Thea News
Ada di Sekitarmu // 2026 Lea

Seni Meramal Ampas, Tasseografi yang Siarkan Kabar Baik

Kegiatan meramal adalah hal yang disukai banyak orang. Dari sekian cara meramal, tasseografi sangat underrated. Namun, ternyata ada keunikan yang membuatnya istimewa.

Kegiatan ramal meramal bukan sesuatu yang baru bagi sebagian manusia di dunia. Ada beragam jenis cara meramal yang kini semakin populer, seperti tarot, bola Kristal, bahkan zodiac yang kelihatannya memang kurang bisa dinalar. Terdapat pula versi lokal Indonesia, yaitu menggunakan weton atau perhitungan hari menurut sistem kelander Jawa. Tujuan orang melakukan peramalan pun berbeda-beda, misalnya mengetahui nasib, membaca karakter, mencari jodoh, dan sebagainya. Dalam beberapa kepercayaan, meramal bukanlah sesuatu yang baik, karena dianggap mendahului takdir dari Tuhan. Namun, tidak sedikit orang yang melakukannya hanya untuk iseng belaka karena dianggap seru dan mampu melatih intuisi diri. Di antara sekian ragam media meramal, ada satu cara lagi yang unik, yaitu meramal menggunakan ampas kopi atau teh. Teknik ini disebut sebagai tasseografi. Teknik ini memang tidak terlalu populer, karena dianggap sulit dan medianya sedikit rumit. Padahal, tasseografi termasuk ke dalam teknik kuno yang sampai sekarang masih digunakan, khususnya di negara-negara Eropa dan Timur Tengah.

 

Tentang Tasseografi

 

Secara pengertian, tasseografi adalah membaca ramalan dari ampas teh atau kopi yang mengendap di cangkir. Kata tasseografi berasal dari bahasa Perancis, tasse yang artinya cangkir, dan graph dari Bahasa Yunani yaitu tulisan. Jadi bisa diartikan bahwa tasseografi yaitu dari cangkir terdapat sesuatu yang bisa diartikan melalui media ampas. Ketika menyeduh teh atau kopi, ampas yang tertinggal di dalam cangkir bukan tidak hanya menjadi sampah belaka. Bagi orang-orang tertentu, mereka dapat menjadi simbol yang menggambarkan sesuatu lebih mendalam. Dari ampas, suatu pesan tertentu bisa disampaikan kepada orang yang meminumnya. Meramal menggunakan tasseografi sendiri telah berlangsung sejak berabad-abad lamanya.

 

Ampas Teh dan Kopi

 

Ada yang mengatakan bahwa tasseografi menggunakan media teh untuk meramal, tapi ada juga yang mengatakan ampas kopi pun bisa digunakan. Sebenarnya, baik teh maupun kopi, tasseografi masih bisa dilakukan. Penggunaan teh dimulai dari kebudayaan Tiongkok, ketika Dinasti Ming tengah berjaya antara tahun 1368-1644. Teh menjadi bagian penting dalam adat Tiongkok, dimana teh bukan hanya sebagai minuman, tetapi elemen krusial dalam perjamuan. Berjalan seirama dengan tumbuhnya kemampuan membuat perkakas keramik dan porselen, sehingga terciptalah cangkir putih mengkilap untuk membuat teh. Saat teh habis, ampas yang tidak tersaring akan mengendap di dasar atau tersebar di berbagai bagian cangkir yang membentuk struktur-struktur unik. Sedangkan, taseo dari ampas kopi berkembang dari Kekaisaran Ottoman di abad 16. Kata kopi diadopsi dari qahwa dalam Bahasa Arab yang merujuk pada sebuah cairan pekat yang kuat. Kata itu kemudian menjadi kahve dalam Bahasa Turki, menjadi akar bagi seluruh makna kopi di dunia. Baik teh maupun kopi, seseorang harus bisa menelaah sisa ampas yang tertinggal dalam cangkir. Setiap bentuk mewakili sebuah arti yang terkadang dipercaya akan mengubah masa depan seseorang.

 

Tata Cara Melakukan Tasseografi

 

