Thea News
Entertainment // 2026 Lea

5 Komika Sukses yang Lebarkan Sayap di Dunia Penyutradaraan

Berawal dari stand up comedy, para komedian ini akhirnya memutuskan untuk melebarkan sayap ke dunia layar lebar. Siapa sangka kalau film karyanya berhasil menghibur jutaan pemirsa.

Stand up comedy merupakah hiburan yang kini sudah mulai umum dikenal oleh masyarakat Indonesia. Konsep dari pertunjukan komedi di Tanah Air sendiri telah dimulai sejak beberapa dekade lalu, dirintis oleh sejumlah komika generasi pertama yang membentuk komunitas Stand Up Indo, seperti Raditya Dika, Pandji Pragiwaksana, Ernest Prakasa, Ryan Adriandhy, dan Isman H.S. Perkembangan komunitas ini begitu pesat, hingga kini anggotanya sudah ribuan dengan perwakilan komunitas di daerah asal. Namun, para komika berbakat ini pun tidak hanya berhenti sebagai seorang komedian di panggung saja, tetapi melebarkan sayap ke dunia layar lebar. Sederet nama komika pun kerap kali menghiasi kredit sebagai sutradara. Tidak tanggung-tanggung karena buah karyanya bahkan ada yang mencapai mega box office dengan 10 juta lebih penonton.

 

Siapa sajakah mereka? Yuk, cek di bawah!

 

Raditya Dika

 

Siapa yang tidak kenal sosok Raditya Dika, salah satu the founders yang disegani oleh banyak komika Indonesia. Sebelum terjun ke dunia stand up, Radit lebih dikenal sebagai penulis buku dengan judul yang unik, seperti Kambing Jantan, Radikus Makankakus, Cinta Brontosaurus, dan sebagainya. Ciri khasnya memang menggabungkan dua kata dan salah satunya adalah hewan. Radit sering kali membawakan cerita tentang perjalanan menulisnya dalam materi stand up, contohnya perihal buku pertamanya, Kambing Jantan, yang ternyata dibeli sendiri oleh ibunya, kemudian dibagi-bagikan secara random. Sukses dengan menulis dan stand up, Radit mulai menjajal ranah baru, yaitu penggarapan sebuah film layar lebar. Debutnya menjadi sutradara yaitu Marmut Merah Jambu yang dirilis pada tahun 2014 lalu. Film ini diangkat dari novel karyanya yang berjudul sama. Selain menggarap, Radit juga terlibat penulisan scenario. Setelah itu, Radit mulai melahirkan film layar lebar lain, diantaranya Single (2015), Hangout (2016), Koala Kumal (2016), The Guys (2017), dan Single Part 2 (2019). Di samping itu, Raditya Dika turut memerankan karakter, beradu akting dengan banyak aktor. Saat ini, Raditya Dika masih aktif menjadi seorang aktor, komika, sutradara, penulis scenario, dan podcaster.

 

Ernest Prakasa

 

Masih termasuk pencetus komunitas Stand Up Indo, dibandingkan manggung sebagai komika, Ernest Prakasa memang kini lebih banyak bermain di dunia layar lebar dengan berbagai peran. Karier Ernest dimulai dari ajang kompetisi stand up di stasiun televisi swasta Indonesia dengan menyabet juara ketiga. Branding yang dibawanya sebagai seorang keturunan Tionghoa begitu melekat di hati para penggemar stand up. Lama berselang, ayah dari dua anak inipun mulai memberanikan diri masuk ke dunia film. Bersama Dipa Andika, rumah produksi Imajinari terbentuk. Film pertama Ernest Prakasa yang langsung meledak berjudul Ngenest, dirilis pada tahun 2015 yang menceritakan tentang kehidupan pribadinya menjadi minoritas. Saat itu, Ernest juga menguji kemampuan akting serta directing-nya. Di tahun berikutnya, Ernest kembali melahirkan karya baru berjudul Cek Toko Sebelah pada tahun 2016, yang menceritakan tentang keluarga pranakan dengan segala prahara tokonya. Film keduanya itu berhasil jadi hit dengan meraih 2,6 juta penayangan di bioskop. Tidak berhenti di sana, perjalanan sutradaranya masih berlanjut ke karya berikutnya, ditandai perilisan Susah Sinyal (2017), Milly & Mamet (2018), Imperfect: Karier, Cinta, & Timbangan (2019), Teka-Teki Tika (2021), serta Cek Toko Sebelah 2 (2022). Selain jadi director, Ernest pun menunjukan skill manajemennya dengan menjadi produser film-film yang dibuat oleh komika lain.

