Thea News
Recomendation // 2026 Lea

Rekomendasi Kuliner Tradisional dari Jakarta, Pas untuk Buah Tangan

Ada sejumlah kuliner tradisional yang melekat dengan Jakarta. Beberapa di antaranya cocok dijadikan oleh-oleh. Beberapa rekomendasinya bisa kamu cek di sini.

Kalau menyebut nama Jakarta, pasti yang terlintas dalam benak adalah keramaian, lokasi padat penduduk, bangunan pencakar langit, serta segala hingar bingar ibukota yang tidak bisa dirasakan di tempat lain. Dari segi ukuran administratif, Jakarta memang tidak seluas daerah lain, tapi di sinilah, orang-orang saling mengadu nasib. Kota kecil ini sesak akan kehidupan yang tidak pernah tidur. Namun, bukan berarti Jakarta tidak bisa menjadi destinasi wisata. Walaupun harus berdesak-desakan, Jakarta punya sisi yang menarik dalam bab pariwisata, salah satu di antaranya makanan tradisional yang bisa dijadikan sebagai buah tangan. Kebudayaan di kota metro ini memang sudah mengalami akulturasi terhadap pengaruh luar, sehingga keberagamannya luar biasa. Di tengah modernitas yang mendominasi, adat dan tradisi masih dipertahankan, ditampilkan dalam wujud kuliner nikmat. Dari hidangan sederhana, masyarakat bisa tahu wajah Jakarta yang sebenarnya. 
 

Sejumlah menu di bawah ini bisa jadi referensi oleh-oleh saat mampir ke ibukota nanti. 

 

Kue Kembang Goyang
 

Jakarta tidak akan lepas dari kembang goyang, begitupun sebaliknya. Seolah ketika kata kembang goyang terucap, tampilan Jakarta akan langsung teringat. Kembang goyang termasuk ke dalam kue kering khas Betawi. Dinamakan kembang goyang karena bentuknya memang menyerupai bunga, bulat seperti roda, dengn lubang segitiga di tengah-tengahnya. Sedangkan kata goyang  disematkan sebab cara pembuatannya memang ahrus digoyang-goyang agar lepas dari cetakan. Kembang goyang punya citarasa manis-gurih dan teksturnya tipis renyah. Kuliner ini dibuat dari tepung beras, tepung ketan, santan, gula, serta telur. Kadang diberi perwarna agar lebih cantik, lalu ditaburi biji wijen sebagai tambahan aromatik. Warga Betawi biasanya menyuguhkan kembang goyang saat acara besar, seperti Hari Raya Lebaran. Saat ini, kembang goyang memang sudah tergeser makanan kekinian, tapi penggemarnya tidak pernah surut. Kamu bisa bawa kue sebagai oleh-oleh karena enak dan awet. Harga per kemasannya dimulai dari Rp 25.000, sudah dapat banyak. 

 

Kue Biji Ketapang

 

Masih tentang kue kering, Jakarta punya kuliner bernama kue biji ketapang. Namanya unik, tapi tidak benar-benar dibuat dari biji ketapang, ya. Wujudnya memang terinspirasi dari biji ketapang, kecil, sedikit lonjong, dan lumayan pipih. Bahan dasar pembuatan kue biji ketapang yaitu tepung terigu, gula pasir, telur, margarin, kelapa sangrai, dan air. Kemudian adonan dimasak dengan cara digoreng. Daripada manis, camilan khas Betawi ini lebih ke gurih, apalagi penggunaan kelapa yang memberikan aroma sendiri pada kue biji ketapang. Tektusnya cenderung keras, kalau masih baru terrrasaa renyah. Ada yang bilang pula, kalau kue ini bentuknya mirip kacang almond, makanya sering disebut almond malabar. Sama dengan kue kembang goyang, kue biji ketapang sering tampil saat Lebaran tiba. Kue ini cocok sekali jadi teman berbincang, sambil minum kopi atau teh. Biasanya, kue biji ketapang dijual dalam kemasan per 500 gram, sekilo, dan sebagainya. Harganya dimulai dari Rp 45.000 saja, sangat murah meriah dan cocok diajdikan oleh-oleh kerabat di rumah. 

