Thea News
Hot News // 2026 Rima R Noviana

Full Fight Card BYON Madness 5 di Bandung:
Yearmie Lee vs Redho Rocky & Link Streaming

Simak jadwal lengkap, full fight card, dan cara nonton PPV BYON Madness 5 di Bandung Arena pada 3 Oktober 2026. Pertarungan terakhir menuju World Grand Prix!

Dunia olahraga tarung tanah air kembali berdenyut kencang. Byon Combat, platform olahraga kombat terdepan di Indonesia, siap menorehkan sejarah baru dengan memboyong hajatan akbar mereka ke luar ibu kota untuk kali pertama. Bertempat di Bandung Arena pada 3 Oktober 2026, BYON Madness 5 dipastikan menjadi salah satu gelaran paling brutal dan dinanti-nantikan tahun ini. ​Mengusung tajuk panggung terakhir menuju era BYON World Grand Prix, ajang ini bukan sekadar tontonan adu jotos biasa. Sebanyak 12 duel panas dari kategori boxing dan kickstriking siap disajikan secara maraton.

 

Pertarungan-pertarungan ini sekaligus menjadi saringan penentu bagi para atlet lokal maupun internasional untuk mengamankan posisi (placement) krusial sebelum melangkah ke turnamen global yang lebih megah. Sebagai platform 360 derajat yang konsisten memajukan ekosistem combat sport di Indonesia, Byon Combat telah sukses menggelar delapan seri Byon Combat Showbiz sebelumnya. Jutaan penonton dari berbagai penjuru, baik lewat siaran gratis di YouTube maupun pay-per-view (PPV) di Vidio, telah membuktikan betapa masifnya antusiasme publik terhadap olahraga ini. Kini, gelaran di Kota Kembang diprediksi akan mencetak sejarah baru dengan tingkat kepadatannya yang tinggi serta rasio knockout yang diproyeksikan paling masif sepanjang sejarah BYON.

 

Source: Instagram/byoncombat 

 

​1. Main Event: Reuni Penuh Dendam Antara Yearmie Lee dan Redho Rocky

​Sorotan utama tentu tertuju pada partai puncak (main event) yang mempertemukan Yearmie Lee "Sun Go Kong" kontra Redho Rocky. Pertemuan ini sarat akan emosi karena di baliknya tersimpan rivalitas yang telah membara selama lima tahun sejak masa amatir mereka. ​Kekalahan Redho pada duel perdana mereka dahulu masih menyisakan penasaran yang mendalam. Ketika Yearmie kembali mengungkit memori tersebut di ruang publik, api persaingan langsung tersulut hingga berujung pada tantangan rematch terbuka dari Redho. ​Kini, panggungnya telah naik tingkat ke ranah profesional dengan menggunakan aturan kickstriking. Kedua petarung telah melalui evolusi teknik, jam terbang, dan kematangan mental yang jauh berbeda. Duel ini bukan sekadar upaya Redho membalas kekalahan masa lalu, melainkan arena pembuktian mutlak mengenai siapa di antara mereka yang berhasil menjelma menjadi versi petarung terbaik.

 

​2. Perang Urat Saraf: Turkish Boy Janji KO Cepat, Adam Maulana Siapkan Mental Baja

​Atmosfer panas juga menyelimuti pertarungan antara Khansa Andhika "Turkish Boy" melawan Adam Maulana. Sejak jauh-jauh hari, pertarungan ini dibumbui oleh perang urat saraf (psywar) yang dilancarkan secara terbuka.​Turkish Boy, yang dikenal sebagai salah satu spesialis psywar paling intimidatif di jajaran BYON, dengan percaya diri menjanjikan kemenangan knockout (KO) pada ronde pertama. Tantangan terbuka ini menjadi ujian menarik mengingat rekam jejak Adam Maulana yang bersih—ia belum pernah sekalipun merasakan kekalahan KO sepanjang karier profesionalnya. ​Hebatnya, Adam bukanlah tipe petarung yang mudah goyah oleh gertakan mental. Pengalamannya menumbangkan Jhon—sosok yang sebelumnya pernah meredam Turkish Boy—menjadi modal berharga. Publik kini menanti pembuktian: apakah ancaman ronde pertama Turkish Boy akan menjadi kenyataan, atau justru ketenangan dan mental baja Adam yang kembali keluar sebagai pemenang?

