Thea News
Tips and Trikcs // 2026 Amy Latifaah

Tips Bangkitkan Semangat Anak Untuk Sekolah Setelah Liburan Panjang

Tips ampuh untuk bangkitkan semangat anak saat kembali sekolah, diantaranya melakukan rutinitas sekolah, beli perlengkapan sekolah baru, dan lain sebagainya.

Back to school merupakan rutinitas anak sekolahan yang mau tidak mau harus dilakukan setelah menikmati liburan yang panjang. Tidak sedikit orang tua yang kewalahan menghadapi segala macam sikap anak yang susah untuk kembali sekolah. Ada istilah dalam psikologi yang menggambarkan hal tersebut, yakni post-holiday blues. Dilansir dari laman Alodokter, post-holiday blues ini adalah kondisi emosional yang ditandai rasa sedih, cemas, dan malas kembali ke rutinitas setelah liburan panjang berakhir. Perubahan suasana santai menuju rutinitas yang terstruktur tidak mudah dilalui oleh setiap anak. Sebagian diantaranya terasa berat dan menjadikan suasana tidak nyaman. Kondisi ini sangat wajar karena adaptasi rutinitas tersebut akan berbeda-beda. Namun ternyata Anda tidak perlu khawatir lagi karena semangat anak untuk sekolah bisa orang tua bangkitkan dengan cara yang mudah dan konsisten agar anak tidak merasa tertekan saat waktu sekolah tiba. Berikut ini merupakan tips yang bisa membangkitkan semangat anak untuk sekolah serta membantu Anak kembali ke rutinitas normal saat sekolah. Yuk langsung intip selengkapnya disini!

 

Kembali Ke Rutinitas Sekolah Secara Perlahan

Pinterest/Jenna

Kesalahan umum yang sering dilakukan orang tua adalah mencoba mengubah rutinitas anak secara drastis tepat satu malam sebelum sekolah dimulai. Hal ini justru akan membuat anak merasa terkejut dan kewalahan. Sebaiknya, mulailah transisi kembali ke rutinitas sekolah secara perlahan, setidaknya satu minggu sebelum hari pertama masuk sekolah. Mulailah dengan mengatur kembali jam tidur anak agar mereka kembali terbiasa bangun pagi. Cobalah memajukan waktu tidur anak sekitar 15 hingga 30 menit setiap malam sampai mencapai waktu tidur yang ideal untuk masa sekolah. Selain jam tidur, ajak anak untuk kembali membiasakan diri dengan aktivitas yang berkaitan dengan sekolah, seperti membaca buku pelajaran atau sekadar membereskan perlengkapan sekolah bersama-sama. Dengan memberikan waktu adaptasi yang bertahap, anak akan merasa tidak terlalu "dipaksa" untuk meninggalkan suasana liburan yang santai, sehingga mereka bisa lebih siap secara fisik dan mental untuk kembali ke ruang kelas.

 

Berpenampilan Serba Baru Agar Lebih Excited

Pinterest/Mikaely

Siapa yang tidak merasa lebih bersemangat ketika memiliki sesuatu yang baru? Salah satu cara paling ampuh dan praktis untuk membangun antusiasme anak adalah dengan memberikan atau membiarkan mereka memilih perlengkapan sekolah yang baru. Entah itu tas sekolah dengan karakter favorit mereka, sepatu baru yang nyaman, alat tulis yang berwarna-warni, atau bahkan sekadar kotak makan siang dengan desain yang mereka sukai. Ketika anak merasa bangga dengan perlengkapan yang mereka bawa ke sekolah, secara psikologis mereka akan lebih terdorong untuk segera menggunakannya di lingkungan sekolah. Ajak mereka untuk shoppingperlengkapan sekolah sebagai bagian dari ritual persiapan. Selain perlengkapan, terkadang pakaian seragam yang rapi atau potongan rambut baru juga bisa memberikan kepercayaan diri tambahan bagi anak. Antusiasme terhadap "benda baru" ini sering kali menjadi pengalih perhatian yang sangat efektif dari rasa malas yang muncul setelah liburan panjang.

