Thea News
LifeStyle // 2026 Lea

Karakteristik Unik untuk Memilih Menu Brunch

Jadi kegiatan yang cukup digandrungi, brunch memiliki karakteristik menu khusus. Tidak semua makanan cocok dikonsumsi saat brunch, karena diperlukan pertimbangan dalam kecukupan kebutuhan

Brunch merupakan kegiatan yang umum dilakukan oleh orang-orang di dunia. Brunch adalah sesi makan yang berada di antara sarapan dan makan siang. Orang biasanya mengambil momen brunch karena tidak sempat menyantap sarapan terlebih dulu. Waktu orang-orang brunchi lumrahnya dimulai dari pukul sepuluh pagi sampai dua siang. Kata brunch sendiri muncul pertama kali di Inggris melalui artikel di majalah Hunter’s Weekly di abad ke-19. Kala itu, brunch diisi dengan waktu makan bagi para pemburu menggunakan hasil buruan di pagi menjelang siang. Namun, akhirnya brunch lebih populer di Amerika Serikat pada tahun 1930-an, merujuk pada jamuan makan tamu elit yang tengah singgah dalam perjalanan kereta di Chicago. Menu brunch tidak bisa disamakan dengan sarapan atau makan siang. Mengingat brunch adalah gabungan dari breakfast dan lunch, maka menunya harus menyesuaikan kebutuhan di waktu tersebut. Diperlukan pemilihan atau pertimbangan menu yang bisa mencukupi asupan nutrisi pada waktu tersebut.

 

Karakter seperti apa, sih, yang bisa jadi pilihan untuk menu brunch? Yuk, coba cek di bawah!

 

Porsi Sedang

 

Waktu brunch dilakukan antara pagi sampai siang, setelah sarapan, tapi tidak seberat makan siang. Orang cenderung memilih makanan dengan porsi sedang, tidak terlalu berat, tapi tetap mencukupi kebutuhan energy. Keseimbangan nutrisi harus jadi pertimbangan utama, seperti adanya karbohidrt, protein, juga serat yang mampu menjaga perut kenyang dalam kurun waktu lama. Konsep seperti ini mengacu pada waktu makan yang berada di tengah-tengah. Contoh menu yang sering dijadikan brunch dibagi menjadi beberapa kelompok. Pertama, kelompok protein, orang bisa memilih telur, sosis, atau daging asap. Berikan 1-2 buah dari masing-masing sumber makanan. Kemudian kelompok karbohidrat, tidak harus diwakili nasi. Kamu punya opsi lain, misalnya pancake, wafel, tau roti tawar. Ditambah serat bisa diambil dari sayur juga buah. Terakhir, lengkapi brunch dengan segelas kopi, teh, atau jus. Porsi tersebut dirasa dapat mengisi tenaga sampai sesi makan siang tiba.

 

Pilih Menu yang Praktis

 

Rentang waktu brunch memang agak panjang, dari pukul sepuluh sampai dua siang. Namun, dalam pelaksanaannya, orang sebenarnya tidak terlalu punya banyak kesempatan. Brunch sering dilakukan di tengah kegiatan, ketika mengambil jeda. Dari singkatnya waktu, orang harus memaksimalkannya untuk mengolah bahan makanan. Maka dari itu, menu-menu praktis lebih disarankan daripada mengolah bahan makanan yang terlalu rumit. Walaupun sederhana, tapi menu brunch tidak boleh terlalu plain, harus seimbang dipenuhi gizi yang cukup. Beberapa menu praktis yang sering dikonsumsi seperti sandwich, pancake, scrambled egg, atau roti panggang. Menu-menu ini dianggap mudah dibuat, dibawa, dan dimakan. Sebagian orang bahkan sering menggunakan kemasan sekali pakai agar mempermudah proses pembuangan sampah. Jika menu-menu tersebut dirasa kurang mengenyangkan, nasi goreng telur simple ala Korea bisa jadi alternatif, hanya tinggal memasukan telur, daun bawang, serta nasi atau bawa onigiri yang sudah dilengkapi lauk di setiap gigitnya.

 

Source: pexels.com/Anthony Rahayel

 

Perpaduan Rasa yang Seimbang

 

Selain porsi dan menu yang seimbang, soal citarasa tidak boleh ditinggalkan. Jika merujuk ke sarapan, biasanya menu-menu yang tersaji memiliki rasa light, tidak terlalu banyak bumbu, pemanis, dan lebih segar. Beberapa bahkan memilih sarapan bahan makanan mentah, misalnya sayur atau buah secara langsung. Sedangkan makan siang, rasanya bisa lebih kompleks. Perpaduan rempah-rempah, bumbu, juga bahan makanan yang medok. Nah, kalau menu brunch ada di antara keduanya. Saat memilih menu, orang akan memilih rasa yang manis, gurih, atau kombinasi keduanya di sekali gigit. Tidak heran, kalau menu brunch kerap diisi dengan sandwich sayur dan telur, daging asap, salad sayur dan buah yang segar, burger, omelette, scrambled egg, pancake, wafel, olahan kentang, serta sejenisnya.

