Cara Sederhana untuk Tumbuhkan Ikatan Di Antara Keluarga
Fakta lapangan mengungkap bahwa tidak semua hubungan keluarga berjalan mulus, di antara mereka ada yang canggung dan butuh treatment khusus agar lebih akrab.
Keluarga bisa dibilang adalah orang terdekat yang dimiliki oleh seseorang. Dari keluarga, orang akan belajar berbagai hal dasar untuk pertama kali, khususnya dari orang tua pada anak, dimana keduanya merupakan mitra pertama. Namun, naasnya fakta di lapangan sering mengatakan sebaliknya. Masih banyak, hubungan keluarga yang dirasa kurang akrab. Mungkin, memang ada faktor penyebabnya, seperti sudah terpisah sejak kecil, kurang interaksi, atau memang jarang bertemu, sehingga intensitas kedekatan jadi berkurang. Padahal, rasanya begitu aneh bila harus canggung dengan keluarga sendiri, khususnya yang memang berstatus kandung. Tentu, keinginan untuk memperbaiki hubungan itu sering terbersit di benak. Sebab, bagaimana pun keluarga tetaplah tempat berpulang dari kejamnya dunia.
Jika kamu salah satunya, beberapa cara di bawah ini bisa dipraktikkan untuk menumbuhkan bonding bersama keluarga.
Luangkan Waktu untuk Makan Bersama
Sepele tapi penuh makna, makan bersama pada satu tempat bisa jadi jalan agar hubungan antar keluarga jadi lebih akur. Kegiatan ini bisa dilakukan kapan saja, mau saat sarapan, makan siang, atau makan malam. Kamu bisa mengajak keluarga untuk mengadakan makan bersama sesuai kesepakatan. Sebelum acara makan tiba, kamu bisa melibatkan keluargamu untuk pengambilan keputusan menu apa saja yang akan dihidangkan. Cara tersebut menciptakan obrolan yang cukup intens, tentang makanan apa yang sekiranya bisa dinikmati bersama. Makan bersama merupakan momen hangat yang selalu didamba oleh setiap keluarga. Mereka berkumpul, bercerita, bercengkerama bersama. Suasana semakin semarak dengan cerita-cerita yang dilontarkan oleh setiap orang. Suasana ini memang rasanya sederhana, tapi beberapa diantaranya mungkin kesulitan mendapatkannya sebab kesibukan masing-masing. Oleh karena itu, kamu benar-benar harus memastikan bahwa anggota keluarga datang ke acara makan yang sudah direncanakan sebelumnya. Agar lebih intens, ketika makan, aturlah agar anggota keluarga tidak memegang gadget, sehingga fokus hanya pada meja makan serta orang-orang yang mengikutinya.

Temani Anak, Walaupun Hanya Sebentar
Banyak orang tua yang sibuk mencari nafkah, mencari kehidupan untuk keluarga, khususnya anak. Terlebih, di era yang serba mahal, dari berbagai sektor, misalnya pendidikan, ekonomi, pangan, dan sebagainya. Di sisi lain, orang tua pun ingin anaknya mendapatkan yang terbaik, hingga memaksa mereka bekerja keras dari pagi sampai malam, dan tanpa sadar melupakan bahwa ada buah hati yang perlu diperhatikan. Tindakan itu secara tidak langsung dapat merusak bonding yang telah terbangun. Maka, sebagai orang tua, meskipun sebentar, ajaklah anak untuk berkomunikasi. Contoh, ketika pulang kerja, masuklah ke kamar anak. Temani anak dalam melakukan kegiatan malam, seperti belajar atau sekadar menonton televisi. Ajaklah mereka mengobrol ringan, tentang bagaimana kegiatan mereka di sekolah, di rumah atau orang-orang yang ada di sekitarnya. Bimbing mereka pada materi pembelajaran yang tidak diketahui atau jawablah jika anak melontarkan pertanyaan. Pastikan presensi orang tua di hadapan anak agar keberadaan mereka tetap ada sebagai orang terdekat.
