Rekomendasi 4 Gunung di Jawa Tengah untuk Pendaki Pemula
Mendaki gunung jadi kegiatan yang kini banyak dilakukan. Kelihatan mudah, pendaki pemula harus mulai dari gunung dengan jalur mudah lebih dulu. Beberapa rekomendasinya bisa dicek dalam tulisan ini.
Aktivitas naik pendakian sekarang semkin marak di kalangan masyarakat. Pendaki-pendaku baru yang ingin menjelejah banyak gunung mulai bermundulan satu per satu. Mungkin panorama keindahan dari atas mengundang minat orang-orang. Di samping itu, naik gunung juga mampu memberikan pengalamanyang tidak akan terlupakan. Setiap perjalanannya memang selalu ada cerita sendiri yang tidak sama antar individunya. Entah itu naik secara mandiri, berkelompok, atau ikut open trip, tidak masalah selama persiapannya sesuai prosedur. Namun, bagi para pemula, selain mempersiapkan bekal serta niat pendakian, memilih medan yang dilalui pun penting. Hal ini disebabkan, naik gunung meskipun tampak sepele, tapi membutuhkan skill serta pembiasaan. Memulai pembiasaan itu membutuhkan latihan step by step dari gunung yang relatif rendah sampai tinggi. Jadi, kalau kamu masih pemula atau pertamakali mendaki, jangan terburu-buru pilih medan sulit, ya.
Beberapa gunung di bawah ini dapat menjadi rekomendasi jalur untuk pemula yang patut dicoba.
Gunung Andong
Menjadi salah satu spot favorit masyarakat Yogyakarta, Jawa Tengah, dan sekitarnya, Gunung Andong adalah jujukan pertama bagi pemula yang ingin mencoba mulai menapaki dunia pendakian. Lokasinya ada di Magelang, Jawa Tengah, perbatasan antara Ngablak dan Grabag. Gunung ini memiliki ketingian 1.726 mdpl dengan tipe gunung berapi. Pendakian di Gunung Andong sudah populer sejak lama di kalangan pendaki pemula maupun profesional. Pasti, akan ada Andong di setiap saran saat orang bertanya gunung yang aman didaki untuk pertama kali. Sejumlah faktor menjadi dasar mengapa Gunung Andong aman bagi pemula. Pertama, medan tracking tidak terlalu sulit. Jalur pendakian sudah lebih baik dan tidak terlalu curam. maupun terjal. Basecamp favorit berada di Dusun Sawit via Pendem. Kedua, karena puncaknya tidka terlalu tinggi, waktu trekking hanya membutuhkan waktu 1-2 jam. Kalau sudah sering naik ke sini bahkan mungkin bisa lebih cepat. Ketiga, Gunung Andong punya pemandangan luar biasa. Dari atas puncak, pendaki bisa menyaksikan bentang alam yang indah. Matahari terbit berteman kabut yang begitu dingin atau kemegahan dari empat gunung lain di sekitarnya, yaitu Merapi, Merbabu, Sindoro, dan Sumbing. Hampir setiap hari, Gunung Andong selalu ramai akan pengunjung, pasalnya memang berbagai aktivitas dilegalkan di sini, seperti menyaksikan sunrise dan sunset, berkemah, ziarah, atau sekadar mengikuti festival budaya.
Gunung Telomoyo
Nah, sebelum menuju ke gunung yang lebih tinggi, pendaki pemula harus berkenalan dengan jalur-jalur trekking yang lebih mudah. Selain Andong, Gunung Telomoyo sangat disarankan untuk proses orientasi menyiapkan perbekalan ke level yang lebih tinggi. Gunung iini berada di perbatasan Magelang dan Semarang, Jawa Tengah dengan ketinggian mencapai 1.894 mdpl. Gunung Telomoyo sebenarnya termasuk ke dalam gunungapi, tapi kini sudah tidak aktif, sehingga lebih aman didaki. Sejumlah alasan menjadi dasar kuat mengapa Gunung Telomoyo bisa dijadikan destinasi pendakian untuk kalangan yang ingin memulai. Pertama, lokasinya sangat strategis, tidka sulit ditemukan, dan mudah diakses. Kedua, trekking-nya tidak sulit, jalannya termasuk landai, tidak teralu terjal, membuat perjalanan pendakian lebih menyenangkan. Ketiga, keindahan alam yang luar biasa dengan waktu tempuh pendakian singkat, kurang lebih antara 3-5 jam atau lebih cepat tergantung kecepatan pendaki. Lewat perjalanan di Gunung Telomoyo, orang dapat menikmati suasana sejuk, berkemah, eksplor hutan, serta melatih fisik agar lebih kuat. Terdapat beberapa jalur endakian yang ditawarkan, seperti Kopeng dan Arsal. Walaupun kelihatan mudah, pendaki tetap harus mempersiapkan segala keperluan, mungkin dari pakaian, logistik, dan kondisi fisik memadai.

