Daya Tarik Wisata 5 Kawasan di Daerah Istimewa Yogyakarta
Orang sering mengatakan liburan ke Yogyakarta menyenangkan, tapi sebenarnya tidak semua lokasi wisata ada di Yogyakarta, sebab daerah adminstratif ini punya 5 wilayah berbeda.
Yogyakarta jadi destinasi wisata favorit baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Ada sejumlah faktor yang membuat daerah ini jadi rujukan plesiran, seperti punya kawasan historis tinggi, kebudayaan, alam, kuliner, dan sebagainya. Namun, nyatanya Yogyakarta tidak hanya sebatas Malioboro, Pantai Parangtritis, atau area Kaliurang. Provinsi ini berdiri dengan panorama 4 kabupaten dan 1 kotamadya yang begitu cantik. Dikelilingi topografi berbukit-bukit serta berbatasan langsung dengan Pantai Selatan. Bisa dibilang Yogyakarta memang daerah yang lengkap dijadikan lokasi healing. Masing-masing daerah punya karakternya sendiri, sehingga wisatanya pun mengikuti lingkungan serta budaya yang berkembang dan dipegang oleh masyarakat setempat.
Cari tahu wisata menarik di setiap daerah Yogyakarta lebih lengkap di bawah ini!
Kota Yogyakarta

Daerah pertama dengan kawasan padat penduduk, aktivitas yang penuh sepanjang hari. Kota Yogyakarta berada di tengah-tengah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, terapit tiga kabupaten, yaitu Kulon Progo di Barat, Bantul di Selatan dan sebagian Timur, serta Sleman di Utara dan sebagian Barat. Dari segi wilayah, Kota Yogyakarta memang cenderung kecil dan sempit. Di sini jarang ditemukan tanah lapang atau persawahan yang luas. Namun, kalau kamu cari tentang hiruk pikuk modernitas, di sini tempat yang cocok. Ditinjau dari segi sejarah, Kota Yogyakarta merupakan tonggak berkembangnya daerah lain di sekitarnya. Dimulai dari Kerajaan Mataram hingga akhirnya menjadi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan bergabung dengan Indonesia. Oleh sebab itu, di kawasan Kota Yogyakarta, kamu bisa menemukan jejak-jejak peninggalan sejarah, seperti Kraton Yogyakarta, Masjid Agung Kotagede, Benteng Vredeburg, Pasar Beringharjo, Pasar Ngasem, Taman Sari, dan sebagainya. Di sisi lain, Kota Yogyakarta telah dibangun menyesuaikan pangsa pasar turis yang datang. Sejak dulu, orang asing dari luar negeri sering datang melancong ke sini, tidak heran kalau suasana di beberapa penginapan cenderung menganut gaya western. Di kawasan Prawirotaman bahkan dijuluki sebagai 'Bali-nya Jogja' karena lingkungannya mirip. Di situ pula para bule biasanya menghabiskan malam yang panjang. Kalau soal kuliner, Kota Yogyakarta menyuguhkan berabagai hidangan tradisional, diantaranya gudeg, bakpia, brongkos, pecel, serta berbagai kudapan yang bisa dengan mudah ditemui.
Kabupaten Sleman

Kamu mungkin pernah dengar Kopi Klotok, Pakuwon Mall, atau Ullen Sentalu? Semua itu berada pada satu wilayah yang dinamai Kabupaten Sleman. Daerah ini berada di sisi utara Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayahnya termasuk salah satu yang paling luas dengan topografi dikelilingi dataran rendah dan tinggi. Kabupaten Sleman tidak memiliki wilayah pantai, tetapi didominasi pegunungan dengan suhu rendah, hutan-hutan lebat, serta lingkungan yang asri. Kabupaten Sleman punya wisata alam yang kaya, mulai dari kawasan trekking di lereng Gunung Merapi, perkebunan salak pondoh di Turi, kebun binatang Suraloka di Kaliurang, hingga kenikmatan kuliner rumahan ala Kopi Klotok. Di sini, kamu juga bisa menemukan jadah tempe sebagai makanan khas Yogyakarta yang sulit ditemui di luar daerah. Area dataran tinggi Sleman dipenuhi berbagai penginapan, dari hotel sederhana, sampai home stay mewah yang menawarkan kearifan lokal. Sedangkan di area dataran rendah, Sleman dipenuhi penduduk dengan segala modernitasnya. Mayoritas pusat perbelanjaan besar berada di kabupaten ini, contohnya saja Pakuwon Mall, Ambarukmo Plaza, Jogja City Mall, Lippo Plaza, Sleman City Hall, Transmart, hingga Jiwalk. Selain itu, Sleman memiliki banyak pendatang, terutama para mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di perguruan tinggi. Ada sejumlah kampus terbaik di Indonesia yang bernaung di sini, contohnya saja Universitas Gadjah Mada. Jadi, Sleman bisa dikatakan sebagai wilayah yang lengkap akan wisata alam juga kehidupan kota yang mudah akses mobilitasnya.
Kabupaten Kulon Progo

