Thea News
Recomendation // 2026 Lea

Ragam Kuliner Unik dari Jogja, Presensi Menakjubkan yang Jarang Diekspos

Jogja istimewa dengan identitas kuliner yang melekat. Beberapa di antaranya terkenal, tapi adapun yang eksistensinya masih kurang populer. Di sini, sejumlah hidangan akan diulas sebagai bahan referensi untuk eksplorasi kuliner Jogja yang lebih luas.

 

Jogja adalah kota yang indah, sarat akan budaya dan kearifan lokal. Budaya yang berkembang di Jogja dapat disaksikan dari berbagai hal, mulai dari tindakan, seni, hingga kuliner. Masing-masing berperan sebagai citra yang melekat, menjadi identitas Jogja bisa dikenal dan diingat oleh orang-orang.

 

Omong-omong soal kuliner, Jogja punya beragam hidangan yang menggugah selera. Di samping adanya gudeg serta bakpia yang telah mendunia, ada menu-menu unik underrated lain yang bisa kamu cicipi waktu main ke Jogja. Eksistensinya memang terbatas, tapi tidak ada salahnya buat mencobanya sesekali.

 

Cek di bawah buat rekomendasi kuliner unik di Jogja!

 

Dawet Sambel

 

Source: jogjaprov.go.id

 

Pernahkah kamu mendengar makanan bernama dawet sambel?

Jika dawet biasanya bercita rasa manis gula dan gurih santan, maka kamu bisa mendapatkan pengalaman berbeda melalui dawet sambel. Kuliner unik ini bisa kamu temukan di kawasan Kabupaten Kulon Progo, tepatnya di Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo. Lokasinya ada di sisi barat Jogja dengan waktu tempuh perjalanan kurang lebih 1-1,5 jam dari pusat kota.

 

Sesuai namanya, dawet sambel ini bukan hidangan manis legit, melainkan punya sensasi gurih nan pedas. Bintang utamanya masih tetap dawet atau cendol, tapi kondimen lainnya jauh lebih kompleks. Dawet ini tidak menggunakan nangka dan santan sebagai pelengkap, tetap memakai kecambah dan bawang goreng. Lalu disiram menggunakan saus kental berwarna kecokelatan.

 

Soal rasa, dawet sambel jelas berbeda dari dawet pada umumnya. Rasa pedas dan gurih itu berasal dari saus pecel yang digunakan sebagai siraman dawet. Kemudian teksturnya cukup beragam, karena bahan dasar dawet sendiri berasal dari pati ganyong, jadi lebih kenyal serta aromanya berbeda. Disambung kondimen lain yang membuat permainan teksturnya semakin lengkap. Harga satu porsi dawet sambel berkisar Rp 5.000-Rp 10.000 saja.

 

Geblek dan Besengek Tempe

 

Source: instagram.com/humasjogja

 

Masih ada di Kulon Progo, setelah kamu mencicip dawet sambel, kamu bisa berburu kuliner yang disebut geblek dan besengek tempe. Makanan ini tersebar luas, mudah di dapat di setiap area kabupaten ini. Khususnya di Kapanewon Pengasih, ada sentra geblek di kawasan Clereng.

 

Geblek adalah makanan tradisional Jogja yang terbuat dari tepung kanji dan dicampur bumbu-bumbu sederhana, seperti bawang, kelapa, dan garam. Bentuknya unik, menyerupai angka delapan atau rantai. Sedangkan teksturnya kenyal, dengan bagian luar terasa renyah setelah digoreng. Citarasanya asin gurih, light, tidak berlebihan.

 

Geblek sangat cocok dinikmati bersama besengek tempe koro. Kacang koro adalah jenis kacang yang punya ukuran biji lebih besar, renyah, serta padat. Besengek artinya memasak atau mengungkep menggunakan santan dan rempah-rempah dalam kurun waktu tertentu. Walau dimasak dengan jangka waktu lama, besengek tempe tidak hancur, masih ada kesan crunchy di setiap gigitannya. Bagian luarnya diselimuti santan gurih yang sangat kawin dengan rasa manis dari tempe. Geblek dan besengak tempe ini dijual dengan pasaran mulai dari Rp 500 saja.

 

Peyek Tumpuk

 

Source: instagram.com/jajanbantul

 

Banyak orang suka peyek atau rempeyek karena asyik kalau dijadikan teman makan. Nah, di Jogja sendiri ada satu jenis peyek yang menarik untuk dicoba. Namanya peyek tumpuk, lahir dan populer di kawasan Kabupaten Bantul. Kalau kamu ingin ke pusat pembuatan peyek ini, waktu tempuh perjalanannya kurang lebih 40-60 menit saja, kok, dari pusat Kota Jogja.

 

Peyek biasanya berbentuk lebar dan pipih, lalu di atasnya ditaburi toping seperti kacang atau ikan asin. Namun, peyek tumpuk punya desain bentuk yang lebih unik, yaitu bagian dasarnya berlapis-lapis atau bertumpuk. Jadi, pada proses pembuatannya, adonan akan dituang beberapa kali sampai nanti hasil akhirnya jadi agak tebal.

