Tips Menabung, Langkah Mudah Sederhana untuk Pemula
Kegiatan menabung tidak semenakutkan itu, kok. Kamu bisa memulai membuka tabungan dengan beberapa langkah sederhana agar tidak gagal dalam perjalanan
Di kehidupan sekarang yang serba tidak pasti, terlebih dalam hal ekonomi, tentunya membangkitkan pikiran untuk menabung sejak dini. Walaupun, tujuan orang menabung pasti berbeda-beda, ada yang menabung untuk masa depan, untuk membeli suatu barang, atau hanya sekadar simpanan dalam kondisi mendesak. Namun, tentu kegiatan menabung sangat bermanfaat bagi siapapun yang melakukan. Tentu ada kesulitan tersendiri ketika orang ingin mulai menabung, misalnya merasa takut, tidak punya sesuatu yang besar untuk ditabung, atau tidak tahu mau menabung menggunakan media apa. Pertanyaan-pertanyaan itu tampak sederhana, tapi tetap memengaruhi proses menabung selama hidup. Jadi, setiap ragu harus dituntaskan agar tidak menyesal di kemudian hari.
Nah, di bawah ini merupakan tips menabung buat kamu yang barus saja ingin memulainya.
Mari, cek!
Tidak Perlu Nominal Besar
Orang berpikir bahwa memulai tabungan dengan nominal besar. Ada yang menganggap bahwa nominal besar akan membuat tabungan lekas banyak dan berlimpah. Sebab mindset tersebut, orang justru lebih memaksa atau push dirinya menyisakan banyak uang demi tabungan. Hal itu kedengarannya bagus, tapi terkadang untuk biaya sehari-hari justru bisa jadi kurang. Orang terpaksa hidup pas-pasan demi memenuhi nominal besar tabungan. Faktanya, sebagai pemula, kamu bisa memulainya dengan nominal kecil, tapi konsisten. Menabung dalam jumlah yang sedikit juga mampu memberikan hasil signifikan, lho, asalkan diterapkan penuh niat serta dedikasi. Misalnya saja, kamu rutin menyisakan sepuluh ribu rupiah setiap hari dan berjalan secara rutin, dalam sebulan saja kamu akan mendapatkan tiga ratus ribu rupiah, dan setahun kemudian bisa mencapai tiga juta enam ratus. Dari angkanya memang kecil, tapi ketika berlanjut lebih lama, maka tidak menutup kemungkinan jumlahnya kian besar. Konsep seperti ini pun tidak memberatkan si penabung, sebab angkanya tidak terlalu banyak. Kamu bisa tetap memenuhi kebutuhan hidup prima, tanpa takut kehilngan tabungan.
Pisahkan Rekening Tabungan
Ini yang paling sering bikin orang ragu buat menabung, yaitu mencari media yang pas untuk menyimpan uang. Di era kemajuan teknologi ini, banyak fasilitas menyimpan yang secara online, baik bank, e-wallet, bahkan reksadana. Meskipuna ada juga yang masih menggunakan cara konvensional, seperti celengan. Kemudian ini mencangkup pemisahan uang pada kantong-kantong tertentu dalam satu aplikasi. Fitur-fitur ajaib tersebut memang sangat membantu, apalagi pengguna bisa mengecek berkala berapa nominal yang saat ini sudah tercapai. Namun, efeknya, terkadang tabungan itu bisa terkikis sedikit demi sedikit demi memenuhi kebutuhan. Jadi, memang ada baiknya, wadah menabung dipisahkan, tidak dicampurkan dengan uang pokok. Wadah menabung ini harus lebi private, tidak perlu dibuka, disentuh, atau diotak-atik sebelum waktunya. Sebaiknya pula, wadah tabungan tidak perlu dibuatkan kartu ATM, debit, atau mobile banking agar tidak datang godaan untuk memakainya sewaktu-waktu.

Tetapkan Tujuan Menabung
Menabung dianggap sebagai aktivitas sederhana, tapi dalam pelaksanaannya, kamu harus menentukan tujuan jelas agar tidak kehilangan motivasi. Sebelum memutuskan membuat tabungan, kamu harus tahu lebih dulu apa alasan uang itu harus disisihkan. Tujuan menabung memudahkan seseorang dalam prosesnya, misalnya menentukan media apa yang digunakan serta berapa nominal yang harus tercapai. Dari situ, orang dapat menemukan tenggat waktunya, sehinngga bisa memperkirakan berapa jumlah tabungan yang harus disetor pada waktu tertentu. Tujuan menabung ini nantinya dapat menjadi pacuan agar kitta tidak malas dalam menyisihkan uang. Misalnya, kamu ingin menabung untuk menonton konser penyanyi yang disukai. Kamu harus menghitung kira-kira budget pengeluaran dari tiket, akomodasi, sampi makan dan minum ketika menonton. Setelah ketemu angkanya, jadinya itu patokan serta tentukan tenggat waktu sampai kapan kamu akan mempertahankan tabungan itu. Langkah semacam ini justru membuat orang lebih semangat untuk menabung.