 

Kelola Emosi Anak Dengan Baik

Pinterest/Sweetagarwall

Perasaan sedih atau enggan kembali ke sekolah bukan berarti anak Anda "nakal" atau malas. Sebagai orang tua, hal pertama yang harus dilakukan adalah memvalidasi perasaan mereka. Dengarkan keluh kesah mereka mengenai apa yang membuat mereka merasa berat untuk kembali sekolah. Apakah karena harus bangun pagi lagi? Apakah karena mereka merasa takut menghadapi mata pelajaran tertentu? Atau mungkin mereka merasa sedih harus berpisah dengan orang tua dalam waktu yang lebih lama dibandingkan saat liburan? Saat anak merasa didengarkan, beban emosional mereka akan berkurang drastis. Berikan pengertian bahwa sekolah adalah tempat di mana mereka bisa bertemu dengan teman-teman bermain dan belajar hal-hal seru yang tidak bisa didapatkan di rumah. Hindari memarahi anak saat mereka menunjukkan tanda-tanda enggan sekolah; sebaliknya, berikan pelukan dan dukungan moral. Anda bisa menceritakan pengalaman seru Anda saat sekolah dulu atau memberikan apresiasi kecil atas usaha mereka untuk mencoba bersiap berangkat sekolah dengan tenang. Pengelolaan emosi yang baik dari orang tua akan menciptakan atmosfer rumah yang lebih positif di pagi hari.

 

Rencanakan Liburan Berikutnya

Pinterest/holiday

Salah satu penyebab utama post-holiday blues adalah perasaan bahwa "masa menyenangkan sudah berakhir". Untuk mengatasi ini, Anda bisa memberikan sesuatu yang bisa dinantikan di masa depan. Cobalah untuk merencanakan liburan kecil berikutnya, entah itu sekadar staycation di akhir pekan, kunjungan ke taman bermain, atau perjalanan keluarga di liburan sekolah selanjutnya. Dengan adanya rencana liburan di masa depan, anak akan memahami bahwa berakhirnya liburan kali ini bukanlah akhir dari kesenangan. Hal ini memberikan motivasi tersendiri bagi mereka untuk menuntaskan tanggung jawab sekolah dengan baik. Anda bisa membuat kalender visual bersama anak dan memberi tanda pada tanggal-tanggal di mana liburan berikutnya akan tiba. Ini adalah bentuk reward jangka panjang yang sangat efektif dalam menjaga mood anak agar tetap stabil selama mereka menempuh masa sekolah.

 

Menciptakan Rutinitas Pagi yang Menyenangkan

Pinterest/Plantoeat

Selain tips di atas, penting juga bagi orang tua untuk membuat rutinitas pagi menjadi sesuatu yang dinanti-nanti. Seringkali, pagi hari menjadi waktu yang menegangkan karena orang tua terburu-buru dan anak menjadi stres. Cobalah untuk menyiapkan sarapan favorit anak atau sediakan waktu 10 menit untuk mengobrol santai sambil menikmati teh atau susu hangat sebelum berangkat. Jika pagi hari berjalan dengan tenang dan penuh kasih sayang, anak akan membawa energi positif tersebut hingga ke sekolah. Anda juga bisa menyiapkan kejutan kecil, seperti menyelipkan catatan semangat di dalam kotak makan siang mereka. Hal-hal sederhana inilah yang sebenarnya sangat berarti bagi anak. Ketika sekolah diasosiasikan dengan hal-hal yang menyenangkan sejak dari rumah, maka ketakutan untuk kembali sekolah akan perlahan memudar.

 

Memberikan Apresiasi pada Setiap Langkah

Pinterest/Rewardsystem

Ingatlah untuk selalu memberikan apresiasi atau pujian pada setiap langkah kecil yang diambil anak. Saat mereka berhasil bangun pagi tanpa harus ditarik-tarik, saat mereka berhasil menyelesaikan PR pertama setelah liburan, atau bahkan saat mereka kembali dengan ceria dari sekolah, berikanlah apresiasi. Pujian tulus dari orang tua adalah bahan bakar semangat yang luar biasa bagi seorang anak. Perlu diingat bahwa setiap anak memiliki ritme adaptasi yang berbeda. Ada yang bisa back on track hanya dalam dua hari, namun ada juga yang membutuhkan waktu hingga dua minggu penuh. Jangan terlalu keras pada diri sendiri atau pada anak jika prosesnya tidak berjalan instan. Yang terpenting adalah konsistensi dalam memberikan kasih sayang dan dukungan. Dengan kesabaran dan strategi yang tepat, rutinitas sekolah yang tadinya terasa sebagai beban akan perlahan berubah menjadi bagian dari petualangan seru dalam masa tumbuh kembang si kecil. Yuk, semangat para parents, kita pasti bisa melewati masa transisi ini bersama si kecil dengan lebih ceria!

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Menenun Masa Depan: Kiat Mengasuh Anak Secara Sehat untuk Tumbuh Kembang Optimal

Next Entry

Tips Membersihkan Layar HP dan Laptop dengan Benar agar Tetap Jernih dan Awet

Next Entry

Cara Merawat Tanaman Hias di Dalam Rumah Agar Tidak Cepat Layu