Thea News
Fashion // 2026 Rima R Noviana

Kembalinya Era Maximalism:
Fenomena 'Bedazzling' yang Memukau Dunia Fashion dan Kecantikan

Tren bedazzling kembali populer di 2026! Temukan bagaimana sentuhan kristal dan rhinestones mengubah dunia fashion dan kecantikan lewat gaya maximalism yang memukau. Intip tren gem nails hingga dekorasi pakaian yang sedang viral di sini

Dunia mode dan kecantikan kembali diramaikan oleh sebuah tren yang membawa kembali kilauan nostalgia dari masa lalu. Setelah beberapa tahun terakhir dunia industri kreatif sempat didominasi oleh estetika minimalis yang bersih dan rapi, kini kita menyaksikan pergeseran drastis menuju gaya yang jauh lebih berani, ekspresif, dan penuh dengan dekorasi. Fenomena ini dikenal dengan istilah "bedazzling"—sebuah praktik menghias berbagai benda, mulai dari aksesori fesyen, pakaian, hingga elemen riasan wajah dan tubuh, menggunakan batu permata tiruan, manik-manik, kristal, dan rhinestones yang berkilau.

 

Bedazzling bukan sekadar tren sesaat ini adalah bentuk perayaan atas estetika maximalism yang mengajak individu untuk mengekspresikan diri tanpa batas. Jika sebelumnya kata "terlalu banyak" dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari, kini justru sebaliknya. Dalam dunia bedazzling, semakin banyak kilauan yang melekat, semakin menonjol dan menarik perhatian penampilan seseorang. Tren ini seolah menjadi jawaban atas kerinduan kolektif terhadap kegembiraan masa kecil, di mana menghias segala sesuatu dengan stiker atau manik-manik adalah aktivitas yang menyenangkan.

 

Source: Instagram/kyliejennner

 

Dampak dari fenomena ini terasa sangat nyata, terutama di sektor kecantikan. Salah satu tren yang paling menonjol adalah apa yang disebut sebagai *gem nails* atau seni kuku berhiaskan permata. Rhinestones kini tidak lagi hanya menjadi pemanis, melainkan elemen utama yang disusun menjadi pola bunga yang rumit, motif geometris, atau bahkan ditempelkan hingga menutupi seluruh permukaan kuku. Tren ini berhasil mendobrak batas-batas konvensional dalam manikur yang biasanya hanya fokus pada pemilihan warna cat kuku.

 

Tidak mengherankan jika para pesohor dunia turut ambil bagian dalam mempopulerkan tren ini. Kylie Jenner, yang dikenal sebagai salah satu *trendsetter* paling berpengaruh, menjadi salah satu tokoh yang secara konsisten mengusung estetika gemerlap ini dalam berbagai kesempatan. Melalui tampilan kuku yang dihiasi bunga-bunga dari rhinestones dan bebatuan besar, ia berhasil memicu antusiasme para penggemarnya untuk meniru gaya tersebut. Selain Jenner, nama-nama besar lainnya seperti Dua Lipa dan Sabrina Carpenter juga kedapatan memamerkan kuku dengan dekorasi permata di depan sorotan publik. Kehadiran mereka menegaskan bahwa tren ini bukan sekadar tren kecil yang eksklusif bagi kalangan tertentu, melainkan pergeseran budaya populer yang meluas secara global.

 

Source: Instagram/sabrinacarpenter, dualipa

 

Lebih dari sekadar kecantikan kuku, tren ini telah merambah secara masif ke ranah fesyen. Pakaian yang dulunya polos kini menjadi kanvas bagi kreativitas bedazzling. Jeans, kemeja, jaket, hingga aksesori kepala seperti topi kini dihiasi dengan susunan kristal yang disusun sedemikian rupa. Tidak terbatas pada pakaian wanita, tren dekorasi rhinestones ini bahkan mulai merambah ke dunia busana pria, menunjukkan bahwa keinginan untuk tampil berkilau adalah keinginan universal. Tas tangan, sepatu, dan bahkan barang sehari-hari seperti wadah minuman pun tidak luput dari sentuhan dekorasi ini.

 

Secara filosofis, kebangkitan bedazzling ini memiliki keterkaitan erat dengan semangat nostalgia era 90-an hingga 2000-an. Ada semacam kerinduan untuk kembali pada masa-masa di mana kerajinan tangan sederhana menjadi bentuk hiburan yang autentik. Bedazzling merangkul sisi menyenangkan dari masa kanak-kanak, menggabungkannya dengan konsep modern tentang *self-expression*. Di Indonesia sendiri, fenomena ini sebenarnya bukanlah hal baru. Masyarakat kita telah lama mengenal konsep "Topping Naykilla"—sebuah istilah yang menggambarkan kebiasaan menambahkan ornamen secara berlebihan pada benda apa pun hingga menyerupai taburan *topping* pada makanan penutup. Uniknya, konsep yang dulu sering kali dianggap sebagai gaya yang "berlebihan" oleh sebagian orang, kini justru mendapatkan validasi global. Dunia akhirnya menyadari bahwa apa yang sempat dianggap "terlalu ramai" sebenarnya adalah sebuah bentuk seni yang sangat personal dan menghibur.

