Thea News
Recomendation // 2026 Lea

5 Tingkat Kematangan Steak untuk Rasa yang Berbeda

Steak, makanan yang populer di dunia. Kelihatan sederhana, tapi steak yang dimasak dengan tingkat kematangan berbeda ternyata menghasilkan pengalaman berbeda pula.

Steak merupakan makanan yang kini lumrah ditemui. Steak merujuk pada daging yang dipanggang dalam kurun waktu tertentu. Jenis daging yang digunakan diantaranya ada daging sapi, domba, ayam, ikan, dan sebagainya. Namun, ketika menyebut steak memang daging sapilah yang pasti akan terlintas dibenak. Menemukan steak sebenarnya tidak sulit. Hanya saja, hidangan ini biasanya berada di level menengah atas, sehingga bisa ditemukan di restoran khusus atau hotel berbintang. Walaupun begitu, peminat steak masih banyak. Orang-orang rela merogoh kocek ratusan ribu sampai jutaan untuk menikmati daging steak yang lembut dan juicy. Terkadang, untuk menghemat budget, orang juga suka membeli daging steak yang kini dijual bebas di supermarket. Perlu diingat, bahwa potongan daging steak berbeda dengan daging biasa. Dari segi bagian, pemotongan, marbling, menjadi dasar pemilihan kualitas daging steak. Di samping itu, tingkat kematangan menjadi sesuatu yang krusial. Saat memesan steak, biasanya pelayan akan bertanya, ingin tingkat kematangan seperti apa. Setiap daging akan memberikan sensasi yang berbeda pada setiap treatment yang digunakan. Entah akan merasa lebih juicy, lumer, empuk, atau bahkan keras. Konsumen akan diberikan kebebasan dalam memilih tingkat kematangan steak.

 

Nah, beberapa tingkat kematangan itu bisa kamu cek di bawah, ya!

 

Rare

 

Source: pexels.com/Nadin Sh

 

Tingkat kematangan yang pertama yaitu rare. Di kondisi ini, daging memang sudah mengalami proses pemanggangan, tapi bagian dalamnya masih kelihatan mentah atau tingkat kematangannya mash minim. Walaupun begitu, daging dengan kematangan rare bagian luarnya sudah tampak kecokelatan. Hanya saja, ketika dibuka, area dagingnya masih merah segar. Teksturnya lembutjuicy, dan penuh dengan cairan alami yang mengalir ketika ditekan. Namun, karena prosesnya yang cepat, daging rare masih menyisakan rasa raw yang cukup kentara, sehingga kurang cocok bagi kamu yang tidak suka citarasa asli tersebut. Cara memasak daging steak agar mencapai kematangan rare yaitu memerlukan sekitar 1-2 menit pada setiap sisi di atas pan panas. Pastikan pada bagian luarnya sudah kecokelatan. Setiap sisi harus di-treatment menggunakan arayang sama. Setelah matang, daging bisa diistirahatkan terlebih dulu selama 3-5 menit sebelum dipotong dan disajikan. Ingat, tanda daging rare adalah warna merah merona serta rasa daging yang khas. Jangan lupa selalu aware terhadap kebersihan, sebab memasak dalam waktu singkat risiko adanya mikroorganisme cukup tinggi. Kamu bisa memesan bagian daging tenderloin, flat iron, atau ribeye jika ingin merasakan kelezatan daging di tingkat kematangan rare
 

Medium Rare
 

Source: unsplash.com/Sebastian Doll

 

Naik tingkat di atasnya, ada medium rare yang punya karakter khusus untuk dikenali. Dibandingkan rare, medium rare lebih banyak disukai sebab dianggap solusi, ketika seseorang ingin merasakan rasa asli daging tetapi enggan menikmati vibes mentah dari daging itu sendiri. Pada kematangan medium rare, bagian luarnya memang sudah kecokelatan dan bagian dalamnya masih kemerahan. Namun, warna merah ini cenderung muda atau pink di bagin tengahnya. Dimasak sedikit lama daripada raremedium rare masih memiliki tekstur yang lembut, empuk, serta sangat juicy. Lemak-lemak dari daging mulai meleleh, menyatu bersama daging, memberikan rasa tersendiri yang membuat steak semakin lezat. Beberapa daging yang bisa dinikmati dalam kondisi medium rare seperti ribeye, strip steak, sirloin, serta tip-tipMedium rare dimasak secara bergantian pada setiap sisinya menggunakan durasi antara 1,5-2 menit untuk ketebalan steak sekitar 2 cm. Kalau memang lebih tebal, maka waktunya bisa berubah. Di tengah proses memasak, biasanya daging akan ditambahkan butter, bawang putih geprek, dan aromatik. Lelehan dari bahan-bahan tambahan dapat memperkaya rasayang diberikan oleh steak. Waktu resting selama 5 menit, biarkan suhu menghangat dan mencapai 54-57 derajat. 
 

