Thea News
Recomendation // 2026 Lea

5 Jenis Bunga untuk Infused Tea yang Menyegarkan

Bunga tidak hanya cantik dari luar, tapi juga punya sejuta khasiat untuk tubuh. Sejak dulu, beragam bunga telah dimanfaatkan sebagai infused tea untuk menambah rasa, aroma, dan warna.

Gaya hidup ngeteh setiap hari bukan sesuatu yang baru bagi masyarakat dunia. Di beberapa negara, mengonsumsi teh bahkan menjadi bagian dari tradisi yang memiliki nilai budaya dan historis tinggi, seperti di Jepang dan China. Teh pun termasuk ke dalam minuman kuno, karena sudah ada sejak ribuan tahun lalu sebelum masehi. Mengutip dari halaman PT Perkebunan Nusantara, dijelaskan jika teh pertama kali ditemukan pada tahun 2732 SM oleh seorang Kaisar Shennong, yang dikenal pula sebagai bapak pertanian dan pengobatan kuno dari Tiongkok. Penemuan tidak sengaja tersebut ternyata memberikan sumbangsih yang begitu besar pada peradaban modern. Namun, semakin berkembangnya zaman, orang tidak hanya menyeduh teh saja, baik black tea, green tea, oolong, dan sebagainya. Orang-orang di era kini kerap menambahkan tumbuhan lain sebagai infus atau tisanes. Salah satu bagian tumbuhan yang sering dijadikan infus teh yaitu bagian kelopak bunga. Tujuannya tentu mengambil khasiat dari bunga tersebut dan memberikan aromatic lebih bervariasi. Tidak semua bunga bisa diseduh jadi teh, tapi beberapa diantaranya memang umum dijumpai.

 

Mau tahu bunga apa saja yang bisa diseduh bersama teh? Yuk, cek di bawah!

 

Bunga Melati 

 

Source: pexels.com/Julia Filirovska

 

Jenis bunga pertama yang sudah tidak perlu diragukan lagi adalah melati. Di Indonesia, melati memiliki julukan puspa bangsa, sebagai salah satu simbol Negara. Bunga ini berwarna putih bersih dengan aroma semerbak. Pohonnya seperti semak belukar dan sekali tumbuh bisa rimbun, membentuk satu koloni bunga. Di dunia komersil, nama melati pun kerap muncul, khususnya untuk teh. Brand-brand besar sudah sering menjadikan melati untuk infuse produk tehnya. Melati memberikan aroma tambahan yang menyegarkan, kafein lembut, dan aftertaste yang ringan. Bunga melati pastinya tidak akan diseduh seorang diri, melainkan harus didampingi dengan daun teh, entah itu black tea, green tea, white tea, dan sebagainya, tapi yang paing lumrah memang teh hijau, agar warnanyapun lebih cocok. Namun, perlu digarisbawahi bahwa melati mampu memberikan rasa yang berbeda tergantung tea based yang dipakai. Bunga melati yang dipakai membuat teh yaitu ketika kuncupnya belum mekar sempurna. Setelah dipetik, bunga dibiarkan mekar sendiri supaya aromanya semakin kuat. Baru, bunga melati bisa dijadikan infuse teh. Ada juga yang mengeringkan bunga melati agar lebih awet. 

 

Bunga Telang

 

Source: pexels.com/Masuma Rahaman

 

Bunga berikutnya adalah telang. Sebenarnya, sebelum dijadikan teh, bunga ini lebih dulu dikenal sebagai pewarna makanan alami. Telang punya kelopak berwarna ungu yang pekat, yang jika dimasukkan ke dalam air akan berubah menjadi biru terang yang indah. Maka dari itu, telang sering dijadikan alternatif pewarna makanan yang aman. Di sisi lain, ternyata telang pun tak luput dari para pecinta teh. Berawal dari pengobatan tradisional, telang memang sering dijadikan bahan herbal untuk melawan radikal bebas. Mereka kerap kali merebus telang dan mencampurnya bersama daun teh, atau langsung merebusnya bersama air pun tidak masalah. Terkadang, teh telang akan ditambahkan perasan jeruk nipis atau lemon jika ingin mendapatkan warna ungu pekat yang cantik. Teh telang tidak hanya menghadirkan visual memukau, tetapi aroma yang menenangkan, rasa yang lembut, dan puluhan manfaat kesehatan. Apalagi, telang merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan dibudidayakan. Bahkan kamu bisa menemukan telang di pinggir-pinggir jalan karena tanaman ini bisa tumbuh dengan liar asalkan ada media merambat.