Dari Sleman, menuju ke sisi Barat Provinsi DIY, ada kawasan yang disebut sebagai Kabupaten Kulon Progo. Kabupaten ini berbatasan dengan Sleman serta Bantul, dipisahkan oleh salah satu sungai terbesar, Sungai Progo. Kulon Progo secara lingkungan masih asri, terdapat dataran tinggi dan rendah yang membentang di berbagai sisi. Di sebelah Utara, Kulon Progo dilewati gugusan Pegunungan Menoreh, menjadikan kawasan berbukit-bukit, ditumbuhi vegetasi hijau, dan jalan yang berkelok-kelok. Beberapa lokasi wisata terkenal bersemayam di sisi ini, misalnya Kedung Pedhut, Kembang Soka, Kalibiru, Gunung Gajah, Kebun The Nglinggo, dan Waduk Sermo. Titik tertingginya ada di Puncak Suroloyo, tempat yang juga terkenal akan kopi menorehnya. Di bagian Nanggulan, ada deretan warung-warung kuliner yang menyajikan makanan rumahan, konsepnya mirip Kopi Klotok tapi with the view persawahan dan bukit-bukit hijau, sebut saja Kopi Pari, Ingkar Janji, Teraloka, dan Ampirono. Sedangkan menuju ke dataran rendah, kamu bisa menemukan perkotaan yang tidak terlalu ramai. Ada pantai di sisi Selatan yang digandrungi juga oleh wisatawan, yaitu Pantai Glagah, Trisik, Bugel, Mlarangan, dan Congot. Kulon Progo kini semakin ramai wisatawan setelah dibangunnya Bandara Internasional New Yogyakarta di Kapanewon Temon. Di sekitar bandara akhirnya dibangun berbagai hotel dan restoran bergaya modern. Hanya saja, kalau mencari pusat perbelanjaan besar, misalnya mall, memang belum ada. Jadi, orang perlu menuju ke Sleman atau Yogyakarta dulu.
Kabupaten Bantul

Di sisi Timur-Selatan, DIY punya satu kawasan yang disebut Kabupaten Bantul. Kabupaten ini kaya akan panorama alam, kebudayaan, dan sejarah yang kental. Wilayahnya luas, mencakup sedikit Pegunungan Seribu, Pantai Selatan, hingga area perkotaan yang tertata rapi. Untuk wisata, kamu bisa memilih mau yang di perbukitan atau dataran rendah pantai yang indah. Bantul punya sederet wisata puncak yang memukau, dari Kebun Buah Mangunan, dimana pengunjung bisa memetik buah dengan membayar retribusi tertentu, Puncak Becici, Puncak Sosok, dan Hutan Pinus Mangunan yang begitu indah. Rata-rata daerah perbukitan di Bantul memang ditumbuhi pohon pinus besar dan menjulang. Beberapa lokasi bahkan dijadikan sebagai camping ground dan panggung terbuka untuk pertunjukan berbagai kesenian. Lalu dari segi wisata di sekitar pantai, Bantul punya nama-nama terkenal yang sudah sampai ke telinga internasional. Pantai Parangtritis bersemayam di daerah administrative ini. Pantai tersebut terkenal akan legenda Ratu Pantai Selatan, wilayak gumuk pasir luas, dan fasilitas berkuda di tepi laut. Sedangkan di sebelahnya, ada Pantai Parangkusumo yang menjadi salah satu bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta dan kerap dijadikan tempat ritual Kraton pada waktu tertentu. Tak lupa ada Pantai Goa Cemara yang dipenuhi pohon cemara, rimbunnya sampai membentuk seperti gua. Kemudian, dari sektor kuliner, Bantul punya hidangan-hidangan yang patut dicoba, seperti Mangut Lele Mbah Marto, Peyek Mbok Tumpuk, gudeg mangir, Sate Klatak Pak Pong, dan sebagainya.
Kabupaten Gunungkidul

Terakhir, dari Bantul ke Timur sedikit, kamu akan bertemu dengan kabupaten dengan area paling luas di DIY, yaitu Kabupaten Gunungkidul. Kabupaten dengan semboyan Handayani ini dikenal dengan pemandangan alam yang begitu menakjubkan. Letakny berada di dataran tinggi, bahkan Gunungkidul memang dilewati Pegunungan Seribu yang membentang sampai Jawa Timur. Hal ini menyebabkan Gunungkidul punya lingkungan yang cukup gersang, tapi penuh gua-gua alami cantik. Wisata gua di Gunungkidul sudah terkenal sampai mancanegara, dengan fasilitas tubing terbaik di kawasan Kalisuci, Gua Pindul, dan Gua Jomblangan. Namun, tidak sampai situ saja, sebab wisata pantai Gunungkidul turut menarik perhatian dunia. Daerah yang satu ini memiliki puluhan pantai cantik yang masih asri. Walaupun, kebanyakan pantai memang berada di balik perbukitan bebatuan, sehingga perlu effort untuk sampai ke sana. Faktor itupun yang membuat pantai di Gunungkidul masih terjaga keasliannya. Pantai di wilayah Gunungkidul didominasi bebatuan karang tajam, pasir putih bersih (kecuali Baron), dan ombak Laut Selatan yang besar. Tiap-tiap pantai memiliki keunikan, misalnya Pantai Ngobaran yang punya vibes ala Bali, Pantai Nglambor yang sangat cocok untuk senorkeling, dan Pantai Timang yang punya wahana gondola tradisional. Di sekitar pantai terdapat puluhan resort mewah dengan tarif mulai ratusan ribu sampai jutaan rupiah per malamnya. Layak mahal, karena kapan lagi sarapan dengan view birunya laut dan udara segar.
Lima wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta memang punya keunikannya sendiri-sendiri. Setiap daerah punya panorama, budaya, dan nilai historis yang menarik untuk dijadikan tempat wisata. Mau ke pegunungan, pantai, atau perkotaan, tinggal tentukan tujuan saja. Apalagi, saat ini akses transportasi di DIY sudah mudah. Ada bus, kereta api, dan transportasi lokal, misalnya becak atau dokar.
Featured image: pexels.com/AL FARIZ