Rekap Hasil BYON Madness 5 Bandung:
Daftar Pemenang & Peraih Golden Ticket Grand Prix
Daftar lengkap pemenang BYON Madness 5 Bandung tadi malam! Ketahui para petarung yang sukses amankan tiket emas ke BYON World Grand Prix.
BANDUNG — Industri olahraga tarung (combat sports) tanah air kembali mencatatkan tonggak sejarah baru yang membanggakan. Untuk kali pertama dalam catatan penyelenggaraannya, ajang penuh gengsi dan adrenalin tinggi, BYON Madness, keluar dari zona nyamannya di ibu kota dan memboyong kemeriahan skala masifnya ke Kota Kembang. Berlangsung megah di Bandung Arena, Cikutra, Bandung, pada Sabtu, 3 Oktober 2026, BYON Madness 5 sukses membius ribuan pasang mata, baik yang hadir langsung di venue maupun yang menyaksikan secara daring.
Sebagai salah satu panggung pertarungan paling dinanti tahun ini, edisi kelima ini mengusung tajuk istimewa. Dikenal luas sebagai seri turnamen yang memegang rekor rasio knockout (KO) tertinggi di dalam sejarah penyelenggaraan BYON, rangkaian acara kali ini dirancang jauh lebih kolosal, brutal, sekaligus krusial. Pasalnya, malam pembantaian di atas ring tersebut tidak hanya menyajikan pertunjukan hiburan adu jotos semata, melainkan menjadi babak penyisihan penentu atau panggung terakhir bagi para atlet elit untuk mengamankan tiket menuju ajang bergengsi kelas dunia, BYON World Grand Prix.

Ekspansi Perdana ke Bandung: Membangun Ekosistem Olahraga Tarung yang Merata
Keputusan pihak promotor untuk memboyong megahnya gelaran BYON Madness 5 keluar Jakarta dan memilih Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan perdana tentu bukan tanpa pertimbangan matang. Kota Bandung dikenal memiliki basis massa pendukung setia olahraga tarung yang sangat militan, kreatif, serta memiliki antusiasme luar biasa tinggi terhadap perkembangan combat sports modern di Indonesia. Dalam sesi konferensi pers yang digelar sehari menjelang pertandingan, pihak manajemen menegaskan bahwa ekspansi regional ini merupakan langkah strategis yang esensial.
Tujuannya jelas: mendekatkan atmosfer kompetisi tingkat tinggi secara langsung kepada para atlet berbakat daerah serta memanjakan para penggemar setia yang selama ini hanya bisa menikmati keseruan melalui layar kaca. Kehadiran Bandung Arena yang dipadati oleh penonton sejak sore hari menjadi bukti nyata bahwa animo publik Jawa Barat terhadap olahraga ini sangat luar biasa. Lebih dari sekadar tontonan hiburan akhir pekan, ekosistem yang dibangun melalui ajang ini memberikan ruang pembuktian yang adil bagi para gladiator modern untuk mengasah mental, menaikkan nilai jual diri, dan menembus batas kemampuan menuju panggung internasional.
Deretan Main Card Sarat Emosi dan Perang Urat Saraf
Malam puncak BYON Madness 5 menyuguhkan jajaran fight card utama yang benar-benar memancing jantung berdegup kencang. Sebanyak 12 partai panas disiapkan untuk memanjakan para pecinta adu jotos tanah air. Atmosfer panas sudah terasa jauh-jauh hari sebelum bel ronde pertama dibunyikan, terutama berkat bumbu-bumbu rivalitas personal dan perang urat saraf (psywar) di antara para petarung. Berikut daftar lengkap para pemenang dari ajang BYON Madness 5 di Bandung berdasarkan hasil pertandingan tadi malam:
1. Duel Sarat Gengsi: Yearmie Lee (Sun Go Kong) vs Mohamad Redho (Redho Rocky)
Laga pembuka tensi tinggi langsung tersaji lewat pertemuan antara Yearmie Lee, yang lekat dengan julukan "Sun Go Kong", menghadapi perlawanan sengit dari Mohamad Redho alias Redho Rocky. Pertarungan ini menyita perhatian publik lantaran gaya bertarung keduanya yang sama-sama agresif dan pantang mundur. Jual beli pukulan keras sejak detik awal ronde pembuka membuat penonton di Bandung Arena bergemuruh, membuktikan bahwa penunjukan mereka sebagai salah satu daya tarik utama sangatlah beralasan.
Pemenang, Mohamad Redho 'Rocky': Berhasil mematahkan dominasi Sun Go Kong dan meraih kemenangan penting.
