Diskusi tentang Teach You A Lesson, Adaptasi Webtoon yang Pernah Kena Protes
Drama Teach You A Lesson yang diadaptasi dari webtoon Get Schooled akhirnya tayang pada 5 Juni. Masyarakat pun mulai berdiskusi tentang kilas balik kontroversi yang sebelumnya terjadi. Dari mulai isi webtoon yang dianggap rasis, misoginis, dan penuh kekerasan hingga protes dari serikat guru tentang penghentian produksi drama.
Drama Teach You A Lesson yang dirilis pada tanggal 5 Juni 2026 kemarin berhasil menarik perhatian jagad maya. Sebanyak 10 episode telah tayang melalui platform Netflix pada hari Jumat lalu. Warga net pun langsung berbondong-bondong berdiskusi terkait series tersebut. Hal ini disebabkan, pada proses produksinya, Teach You A Lesson pernah mengalami beberapa skandal yang ramai di negara asalnya.
Teach You A Lesson merupakan adaptasi webtoon populer yang bertajuk Get Schooled. Drama ini bercerita tentang sebuah sekelompok badan hukum khusus pendidikan yang menangani sekolah-sekolah problematik dengan berbagai metode unpredictable, termasuk di antaranya hukuman fisik. Aktor Kim Muyeol menjadi lead drama ini bersama Jin Kijoo, Lee Sungmin, serta Pyo Jihoon.

Kontroversi dari Webtoon Get Schooled
Webtoon berjudul Get Schooled (juga dikenal sebagai True Education) menjadi salah satu komik terkenal di Korea Selatan. Namun, memasuki episode ke-125, publik pun merasa terganggu dengan adanya bagian yang mengandung diskriminasi rasial. Tidak hanya itu, pada sesi ini, plot cerita dianggap memprovokasi tindakan misogini.
Episode 125 dari Get Schooled memang sudah dihapus dan dibataslkan perilisannya, terutama di Amerika Serikat. Walaupun begitu, para pembaca masih ingat betul lini cerita dari part yang sudah tidak ada. Pada bagian tersebut, terdapat tokoh antagonis yang digambarkan sebagai siswa campuran Korea dan Afrika. Selain itu, ada ucapan-ucapan tidak pantas yang membuat stereotip negatif semakin merebak. Kontroversi ini membuat penangguhan penerbitan selama beberapa waktu untuk peninjauan ulang di tahun 2023 silam.
Setelah versi live actioni-nya dirilis, masyarakat mulai terbagi menjadi dua kubu. Di berbagai platform sosial media, seperti X dan instagram, sebagian berpendapat masih terngiang dengan kasus kontroversi beberapa tahun sebelumnya. Belum lagi, adanya protes dari serikat guru Korea Selatan tentang ketidaksesuaian cerita dengan apa yang sebenarnya terjadi. Namun, sebagian berpendapat bahwa melalui Teach You A Lesson kasus perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah memang perlu perhatian lebih, sebab perundungan bukanlah kasus sepele yang bisa diselesaikan dengan mudah.
Protes Serikat Guru di Korea Selatan
Di samping mendapatkan kecaman lewat sosial media, webtoon Get Schooled pun dapat protes dari para pendidik di negara asalnya. Protes ini juga berlanjut saat proses produksi drama sedang berlangsung. Aksi unjuk rasa itu terjadi di bulan Juli 2025 lalu.
Para guru yang berunjuk rasa ini meminta agar pembuatan drama segera dihentikan. Mereka mengungkapkan kritik pedas tentang cerita yang tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Adegan pada komik dianggap terlalu berlebihan. Berbagai metode impulsif sering digambarkan untuk menertibkan anak-anak nakal di sekolah.
Penanganan kasus bullying di sekolah memiliki prosedurnya sendiri. Para guru mengatakan bahwa mereka akan menilai, kemudian mempertimbangkan cara apa yang bisa dilalui, misalnya konseling, mediasi, komite penanganan kekerasan, dan proses hukum. Adanya komik serta live action yang diadaptasi justru membuat kekeliruan terhadap sistem pendidikan yang berjalan di Korea Selatan.
Pergantian Pemain