Gunung Ungaran
Satu lagi, gunung yang tidak terlalu tinggi dan bisa menjadi medan awal untuk pemula ialah Gunung Ungaran. Gunungapi yang sudah tidak aktif ini seacara administratif berada di Semarang, Jawa Tengah. Puncak tertingginya berada di angka 2.050 mdpl yang dikenal sebagai Puncak Botak, Gendol, dan Ungaran. Gunung Ungaran dinilai aman bagi orang-orang baru yang terjun ke dunia pendakian karena punya jalur yang ramah, tidak terjal, cenderung landai. Terdapat beberapa jalur yang bisa dipilih oleh pendaki untuk sampai ke puncak. Pertama, ada jalur Perantunan yang berada di Desa Gintungan yang trek-nya landai, jarak antar pos dekat, serta didominasi jalan tanah bukan batu. Kedua, Jalur Candi Gedong Songo yang punya pemandangan berbeda karena terdapat situs bersejarah, meskipun waktu tempuhnya bisa mencapai 5-8 jam. Ketiga, Jalur Basecamp Mawar yang membutuhkan 7-12 jam karena medannya sedikit menantang, yaitu melewati sungai kecil dan hutan yang lumayan lebat. Keempat, jalur promasan yang bisa dituju dari Kabupaten Kendal dengan kendaraan dan disusul trekking ke puncak selama tiga jam. Di samping terkenal akan pemandangan dari atas yang memesona, Gunung Ungaran punya sisi lain yang membuatnya kian menarik. Gunung ini dikelilingi tempat-tempat bersejarah, seperti Candi Gedong Songo dan Candi Promasan, gua, curug, dan sebagainya. Di sini, pendaki dapat melakukan berbagai aktivitas, misalnya berkemah atau berfoto ria berlatar belakang gunung-gunung lain yang tampak, diantaranya Merbabu, Merapi, Telomoyo, Sindoro, dan Sumbing.
Gunung Prau
Lokasi gunung yang cocok untuk pemula berikutnya adalah Gunung Prau. Gunung ini sudah terkenal dimana-mana akan pemandangan indahnya yang memanjakan mata. Gunung Prau terletak di perbatasan Kabupaten Wonosoo, Temanggung, Kendal, Barang, dan Banjarnegara. Ketinggiannya mencapai 2.590 mdpl. Walaupun nampaknya tinggi, pendakian di Gunung Prau masih terbilang ramah bagi pemula. Ada beberapa jalur yang bisa dilewati. Pertama, Patak Banteng yang waktu tempuhnya singkat, walaupun sedikit terjal, sehingga dibutuhkan sedikit effort bagi pendaki untuk melewatinya. Kedua, via Dieng yang punya trek yang lebih santai, tidak terlalu berbahaya, tapi butuh waktu sedikit lama. Ketiga, ada jalur Wates yang membutuhkan waktu paling lama, tapi pemandangannya terbilang paling estetik. Kemudian, keempat, jalur Kalilembu dan Igirmranak yang dianggap lebih sepi dari ketiga jalur lainnya. Waktu tempuh pendakian sendiri berkisar antara 2-4 jam lamanya. Spot utama yang selalu dituju oleh para pendaki biasanya berada di Bukit Teletubbies yang menakjubkan, dikelilingi hamparan bunga yang begitu cantik. Di samping itu, hamparan gunung-gunung lain yang menjulang memberikan visual megah tersendiri, diantaranya Gunung Sumbing, Sindoro, Merapi, Merbabu, hingga Slamet. Kalau pendaki merasa lelah dan medan sulit, di beberapa pos biasanya terdapat tukang ojek yang siap mengantar sampai ke pos berikutnya.
Keempat gunung di atas menjadi rekomendasi untuk para pendaki pemula. Mendaki gunung bukan tentang ajakan atau hanya trend semata, menjelajahi alam bebas merupakan panggilan serta niat dari hati. Mendaki kelihatan sederhana, tapi ada beban fisik, mental, hingga moral yang harus dihadapi. Persiapan tubuh sebelum mendaki penting dilakukan agar ketika proses pendakian tidak tumbang yang akhirnya merepotkan diri sendiri atau orang lain. Dilengkapi persiapan secara logistik dan peralatan yang memadai sebagai penunjang perjalanan. Pemilihan gunung itu jadi hal krusial. Memilih jalur yang lebih aman menjadi ajang latihan agar lebih mudah mencapai puncak yang lebih tinggi nantinya.
Featured image: pexels.com/Yusron El Jihan