2. Benturan Mental: Turkish Boy Tantang Rekor Bersih Adam Maulana
Salah satu tajuk paling disorot dalam fight card utama adalah pertemuan antara Khansa Andhika, yang populer dengan sebutan Turkish Boy, berhadapan dengan petarung tangguh Adam Maulana. Rivalitas keduanya kian memanas setelah pada sesi jumpa pers sebelumnya, Turkish Boy secara terbuka melontarkan janji provokatif untuk memenangkan pertandingan via KO cepat pada ronde pertama. Kendati demikian, tantangan terbuka tersebut disambut dingin oleh Adam Maulana. Di atas atas kertas maupun rekam jejak kariernya, Adam dikenal sebagai petarung bermental baja yang hingga saat ini belum pernah sekalipun merasakan kekalahan lewat hasil KO. Benturan antara ambisi besar sang Turkish Boy dan ketangguhan mental pertahanan Adam menciptakan perang taktik kelas wahid yang memuaskan ekspektasi penonton.
Pemenang, Khansa 'Turkish Boy' Andhika: Berhasil meraih kemenangan KO pada dream match-nya. Mengalahkan Adam hanya dengan satu ronde
3. Adu Strategi Kelas Berat: Kabilan Jelevan vs Umarusman
Tidak kalah menarik, bentrokan antara Kabilan Jelevan kontra Umarusman juga menyajikan tontonan teknik bertarung tingkat tinggi. Kabilan datang dengan karakter khasnya yang mengandalkan tekanan konstan (pressure) serta daya tahan tubuh (durability) yang luar biasa. Di sisi lain, Umarusman tampil cerdas dengan mengandalkan kelincahan kaki (footwork), pergerakan lincah, serta variasi serangan akurat dari berbagai sudut arah mata angin. Pertarungan ini menjadi panggung pembuktian klasik: apakah gempuran agresif Kabilan mampu meredoux ketangkasan, atau justru mobilitas tingkat tinggi Umar yang sukses melumpuhkan pertahanannya?
Pemenang, Umarusman: Berhasil meraih kemenangan dan mengamankan Golden Ticket menuju World Grand Prix. Mengalahkan Kabilan.
4. Perang Siku Mematikan: Amir Zolfi vs Awangku Abdul Rahman (Aman Koboi)
Penggemar striking teknis juga dimanjakan oleh duel kelas welter antara Amir Zolfi melawan Awangku Abdul Rahman yang akrab disapa Aman Koboi. Keduanya memiliki spesialisasi senjata mematikan yang sama, yakni serangan siku (elbow), namun dengan pendekatan taktis yang bertolak belakang. Amir dikenal sangat ofensif dengan gelombang serangan siku agresif (offensive elbow), sementara Aman Koboi merupakan tipe petarung kalkulatif yang mengandalkan teknik serangan balik presisi tinggi (counter elbow) berdasarkan timing sempurna. Duel adu siku ini praktis menjadi salah satu partai paling teknis malam itu.
Pemenang, Amir 'The Monster' Zolfi: Pertarungan darah. Amir Berhasil comeback dan mempertahankan posisinya memuncaki peringkat 1. Membuat Aman Koboi Terkapar K.O.
5. Representasi Srikandi Ring: Hegyzy vs Krystel Angel
Dari kategori wanita, panggung BYON Madness 5 mempertemukan Shakira Hegy Azzahra (Hegyzy) dengan petarung tangguh Krystel Angel. Pertarungan srikandi ini membuktikan bahwa olahraga tarung keras bukan lagi monopoli kaum adam. Perbedaan latar belakang disiplin bela diri dan variasi gaya bertarung keduanya melebur menjadi sebuah pertunjukan estetika bela diri sekaligus perang mental yang memukau di atas kanvas.
Pemenang, Shakira 'Hegyzy' Azzahra: Berhasil meraih kemenangan di kandangnya sendiri, Mewakili Indonesia mengalahkan atlet petarung Angel dari Malaysia.

Tujuh Pertarungan Brutal Pelengkap Menuju Panggung Dunia
Selain lima partai utama yang menyedot perhatian publik, malam akbar di Bandung Arena juga dilengkapi oleh tujuh pertarungan tambahan (undercard) yang tidak kalah garang dan penuh misi krusial:
Rachmat Rizal Gozali (KKCAL) vs Rendi Singgih
Sebuah duel hidup-mati demi mengamankan satu tiket sisa penentuan wakil resmi Indonesia di kelas 61 kg.
Pemenang, Rachmat Rizal 'KKCAL' Gozali: Berhasil meraih kemenangan dan mendapatkan tiket terakhir untuk mewakili Indonesia di World Grand Prix. Mengalahkan Rendi Singgih.