Catat Pemasukan dan Pengeluaran
Bagi sebagian orang hal ini memang agak sulit. Sebab, kita harus melihat berapa pemasukan serta pengeluaran setiap saat, menyaksikan angka itu tergerus sedikit demi sedikit kadang membuat khawatir, apakah dapat bertahan sampai tanggal pemasukan kembali tiba. Namun, sebelum menuju ke sana, ada sisi positif dari pengeluaran yang selalu dicatat. Seseorang dapa mengetahui, kemana saja uang yang dimilikinya mengalir, misalnya untuk membeli barang tertentu atau makanan. Tidak jarang, orang kehabisan uang dan lupa digunakan untuk apa. Guna dari mencatat yaitu sebagai reminder agar semua pengeluaran dapat dipertanggung jawabkan. Di sisi lain, catatan harian ini mampu menjadi bahan evaluasi, tentang bagaimana orang mengatur keuangannya dan menjawab mengapa tidak bisa menyisihkan nominal untuk menabung. Dari sini, orang dapat memberika sela supaya tabungan tetap terisi secara berkala.
Hindari Belanja Online Terlalu Sering
Kemudahan teknologi membawa manusia ke dalam hingar bingar serba online. Hampir semua hal bisa dilakukan secara virtual, termasuk belanja. Kamu hanya tinggal mengunduh aplikasi e-commerce, scrolling halaman, dan menemukan barang yang diinginkan. Kemudian tinggal check out dan bayar, semua selesai, tingal menunggu barang sampai rumah diantar kurir. Kelebihan lain yang dirasakan yaitu barang-barang di toko online jauh lebih murah karena tidak terkena pajak terlalu besar. Namun, justru dari sanalah perilaku boros itu terjadi. Kamu mungkin menganggap, nominal kecil bukan masalah, tapi kalau dilakukan terus menerus, maka pengeluaran yang harus ditebus jadi besar. Angka kecil cenderung tidak terasa diawal, tetapi ketika dihitung kembali bisa membuat terkejut. Masalah sepele inilah yang nanti mampu menghambat proses menabung, oleh karena itu kurang-kurangi belanja online. Ganti mindset dengan menabung dulu baru belanja atau belilah secara offline agar lebih termotivasi. Kalaupun ingin belanja online, manfaatkan diskon serta promo yang tersedia. Sering terjadi, e-commerce memberikan diskon ongkos kirim atau promo bundling barang yang dapat ditebus dengan harga lebih murah. Bisa juga memanfaatkan cashback untuk mengurangi biaya pembayaran. Kamu perlu ingat, bahwa belanja online juga dikenai pajak, seperti biaya layanan yang tentu tidak sedikit. Selain itu, saat belanja online, hindari menggunakan paylater. Kamu harus memegang teguh prinsip bahwa payleter merupakan awal yang buruk dari hutang menumpuk. Kemudahan tersebut pantasnya disyukuri, tapi tidak harus selalu diikuti, dan ciptakan batasan supaya tidak terlalu berlebihan.

Menabung adalah hak untuk semua orang. Menabung, meskipuns sederhana, tapi nyanya masih cenderung sulit dilakukan sebab berbagai alasan. Beberapa tips di atas bisa kamu terapkan dalam proses latihan menabung, dari nominal sedikit sampai akhirnya bisa bertambah semakin banyak. Kunci utama selain adanya uang ialah konsistensi serta disiplin. Percuma, bila kamu tidak memiliki motivasi yang jelas untuk menyisihkan uang dan melakukannya jika mood saja. Namun, memandang dari sisi yang berbeda, menabung tidak perlu dijadikan beban berat. Kamu tidak perlu merasa ketinggalan karena uang yang disisihkan kecil, asalkan tetap rutin, hasilnya tidak mungkin mengecewakan. Menabunglah karena niat, bukan ikut-ikutan atau sekadar FOMO mengikuti trend yang sedang berkembang.
Featured image: pexels.com/Towfiqu Bharbhuiya