 

Ryan Adriandhy

 

Ryan Adriandhy dikenal sebagai seorang juara pertama dari kompetisi stand up generasi paling awal. Ryan dikenal karena kerapihan, act out, dan materi yang fresh. Ryan memang sempat dikatakan vakum dari dunia stand up guna melanjutkan studinya. Ryan merupakan seorng lulusan Graphic Design and New Media di BINUS University International yang lulus pada tahun 2012. Kemudian, Ryan melanjutkan jenjang pendidikannya di Rochester Institute of Technology di New York, Amerika Serikat, melalui beasiswa dan berhasil lulus tahun 2020. Berbekal skill dan pengalaman yang begitu matang, tahun 2025 kemarin Ryan menunjukan karya layar lebar animasi pertamanya berjudul Jumbo. Film genre fantasi tentang perjalanan Don dan kawan-kawannya itu benar-benar menyihir hampir seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan, film animasi anak-anak di Tanah Air masih begitu minim. Perilisan Jumbo ini tentunya memberikan angin segar dan harapan baru untuk dunia animasi Indonesia. Selama masa penayangannya, Jumbo mencetak predikat film terlaris sepanjang masa dengan 10 juta penonton lebih. Jumbo bahkan ditayangkan di 40 negara di seluruh dunia, melanglang buana ke benua lain. Di tahun 2026, Ryan Adriandhy kembali merilis karya live-action pertamanya, bertajuk Na Willa. Tema yang masih diangkat sama, tentang bagaimana imajinasi anak-anak yang sederhana, polos, tapi ternyata penuh akan tantangan.

 

Muhadkly Acho

 

Nah, komika selanjutnya yang turut mencuri perhatian karena karya filmnya adalah Muhadkly Acho. Komedian kelahiran 1983 ini memang awalnya memulai kariernya sebagai komika dengan mengikuti ajang kompetisi di salah satu stasiun televisi. Acho memiliki branding yang kuat, dari segi kepenulisan materi dan persona khas yang melekat pada dirinya. Acho pun mulai naik dari panggung ke panggung. Beberapa kali muncul di sejumlah judul, seperti Ghost Writer (2019), Ghost Writer 2 (20122), dan Tinggal Meninggal (2025). Namun, tidak hanya menghibur penonton lewat komedi tunggal, Acho akhirnya memutuskan untuk membuat film, mengembangkan kreativitas serta kepiawaiannya. Muhadkly Acho, diproduseri oleh Ernest Prakasa dan Chan Parwez Servia, meluncurkan film bertajuk drama komedi tentang keluarga berjudul Gara-Gara Warisan. Film pertamanya ini sukses menarik banyak penonton di kala penayangannya. Kemudian, karier Acho semakin melejit ketika kisah Agak Laen diangkat jadi film pada tahun 2024. Film ini sukses meraih predikat film paling laris sepanjang masa dengan total 9 juta penonton. Agak Laen juga mendapatkan slot penayangan di luar negeri. Disusul Agak Laen 2: Menyala Pantiku yang rilis tahun 2026, kembali mencetak sukses besar dengan angka yang hampir menyentuh 11 juta.

 

Bene Dion

 

Benedion Rajagukguk atau kerap disapa Bene, adalah seorang komedian cerdas asal Sumatera Utara yang punya branding kuat. Bene memulai kiprahnya dengan open mic melalui komunitas Stand Up Indo Jogja hingga akhirnya bisa mencapai panggung kompetisi Nasional. Selepas lulus dari kompetisi dan mendpatkn nama yang cerah, Bene mulai melebarkan sayap ke dunia kepenulisan. Lulusan Teknik Industri Universitas Gadjah Mada itu menerbitkan novel berjudul Ngeri-Ngeri Sedap di tahun 2014 yang pada akhirnya akan ia garap filmnya beberapa tahun kemudian. Sebagi seorang entertainer, Bene juga kerap mengambil peran pada layar lebar. Bene sendiri adalah anggota formasi Agak Laen, jajaran pemeran utama karya Muhadkly Acho tersebut. Bene pun ikut menulis scenario beberapa film bersama komika lain dalam proyek tertentu. Debut sutradara pertamanya adalah Ghost Writer yang tayang pada tahun 2019. Film ini mendapatkan antusiasme cukup baik, membuat seri keduanya diproduksi kembali. Ngeri-Ngeri Sedap tak luput dari pandangan, buku itu dijadikan live action dan mendapatkan lebih dari dua juta penonton pada masa tayangnya. Selanjutnya, Bene tampil kembali jadi sutradara melalui film adaptasi novel Almira Bastari, Ganjil Genap.

 

Lima komika di atas membuktikan bahwa seorang komedi tunggal nyatanya juga dapat mengembangkan kariernya ke ranah lain, khususnya layar lebar. Kemampuan kepenulisan, act out, menejeman, dan lainnya menjadi bekal tersendiri yang mampu membawa tranformasi baru dari sebuah komedi. Masih banyak komika lain yang berbakar dan menggeluti dunia seni peran.

 

Featured image: pexels.com/Damian Scarlassa

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

5 Drama Korea Baru di Bulan Oktober, Penuh Romansa Komedi sampai Aksi

Next Entry

Cerita Agnez Mo, Capai Popularitas Bersama Reacher Season 4

Next Entry

Tentang Park Eunbin, Aktris Cantik dengan Beragam Kemampuan Mumpuni