 

Dilengkapi dengan Minuman yang Menyegarkan

 

Di masa lalu, ketika brunch baru saja naik di tengah masyarakat, kegiatan ini menjadi salah satu ajang untuk bersosialisasi. Brunch dilakukan bersama-sama dengan menghadirkan hidangan-hidangan lezat disertai minuman segar. Berawal dari aktivitas setelah berburu, brunch mulai memasuki kawasan orang-orang elit. Selain dilakukan oleh para bangsawan di Inggris, brunch pun dulunya dinikmati orang-orang kaya di Benua Amerika. Tepatnya di Chicago, ketika orang-orang yang melakukan perjalanan kereta singgah, khususnya akhir pekan. Hotel menjadi pilihan utama untuk mencari makanan. Dari sana, mulailah para pengelola penginapan memikirkan menu-menu special. Dalam penyajiannya, selalu ada minuman alkhol, seperti champagne atau wine, hingga keduanya pun jadi ciri khas dari brunch. Sebut saja Mimosa (campuran buah jeruk dan anggur) atau bloody marry selalu ramai dipesan oleh tamu-tamu kelas atas. Berkembang lebih lanjut, minuman tidak hanya sekadar alcohol, tapi ada kopi. Di Italia misalnya, orang-orang sering membuat cappuccino untuk brunch. Cappuccino punya aturan minum yang unik, yaitu hanya boleh dinikmati pada pagi hari saja. Sebab itulah, warga Italia memilih minuman tersebut sebagai hidangan sarapan atau brunch. Makin ke sini, minuman pelengkap brunch kian beragam. Pilihan kopi bukan hanya cappuccino,tapi espresso, cold brew, hingga latte lebih diminati karena dianggap menyegarkan. Atau yang memilih lebih sehat dengan mengganti minuman menggunakan jus, smoothies, infused water, dan lain-lain. Jadi, minuman ini harus dipertimbangkan dari segi fungsi atau perannya dalam sesi brunch tersebut.

 

Pertimbangkan Nutrisi yang Seimbang

 

Menu brunch memang tampak lebih menyenangkan dibandingkan sarapan. Meskipun begitu, kamu tidak boleh sembarangan makan untuk mengisi sesi makan ini. Tetap jaga asupan agar nutrisi tubuh terpenuhi. Dalam menu brunch usahakan taruh karbohidrat, protein, lemak, serat, serta vitamin. Ada banyak pilihan makanan yang mewakili nutrisi tersebut. Contoh menu seimbang untuk brunch adalah sandwich. Pertama, pilih roti gandum utuh untuk mendapatkan karbohidrat kompleks, mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Kamu bisa menggunakannya langsung atau dipanggang sebentar agar ada aroma smoky yang kentara. Kedua, pilih isi sandwich dengan alpukat untuk mendapatkan lemak sehat, tambahkan sayuran hijau, seperti selada dan tomat, untuk mendapatkan serat, serta lapisi minyak zaitun agat lebih sehat. Ketiga, kamu bisa melengkapi sandwich menggunakan jenis protein tertentu, misalnya telur, bacon, dada ayam, tahu, tempe, keju, dan sebagainya. Terakhir, agar lebih terjamin asupannya, jangan lupa sertakan buah-buahan juga minuman yang menyegarkan.

 

Brunch jadi agenda yang sudah tidak asing bagi masyarakat. Dulunya, memang ekslusif dilakukan oleh para bangsawan maupun orang kaya, tapi sekarang, siapa saja bisa menjalaninya. Brunch berbeda dari sarapan, tapi tak serupa pula dengan makan siang. Momen di antara keduanya yang memerlukan pertimbangan khusus ketika memilih menu. Hidangan brunch lumrahnya lebih berat daripada sarapan, tapi tidak sekompleks makan siang. Brunch dilakukan mulai dari 10 pagi sampai 2 siang dengan menu-menu praktis, mudah diolah, dan porsi sedang. Di era ini, sudah banyak restoran atau kafe yang menyediakan beragam menu brunch.

 

Featured image: pexels.com/Jakub Zerdzicki

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Mewarnai untuk Orang Dewasa: Bukan Sekadar Hobi, Ini Manfaat dan Tips Agar Hasilnya Bagus

Next Entry

Cara Jitu untuk Hentikan Aktvitas Doomscrolling

Next Entry

Terrarium: Hobi Merangkai Taman Mini yang Semakin Populer dan Cocok untuk Melepas Penat