Fashion // 2026
Amy Latifaah
Sustainable Fashion:
Berikut Rekomendasi Kain Yang Ramah Lingkungan
Berikut ini adalah rekomendasi kain yang ramah lingkungan dan mudah terurai di alam, mulain dari katun hingga tencel, yuk intip selengkapnya.
Semakin berkembangnya dunia fashion semakin banyak juga orang yang memilih untuk menggunakan fashion yang ramah lingkungan. Banyak orang yang memilih fashion tidak hanya berdasarkan kenyamanan semata, namun memiliki dampak yang baik terhadap alam sekitar. Ada banyak jenis sustainable fashion, mulai dari menggunakan slow fashion, kemudian ethnic fashion, upcycling, zero waste fashion, dan eco-friendly serta recycle material fashion. Jika Anda ingin memulai sustainable fashion awalilah dengan hal yang mudah namun tetap konsisten. Anda bisa mencoba dari eco-friendly dan recycle material fashion. Salah satunya dengan memilih bahan kain dan pakaian yang mudah terurai di bumi (biodegradable). Bahan-bahan ini dapat diuraikan oleh mikroorganisme secara alami sehingga tidak meninggalkan limbah yang bertahan selama puluhan hingga ratusan tahun seperti serat sintetis. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, penggunaan bahan yang mudah terurai juga mendukung industri fesyen yang lebih berkelanjutan atau yang sering dikenal dengan slow fashion. Berikut ini rekomendasi kain yang bisa Anda dan keluarga gunakan dalam eco-friendly fashion, diantaranya :
Kain Katun (Cotton)

Kain katun adalah salah satu bahan alami yang sering digunakan oleh industri Fashion and Textile. Kain katun sendiri berasal dari tanaman kapas yang seratnya diambil secara alami. Karena kain katun terbuat dari tanaman, pakaian yang memiliki bahan katun akan terurai dimakan waktu. Kain katun juga memiliki manfaat yang bagus untuk digunakan sebagai pakain, diantaranya memiliki tekstur yang lembut dan nyaman di kulit, mampu menyerap keringat dengan baik, akan cocok jika digunakan untuk Anda yang memiliki iklim tropis, selain itu bisa juga digunakan untuk iklim lainnya. Kapas juga memiliki sifat yang mudah terurai secara alami sehingga bahan dari serat kapas seperti kain katun sangat ramah lingkungan. Harga kain katun untuk pakaian cukup mahal, karena kenyamanan pemakaian dan prosesnya yang panjang untuk menjadi kain katun tersebut . Membutuhkan air yang cukup banyak dalam proses budidaya kapas jika tidak menggunakan metode pertanian berkelanjutan.
Kain Bambu (Bamboo Fiber)

Selain kain katun, kain bamboo fiber juga berasal dari bahan tanaman alami, sama halnya dengan nama kain tersebut. Serat bambu dapat menjadi bahan yang mudah terurai apabila diproses secara mekanis. Namun, perlu diperhatikan bahwa sebagian kain bambu yang dijual di pasaran diproses secara kimia menjadi rayon atau viscose, sehingga dampak lingkungannya bergantung pada metode produksinya. Kelebihan dari kain bambu adalah memiliki tekstur yang lembut, dan juga memiliki sirkulasi udara yang baik. Tidak jauh berbeda dari kain katun, kain bambu juga bersifat menyerap kelembapan. Kain bambu mengandung zat alami yang biasanya disebut bamboo kun, kain ini secara alami mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan mencegah bau badan. Fakta unik tentang tanaman bambu ini adalah pertumbuhan pohon bambu ini sangat cepat dan dapat terurai secara alami, sehingga menjadi bahan baku yang ramah lingkungan.
Kain Wool

Kain wool merupakan salah satu serat alami tertua yang digunakan manusia, berasal dari bulu hewan seperti domba, kambing, atau alpaca. Keunggulan utama dari kain wool dalam dunia sustainable fashion adalah sifatnya yang 100% biodegradable dan dapat diperbarui. Saat serat wool dibuang ke tanah, ia akan terurai dan melepaskan nutrisi berharga kembali ke bumi, menjadikannya pilihan yang sangat ramah lingkungan dibandingkan serat sintetis yang berbasis minyak bumi. Selain ramah lingkungan, kain wool memiliki kemampuan isolasi termal yang luar biasa; ia mampu menjaga tubuh tetap hangat di cuaca dingin namun tetap memberikan sirkulasi udara yang baik saat cuaca sedang panas. Wool juga dikenal sebagai bahan yang tahan lama, tidak mudah berkerut, dan secara alami tahan terhadap api serta debu. Memilih pakaian berbahan wool berkualitas tinggi berarti Anda berinvestasi pada busana yang dapat bertahan bertahun-tahun, yang sejalan dengan prinsip slow fashion untuk mengurangi konsumsi pakaian berlebih.
Kain Tencel (Lyocell)

Kain Tencel, atau yang lebih dikenal secara teknis sebagai Lyocell, merupakan inovasi material ramah lingkungan yang diproses dari bubur kayu, terutama kayu pohon eucalyptus. Proses produksi Tencel dianggap sangat revolusioner dalam industri sustainable fashion karena menggunakan sistem closed-loop. Dalam sistem ini, air dan pelarut organik yang digunakan untuk mengubah bubur kayu menjadi serat kain digunakan kembali hingga hampir 99%, sehingga limbah yang dihasilkan sangat minim dan tidak mencemari lingkungan. Tekstur kain Tencel sangat halus, bahkan sering disebut lebih lembut daripada katun, serta memiliki daya serap kelembapan yang sangat baik, sehingga sangat nyaman untuk kulit sensitif. Selain itu, serat ini memiliki kekuatan yang sangat baik baik dalam kondisi kering maupun basah. Sebagai material berbasis selulosa, Tencel sepenuhnya biodegradable dan dapat terurai kembali ke tanah setelah masa pakai pakaian tersebut habis.
Kain Linen
