Thea News
Health // 2026 Amy Latifaah

Fit Everyday:
Rekomendasi Olahraga Untuk Perempuan Sesuai Fase Menstruasi

Jika sebelumnya Anda hanya kenal dengan HIIT (High Intensity Interval Training) dan LISS (Low Intensity Steady State). Dimana keduanya merupakan olahraga berintensitas tinggi dan intensitas rendah yaitu fokus pada pencapaian yang cepat, atau fokus pada olahraga yang slow namun tetap menjanjikan. Sekarang Anda bisa saja tertarik dan beralih pada Cycle Sync atau yang dikenal dengan siklus sinkron antara olahraga dan hormon. Penemuan ini banyak membantu wanita untuk merasa nyaman pada setiap olahraga yang dijalaninya.

Pernahkah Anda merasakan kelelahan sangat parah atau bahkan ketidak cocokan terhadap olahraga yang dijalani? Yup permasalahannya terletak pada waktu olahraganya, bukan pada olahraga atau bahkan diri Anda. Sebagai wanita yang memiliki fase menstruasi tentunya tingkat kelelahan dan stamina tubuh akan sangat beragam. Karenanya Anda perlu memilih olahraga yang tepat pada fase-fase tersebut. 


 

Jika sebelumnya Anda hanya kenal dengan HIIT (High Intensity Interval Training) dan LISS (Low Intensity Steady State). Dimana keduanya merupakan olahraga berintensitas tinggi dan intensitas rendah yaitu fokus pada pencapaian yang cepat, atau fokus pada olahraga yang slow namun tetap menjanjikan. Sekarang  Anda bisa saja tertarik dan beralih pada Cycle Sync atau yang dikenal dengan siklus sinkron antara olahraga dan hormon. Penemuan ini banyak membantu wanita untuk merasa nyaman pada setiap olahraga yang dijalaninya.


 

Berikut ini merupakan rekomendasi olahraga yang cocok dan sesuai dengan fase menstruasi yang Anda alami. Olahraga yang anda jalani kelak terasa ringan dan nyaman pada tubuh Anda. Sehingga goals untuk tetap fit setiap hari akan Anda dapatkan. Yuk langsung saja intip beberapa olahraganya berikut ini!


 

Fase Menstruasi Slow Mode Workout 


 

Source: pinterest

Pada fase menstruasi ini, Anda akan mengalami lonjakan mood karena hormon. Hormon estrogen yang ada pada tubuh Anda memiliki kadar yang sedang rendah karena hal itu, tubuh akan kehilangan banyak energi yang menyebabkan cepat merasa lelah, letih dan cramp atau nyeri pada perut.


 

Olahraga yang cocok dengan kondisi tubuh Anda pada fase menstruasi ini adalah workout yang tenang yang membuat tubuh dan pikiran relax, agar membantu Anda lebih sehat namun tetap menjaga mood saat red day. Beberapa rekomendasinya yaitu yoga, stretching workout, pilates ringan dan juga jalan pagi atau sore dengan santai.

 

Fase menstruasi ini berlangsung selama satu sampai lima hari. Jadi saat Anda mulai red day hari tersebut sudah dihitung hari pertama, mulailah workout dengan dengan santai dan nyaman agar tubuh tetap bugar.


 

Fase Folikular Workout Begin Again


 

Source: Pinterest 

Pada fase folikular atau fase setelah menstruasi merupakan fase titik balik para perempuan. Dimana energi yang terbuang banyak kini kembali utuh, sehingga para perempuan akan merasa lebih bahagia lebih excited dan bergairah untuk hidup. Tubuhnya juga terasa lebih sehat dan fit dari sebelumnya.


 

Rekomendasi olahraga yang akan sangat cocok di fase folikular ini adalah olahraga yang energik untuk membuat tubuh dan diri Anda aktif kembali. Beberapa olahraga tersebut adalah cardio, jogging sore dan pagi hari, strength training, dance workout. Anda bisa memulai aktivitas fisik yang lebih energik.


 

Fase folikular berlangsung selama 13 hingga 14 hari lamanya. Meskipun demikian fase pelepasan ovulasi ini bisa beragam karena sering berubah ubah antara wanita satu dan lainnya. Fase ini juga merupakan masa kebangkitan wanita karena setelah mengalami masa menstruasi yang melelahkan kemudian aktif olahraga kembali.


 

Fase Ovulasi Workout All Out


 

Source: Pinterest 

Setelah masa folikular datanglah Fase Ovulasi, fase ini merupakan fase yang powerfull karena seluruh energi sedang berada di puncaknya. Pada fase ini juga hormon estrogen meningkat dengan pesat sehingga membuat performa workout Anda menjadi lebih optimal.


