Variasi Pizza Klasik, Kuliner Kebanggaan dari Italia
Variasi pizza sekarang sudah semakin banyak. Terlepas itu, pizza klasik tetap jadi favorit dan kebanggaan, khususnya masyarakat Italia, tempat lahirnya kuliner ini.
Pizza merupakan sebuah hidangan yang sudah tidak asing bagi masyarakat dunia. Roti panggang bundar dengan topping beragam yang memiliki citarasa gurih, manis, masam, begitu kompleks. Pizza berasal dari Italia dan telah berbaur bersama kebudayaan di banyak negara. Pizza bahkan telah dimodifikasi di setiap tempat agar sesuai lidah masyarakat lokal yang menikmatinya. Contohnya saja di Indonesia, tidak jarang ditemukan pizza dengan topping rendang, jagung, dan sebagainya. Di Amerika, pizza diberi topping buah nanas, menjadikannya lebih segar. Pada dasarnya, pizza dibuat dari adonan tepung, air, ragi, dan garam. Kemudian tiaburi topping di bagian atasnya. Bagi orang Italia, pizza bukan hanya sekadar makanan. Pizza menjadi warisan budaya sekaligus kebanggaan nasional dari Kota Napoli, tempat kelahiran kuliner ini. Pizza punya variasi asli yang dibuat sesuai aturan dan kebiasaan khas masyarakat Italia. Ada sejumlah menu pizza yang dibuat sesuai aturan serta kebiasaan yang ada di sana, misalnya saja berdasarkan topping. Kini, pizza-pizza itu telah banyak dikenal oleh khalayak umum.
Beberapa di antaranya bisa kamu cek di bawah!
Margherita

Pizza yang sudah familiar, menu margherita sering ditemukan di restoran Italia atau restorn khusus pizza. Dari luar, margherita tampak sederhana. Tampilannya sangat klasik hanya dengan roti bundar yang ditambahkan saus tomat serta mozzarella. Walaupun begitu, margherita menjadi salah satu pizza kebanggaan masyarakat Italia, karena penampilannya menyerupai bendera Negara. Kesederhanaannya itu yang membuat variasi pizza ini begitu dicintai. Rasanya tidak berlebihan, kombinasi yang pas dari asam manis saus tomat berpadu lelehan keju yang gurih. Ditambah adonan roti lembut, semakin menjadikan margherita primadona di kalangannya. Di masa lalu, pizza margherita sebenarnya adalah hidangan masyarakat biasa. Bahan-bahan pembuatannya sangat mudah ditemukan dan dijangkau oleh orang-orang Kota Naples. Namun, suatu hari, seorang Ratu bernama Ratu Margherita hadis ke Naples, justru pizza ini yang menarik perhatiannya. Jadi, margherita pun mulai naik kelas setelahnya.
Marinara

Menu pizza klasik kedua yang menjadi kebanggan masyarakat Italia adalah marinara. Pizza iini menjadi salah satu hidangan klasik khas Neapolitan. Penampilannya begitu sederhana, tanpa adanya tambahan protein hewani, khususnya makanan laut. Pizza marinara dibuat dengan adonan dan diberi topping berupa saus tomat segar, irisan bawang putih, minyak zaitun, dan oregano. Ya, resep asli dari pizza marinara memang tidak menggunakan keju seperti pizza kebanyakan, tujuannya yaitu menonjolkan rasa murni dari setiap bahan-bahan yang dipakai. Bagaimana asam, manis, dan gurih bersatu, ditambah aroma yang begitu menggoda dari oregano serta minyak zaitun extra virgin. Warna merah yang menggelora itu sangat-sangat membangkitkan gairah untuk segera menyantapnya. Fun fact, nama marinara diambil dari Bahasa Italia, marinara, yang artinya pelaut. Dulu, pizza marinara memang sering dibuat oleh para pelaut karena dianggap sederhana dan mudah dimasak ketika berada di atas kapal.
Quattro Formaggi

