Mengenal Kesehatan Holistik, Kesehatan Keseluruhan untuk Hidup yang Lebih Baik
Kesehatan holistik mencakup keseimbangan sejumlah aspek penting. Orang-orang mulai menelaah makna holistik sebagai gaya hidup yang lebih sehat, baik secara fisik, emosi, jiwa, sosial, dan spiritual.
Kesehatan secara garis besar bukan hanya tentang jiwa atau fisik, tetapi mencangkup keseluruhan yang ada pada tubuh. Hal ini kemudian disebut sebagai kesehatan holistik. Mengutip dari artikel Halodoc 'Holistik Adalah: Pengertian dan Manfaat Bagi Hidup,' mengungkapkan bahwa holistik berasal dari kata holos dalam Bahasa Yunani yang berarti keseluruhan. Sedangkan menurut buku berjudul Achieving Whole Health: A New Approach for Veterans and The Nations karya Meisnere dan South-Paul, mengatakan bahwa kesehatan secara menyeluruh butuh pendekaan banyak dimensi dan terintegrasi, mengakui urgensi dari berbagai hubungan, antara manusia, kepribadian, serta modalitas pengobatan biopsikososial dengan melibatkan praktisi kesehatan tambahan. Dari kutipan tersebut dapat dikatakan bahwa kesehatan holistik berarti sehat secara menyeluruh, baik fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual. Konsep ini dianggap lebih sesuai dengan kehidupan di masyarakat era sekarang yang punya aktivitas lebih kompleks, baik individu maupun berhubungan dengan orang lain.
Pendekatan Kesehatan Holistik untuk Kehidupan Sehari-hari
Telah disebutkan sebelumnya, kesehatan bukan hanya tentang bagaimana fisik dan mental yang berlaku baik, tetapi juga memperhatikan aspek lain yang berhubungan dengan manusia, seperti emosional, sosial, serta spiritual. Mengutip dari artikel The 8 Dimension of Wellness oleh Dr. Li Ping Su-Kubricht, seorang konselor mahasiswa dari Rocky Mountain University of Health Professions menuliskan jika kesehatan bersifat multidimensi dan tertintegrasi antara tubuh, pikiran, dan jiwa. Sejumlah dimensi saling terhubung satu sama lain. Pendekatan kesehatan multidimensi sendiri memang sudah diadopsi selama beberapa dekade terakhir. Pendekatan holistitk tidak hanya membahas terkait masalah dan isu, melainkan kesejahteraan yang positif dan motivasi individu dalam mengelola apa yang terjadi agar tidak terjerumus pada krisis lebih berat. Hal ini menunjukan bahwa penyelesaian gangguan kesehatan bukan hanya terpaku ketergantungan pada satu hal, tetapi mendorong manusia mengelola kebutuhan secara menyeluruh, memanfaatkan aspek-aspek penting yang bisa diterapkan sebagai gaya hidup sehat sehari-hari.

Dimensi Kesehatan Holistik
Kesehatan holistik atau kesehatan multidimensi, sesuai namanya punya beberapa komponen yang penting. Dimensi tersebut diantaranya emosional, fisik, spiritual, sosial, intelektual, finansial, kesehatan lingkungan, dan kesehatan kerja. Masing-masing dari dimensi punya peran yang penting serta karakter menonjol. Dari delapan dimensi saling berintegrasi satu sama lain, sehingga harus terisi seimbang. Rasanya akan ada yang ketimpangan bila ada yang kurang atau justru berlebihan.
Pertama, dari kesejahteraan emosional, di sini mencakup kemampuan seseorang dalam mengatasi stres, menunjukan emosi, dan selalu berpikiran postifi terhadap hidupnya. Kondisi tersebut termasuk bagaimana seseorang sadar dan menerima berbagai pikiran, perasaan, dan perilaku, kemudian diolah secara sehat. Melalui kesejahteraan emosi, manusia pun dapat mengenali apa yang bisa dan tidak bisa dieksplorasi, menetapkan seberapa batas suatu hal mampu ditoleransi. Kedua, dimensi yang dipertimbangkan yaitu fisik. Hal fisik ini meliputi bagaimana seseorang dapat mengelola kesehatan tubuhnya. Komponen-komponen yang termasuk ke dalam kesehatan fisik diantaranya pola makan, pola tidur, olahraga, dan segala perawatan yang berhubungan diri. Dimensi ini membicarakan tentang seseorang secara sadar bahwa pengelolaan diri mampu menciptakan tubuh yang sehat dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari. Dilanjutkan dimensi kesejahteraan spiritual yang membahas terkait eksistensi manusia, sekaligus mengambangkan hubungan antara diri dan alam semesta.

