Thea News
Tech and Technology // 2026 Arbia Zahira

Kenapa Mode Gelap (Dark Mode) Semakin Digemari? Benarkah Lebih Baik untuk Mata?

Apakah mode gelap atau dark mode benar-benar lebih baik untuk mata dan hemat baterai? Yuk, pahami fakta ilmiah, kelebihan, serta kekurangannya di sini.

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa hampir semua aplikasi dan sistem operasi saat ini menyediakan pilihan mode gelap atau dark mode? Mulai dari ponsel, laptop, media sosial, aplikasi perpesanan, hingga peramban internet, semuanya berlomba menghadirkan tampilan berlatar hitam atau abu-abu gelap. Bahkan, tidak sedikit pengguna yang langsung mengaktifkan mode gelap begitu membeli perangkat baru. Popularitas mode gelap bukan sekadar mengikuti tren. Banyak orang merasa tampilannya lebih modern, lebih elegan, sekaligus lebih nyaman dipandang, terutama saat malam hari. Di sisi lain, beredar pula anggapan bahwa mode gelap lebih sehat untuk mata dan mampu menghemat daya baterai perangkat. Namun, benarkah semua anggapan tersebut didukung fakta? Lantas, mengapa mode gelap semakin digemari? Apakah benar lebih baik dibandingkan mode terang? Berikut pembahasannya.

 

Apa Itu Mode Gelap dan Sejak Kapan Digunakan?

 

Mode gelap adalah tampilan antarmuka perangkat atau aplikasi yang menggunakan latar belakang berwarna gelap dengan teks berwarna terang. Kebalikan dari mode terang (light mode) yang selama bertahun-tahun menjadi standar, mode gelap mengurangi dominasi warna putih pada layar sehingga tampilan terlihat lebih redup. Meski baru populer dalam beberapa tahun terakhir, konsep mode gelap sebenarnya bukan hal baru. Pada era komputer tahun 1970-an hingga awal 1980-an, banyak monitor menggunakan layar hitam dengan tulisan hijau atau kuning karena keterbatasan teknologi saat itu. Setelah monitor berwarna berkembang, tampilan putih dengan teks hitam menjadi standar karena dianggap menyerupai kertas sehingga lebih nyaman untuk membaca dokumen dalam waktu lama. Popularitas mode gelap kembali meningkat pada dekade 2010-an. Banyak pengembang aplikasi mulai menyediakan pilihan tema gelap karena permintaan pengguna semakin besar. Puncaknya terjadi ketika sistem operasi besar seperti Android, iOS, Windows, dan macOS menghadirkan fitur mode gelap secara bawaan sehingga pengguna dapat mengaktifkannya hanya dengan beberapa sentuhan. Sejak saat itu, mode gelap tidak lagi dianggap sebagai fitur tambahan, melainkan menjadi salah satu standar yang hampir selalu tersedia pada perangkat digital modern.

 

Benarkah Mode Gelap Lebih Baik untuk Mata?

 

Inilah alasan yang paling sering dikaitkan dengan mode gelap. Banyak orang percaya bahwa latar belakang hitam membuat mata lebih rileks. Anggapan tersebut memang ada benarnya, tetapi tidak berlaku dalam semua kondisi. Saat berada di ruangan yang minim cahaya atau pada malam hari, mode gelap dapat mengurangi rasa silau akibat cahaya layar yang terlalu terang. Mata tidak perlu beradaptasi dengan kontras tinggi antara layar yang sangat terang dan lingkungan sekitar yang gelap. Karena itu, sebagian orang merasa mata menjadi lebih nyaman ketika membaca pesan atau menjelajahi media sosial sebelum tidur. Namun, bukan berarti mode gelap selalu lebih sehat untuk mata. Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa penggunaan mode gelap dapat mencegah kerusakan mata atau menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang. Keluhan mata lelah saat menggunakan perangkat digital lebih banyak dipengaruhi oleh lamanya menatap layar, jarak pandang yang terlalu dekat, pencahayaan ruangan yang kurang sesuai, serta kebiasaan jarang berkedip. Dalam kondisi ruangan yang terang, justru banyak orang lebih mudah membaca menggunakan mode terang. Hal ini karena teks hitam di atas latar putih memberikan kontras yang lebih jelas sehingga mata tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mengenali huruf, terutama ketika membaca artikel panjang atau dokumen. Dengan kata lain, mode gelap bukan obat untuk mengatasi mata lelah. Ia hanya dapat meningkatkan kenyamanan dalam situasi tertentu, terutama ketika digunakan pada lingkungan yang redup.

 

Apakah Mode Gelap Benar-Benar Menghemat Baterai?

