Bertemu dan Melebur Lewat Kopi dalam Jogja Coffee Week #6
JCW #6 kembali hadir di Yogyakarta dengan mengangkat tema Inclusive Vibes. Salah satu acara kopi terbesar di Indonesia ini berlangsung meriah, menggaet 197 exhibitor dari dalam dan luar negeri.
Bulan ini menjadi waktu yang menyenangkan untuk para pecinta kopi di seluruh negeri, pasanya agenda Jogja Coffee Week musim keenam (selanjutnya disebut JCW #6) kembali digelar pada tanggal 4-6 September 2026 ini. Masih sama, penyelenggaraan JCW #6 masih dilaksanakan di Jogja Expo Center (JEC), tepatnya di Hall B-C, pada hari Jumat kemarin sampai Minggu hari ini. Antusiasme masyarakat, khususnya pecinta kopi begitu besar, bisa disaksikan betapa banyanya pengunjung yang memadat lokasi acara selama tiga hari ini. Terlebih acara setahun sekali tersebut selalu menyajikan hal baru terkait kopi Nusantara yang kini kian bervariasi. Tahun ini, pihak penyelenggara mengambil tema yang unik, yaitu Inclusive Vibes.
Aktivitas di Jogja Coffee Week #6
Bagi pecinta kopi, Jogja Coffee Week dianggap salah satu acara sakral yang layak untuk didatang setiap tahunnya. Memasuki tahun keenam penyelenggaraanya, berbagai acara telah dipersiapkan secara matang oleh penyelenggara. Tentu, booth stand siap menyambut para pengunjung yang hadir selama tiga hari terakhir ini. Mulai dari jenis kopi, teh, perlengkapan membuat kopi, dan lain-lain. Di samping itu, pengunjung dapat mengikuti aktivitas edukatif yang menyenangkan, misalnya adanya kompetisi umum, diantaranya Jawara Coffee Competition, Fun Roasting, Green Bean Competition, hingga Mixology, talkshow, Indonesia Coffee Business Summit, Exhibitors dari Jepang, hiburan pagelaran seni, sert masih banyak lagi. Pembukaannya sendiri dilakukan pada hari Jumat tanggal 4 September lalu, dengan dihadiri para tokoh juga petinggi, salah satunya adalah Raja sekaligus Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwana X, yang turut hadir membuka acara rutin tersebut. Kemudian, tidak lupa, penyelenggara mengundang para pegiat kopi, dari mulai petani, roaster, pengusaha F&B, influencer, dan sebagainya.
Tema: Inclusive Vibes
Tema JCW #6 kali ini mengambil dua kata yang dirangkai menjadi satu, yaitu Inclusive Vibes yang bermakna sesuatu yang terbuka untuk semua orang. Hal ini sejalan dengan tujuan diadakannya kembali JCW tahun ini. Kopi bukan hanya sekadar minuman yang ditenggak setiap hari, berwarna hitam, dengan rasa getir ketika sampai di lidah. Kopi memiliki peran yang lebih penting untuk kehidupan seseorang. Lewat kopi, orang dapat saling bertemu, berbicara, bertukar koneksi, dan sebagainya. Inclusive Vibes menjurus keramahan kopi bagi siapapun di dunia, entah bagaimana preferensi yang berbeda-beda, asal usul, dan sebagainya. Sama seperti JCW #6 yang hadir sebagai wadah kolaborasi kreatif berbagai pelaku industri kopi di Indonesia. Lewat JCW #6, orang dapat saling terhubung, antara konsumen dengan produsen, antara sesama pengusaha, atau antar sesama pecinta kopi. Event ini mengajak seluruh masyarakat berbaur menjadi satu, melebur, menghilangkan batas yang dibuat menggunakan berbagai alasan. Kopi mampu mengajak orang untuk lebih akrab, mengenyampingkan pandangan baik dan buruknya seseorang. Jadi, tema Inclusive Vibes melambangkan peran kopi untuk merekatkan hubungan manusia tanpa harus membeda-bedakan, meskipun selera dan preferensinya berbeda.