Kabar akan dibuatnya drama dari webtoon Get Schooled memang sudah santer terdengar sejak beberapa tahun terakhir. Menariknya, pada tahun 2024, telah dilaporkan bahwa Kim Namgil akan menjadi Na Hwajin, main lead dalam drama itu. Walaupun, sehari setelahnya, Namgil melakukan klarifikasi jika ia sudah menolak dan tidak akan mengambil peran tersebut.
Alasan mendasar mengapa Kim Namgi menolak adalah sentimen dari penggemarnya juga masyarakat. Tentu setelah berita itu keluar, ramai komentar yang mengingatkan tentang kontroversi webtoon yang terjadi setahun sebelumnya. Penggemar khawatir, jika apa yang pernah dialami webtoon akan memberikan dampak negatif pula untuk aktor yang memerankannya.
Mengutip dari mesia OSEN, Kim Namgi mengatakan jika benar agensinya telah menerima tawaran untuk melakukan casting. Namun, setelah ditinjau ulang pemeran tokoh drama The Fiery Priest tersebut memutuskan untuk menolaknya. Ia menegaskan juga tidak akan menerima tawaran tersebut selain The Fiery Priest 2 yang saat itu sedang dalam proses tayang.
Tim produksi akhirnya menjatuhkan pilihan pada Kim Muyeol untuk berperan sebagai Na Hwajin, sosok pendidik yang tegas dan tidak takut dengan jerat hukum jika memang apa yang dilakukannya tepat. Melansir dari media Korea, Hankook Ilbo, dalam konferensi pers, Kim Muyeol mengungkapkan jika dirinya sadar akan situasi yang selama ini terjadi, tapi ia menganggap bahwa Na Hwajin merupakan tantangan baru baginya, belum lagi drama ini bisa dijadikan sebagai jalan untuk mengungkap bagaimana sistem pendidikan bekerja.
Tanggapan dari Sutradara
Protes dan dukungan terus mengalir pada tim produksi Teach You A Lesson bahkan sampai sekarang. Hong Jongchan, sutradara drama tersebut, mengatakan bagaimana proses produksi berlangsung secara teratur. Mengutip media SportsQ, melalui konferensi pers, Hong Jongchan mengucapkan empatinya terhadap kecemasan atau kekhawatiran terhadap karya murni dari webtoon Get Schooled. Hong Jongchan melanjutkan dengan membeberkan bahwa Teach You A Lesson akan lebih fokus bada badan hukum fiktif yang dibuat pemerintah untuk menangani kasus perundungan di sekolah-sekolah.
Proses adaptasi dilakukan sehati-hati mungkin. Hong Jongchan mengungkapkan jika dirinya dan tim berusaha mempertahankan cerita asli dengan memfilter bagian-bagian kurang pantas yang tidak perlu ditampilkan menjadi live action. Oleh karena itu, Teach You A Lesson bisa jadi tayangan yang menarik bagi semua penonton.
Mengambil Kisah Nyata di Korea Selatan
Tidak hanya sekadar fiksi, tim penggarap drama Teach You A Lesson kemungkinan turut melakukan riset terkait pendidikan di Korea Selatan. Di salah satu episodenya terindiksi terinspirasi dari kasus yang pernah terjadi tahun 2023 lalu, ketika seorang guru SD ditemukan tidak bernyawa di ruang persiapan bahan ajar sebelum jam pembelajaran berlangsung.
Kasus tewasnya guru SD ini terjadi di Distrik Seocho, Seoul, yang membuat guncangan besar bagi lini pendidikan Korea Selatan. Polisi dan penegak hukum pun mulai menyelidiki kasus tersebut. Awalnya hasil masih abu-abu, tidak pasti apa penyebab kematian dari guru tersebut. Namun, kabar ini mulai tersebar luas, memunculkan ragam pendapat yang memunculkan celah untuk menemukan keadilan.
Diduga korban tewas karena mendapatkan banyak tekanan selama mengajar di sekolah. Satu persatu orang muncul, mengenalkan diri sebagai saksi yang membantu terkuaknya kasus guru SD itu. Dari beberapa pendapat yang berhasil dihimpun, terdapat satu kesimpulan yang cukup mencengangkan, yaitu adanya tekanan besar dari sejumlah wali murid. Terutama insiden pensil, yang membuat korban harus menanggung berbagai panggilan dari orang tua anak-anak yang terlibat dalam insiden itu. Ada pula dugaan yang mengatakan jika salah satu orang tua yang menekannya berasal dari aparat penegak hukum.

Drama Teach You A Lesson yang rilis 5 Juni lalu benar adanya menimbulkan perbincangan panas di tengah masyarakat. Ada yang masih merasa tidak setuju karena kasus kontroversial webtoon, ada pula yang mendukung karena ini saatnya sistem pendidikan diperbaiki dan kasus perundungan di lingkungan sekolah diberantas sampai tuntas. Tentunya, Teach You A Lesson telah dikemas apik oleh sutradara dan tim produksi dengan apik, sesuai norma, tanpa menghilangkan premis cerita asli. Jadi, keputusan untuk menonton atau skip pastinya bisa kamu tentukans endiri sebagai penonton.