 

https://www.techadvisor.com/

 

Selain alasan kesehatan mata, banyak pengguna memilih mode gelap karena dianggap lebih hemat baterai. Anggapan ini memang ada benarnya, tetapi hasilnya bergantung pada jenis layar yang digunakan perangkat. Secara umum, layar ponsel saat ini terbagi menjadi dua jenis yang paling umum, yaitu LCD serta OLED atau AMOLED. Perbedaan utamanya terletak pada cara layar menghasilkan cahaya. Agar lebih mudah dipahami, bayangkan layar LCD seperti satu lampu besar yang menerangi seluruh layar. Meskipun layar menampilkan warna hitam, lampu tersebut tetap menyala sehingga penggunaan daya tidak banyak berubah. Sementara itu, layar OLED dan AMOLED bekerja sedikit berbeda. Layar jenis ini terdiri dari jutaan titik kecil yang disebut piksel. Setiap piksel dapat menyala atau mati sendiri. Jadi, ketika layar menampilkan warna hitam, piksel pada bagian tersebut benar-benar dimatikan sehingga tidak mengonsumsi listrik. Semakin banyak area hitam yang ditampilkan, semakin sedikit daya yang digunakan. Karena itulah, ponsel dengan layar OLED atau AMOLED biasanya dapat menghemat baterai saat menggunakan mode gelap. Penghematan ini umumnya akan lebih terasa ketika tingkat kecerahan layar tinggi atau saat aplikasi yang digunakan banyak menampilkan warna hitam.  Sebaliknya, pada layar LCD, penggunaan mode gelap tidak memberikan penghematan baterai yang terlalu besar karena lampu yang menerangi seluruh layar tetap menyala. Perbedaannya biasanya hanya sedikit sehingga sulit dirasakan dalam penggunaan sehari-hari. Jadi, jika perangkat Anda menggunakan layar OLED atau AMOLED, mode gelap memang berpotensi membantu memperpanjang daya tahan baterai. Namun, apabila perangkat masih menggunakan layar LCD, manfaat tersebut umumnya tidak akan terlalu terasa.

 

Mengapa Banyak Orang Menyukai Mode Gelap?

 

Popularitas mode gelap ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh alasan teknis. Faktor psikologis dan estetika juga memiliki peran besar. Banyak orang menganggap tampilan gelap terlihat lebih modern, elegan, dan premium. Tidak heran jika banyak aplikasi gim, perangkat lunak penyunting foto, hingga aplikasi pemrograman menggunakan tema gelap sebagai tampilan bawaan. Selain itu, warna gelap membuat elemen penting seperti foto, video, maupun ikon aplikasi terlihat lebih menonjol. Ketika membuka layanan streaming film, misalnya, poster film akan tampak lebih hidup karena latar belakang yang gelap tidak mengalihkan perhatian pengguna. Mode gelap juga membuat sebagian orang merasa lebih nyaman saat menggunakan ponsel sebelum tidur karena cahaya layar tidak terlalu menyilaukan. Walaupun demikian, kenyamanan tersebut tetap bergantung pada tingkat kecerahan layar dan kondisi ruangan. Ada pula faktor kebiasaan. Semakin sering seseorang menggunakan mode gelap, semakin terbiasa pula matanya dengan tampilan tersebut. Akibatnya, ketika kembali menggunakan mode terang, layar justru terasa terlalu silau.

 

Kelebihan dan Kekurangan Mode Gelap

 

Mode gelap memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya disukai banyak pengguna. Selain dapat mengurangi rasa silau pada ruangan gelap, tampilannya juga lebih nyaman bagi sebagian orang ketika menggunakan perangkat pada malam hari. Pada perangkat dengan layar AMOLED atau OLED, mode gelap bahkan dapat membantu menghemat daya baterai. Dari sisi tampilan, banyak pengguna juga merasa antarmuka terlihat lebih modern dan elegan. Namun, mode gelap juga memiliki kekurangan. Membaca artikel panjang atau dokumen sering kali terasa lebih melelahkan bagi sebagian orang karena teks terang di atas latar hitam dapat menimbulkan efek cahaya yang membuat huruf tampak sedikit "berpendar". Kondisi ini membuat beberapa pengguna justru lebih cepat lelah ketika membaca dalam waktu lama. Selain itu, mode gelap tidak otomatis membuat mata menjadi lebih sehat. Jika seseorang tetap menatap layar selama berjam-jam tanpa istirahat, mata tetap dapat mengalami kelelahan, apa pun mode yang digunakan.

 

Mengapa Banyak Orang Tua Lebih Menyukai Layar Terang?