 

Rasa peyek tumpuk sebenarnya tidak jauh berbeda dari peyek pada umumnya, kok. Hanya saja bentuknya menarik, tidak terlalu presisi, tebal, tapi tetap empuk. Kacang tanah yang biasanya terlihat di permukaan adonan krispi, justru tergulung di dalam peyek tumpuk ini. Bisa dipastikan setiap gigitannya kamu bisa merasakan kombinasi seimbang antara peyek dan toping-nya. Peyek ini dijual dalam berbagai ukuran, mulai dari 250 gram sampai 1 kg. Harganya start dua puluh ribuan sampai ratus ribuan, tergantung dari ukuran yang dipesan.

 

Walang Goreng

 

Source: instagram.com/misshotrodqueen

 

Gunungkidul adalah salah satu kabupaten di Jogja yang ramai akan wisatawan setiap harinya, khususnya ketika libur telah tiba. Di samping panorama alamnya yang luar biasa, di sini terdapat banyak kuliner unik, menarik, dan ekstrim yang bisa dicoba. Salah satunya adalah belalang atau walang goreng yang sudah mulai dikenal khlayak umum.

 

Ya, di Gunungkidul, walang atau belalang adalah hewan yang sering diburu untuk dikonsumsi. Walang bisa dimasak dengan berbagai metode, tapi umumnya walang digoreng sudah punya rasa yang nikmat. Olahan sederhana ini bisa kamu temukan di warung, restoran, bahkan pinggir jalan jika kamu melakukan perjalanan ke Gunungkidul.

 

Walang dianggap sebagai kuliner yang tak lazim, meskipun masyarakat lokal sana mengaku mengonsumsinya merupakan keseharian. Walang ini punya rasa daging yang enak, gurih, tapi tipis. Jika digoreng, luarnya akan terasa renyah. Dinikmati sebagai camilan atau lauk, sama-sama nikmatnya. Biasanya, walang goreng dijual per kemasan atau per porsi dengan harga Rp 10.000 saja sampai ratus ribuan.

 

Jajanan Kuno di Pasar Gede

 

Source: budaya.jogjaprov.go.id/museum

 

Jalan-jalan ke Jogja, rasanya belum lengkap kalau kamu tidak mengunjungi Kotagede, lokasinya ada di sisi selatan Kota Jogja, dengan waktu tempuh kurang lebih 10-20 menit saja dari pusat kota. Dulunya, kawasan ini merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Islam. Bekas-bekas peninggalan kerajaan pun masih bisa disaksikan. Salah satu bangunan kuno yang bisa kamu saksikan yaitu Pasar Gede.

 

Sejak dulu Pasar Gede berfungsi sebagai pusat jual-beli, roda penggerak ekonomi di lingkungan sekitar. Sampai sekarang, Pasar Gede masih beroperasi dengan sistem yang lebih modern. Namun, panganan-panganan jadul di masa lalu masih tertinggal sampai sekarang.

 

Pertama, kalau kamu ke Kotagede, jangan lupa untuk mencicip kipo. Makanan ini termasuk ke daftar kuliner kuno yang masih eksis hingga kini. Kipo punya bentuk pipih hijau dan berisi unti kelapa. Kulit luarnya kenyal karena terbuat dari tepung beras, sedangkan bagian dalamnya manis dari kombinasi gula serta parutan kelapa muda. Kipo punya aroma smoky karena dipanggang terlebih dahulu sebelum disajikan.

 

Selanjutnya, ada juga kue kuno yang bernama kue kembang waru. Kue kembang waru punya ukuran besar dengan bentuk seperti bunga waru. Di masa lalu, banyak pohon-pohon waru yang tumbuh di sepanjang jalan Kotagede. Keberadaan kue kembang waru konon katanya sudah ada sejak Mataram Islam masih berdiri. Kue ini punya tekstur yang padat dan agak seret ketika dimakan. Rasanya manis serta aromanya harum. Harga satu bijinya hanya berkisar Rp 3.000 saja.

 

Kue jadul lain unik yang bisa dicoba yaitu kue moho. Sayangnya, kue moho sekarang sudah mulai langka, walaupun kamu tetap bisa menemukannya di Pasar Gede. Kue ini punya bentuk yang besar, mekar, berwarna merah muda kombinasi pink. Teksturnya empuk, begitu nikmat ketika dimakan saat hangat. Aromanya wangi khas, karena penggunaan daun pisang sebagai alas. Citarasanya ringan, tidak terlalu manis.

 

Faktanya, Jogja bukan hanya terkenal akan keindahan wisatanya, melainkan kaya juga dengan kuliner yang menakjubkan. Seluk beluk daerah di seluruh wilayahnya bisa kamu eksplor bila ada waktu luang. Makanan-makanan di atas hanya segelintir dari hidden gem yang dapat kamu temukan saat bertandang ke Jogja.

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Bukan Cuma Soal Pesta: Beberapa Hal Krusial yang Wajib Disiapkan Sebelum Menikah

Next Entry

Apa Itu Dubai Chewy Cookie? Mengenal Dessert Viral yang Sedang Diburu Banyak Orang

Next Entry

Rekomendasi Bakpia Legit untuk Oleh-oleh dari Jogja!