 

Bunga Rosella

 

Source: pexels.com/Linh San

 

Tidak kalah dengan melati dan telang, rosella menjadi bunga berikutnya yang paling sering dijadikan teh. Tanaman rosella punya bunga berwarna merah yang cantik, meskipun aromanya memang tidak teralu menyengat. Kelopak dan pucuk bunga rosella memang sudah sejak lama dimanfaatkan sebagai infused tea di berbagai negara. Ketika diseduh, bunga rosella akan menambahkan warna merah yang cantik. Namun, warna bukanlah satu-satunya keunggulan yang ditawarkan rosella. Rasa yang diberikan bunga rosella adalah masam segar, sehingga teh ini nantinya dijuluki sebagai sour tea. Jadi, base tea seperti teh hijau lebih disarankan untuk menghindari rasa getir yang berlebihan. Bunga rosella yang sudah dipetik, bisa langsung direbus bersama daun teh, tapi bisa juga dikeringkan agar jangka pemakaian dapat bertahan lama. Teh rosella memberikan beragam manfaat kesehatan, seperti menurunkan tekanan darah, mengelola kolesterol tinggi, meminimalisir gangguan kardiovaskular, hingga mengurangi obesitas. Walaupun demikian, jika kamu punya masalah kesehatan, khususnya hati, sebaiknya konsultasikan pada dokter. Teh rosella jika dikonsumsi dalam jumlah banyak berpotensi menyebabkan keracunan. 

 

Bunga Chamomile

 

Source: pexels.com/Berna

 

Teh yang satu ini sangat dikenal dengan personanya yang menenangkan. Bunga berkelopak kecl ini tidak mengandung kafein, sehingga cenderung aman untuk lambung ketika harus diminum setiap hari. Di dunia psikologi, bunga kamomil sering disebut dan disarankan pemakaiannya saat seseorang merasa cemas, tidak bisa tidur. Aromanya begitu lembut dan menenangkan. Mereka perlahan-lahan dapat membuat rileks pikiran, sehingga tubuh pun dapat beristirahat maksimal setelah mengonsumsinya. Penggunaan bunga kamomil sebagai infuse teh ini pun telah berlangsung sejak ribuan tahun lamanya oleh bangsa Mesir, Yunani, dan Romawi. Kelopak-kelopak bunga kamomik yang kecil itu dikumpulkan, kemudian bisa langsung diseduh maupun dikeringkan terlebih dahulu. Bunga kamomil berwarna kuning terang, jadi ketika diseduh, kelopaknya akan melepaskan warna serupa. Melihat bagaimana bunga dan teh menyatu dalam satu gelas yang sama, mampu menyalurkan energi ketenangan. Bagaimana perlahan-lahan air berubah warna, aroma yang semerbak, serta rasa sederhana yang mencecap lidah. 

 

Bunga Chrysantehmum 

 

Source: pexels.com/Teona Swift

 

Daftar berikutnya akan membicarakan tentang teh yang di-infuse dengan bunga chrysantehmum atau bunga krisan. Kelopak bunga krisan begitu cantik dan berwarna-warni, kamu bisa menemui warna merah jambu, merah, kuning, ungu, oranye, hingga hijau. Sebab cantiknya luar biasa, bunga ini juga menjadi salah satu bunga Nasional dari negara Jepang. Ribuan tahun berlalu dan berlangsung turun temurun, bunga krisan hanya tidak dicintai karena keindahannya, tetapi diambil manfaatnya untuk pengobatan tradisional. Bunga ini tumbuh tanpa mengandung kafein, jadi aman dikonsumsi oleh lambung. Aroma bunga krisan yang menyegarkan ternyata mampu digunakan menenangkan pikiran. Bunga ini sering diseduh, kadang sendiri, kadang bersama dasar teh untuk kompleksitas rasa. Bunga krisan akan memberikan warna sesuai dengan kelopak yang diseduh. Beberapa manfaat bunga krisan untuk kesehatan diantaranya meredakan gejala pilek, radang, mengatasi mata merah, sampai mengontrol gula darah. 

 

Bunga tidak hanya menawarna keindahan kelopak atau aroma yang wangi. Sudah ribuan tahun lamanya, bunga menjadi bagian dari sektor kuliner dan medis yang saling berkaitan. Berbagai bunga dengan segala manfaatnya, kerap dijadikan infuse teh untuk menambah khasiatnya. Bunga-bunga tersebut dapat dipadukan dengan beragam teh-teh dasar, diseduh langsung, atau dikeringkan terlebih dahulu agar masa simpannya lebih lama. Terkadang, orang menambahkan pemanis alami untuk menyamarkan rasa getir atau masam yang berlebihan dari bunga itu sendiri. Namun, tetap selalu konsutasikan pada dokter sebelum menonsumsi teh bunga.  

 

Featured image: pexels.com/Ylanite Koppens

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

3 Rekomendasi Playground untuk Orang Dewasa di Indonesia, Ada Wahana Menantang di Dalam Ruangan

Next Entry

Rekomendasi Susu Protein Nabati, Pengganti Susu Protein Hewani

Next Entry

3 Rekomendasi Mainan Edukasi untuk Anak, Seru Sekaligus Bantu Belajar