 

Rengginang

 

Orang mungkin sudah tidak asing dengan camilan yang satu ini karena masih mudah ditemukan di pasar, toko oleh-oleh, hingga swalayan besar. Siapa lagi kalau bukan rengginang khs Betawi yang rasanya gurih, teksturnya renyah, serta aromanya menggoda selera. Rengginang sering disalahartikan sebagai kerupuku akrena bentuknya yang bulat mengembang. Padahal, rengginang dan kerupuku terbuat dari dua bahan berbeda, lho. Rengginang dibuat dari nasi atau beras ketan yang dikeringkang, sedangkan kerupuk berasal dari adonan tepung  tapioka yang dikeringkan. Cirasanya pun berbeda. Sepintas juga, rengginang mirip dengan kerak nasi yang digoreng. Namun, anggapan itu tidak sepenuhnya salah, sebab warga Betawi sering membuat rengginang ddari nasi sisa yang tidak dimakan. Bahan tersebut dikeringkan, kemudian digoreng. Untuk memberikan aroma dan rasa, biasanya diberi udang atau terasi. Rengginang bisa jadi pilihan tepat jika kamu mencari oleh-oleh yeng lezat, awet, dan murah. Kamu bisa menemukan rengginang versi matang dan versi mentah. Rengginang mentah jauh lebih aman disimpan lebih lama, tapi sebelum digoreng, ada baiknya dijemur lagi agar mengembang sempurna. Harga rengginang dipatok Rp 15.000 saja untuk per 500 gram. 

 

Asinan Betawi (dalam Kemasan)

 

Kuliner selanjutnya yang bisa kamu jadikan oleh-oleh dari Jakarta adalah asinan khas Betawi. Tentu, asinan betawi punya ciri khas sendiri yang berbeda dari lainnya karena terbuat dari campuran sayur serta sebuah. Isian dari asinan betawi di antaranya ada tahu, tauge, mentimun, sawi asin, kacang tanah, kacang panjang, bengkuang, serta siraman kuah asin, masam, segar yang begitu klop dalam sekali suap. Kemudian, di atasnya ditaruh kerupuk kuning atau pink yang makin menambah kekayaan tekstur. Mengutip dari aman kebudayaanbetawi.com, asinan Betawi ini lahir dari akulturasi budaya yang saat itu menguasai jakarta dan sekitarnya. Konon, kuliner ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda berkuasa di Batavia. Pengolahan makanan itu pun menjadi bukti adanya adopsi budaya dari Arab, Tionghoa, dan India. Makna dari kerupuk kuning di atasnya meggantikan mie yang sering dipakai masyarakat Tionghoa ketika makan. Kalau kamu ke Jakarta, lebih seru mencoba langsung di pedagang kaki lima untuk merasakan sensai segar dari bahan-bahan yang digunakan. Sedangkan jika ingin menjadikannya sebagai oleh-oleh, kamu bisa mencoba masuk ke supermarket. Beberapa tempat kadang menyediakan asinan Betawi kemasan yang higienis dan tahan lama, tapi rasanya mungkin akan sedikit beda. 

 

Emping Betawi

 

Sebenarnya, emping adalah kuliner yang cukup lumrah di Indonesia. Setiap daerah, punya empingnya sendiri, termasuk Jakarta. Waaupun, kebanyakan emping memang tidak berbeda, kok. Emping tetap dibuat dari biji melinjo yang direbus, digiling, dibentuk  pipih, dikeringkan, dan digoreng. Menelisik lebih jauh, emping sudah ada sejak berabad-abad lamanya, jadi warisan yang mendarah daging. Emping tidak sama dengan kerupuku. Meskipun teksturnya renyah, emping punya hint keras dan padat di setiap gigitannya. Rasanya gurih, tapi ada sensasi pahit. Keunikan ini justru yang membuatnya nagih. Emping merupakan oleh-oleh yang pas, karena bisa dibawa dalam kondisi mentah. Cara mengolahnya hampir sama dengan rengginang, sebaiknya dijemur dulu, baru digoreng. Selain menggunakan minyak, campur margarin atau mentega untuk menciptakan citarasa yang lebih gurih. Emping bisa dijadikan teman ngobrol, teman makan, serta suguhan tamu undangan. Hanya saja, kalau membawa pulang emping, kamu harus merogoh kocek agak mahal, ya. Satu kilo emping bisa dibanderol harga Rp 100.000. 
 

Jakarta memang terkenal akan kehidupannya yang tidak pernah berhenti. Kota sibuk, dimana banyak orang mengadu nasib. Di sisi lain, Jakarta punya sisi yang menyenangkan dalam hal kuliner tradisional. Contohnya saja, beberapa yang telah disebutkan di atas, kuliner lezat, cocok untuk oleh-oleh. Terdengar sederhana, tapi kuliner tersebut menjadi identitas kebudayaan ibukota yang akan terus melekat dan lestari di tengah hiruk-pikuk keramaian Jakarta. 

 

Featured image: https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/kembang-goyang-kue-khas-warga-betawi-saat-lebaran/

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Rekomendasi 6 Drama Korea Terbaru Juli 2026: Intip Comeback Nam Joo-hyuk hingga Ji Sung yang Wajib Masuk Daftar Tontonan

Next Entry

Perbedaan Es Krim dan Gelato yang Masih Sering Dianggap Sama, Ternyata Berbeda!

Next Entry

Optimalkan Kegiatan untuk Healing di Akhir Pekan