 

Source: Instagram/tash_ps

 

Mengapa tren ini begitu memikat? Jawabannya terletak pada aspek psikologis yang ditawarkannya. Dalam dunia yang sering kali terasa serius dan penuh tekanan, aktivitas bedazzling memberikan ruang bagi individu untuk bermain, melakukan eksperimen, dan menciptakan sesuatu yang unik. Proses menempelkan setiap batu permata satu demi satu memberikan kepuasan tersendiri, layaknya meditasi yang produktif. Hasil akhirnya—penampilan yang berkilau—memberikan rasa percaya diri dan kebahagiaan bagi pemakainya.

 

Selain itu, kemudahan dalam mengakses bahan-bahan pendukung bedazzling, seperti stiker kristal yang praktis, membuat tren ini sangat demokratis. Siapa saja, dengan tingkat kreativitas apa pun, bisa dengan mudah mengikuti tren ini tanpa harus memiliki keahlian khusus. Stiker-stiker permata yang tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari bintang, hati, hingga bentuk geometris lainnya, memungkinkan setiap orang untuk menciptakan "karya seni" mereka sendiri di atas kulit, kuku, atau pakaian mereka. Video-video tutorial yang beredar di media sosial semakin mempercepat penyebaran tren ini, di mana para pembuat konten menunjukkan betapa mudah dan menyenangkannya proses *bedazzling* tersebut.

 

Source: Instagram/v.gribanova

 

Pengaruh media sosial memegang peranan kunci dalam fenomena ini. Algoritma yang mendukung konten visual estetik membuat karya-karya *bedazzling* sering kali muncul di lini masa pengguna. Tampilan kuku yang berkilau di bawah cahaya, atau pakaian yang memantulkan cahaya saat bergerak, memberikan efek visual yang sangat memikat untuk dibagikan. Ini menciptakan siklus tren yang terus berputar, di mana orang-orang merasa terinspirasi untuk membuat konten mereka sendiri setelah melihat kreasi orang lain yang luar biasa.

 

Dalam pandangan para ahli mode, fenomena bedazzling ini juga bisa dibaca sebagai reaksi atas kejenuhan terhadap tren *clean girl aesthetic* yang mendominasi sebelumnya. Jika estetika minimalis menuntut keteraturan, kesederhanaan, dan warna-warna netral, maka maximalism datang sebagai antitesis yang segar. Tren ini adalah pemberontakan kreatif yang merayakan keberagaman warna, bentuk, dan intensitas. Ini adalah cara bagi generasi sekarang untuk menyatakan bahwa dunia tidak harus selalu terlihat polos untuk menjadi indah.

 

Lebih jauh lagi, tren ini juga mencerminkan pergeseran dalam cara konsumsi mode. Alih-alih membeli barang-barang baru yang mahal, banyak orang kini lebih memilih untuk melakukan *upcycling* atau menghias ulang barang lama mereka agar terlihat baru dan trendi dengan sentuhan rhinestones. Ini merupakan langkah positif dalam keberlanjutan fesyen, di mana barang yang tadinya akan dibuang atau diabaikan, mendapatkan kehidupan kedua melalui kreativitas bedazzling.

 

Source: Instagram/guidottimartina_

 

Bedazzling adalah fenomena yang jauh lebih mendalam daripada sekadar menempelkan kristal pada benda. Ini adalah cerminan dari semangat zaman yang merindukan kegembiraan, ekspresi diri yang bebas, dan sentuhan nostalgia yang hangat. Baik itu melalui kuku yang berkilau, pakaian yang bertabur batu permata, atau sekadar stiker kristal di sudut mata, tren ini berhasil menyatukan banyak orang dalam satu visi yang sama: dunia akan jauh lebih menyenangkan jika kita berani menambahkan sedikit kilauan di dalamnya. Seiring berjalannya waktu, mungkin tren ini akan kembali berganti, namun semangat untuk berkreasi secara berani dan tanpa beban yang dibawa oleh bedazzling dipastikan akan meninggalkan jejak yang permanen dalam sejarah mode dan kecantikan modern.

 

Di tengah gempuran tren yang datang dan pergi dengan cepat, bedazzling berhasil bertahan dan berkembang karena kemampuannya untuk beradaptasi dengan gaya hidup modern yang serba cepat namun tetap menghargai sentuhan personal. Keberadaannya kini bukan lagi sekadar dekorasi, melainkan pernyataan bahwa dalam kesibukan dunia yang penuh dengan tuntutan, setiap orang berhak untuk bersinar dengan caranya sendiri—seberkilau apapun itu. Bagi mereka yang belum mencobanya, mungkin saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil stiker kristal tersebut dan mulai menghiasi dunia kecil Anda sendiri. Karena pada akhirnya, menjadi pusat perhatian bukanlah tujuan utama, melainkan perasaan puas dan bahagia saat melihat pantulan diri yang jauh lebih berwarna dan penuh kilauan.

 

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Plus Size Outfit Ideas: Tampil Paling On Point Musim Ini

Next Entry

Steal His Look! Rekomendasi Outfit Keren Ala Kim Mingyu

Next Entry

Mengapa Loro Piana Menjadi Busana Wajib Merekah di Kalangan Old Money?