Secara makna, tasseografi memang membaca makna yang tertinggal di dasar cangkir kopi atau teh seseorang. Namun, nyatanya memang tidak semudah yang dibayangakan. Terdapat tata cara tertentu dalam pelaksanaan tasseografi. Mengutip laman Allure, dijelaskan bagaimana tasseografi bekerja dengan menggunakan sistem transfer energy. Kemudian, seduh teh atau kopi dalam cangkir bening. Sebaiknya gunakan teh yang dipotong dengan ukuran kecil, jangan terlalu besar. Seduh biasa saja, seperti pada umumnya menggunakan air panas. Sembari menunggu teh atau kopi dingin dan tandas dari cangkir, seorang pelaku tasseografi harus memfokuskan diri pada tujuan mengapa melakukan kegiatan tersebut. Satukan perasaan dan pikiran pada media yang digunakan. Orang harus menanamkan kepercayaan pada ampas yang memiliki hambatan, menawarkan nasihat, atau pesan untuk masa dpan. Semua keterangan tersebut akan didapatkan dari bagaimana ampas yang tertinggal juga menyebar terbentuk. Nantinya, setelah ampas tinggal, mereka akan membentuk pola-pola menyerupai benda. Dari setiap benda itulah makna dapat diketahui oleh para tasseografer. Menariknya, tasseografer hanya akan menyampaikan kabar baik kepada orang yang diramalnya. Maka dari itulah, sebelum menjadi tasseografer, orang harus belajar memahami bagaimana penyampaian makna yang terkandung pada sebuah bentuk. Teh atau kopi yang sudah habis, cangkirnya akan dibalik pada cangkir. Kemudian, cangkir akan diputar sebanyak tiga kali melawan arah jarum jam. Tujuan dari menempatkan cangkir seperti itu adalah agar ampas yang menempel pada cangkir bisa merata, sehingga membentuk pola-pola acak yang menyampaikan pesan-pesan tersembunyi.

 

Pola dalam Tasseografi

 

Telah dijelaskan bahwa dalam meramal melalui media ampas membutuhkan konsentrasi penuh, energy batin yang disalurkan, hingga perenungan ketika menunggu ampas mengering. Pertanyaan-pertanyaan seputar apa yang ingin diketahui, dirasakan, dan dijalani harus benar-benar dicurahkan pada dasar cangkir yang telah terisi ampas. Setelah dilakukan ritual memutar gelas, tasseografer akan melihat bagaimana bentuk yang tertinggal dari dasar cangkir. Mungkin bagi orang awam, ampas tetaplah ampas yang seolah tidak berarti apa-apa. Namun, bagi seorang pembaca tasseo, setiap sisa yang tertinggal dari dasar gelas menyampaikan arti tersendiri. Mereka memang fokus pada penyampaian kabar baik agar orang yang diramal tetap semangat menjalani hari ini dan masa depan, juga tidak menyesali tentang masa lalu. Ada beberapa gambar yang sering terlihat dan hal itu biasanya mudah sekali ditemukan di sekitar. Contohnya buah-buahan, sebut saja apel yang memiliki makna umur panjang, pir yang menandakan statys sosial, langkah bisnis, atau pernikaha. Lalu, ada bentuk hewan, misalnya burung yanga artinya beruntung, kupu-kupu yang makananya kesuksesan, sapi melambangkan kemakmuran, dan sebagainya. Kadang juga berbentuk benda-benda random yang familiar, dari awan, salib, senjata, hati, tapal kuda, jam pasir, rumah, pohonpisau, garis, bulan, gunung, hamur, manusia, dan lain-lain. Sebenarnya, bila ditelaah lebih jauh, tidak semua gambar yang terdapat pada dasar cangkir itu bermakna baik. Sejumlah tasseografer kadang jujur, mengatakan nasib buruk yang mungkin terjadi, walaupun hal tersebut bertujuan agar seseorang selalu waspada dengan apa yang dijalaninya. Orang tidak perlu menganggapnya sebagai sesuatu yang serius, sebab semuanya tetap berada di tangan Tuhan dan bagaimana manusia menjalaninya.

 

Tasseografi dalam Kebudayaan Turki

 

Tasseografi memang terkenal di kawasan Timur Tengah, khususnya Turki. Dalam kebudayaan negara tersebut, tasseo dikenal sebagai kahve fah atau ramalan kopi. Tasseo di Turki bukan hanya sekadar tahayul belaka, kegiatan ini menjadi merupakan warisan budaya yang terus menerus dilakukan secara turun temurun, bahkan telah diresmikan oleh UNESCO. Pembuatannya khusus, harus menggunakan langkah-langkah dan peralatan tertentu. Kopi yang digunakan pun dari Turki, yang punya karakter khas. Di kebudayaan tasseo Turki, terdapat beberapa simbol yang dapat disaksikan di beberapa bagian, yaitu dekat gagang mewakili kejadian saat ini, pinggiran cangkir melambangkan masa depan yang dekat, dan dasar yang menandai masalalu atau beban hati.

 

Tasseografi pada dasarnya memang tentang ramal meramal. Entah mau dipercaya atau tidak, kegiatan ini tetap memiliki peminat dan dilakukan tidak dengan sedikit orang. Namun, yang perlu diketahui bahwa tidak setiap ramalan selalu benar, sebab nasib baik semua berasal dari Tuhan dan bagaimana manusia menjalani.

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Meneladani Cahaya Kenabian: Menggali Makna, Sejarah, dan Relevansi Maulid Nabi Muhammad SAW

Next Entry

5 Gorengan Legendaris, Favorit Masyarakat Indonesia

Next Entry

Etika Naik Transportasi Umum agar Perjalanan Lebih Nyaman dan Menyenangkan