 

Fenomena ini cukup menarik. Banyak orang tua memang lebih nyaman menggunakan mode terang dengan tingkat kecerahan yang lebih tinggi. Hal tersebut bukan berarti mereka tidak cocok menggunakan mode gelap, melainkan berkaitan dengan perubahan kemampuan mata seiring bertambahnya usia. Seiring proses penuaan, lensa mata menjadi kurang mampu menangkap cahaya dibandingkan ketika masih muda. Akibatnya, banyak orang lanjut usia membutuhkan tampilan yang lebih terang agar tulisan terlihat jelas. Selain itu, kemampuan membedakan kontras juga cenderung menurun. Pada mode gelap, teks putih yang relatif tipis kadang terlihat kurang nyaman bagi sebagian orang, terutama jika ukuran huruf kecil. Sebaliknya, latar putih dengan tulisan hitam sering kali memberikan keterbacaan yang lebih baik. Tidak sedikit pula orang tua yang sudah bertahun-tahun terbiasa menggunakan tampilan terang sejak era komputer dan telepon genggam generasi awal. Faktor kebiasaan membuat mereka merasa mode terang lebih alami dan lebih mudah digunakan. Karena itu, tidak tepat jika menganggap orang tua "tidak cocok" menggunakan mode gelap. Sebagian mungkin menyukainya, tetapi sebagian lain memang merasa mode terang lebih nyaman karena alasan fisiologis maupun kebiasaan.

 

Tips Menggunakan Mode Gelap agar Tetap Nyaman

 

https://www.popsci.com/

 

Mode gelap akan terasa lebih nyaman jika digunakan dengan cara yang tepat. Pertama, sesuaikan mode layar dengan kondisi lingkungan. Saat berada di ruangan terang atau di luar ruangan pada siang hari, mode terang sering kali memberikan keterbacaan yang lebih baik. Sebaliknya, saat malam hari atau berada di ruangan redup, mode gelap dapat mengurangi rasa silau. Kedua, jangan mengatur tingkat kecerahan terlalu tinggi hanya karena menggunakan mode gelap. Banyak pengguna mengaktifkan mode gelap tetapi tetap menggunakan kecerahan maksimum sehingga manfaatnya menjadi berkurang. Ketiga, perbesar ukuran huruf apabila Anda sering membaca artikel panjang. Huruf yang sedikit lebih besar akan lebih nyaman dibaca, baik pada mode terang maupun mode gelap. Keempat, manfaatkan fitur penyesuaian otomatis yang kini tersedia di banyak perangkat. Beberapa sistem operasi dapat mengubah mode terang menjadi gelap secara otomatis mengikuti waktu, misalnya mode terang pada siang hari dan mode gelap saat malam. Terakhir, tetap terapkan kebiasaan sehat saat menggunakan perangkat digital. Istirahatkan mata secara berkala dengan menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau sekitar 6 meter selama 20 detik. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi ketegangan mata akibat terlalu lama menatap layar. Selain itu, tidak semua aplikasi harus selalu menggunakan mode gelap. Untuk aplikasi yang digunakan membaca artikel singkat, media sosial, menonton video, atau berkirim pesan, mode gelap biasanya sudah cukup nyaman, terutama pada malam hari. Namun, jika Anda sering bekerja dengan dokumen seperti Microsoft Word, Google Docs, atau Microsoft Excel, mode terang sering kali lebih nyaman karena tampilan halaman menyerupai kertas asli sehingga tulisan lebih mudah dibaca dan hasilnya lebih sesuai saat dicetak. Bahkan pada beberapa aplikasi, meskipun tema antarmukanya dibuat gelap, halaman dokumennya tetap berwarna putih agar pengguna dapat melihat isi dokumen seperti hasil cetaknya nanti. 

 

Jadi, Perlukah Selalu Menggunakan Mode Gelap?

 

https://culturedcode.com/

 

Pada akhirnya, tidak ada jawaban yang benar-benar mutlak. Mode gelap bukan berarti selalu lebih baik daripada mode terang, begitu pula sebaliknya. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing dan lebih cocok digunakan dalam situasi yang berbeda. Jika Anda sering menggunakan ponsel pada malam hari, menyukai tampilan yang lebih modern, atau memiliki perangkat dengan layar AMOLED, mode gelap bisa menjadi pilihan yang menarik. Sebaliknya, jika pekerjaan Anda banyak berkaitan dengan membaca dokumen, menulis, atau bekerja di ruangan yang terang, mode terang mungkin akan terasa lebih nyaman. Yang terpenting bukanlah memilih mode gelap atau terang, melainkan menggunakan perangkat secara bijak. Mengatur tingkat kecerahan yang sesuai, menjaga jarak pandang, beristirahat secara berkala, dan tidak menatap layar terlalu lama akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi kenyamanan mata dibandingkan sekadar mengganti warna tampilan layar. Pada akhirnya, mode gelap merupakan fitur yang memberikan pilihan, bukan aturan. Setiap orang memiliki kenyamanan visual yang berbeda-beda. Karena itu, pilihlah mode yang paling sesuai dengan kebutuhan, kondisi lingkungan, dan kenyamanan mata Anda, bukan semata-mata karena sedang menjadi tren.

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

5 Tren Kegiatan Gaming Viral yang Paling Sering Dimainkan Netizen

Next Entry

Mengenal Cloud Storage, Tempat Menyimpan Data yang Bisa Diakses Kapan Saja

Next Entry

Tips Jaga Privasi Digital: Trik Simpel Biar Data Pribadimu Gak Gampang Bocor