerikan, yaitu terbakar. Lalu, tulangnya dibakar hingga menjadi abu dan ditempatkan pada toples-toples. Kejadian keji itu diprakarsai oleh Daebi Mama yang tidak mau rahasia dari kerajaan terbongkar. Padahal, fakta nyatanya, hal itu merupakan fitnah belaka, yang justru menimbulkan dendam sampai akhir hayat. Arwah lain yang termasuk won-gwi ialah sosok prajurit kerajaan yang menunggu gerbang salah satu bagian di istana. Prajurit itu dulunya dieksekusi karena dianggap telah berbuat tidak senonoh dengan Sang Permaisuri, maka harus mendapatkan hukuman yang tegas. Faktanya, prajurit itu mengungkapkan kebenaran yang salah. Sampai menjadi arwah, masih ada penyesalan dan rasa sakit hati. Akibat dari perbuatannya, Sang Permaisuri pun menanggung risiko yang begitu besar dan menyakitkan. 
 

Ak-gwi

 

Istilah berikutnya yaitu ak-gwi. Kata ini muncul, dijelaskan oleh Gucheon dalam drama pada Putri Saenggang di perjalanan mereka menyelamatkan Pangeran Yeongan. Ak-gwi adalah bentuk kejam dari won-gwi, dimana mereka termasuk pada arwah penasaran yang dipenuhi dendam. Sayangnya, dendam yang dimiliki oleh ak-gwi sudah terlampau besar, sehingga ketika jadi arwah pun bisa memangsa arwah-arwah lain tanpa ampun. Hasilnya, kekuatan ak-gwi akan semakin besar. Ak-gwi bahkan bisa dibilang seorang iblis sebab kekejamannya yang melampaui batas. Jika berhadapan dengan ak-gwi harus dituntaskan sampai selesai agar arwah ini tidak menimbulkan kerusakan yang semakin besar. Di beberapa episode, Gucheon menjelaskan bahwa dirinya bisa saja terjebak di dunia arwah jika tubuh dan rohnya berada pada jarak yang jauh. Ketika itu terjadi, Gucheon akan tewas dan arwahnya berubah menjadi ak-gwi. Maka, Putri Saenggang mati-matian selalu mengingatkan Gucheon bahwa dirinya tidak boleh menyerah saat menghadapi arwah. Salah satu ak-gwi paling besar kakuatannya yang diperkenalkan dalam The East Palace adalah arwah Putra Mahkota. Di awal cerita, diperlihatkan bahwa Putra Mahkota harus tewas secara mengenaskan di tepi danau. Awalnya, kejadian dituduhkan pada aktivitas roh yang mengutuk kerajaan. Namun, faktanya bahwa Sang Raja sendiri yang tega menghabisi nyawa putranya. Hal itu disebabkan Putra Mahkota punya ambisi kuat untuk menjadi satu-satunya raja, hingga gelap mata dan menyingkirkan semua saudaranya. Akhirnya, Sang Putra Mahkota menjadi sososk ak-gwi yang begitu jahat dan manipulatif. Bahkan, ak-gwi bisa menempel pada manusia juga mempengaruhi tindakan atau pola pikirnya tanpa sadar. 
 

Saeng-gwi
 

Kalau arwah yang satu ini tergolong unik karena berasal dari manusia hidup. Istilah ini merujuk pada kemampuan istimewa yang dimiliki karakter Gucheon. Sosok yang diperankan Nam Joohyuk harus menewaskan dirinya terlebih dahulu demi bisa masuk ke alam arwah. Di sejumlah episode, Gucheon harus menenggelamkan dirinya ke air agar bisa bertarung langsung melawan arwah. Hal serupa juga dialami oleh Putri Saenggang yang diperankan Roh Yoonseo. Walaupun, pada mulanya, Putri Saenggang tidak memiliki pengalaman pada hal itu, akhirnya ia mencoba melakukannya untuk membimbing Gucheon kembali ke dunia nyata. Di sana, Saenggang pun berhasil menyusul Gucheon, meskipun harus merasa ketakutan berhadapan langsung dengana arwah-arwah mengerikan. Namun, hasilnya mereka berdua berhasil hidup kembali setelah menyelesaikan urusan para arwah tersebut. 
 

Realm Gwi
 

Terakhir, ada istilah untuk dunia arwah, dimana dunia ini merupakan kebalikan dari kenyataan. Dalam drama, digambarkan seperti wujud istana, tapi dengan dimensi yang berbeda. Tone warna pada series akan berubah menjadi merah ketika Gucheon maupun Saenggang masuk ke dunia arwah. Orang-orang juga menghilang begitu saja, berganti arwah-arwah yang mengerikan. Di dunia ini, darah bisa menjadi senjata sekaligus batas kentara antara dua dunia berbeda. Di episode awal, Gucheon sempat meminta tolong pada Saenggang untuk memperlihatkan darahnya saat melawan arwah danau yang dirasa mengganggu Pangeran Mahkota. Di dunia arwah, Gucheon dapat melihat darah Saenggang yang berada di kening, sehingga hal itu bisa jadi petunjuk keberadaan Saenggang berada. Meskipun terpisah hidup dan mati, tapi kerusakan yang terjadi di dunia arwah tetap dapat diraskan di dunia nyata. 
 

Itu dia beberapa istilah menarik dalam The East Palace

 

Apakah kamu sudah selesai menontonnya?

 

Featured image: instagram.com/Netflixkr

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

5 Drama yang Dibintangi Ha Young, Si Cantik Berbakat yang Sedang Hits

Next Entry

Rekomendasi 4 Series dan Drama Netflix untuk Temani Akhir Pekan

Next Entry

Analisis Karakter Uzumaki Naruto: Kisah Anak yang Diremehkan hingga Menjadi Pahlawan Konoha