 

​3. Pertaruhan Gengsi dan Ranking: Kabilan Jelevan vs Umarusman

​Di kelas yang berbeda, ketegangan tak kalah sengit tersaji dalam rematch antara Kabilan Jelevan (peringkat ke-4) dan Umarusman (peringkat ke-6). Sejarah rivalitas keduanya telah terajut bahkan sebelum mereka resmi melangkah sebagai petarung profesional di bawah bendera BYON. ​Bagi Umar, pertarungan ini adalah jalan pintas paling realistis untuk memangkas jarak poin sekaligus merangsek naik ke jajaran atas klasemen. Dari segi gaya bertarung, penonton akan disuguhkan benturan filosofi yang kontras. ​Kabilan dikenal sebagai petarung yang mengandalkan tekanan konstan (pressure) serta ketahanan fisik (durability) yang luar biasa. Di sisi lain, Umar bertumpu pada kelincahan kaki (footwork), pergerakan dinamis, dan serangan presisi dari berbagai sudut buta. Siapa yang akan mendominasi? Apakah tekanan tanpa henti Kabilan akan mematahkan lawan, atau mobilitas tinggi Umar yang sukses membongkar pertahanan tersebut?

 

​4. Perebutan Tahta Puncak: Amir Zolfi Ditantang "Aman Koboi"

​Kursi singgasana kelas berat kini tengah berada di ujung tanduk. Amir Zolfi, sang penguasa takhta peringkat pertama, harus bersiap menghadapi gempuran ambisius dari Awangku Abdul Rahman, atau yang lebih akrab disapa Aman Koboi.  ​Aman datang dengan misi tunggal: merebut posisi puncak demi mengukuhkan statusnya sebagai yang terbaik. Pertarungan ini dipastikan berjalan dalam tempo tinggi karena keduanya memiliki spesialisasi senjata yang mematikan, yakni teknik serangan siku (elbow). ​Amir terkenal sangat agresif melalui offensive elbow yang kerap membuat lawan kocar-kacir. Sebaliknya, Aman adalah seorang taktikus ulung yang sabar menanti celah lewat counter elbow mematikan. Siapa yang memegang kendali timing terbaik pada malam itu, dialah yang berhak pulang membawa mahkota peringkat pertama.

 

​5. Benturan Gaya Unik: Hegyzy vs Krystal Angel

​Sektor fight card wanita juga menghadirkan daya tarik tersendiri lewat pertemuan antara Shakira Hegy Azzahra ("Hegyzy") dan Krystal Angel. Duel ini mempertemukan dua latar belakang disiplin bela diri yang berbeda drastis: pengalaman tinju ketat milik Hegyzy berhadapan langsung dengan jam terbang Muay Thai yang kaya dari Krystal Angel. ​

 

Source: NEWS THEA/ Istimewa 

 

Sebagai petarung asal tuan rumah, Hegyzy dipastikan mendapat suntikan energi moral luar biasa dari ribuan pendukung fanatik yang memenuhi Bandung Arena. Namun, Krystal Angel sama sekali tidak gentar. Ia bahkan sempat melontarkan psywar tajam mengenai kesiapan Hegyzy menghadapi risiko luka sobek, serta memperingatkan bahwa salah satu dari mereka harus rela "tertidur" di atas kanvas. Perpaduan teknik pukulan tangan dan serangan lutut-siku dipastikan menciptakan bentrokan visual yang memukau.