Kolaborasi 197 Booth
JCW #6 kali ini menggunakan hall B-C JEC yang begitu luas. Ruangan itu telah diisi oleh 197 stand atau booth pameran yang membawa 600 brand dari seluruh lapisan pelaku usaha F&B. Jumlah ini bisa dibilang begitu fantastis, karena meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Mengingat, pada awal merintis, JCW hanya diisi oleh puluhan dan hanya menyewa satu hall saja, lalu sempat berhenti karena terdampak pandemi selama dua periode. Layak, tiga digit angka itu merupakan pencampaian luar biasa. Ratusan exhibitor ini berasal dari tokoh lokal dan luar negeri. Terdapat klasifikasi kategori pada JCW kali ini, diantaranya VIP Gold Exhibitors, International Pavilion, VIP Silver, VIP Bronze, dan booth lainnya. Pastinya, booth pameran didominasi oleh pegiat kopi, terkhusus roastery dari seluruh penjuru negeri. Kemudian, alat-alat kopi, dari mesin cangging, dripper, server, grinder, dan perlengkapan lain tampak di beberapa bagian blok. Ada pula ruang-ruang kompetisi, panggung talkshow yang ditempatkan pada sisi-sisi hall. Tidak lupa pelaku bisnis lain yang turut join dalam acara ini selain kopi, seperti produsen teh, simple syrup, pakaian, dan kuliner. Bahkan booth yang ada tidak hanya di dalam ruangan, tapi di sepanjang selasar bagian depan yang dikhususkan untuk makanan serta minuman. Bisa dibilang, JCW #6 tahun ini begitu lengkap memenuhi kebutuhan pengunjung dari berbagai kalangan.

Menu Kopi Nusantara yang Beragam
Orang mengunjungi JCW pasti sudah memiliki angan-angan tersendiri, salah satunya mencari biji kopi istimewa yang mungkin akan jadi kekasih hati. Ketika pengunjung masuk melalui pintu depan, aroma kopi itu sudah mulai menusuk hidung. Langkah pertama setelah gerbang masuk utama saja, pengunjung langsung disuguh deretan produsen kopi yang menawarkan keistimewaan setiap produknya. Bagian roastery dan coffee shop masih merajai setiap sisi. Macam kopi yang disuguhkan, siap dipinang, seperti green bean, roast bean, hingga kopi yang sudah digiling, dan siap seduh (drip bag). Kopi Nusantara masih jadi highlight yang dicari-cari oleh para pengunjung. Sebab ini adalah ajang besar, maka line up yang datang pun begitu banyak, dari Sabang sampai Merauke. Mereka datang dari berbagai varietas kopi, mulai dari arabika, robusta, dan liberika, juga berbagai sub-nya, yaitu itypica, bourbon, caturra, serta tidak ketinggalan gayo. Perlu diketahui, setiap varietas punya karakter rasa yang berbeda-beda, sehinggaa tidak perlu heran kalau orang bisa kalap saat berkeliling di JCW #6. Roastery yang berpartisipasi pun sangat beragam, berasal dari berbagai daerah. Setiap roastery atau coffee shop yang membuka booth biasanya akan menyediakan tester gratis untuk para pengunjung menggunakan gelas-gelas kecil. Enaknya, pengunjung bebas mencicip jenis-jenis kopi yang diseduh secara manual sebelum memastikan pilihan akan membawa pulang biji yang mana. JCW memang bukan hanya surganya mencari kopi, tapi juga ajang belajar, memperlebar palet rasa, dan menambah relasi di dunia kopi Indonesia.
Exhibitor dari Jepang
Salah satu booth yang spesial di JCW #6 tahun ini adalah keberadaan International Pavilion yang diisi oleh exhibitor dari luar negeri, contohnya Jepang. Tahun ini, penyelenggara JCW memang sengaja menggandeng para pegiat kopi dari Jepang dan jejaring kopi di ASEAN. Setidakna ada lima line up dari Jepang yang datang langsung ke JCW tahun ini, yaitu K Coffee (Nara), Landscape Coffee 37 (Kagawa), Junction coffee Roaster (Kumamoto), Bloom Coffee (Okinawa), dan Ohmatacha (Kyoto) yang menyajikan khusus matcha serta hojicha otentik. Pengalaman ini tentu jadi sesuatu yang baru bagi pengunjung JCW, karena berkesempatan mencicip bagaimana rasa yang dihasilkan dari tanam kopi yang tumbuh di Jepang.
Secara garis besar, Jogja Coffee Week adalah salah satu acara terbesar di Indonesia yang menghubungan para partisipannya melalui kopi. JCW #6 dengan tema Inclusive Vibes mampu menunjukan bahwa kopi adalah wadah untuk semua orang, siapapun kamu, apapun seleramu, dan bagaimana pereferensimu dapat ditemukan melalui secangkir kopi. JCW terbukti terus berkembang dari tahun ke tahun. Di usia keenamnya, setelah menapaki berbagai terpaan, JCW mampu menggaet ratusan exhibitor dari dalam maupun luar negeri.
Featured image: instagram.com/jogjacoffeeweek.id