Dimensi holistik berikutnya berkaitan dengan kesejahteraan sosial. Dalam bidang sosial, dimensi ini membahas tentang bagaimana manusia berhubungan dengan orang lain, membangun komunikasi yang baik antar komunitas, saling menghormati, juga menunjukkan minat serta kepedulian atau empati pada pihak yang membutuhkan. Dimensi holistik, tidak akan lengkap tanpa adanya intelektual. Sesuatu yang mendorong seseorang berpikir kreatif, merangsang mengembangkan kemampuan memahami sudut pandang dari berbagai kalangan. Saat orang sudah punya referensi yang banyak, mereka dengan mudah memutuskan sesuatu berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Intelektual mampu menggali potensi diri untuk dimaksimalkan menembus batas yang lebih menantang. Tidak lupa terdapat dimensi keungan. Uang bisa dibilang hal krusial yang mempengruhi kehidupan manusia, dari segi psikis, disik, bahkan spiritual. Apalagi di era ini, semua hal butuh uang, maka dari itu, manusia bekerja untuk mendapatkan uang guna memenuhi kebutuhan serta keinginan. Uang bisa jadi prestis yang memberikan status pada seseorang. Dilanjutkan dimensi lingkungan, dimana lingkungan jadi tempat bernaung manusia. Lingkungan jadi wadah manusia dalam mengeksplorasi bakat serta minatnya, seperti tinggal, bekerja, belajar, dan berkomunikasi. Terakhir, dimensi kerja, ruang untuk manusia memberikan effort dalam beraktivitas sesuai tujuan yang sejak awal sudah dimiliki. Kerja tidak hanya soal mencari uang, tapi melakukan hobi, berteman, dan meluangkan waktu pribadi. Kedelapan dimensi itulah yang membangun kesehatan holistik agar kehidupan tetap seimbang, baik dari pikiran, fisik, emosional, sosial, dan spritual.
Manfaat Kesehatan Holistik
Tentu orang memiliki tujuan mengapa mereka mempelajari tentang kesehatan holistik. Orang-orang pastinya ingin memiliki tubuh yang sehat secara keseluruhan. Mereka ingin mencapai kesempurnaan hidup dimana aktivitas dapat berjalan secara normal, baik, dan memberikan dampak positif pula kepada orang lain. Selayaknya delapan dimensi yang saling berintegrasi satu sama lain, membentuk sebuah sistem yang terhubung. Akan terasa hampa saat ada yang merasa kurang atau berlebihan. Namun, waktu kesehatan holistik dapat dikuasai dengan matang, maka tidak bohong orang mampu menguasai setiap tindakannya dalam berbagai hal. Memelajari kesehatan holistik memiliki sederet manfaat baik. Pertama, kesehatan holistik bisa mengurangi stres dan kecemasan, caranya yaitu dengan menguasai teknik meditasi yang ditujukan pada ketenangan pikiran. Teknik ini nantinya akan mengarah pada dimensi emosional dan spiritual. Kedua, saat manusia sudah mampu mengendalikan dimensi fisiknya dengan menerapkan pola hidup sehat, mereka mampu mengatur bagaimana cara untuk bergerak dan berhenti, kapan harus bekerja dan beristirahat. Ketiga, baiknya pola makan, dapat menjadi pemicu yang baik untuk mempertahankan kekebalan tubuh. Aspek inipun dipengaruhi oleh dimensi lingkungan yang baik, sehat, juga bersih. Keempat, menguasai kesehatan holistik dapat rasa sakit. Kita perlu tahu, bahwa semua penyakit memang tidak harus disembuhlan dengan obat. Kadang kala ada sakit yang awalnya berpusat pada pikiran, perut, atau aktivitas yang membuat lelah berlebihan. Sakit bisa disembuhkan dengan mengatur dan menyeimbangkan delapan dimensi dalam kesehatan holistik. Mungkin meditasi, makan dan minum hidangan sehat, tidur teratur, dan sebagainya, jadi kunci tubuh yang sehat juga imun kuat. Kelima, kesehatan mental jauh lebih terjaga. Kesehatan holistik menjadi kunci mengembalikan keseimbangan hidup dari dalam. Orang bisa mengatur emosinya terhadap situasi yang dihadapi.
Kesehatan holistik pada dasarnya adalah kesehatan secara menyeluruh. Terdapat delapan dimensi yang menjadi dasar terbentuknya whole health. Semua terintegrasi membentuk sebuah sistem yang terhubung. Kesehatan holistik mampu membawa kehidupan jauh lebih matang, seimbang, dan penuh perhitungan. Tanpa kita sadari, seseorang dapat memulai kehidupan holistik dengan langkah sederhana, seperti memenuhi nutrisi, olahraga teratus, menejemen emosi, membangun hubungan sosial yang baik, serta melaksanakan kegiatan spiritual.
Featured image: pexels.com/Vlada Karpovich