Libatkan Keluarga dalam Pengambilan Keputusan
Tentu saja bahwa keluarga terdiri dari beberapa kepala. Setiap kepala pasti punya pendapat yang berbeda-beda tentang suatu hal. Mungkin ada yang setuju, kurang setuju, hingga tidak setuju dalam pengambilan keputusan yang melibatkan banyak orang. Oleh karenanya, selalu ajak anggota keluarga dalam membentuk kesepakatan bersama. Biarkan setiap orang melontarkan pendapat. Dari pendapat-pendapat yang sudah dikatakan itu, barulah diolah kembali, membentuk satu persetujuan terbaik bagi keseluruhan. Diskusi seperti ini memang kedengarannya sulit, alot, atau bisa juga penuh emosi, tapi lewat kegiatan tersebut, keluarga akan berkomunikasi, mengetahui karakter masing-masing, dan kembali menemukan arah agar bonding semakin kuat. Paling tidak, keputusan yang sudah disetujui berdasarkan pemikiran bersama, bukan hasil dari ucapan sepihak yang bisa saja merugikan. Ingat, bahwa semua anggota keluarga punya kesempatan yang sama dalam berbicara, mau anak-anak, remaja, dewasa, sampai lanjut usia.
Rayakan Hari Spesial Bersama
Setiap keluarga biasanya punya tanggal-tanggal tertentu yang dianggap spesial, misanya ulang tahun, peringatan pernikahan, kelahiran, hari raya, dan sebagainya. Menyambut hari bahagia untuk semua orang, ajaklah keluarga untuk merayakannya dengan suka cita. Kamu bisa mengajak orang tua, kakak, adik, atau saudara lain membuat perayaan. Tidak perlu sesuatu yang mewah, cukup dengan kegiatan makan malam, nonton, atau sekadar berkumpul sambil bercerita. Namun, rasanya pasti berbeda ketika itu datang di hari yang hanya datang dalam kurun waktu tertentu. Momen perayaan ini mampu membuat setiap anggota keluarga ingat serta menghargai apa arti kekeluargaan yang sesungguhnya. Abdikan setiap aktivitas pada foto sebagai kenang-kenangan. Selain menguatkan ikatan hubungan keluarga, merayakan hari-hari penting bisa jadi tanda syukur sebab bisa bertemu dengan hari itu lagi setelah sekian lama. Jadi, tidak masalah kalau kamu memang selalu menghargai setiap kejadian menggunakan perayaan.

Bentuk Budaya Saling Menghormati di Lingkungan Rumah
Bagaimana orang bertindak, bisa mencerminkan bagaimana mereka berlaku di rumah. Hal ini dikarenakan seseorang pertama kali tumbuh di sebuah rumah, bersama orang-orang di sekitar atau keluarga sendiri. Maka, bisa dikatakan seseorang akan bertngkah laku baik jika orang-orang di rumah juga melakukan demikian, dan sebaliknya. Dari sini bisa disimpulkan bahwa keluarga memang harus membentuk kepribadian yang positif, salah satunya saling menghormat. Mulai dari yang paling sederhana, yaitu menghormati orang yang lebih tua dan menghargai yang lebih muda. Langkah ini dapat diterapkan pada anak kepada orang tua dan sebaliknya. Ajarkan anak budaya untuk selalu hormat pada orang yang usianya lebih tua, contoh kecil selalu memanggil dengan sebutan tertentu, bisa kakak, tante, om, dan lain-lain. Sedangkan untuk orang dewasa, jangan terlalu membawa ego. Tidak semua kemauan harus dituruti dan dipaksakan kepada yang lebih muda. Lapangkan dada dan terima segala pendapat yang nantinya dilontarkan oleh anak atau generasi di bawahnya. Mulai dari rumah, orang akan membentuk kepribadian yang baik. Sikap saling menghormati itu akan mencegah pertengkaran, perpecahan, dan permusuhan. Jangan lupa, selalu berikan pedoman tiga kata ajaib, yaitu tolong, maaf, dan terima kasih. Buat obrolan teori serta praktikan antar anggota keluarga. Tidak perlu segan, karena satu keluarga memang seharusnya seperti itu.
Beberapa tips di atas kelihatannya memang tidak rumit, meskipun bagi beberapa orang kemungkinan jadi momok yang besar. Harus diyakini bahwa ada keluarga yang tidak seharmonis itu dan memerlukan treatment khusus. Namun, paling tidak sudah ada usaha untuk menumbuhkan bonding atau ikatan antar keluarga itu. Menerapkan gaya hidup yang sehat di antara keluarga dapat memberikan kelegaan tersendiri bagi seseorang. Tidak kan ada rasa canggung yang melekat ketika harus bertemu, meminta bantuan, atau mengapresiasi keberhasilan apa yang telah dicapai. Justru lebih nyaman bila harus meminta pertolongan pada keluarga sendiri, tapi dengan syarat tidak boleh saling menyepelekan dan melupakan tanggung jawab sebagai manusia.
Featured image: unsplash.com/Thay Jesus