 

Olahraga yang paling cocok di fase ini adalah olahraga yang strong dan fokus pada olahraga intensitas tinggi. Beberapa diantaranya adalah latihan running, latihan angkat beban, intense workout. HIIT ini akan membuat Anda bahagia karna cepat dalam membakar kalori, sehingga para wanita yang maintain tubuh akan sangat membutuhkannya.


 

Fase ovulasi ini memiliki fase yang pendek selama 24 jam hingga fase yang panjang selama 6 hari. Pada umumnya fase ovulasi hanya terjadi selama 1 hari namun perpanjangan selama 6 hari merupakan bantuan dari sperma yang dapat bertahan selama 5 hari jika Anda telah berhubungan intim.


 

Fase Luteal Medium Workout 

 

Spurce: Pinterest 

Fase luteal adalah fase sebelum haid yang paling sensitif. Hal tersebut karena hormon pada diri wanita yang membuatnya moody-an dan super sensitif. Pada fase ini wanita akan mengalami craving more food khususnya makanan yang manis, bloating, hingga mood swing. Memang sedikit menyerupai masa menstruasi karena ini merupakan permulaannya.


 

Rekomendasi olahraga atau workout yang cocok bahkan hampir sama dengan fase menstruasi yaitu olahraga yoga, low impact workout. Perbedaannya ada pada pilates dan incline walk, ada beberapa wanita yang tetap bugar di fase luteal ini, sehingga pilates yang cukup pedas masih bisa dilakukan dan juga berjalan menanjak akan jadi olahraga yang bagus.


 

Karena suhu tubuh sedikit lebih tinggi di fase ini, pastikan Anda minum air putih lebih banyak saat beraktivitas. Durasi yang dimiliki oleh fase luteal ini berkisar 12 hingga 14 hari. Jangan heran jika pada fase ini meskipun Anda olahraga mungkin kiloan badan Anda tidak akan turun, karena fase ini membutuhkan karbohidrat yang sangat banyak.


 

Olahraga dan Tubuh

Source: Pinterest


 

Berbicara tentang olahraga adalah berbicara tentang tubuh. Jika Anda terbiasa olahraga dengan keras berilah sedikit kelunakan pada diri Anda, your body need rest too. Mendengarkan tubuh adalah bentuk latihan yang paling bijak. Jika hari itu sangat lelah, cukup lakukan beberapa olahraga yang ringan dan membuat diri Anda terasa nyaman.

 

Keselarasan antara olahraga dan tubuh adalah seni mendengarkan sinyal biologis. Alih-alih memaksakan tubuh mengikuti jadwal latihan yang kaku, Anda justru menyesuaikan jenis, durasi, dan intensitas latihan berdasarkan ritme internal Anda. Rekomendasi olahraga diatas adalah pendekatan "Cycle Syncing".

 

Dalam Cycle Syncing ada beberapa indikator harian yang harus Anda penuhi agar tubuh dan olahraga selaras seutuhnya. Diantaranya kualitas tidur yang baik, penarikan nafas yang sempurna tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek dan motivasi diri untuk membantu Anda tetap konsisten pada pola kesehatan ini.

 

Meskipun demikian Cycle Syncing tidak akan cocok dengan setiap perempuan yang berolahraga. Ada beberapa orang yang tetap menggeluti olahraga yang dicintainya. Pasalnya menemukan olahraga yang tepat dan cocok adalah peruntungan yang sangat diinginkan semua orang.

Beberapa orang mencoba berbagai olahraga untuk menemukan comfort zone mereka sendiri, ada yang fokus dengan pilates, ada yang relax dan mindfull dengan yoga, ada juga yang energik dengan cardio, juga ada yang powerfull dengan angkat beban, ada juga yang tekun namun tetap steady dengan jalan pagi dan sore. Ya itulah yang dinamakan menemukan olahraga yang tepat, apakah Anda sudah menemukannya?

 

Rekomendasi olahraga diatas merupakan Cycle Scyinc yang cocok sesuai fase menstruasi, Anda yang gemar berolahraga bisa memulai menggunakan jadwal olahraga tersebut. Pasalnya menyesuaikan olahraga dengan siklus hormon adalah pilihan yang sangat tepat, maka dari itu apalagi yang ditunggu? Yuk segera ikuti jadwalnya!

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Ramai Dimainkan Publik Figur, Apa Itu Olahraga Padel dan Apa Saja Manfaatnya?

Next Entry

Menemukan Ketenangan dalam Gerakan: Manfaat Pilates untuk Redakan Stres Urban

Next Entry

Manfaat Air Putih bagi Tubuh: Kebiasaan Sederhana yang Menjaga Kesehatan dari Ujung Kepala hingga Kaki