5 Situs Perpustakaan Online, Mudahkan Membaca Dimana Saja
Kadang orang suka baca, tapi malas membawa buku. Padahal dengan kemajuan teknologi sekarang, kita bisa membaca buku versi elektronik dimana saja. Lima situs ini bisa jadi referensinya.
Membaca menjadi salah satu hal yang menyenangkan dilakuakan kapan saja. Membaca di saat luang dapat memberikan penyegaran pada pikiran setelah melakukan berbagai aktivitas seharian. Melalui kegiatan tersebut, seseorang dapat memperluas wawasan, menajamkan fokus, meningkatkan konsentrasi, serta meredakan tingkat stres. Di samping itu, membaca juga mampu menurunkan risiko pikun di usia lanjut nanti. Oleh karena itu, sebagian orang memilih membawa buku bacaan yang bisa dinikmati ketika senggang. Namun, ada juga yang enggan membawanya dengan faktor-faktor tertentu, misalnya saja terlalu banyak bawaan, repot meletakkan di area aktivitas, atau buku yang ingin dibaca sudah tidak ada seri cetaknya.
Beruntungnya, sekarang dengan kemajuan teknologi yang pesat, sudah tersedia banyak web yang memberikan fasilitas buku online. Dalam halaman web ini, manusia bisa mengaksesnya secara gratis atau berbayar. Ribuan buku sudah ada versi online-nya, bahkan buku-buku lama yang mungkin saja bentuk fisiknya telah rusak atau sulit ditemukan. Adanya web ini, memberikan kemudahan bagi orang-orang yang ingin membaca tanpa harus repot membawa buku fisiknya.
Setidaknya 4 web ini yang bisa kamu akses untuk mencari buku tertentu.
iPusnas
Web yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi bagi book loversi. Web ini merupakan bentuk digital dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) yang berada di ibukota sana. Halaman online ini sudah diluncurkan sejak tahun 2016 lalu dengan beragam fitur yang selalu diperbaharui secara berkala. Dari web biasa, iPusnas berkembang menjadi aplikasi yang bisa diinstal pada perangkat. Aplikasi ini bisa diunduh melalui store secara gratis. Menggunakan aplikasi iPusnas cukup mudah dan bisa diakses kapan saja, kecuali saat ada maintenance. Sebagai pengguna, kamu bisa mengunduh aplikasinya melalui google play store untuk android dan app store untuk iOS. Kemudian, kamu bisa membuat akun sesuai instruksi yang sudah diberikan. Setelah akun jadi, kamu bisa menikmati segala fitur, seperti meminjam buku, terhubung sesama pembaca, dan memberikan rating pada setiap buku. Lama peminjaman buku antara 3-5 hari, lebih dari itu akan kembali secara otomatis. Kamu bisa membaca e-book di mana dan kapan saja.
Gramedia Digital
Selain iPusnas, kamu bisa memanfaatkan layanan online milik Kompas Gramedia dengan mengunjungi Gramedia Digital. Gramedia merupakan halaman web site yang menyediakan fasilitas bagi penggunanya untuk membeli, berlangganan, atau membaca secara digital. Tentunya, kamu bisa mengakses halaman ini melalui berbagai device, seperti ponsel, tablet, laptop, dan sebagainya. Gramedia Digital ini menyediakan banyak pilihan bacaan, khususnya terbitan Kompas Gramedia. Buku, majalah, koran bisa dinikmati setiap hari. Bahkan judul-judul internasional bisa juga diakses di sini bila ada. Seperti biasa, kamu bisa membuat akun terlebih dulu sebelum menggunakan fitur-fitur di dalamnya. Namun, kamu harus mengeluarkan sedikit biaya agar bisa berlangganan. Setelah terdaftar jadi langganan premium, kamu dapat menikmati akses sepuasnya atau all-you-can-read. Di samping itu, kamu akan mendapatkan fitur tambahan, di antaranya penyesuaian teks, mode baca malam, dan menyimpan bacaan dalam keadaan offline.