 

​6. Tujuh Duel Tambahan yang Mengisi Panggung Menuju Grand Prix

​Tak hanya lima partai utama di atas, BYON Madness 5 melengkapi rangkaian malam bersejarah ini dengan tujuh pertarungan pendukung yang tak kalah krusial. Setiap laga membawa misi tiket lolos menuju BYON World Grand Prix:

 

​Rachmat Rizal Gozali (KKCAL) vs Rendi Singgih: Pertarungan hidup-mati untuk mengamankan satu tiket sisa wakil Indonesia di kelas 61KG.

 

​Ardiansyah vs Aditya Armadani: Perebutan slot penutup untuk mewakili Merah Putih di kelas 67KG ajang World Grand Prix.

 

​Topnoi Kiwram vs Meven Jourdain: Duel internasional penentu delegasi negara menuju panggung global.

 

Source: NEWS THEA/istimewa 

 

​Iman Rakib vs Muhammad Adib: Bentrokan regional seru untuk mencari wakil terbaik dari masing-semasing negara.

 

​Faktur Rozi vs Tovan Nopian: Perang saudara memperebutkan posisi singgasana puncak ranking kelas 57KG.

 

​Mitra Waruwu vs Hendrikus Lelo: Ujian pengalaman senior melawan ambisi luar biasa Hendrikus yang berpeluang mencatat sejarah bertarung di tiga kelas berbeda.

 

​Amin Guliyev vs Hakim Bah: Pertarungan ketat demi mengamankan tempat di World Grand Prix kelas 67KG.

 

​7. Akses Eksklusif dan Komitmen Penayangan dari Vidio

​Bagi para penggemar olahraga tarung di seluruh penjuru tanah air maupun mancanegara yang tidak dapat hadir langsung ke Bandung Arena, seluruh rangkaian keseruan BYON Madness 5 dapat disaksikan secara eksklusif melalui layanan Pay-Per-View (PPV) di aplikasi Vidio.

 

Source: BYON and Vidio

 

​Dhini W. Prayogo selaku SVP Content Acquisition & Partnership Vidio menegaskan komitmen penuh platform OTT terdepan ini dalam mendukung perkembangan ekosistem olahraga kombat di Indonesia. Kehadiran BYON di luar Jakarta untuk pertama kalinya merupakan langkah besar untuk mendekatkan kompetisi berkelas kepada para penggemar di berbagai daerah, dari Sabang sampai Merauke.

 

​"Sebagai Official Broadcaster, Vidio berkomitmen mendampingi perjalanan BYON dengan menghadirkan tayangan berkualitas tinggi ke hadapan audiens yang lebih luas, sekaligus mendorong pertumbuhan industri olahraga tarung di tanah air," ujar Dhini.

 

​Untuk menikmati tayangan penuh aksi tanpa kompromi ini, penonton dapat berlangganan paket PPV resmi dengan harga yang sangat terjangkau melalui aplikasi Vidio:

 

​Indonesia: Rp49.000*

​Malaysia: RM15*

​Negara Lain: USD5*

(Harga belum termasuk pajak)

 

​Dengan membeli paket resmi melalui platform OTT Vidio, para penonton secara langsung turut serta mendukung keberlangsungan ekosistem olahraga kombat serta memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet yang telah berdarah-darah mempersiapkan diri demi menyajikan tontonan terbaik. Malam 3 Oktober 2026 di Bandung Arena akan menjadi saksi bisu siapa yang layak bertahan, siapa yang harus tumbang, dan siapa saja petarung yang berhak melangkah megah menuju panggung BYON World Grand Prix. Siapkan diri Anda dan saksikan sejarah baru tercipta!

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Kain Bergambar yang Bikin Indonesia Bangga: Kenapa Hari Batik Nasional Itu Penting Buat Kita?

Next Entry

Kelahiran Ganesha di TNTN: Harapan Baru Konservasi Gajah Sumatra

Next Entry

Peringatan Hari Jantung Sedunia, Yuk Mulai Jaga Kesehatan Jantung Anda!