Medium

 

Source: pexels.com/Anthony Rahayel

 

Di tingkat kematangan ini, bagi kamu yang suka makanan matang, mungkin lebih cocok. Tingkat kematangan medium pastinya jauh lebih sempurna dibandingkan rare maupun medium rare. Visual bagian depannya didominasi warna kecokelatan, tapi bagian dalamnya masih menunjukan warna merah muda. Tekstrnya empuk dan lembut, tapi tingkat juicy sudah sedikit berkurang, meskipun memang cukup berair. Di beberapa titik, kamu bisa menemukan rona-rona kecokelatan. Untuk mendapatkan kematangan medium, pastinya waktu yang dibutuhkan lebih lama. Kamu bisa mendapatkan kematangan ini pada beberapa jenis daging, yaitu T-boneflank, dan skirt. Daging kematangan medium memang dinilai cukup padat, tapi kalau dipotong melawan serat, teksturnya masih tetap lembut. Daging medium bisa dimasak dengan waktu antara 4-6 menit di setiap sisi. Tidak lupa tambahkan aromatik agar flavour daging semakin nikmat. Kemudian, istirahatkan daging selama 3 menit untuk membiarkan juice-nya merata sebelum dipotong. 
 

Medium Well
 

Source: pexels.com/Huzaifa Bukhari

 

Setingkat lebih atas daripada medium, jadi salah satu tingkat kematangan yang mendekati sempurna. Bisa dibilang daging telah matang di angka 80% atau lebih. Pada bagian dalam warnanya mulai cokelat keabuan, tapi mennggalkan garis-garis pink di antara serat-serat dagingnya. Soal tekstur pastinya lebih padat juga berserat. Namun, tidak perlu khawatir, karena masih meninggalkan juiciness yang bisa dinikmat. Kadar airnya telah turun drastis, meskipun tidak sekering well done. Tingkat kematangan ini sangat sesuai lidah Asia, dimana mereka lebih menyukai makanan matang daripada rasa asli daging yang terkadang meninggalkan aroma-aroma tertentu. Selain itu, karena kematangannya hampir sempurna, dapat diperkirakan bakteri yang ada pada daging telah mati. Kamu bisa memesan potongan daging ribeye dan striploin jika ingin merasakan kelezatan steak medium well. Cara mendapatkan kematangan ini yaitu memasaknya di atas pan panas dalam kurun waktu 4-5 menit tanpa dibolak-balik maupun digeser. Sedangkan proses resting lebih lama, yaitu antara 5-10 menit agar cairan alami daging merata dan tidak terbuang saat dipotong. 
 

Well Done
 

Source: pexels.com/Patricia Beliga

 

Tingkat kematangan daging steak paling sempurna disebut dengan well done. Pada tingkatan ini, daging sudah masak sempurna. Baik bagian luar dan dalam, semuanya berwarna cokelat, tanpa ada semburat merah atau pink. Teksturnya padat, kencang, kering, dan kadang-kadang cukup alot saat digigit. Kadar airnya telah menguap, membuat juiciness-nya tidak ada. Kematangan well done sebenarnya kurang disukai karena pengalaman dalam mencicip rasa alami daging itu telah tidak ada. Namun, dampak positifnya ialah orang tidak perlu takut akan bahaya bakteriyang menyerang. Daging well done begitu akrab dengan masyarakat Indonesia. Cara masak daging sampai jadi matang sempurna begitu lama. Setiap sisinya memerlukan pemanggangan kurang lebih 10-12 menit di setiap sisinya tanpa dipindahtempatkan. Kemudian, daging yang sudah matang diistirahatkan selama 5 menit agar sari daging merata. Agar lebih lembut, daging bisa dipotong melawan serat. 

 

Itulah lima tingkat kematangan daging steak yang perlu kamu ketahui. Tingkat kematangan jadi hal penting karena sangat berpengaruh dengan rasa. Di samping itu, memilih potongan daging yang pas juga bisa mempengaruhi pengalaman dalam menikmati steak. Tidak lupa, tambahan bahan-bahan, seperti butter, garlic, serta herbs yang memberikan citarasa berbeda dari daging.

 

Source: pexels.com/Emre Vonal

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Jangan Salah Pesan! Ini Perbedaan Dirty Latte, Tiger Bomb, dan Mont Blanc yang Sering Muncul di Menu Kafe

Next Entry

Seni Menjaga Silaturahmi dengan Mertua: Panduan Membangun Keharmonisan Keluarga Pasca Menikah

Next Entry

Rekomendasi Outfit Keren yang Busui-Friendly, Yuk Langsung Kepoin!