BUDI Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Online web selanjutnya yang mudah digunakan kapan saja adalah BUDI yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen). BUDI sendiri merupakan akronim dari Buku Digital, salah satu program dari pemerintah dalam fasilitasi gerakan literasi Nasional. Laman ini memiliki tujuan untuk menyediakan perpustakaan daring, khususnya anak-anak. Namun, berbeda dari iPusnas yang lebih mudah diakses melalui aplikasi, BUDI tidak memilikinya, sehingga pengunjung harus masuk menggunakan web site. Koleksi yang tersimpan dalam BUDI cukup beragam, tapi kebanyakan memang buku anak-anak. Hal ini sejalan dengan kementerian yang mengelola. Sama seperti online web membaca lain, pengunjung diharuskan membuat akun terlebih dulu jika ingin menemukan sebuah buku. Tidak perlu cemas sebab semua aksesnya gratis. Masuk ke BUDI seperti kita sedang berada di peprustakaan. Kamu bisa membaca, meminjam, dan eksplorasi beragam judul. Di samping itu, BUDI turut mengajak para penulis menerbitkan serta mempublikasikan karya literasi melalui situs tersebut secara free. Jadi, selain menjadi ruang membaca online, BUDI berperan jadi jembatan antara pembaca dan menulis. Lewat situ inipun, anak-anak bisa berlatih menggunakan gadget secara bijak.
Google Books
Layanan yang satu ini mungkin sudah dikenal luas oleh pengguna layanan Google. Salah satu perusahaan teknologi dari Amerika Serikat itu memang punya banyak fasilitas yang mudah diakses dimana saja, salah satunya adalah perpustakaan digital yang diberi nama Google Books. Bagi pengguna android, biasanya aplikasi ini sudah menjadi bawaan bersama aplikasi Google lainnya. Namun, jika kamu ingin akses lewat web juga tidak masalah. Google Books jangkauannya lebih luas, sebab cakupannya dari seluruh dunia. Kamu bisa mencari, membaca, menyewa, atau membeli buku. Sayangnya, tidak semua buku bisa digratiskan, sejumlah buku harus disewa atau dibeli. Hanya buu dengan status public domain yang bisa dibaca atau diunduh secara gratis. Kalau kamu tertarik menggunakan halaman ini, caranya sangat sederhana. Kamu hanya perlu masuk menggunakan akun Google yang sudah terintegrasi dengan menu lain. Jadi, sekali kamu membuat akunnya, maka jalan menuju fitur lain sudah terbuka lebar.

Project Gutenberg
Nah, kalau situs satu ini konon katanya jadi yang tertua di dunia. Menyediakan lebih dari 75.000 macam e-book yang bisa diakses oleh siapapun asalkan ada device-nya. Tidak hanya itu, situs ini juga menyediakan versi audio book secara gratis, lho. Proyek ini pertama kali diinisiasi oleh Michael S. Hart pada tahun 1971 yang punya misi untuk digitalisasi literatur agar mudah dinikmati oleh siapa saja, khususnya buku-buku klasik yang mungkin sudah sulit ditemukan fisiknya. Pada tahun 2000, pengelolaan proyek ini diperbaiki agar lebih terorganisir menjadi perpustakaan digital. Koleksinya masih konsisten mempublikasikan berbagai buku lama pda domain publik, jadi semua orang dapat mengaksesnya. Kelebihan dari Poject Gutenber lainnya yaitu kamu tidak perlu mendaftar jadi anggota atau membuat akun. Kamu cukup mengetikan saja buku atau literatur apa yang ingin dibaca, lalu jika sudah ketemu kamu bisa mengunduh e-book yang muncul. Situs-situs ini sangat memberikan manfaat, apalagi buku lama berbahasa Inggris yang sulit di dapat.
Lima situs membaca online di atas bisa kamu jadikan referensi ketika ingin membaca tapi enggan membawa buku cetaknya. Melalui situs-situs ini, sekarang kamu bisa mengakses bacaan dimana saja. Jika tidak mau membayar, maka bisa mencari pilihan yang gratis. Masih banyak pilihan web yang bisa diakses untuk membaca gratis dengan klasifikasi khusus. Contohnya adanya Wattpad dan Archive of Our Own (AO3) yang kebanyakan berisi novel fiksi dari penulis-penulis indie. Atau kamu bisa mengunjungi Goodreads, salah satu situs terbesar dunia yang menyediakan fasilitas membaca serta rekomendasi buku yang lebih luas.
Featured image: pexels.com/Perfecto Capucine