Ardiansyah vs Aditya Armadani
Pertarungan sarat gengsi memperebutkan kesempatan emas terakhir untuk mewakili Merah Putih di kelas 67 kg ajang World Grand Prix.
Pemenang, Aditya Armadani: Resmi keluar sebagai pemenang dan mendapatkan Golden Ticket untuk mewakili Indonesia di BYON World Grand Prix kelas 67 kg. Aditya Armadani asal Jawa Barat berhasil mengalahkan Ardiansyah.
Topnoi Kiwram vs Meven Jourdain
Bentrokan internasional untuk menyaring petarung terbaik yang berhak membawa panji negaranya melaju ke panggung Grand Prix global.
Pemenang, Meven Jourdain: Petarung internasional asal France ini berhasil meraih kemenangan dan mengamankan Golden Ticket menuju panggung World Grand Prix. Mengalahkan TOPNOI dari Thailand.
Iman Rakib vs Muhammad Adib Lee
Duel regional penting guna menentukan predikat wakil terbaik menuju fase lanjutan kompetisi internasional.
Pemenang, Iman Rakib: Berhasil meraih kemenangan penting dan resmi mengamankan satu tiket (Golden Ticket) menuju panggung BYON World Grand Prix. Mengalahkan Adib Lee hingga K.O.
Fatkur Rozi vs Tovan’El Gangsing’ Nopian Pertarungan penentuan gengsi untuk menguasai takhta puncak tangga peringkat di kelas 57 kg.
Pemenang, Tovan 'El Gangsing' Nopian: Sukses menumbangkan sang petarung peringkat 1, Fatkur Rozi lewat aksi memukau di kelas featherweight kickstriking.
Mitra Waruwu vs Hendrikus Lelo
Ujian mental bagi pengalaman panjang Mitra yang ditantang oleh ambisi besar Hendrikus untuk mencatatkan rekor sejarah tampil di tiga kelas berbeda.
Pemenang, Mitra 'Niassasin' Waruwu: Berhasil mengalahkan lawannya, Hendrikus Lelo, pada debutnya di kelas 55 kg.
Amin Guliyev vs Hakim Bah
Laga penutup rangkaian penyisihan ketat demi mengunci slot krusial menuju World Grand Prix kelas 67 kg, perwakilan negara Azerbaijan dan Morocco.
Pemenang, Amin Guliyev: Mewakili Azerbaijan berhasil mengunci kemenangan dan mengamankan Golden Ticket menuju BYON World Grand Prix. Mengalahkan Hakim Baah asal Morocco.

Sukses Besar Penayangan Digital Melalui Pay-Per-View (PPV)
Bagi para penggemar olahraga tarung di seluruh penjuru negeri maupun mancanegara yang tidak sempat merapat langsung ke Bandung Arena, pihak penyelenggara tetap menyediakan akses siaran langsung secara eksklusif. Bekerja sama dengan platform streaming digital terkemuka, Vidio, seluruh rangkaian pertandingan BYON Madness 5 disiarkan secara langsung menggunakan sistem Pay-Per-View (PPV). Dengan harga tiket digital yang sangat terjangkau—mulai dari Rp49.000 untuk penonton domestik, RM15 bagi penggemar di Malaysia, hingga USD5 untuk penonton internasional di luar wilayah tersebut—antusiasme penonton digital tercatat membludak.
Dukungan infrastruktur teknologi penyiaran mutakhir membuat siaran langsung berjalan mulus tanpa hambatan berarti (seamless), sekaligus mendapat apresiasi tinggi dari berbagai lembaga teknologi internasional atas kualitas transmisi digital di kawasan Asia Pasifik. Secara keseluruhan, gelaran perdana BYON Madness 5 di Kota Bandung pada 3 Oktober 2026 ini telah sukses menaikkan standar industri combat sports di Indonesia ke level yang jauh lebih tinggi. Sukses secara penyelenggaraan, penonton, maupun kualitas teknis, ajang ini tidak hanya meninggalkan memori pertarungan yang brutal dan emosional, tetapi juga membuka jalan lebar bagi para pahlawan ring tanah air untuk mengibarkan bendera Indonesia di kancah pertempuran global yang lebih luas. Sebanyak 12 duel panas telah membuktikan siapa gladiator sejati yang layak melangkah ke panggung mega-turnamen dunia. Deretan petarung hebat sukses mengamankan Golden Ticket demi membawa harum nama bangsa di BYON World Grand Prix yang akan digelar pada 12 Desember 2026!