Berikutnya ada menu pizza klasik khas Italia yang begitu populer, namanya quattro formaggi. Sesuai namanya, menu pizza ini memang menggunakan empat jenis keju diantaranya mozzarella, fontina, gorgonzola, dan parmesan. Tentu, pemilihan keju ini tidak sembarangan atau asal comot. Setiap keju punya karakter yang berbeda, memberikan keunikan serta tekstur berbeda untuk pizza. Bisa dibayangkan bahwa quattro formaggi punya rasa yang begitu kompleks, perpaduan sempurna dan seimbang dari creamy, masam segar, dan gurih yang terasa dalam sekali gigit. Biasanya quttro formaggi menggunakan adonan pizza Neopolitan yang lebih tipis dan kering di bagian ujung-ujungnya. Setelah dipanggang dalam api, penampilan quattro formaggi begitu menggiurkan, bagaimana keju-keju itu meleleh, berbaur dengan saus tomat yang rich. Walaupun begitu, quattro formaggi menunjukkan kesederhanaan di tengah rasa yang kaya. Oleh sebab itu, pizza ini sangat disukai oleh sebagian besar masyarakat.
Capricciosa

Pizza klasik lainnya dikenal dengan nama capricciosa. Lebih kompleks, pizza yang satu ini menggunakan beberapa bahan untuk jadi topping, membuatnya tampak ramai, penuh, tapi unik. Dalam satu lingkar pizza, terdapat topping berupa keju mozzarella, jamur, dan ham. Masih ditambah menggunakan saus tomat sera herbs pelengkapnya. Maka dari itu, tampilan pizza ini nanti mungkin sedikit padat. Wajar, karena pizza tersebut sebenarnya diciptakan secara tidak sengaja pada awalnya. Mengutip dar The Clever Meal, capricciosa sendiri artinya yaitu berubah-ubah, merujuk pada topping yang bisa disesuaikan dengan pembuatnya. Pizza ini lahr di kawasan Roma, Italia, pada tahun 1937, di sebuah restoran bernama La Capricciosa. Saat itu, koki restoran sedang melakukan bersih-bersih kulkas, mengeluarkan bahan-bahan yang sekiranya tidak perlu disimpan. Sebab masih sayang karena sebenarnya masih bisa dipakai, dibuatlah sebuah hidangan pizza. Siapa sangka, kalau capricciosa menjadi favorit banyak kalangan. Sampai sekarang jenis pizza ini masih lestari dan tetap dicintai orang-orang.
Diavola Pizza

Menuju variasi pizza klaisik selanjutnya yang dikenal dengan nama diavola. Pizza ini dikenal dengan rasanya yang berbeda dari kebanyakan, yaitu pedas yang khas. Untuk bagian topping sebenarnya tidak jauh berbeda, masiha da saus tomat, keju (bisa menggunakan mozzarella atau fior di latter), tetapi ditambah dengan salami pedas. Mengenai salami, bahan ini berbeda dengan pepperoni. Melansir Nibble, salami adalah sosis yang telah mengalami prses pengawetan. Salami berbahan dasar daging, lemak, serta rempah-rempah. Adonan salami kemudian dimasukan ke dalam selonsong, jadi memanjang seperti sosis. Saat diiris, tampilannya seolah punya aksen titik-titik putih yang membuatnya cantik. Dalam pizza diavola, salami yang digunakan ialah jenis salamino picante aau soppresata. Nah, pizza diavola juga menggunakan adonan pizza Neapolitan yang pipih dengan sentuhan gosong di bagian ujungnya. Nama diavola sendiri artinya yaitu setan, mengindikasikan bahwa pizza yang satu ini memang punya rasa pedas. Pizza inipun tumbuh dari tradisi atau budaya yang sudah ada sejak beabad-abad lalu.
Itu dia beberapa pizza klasik yang telah tumbuh dam populer dari Italia ke dunia. Meskipun sekarang, pizza menjadi satu menu fast food yang dipilih karena kemudahan serta praktis. Pizza tetap punya esensi yang mendalam, dari segi makna, estetika, bahkan cara menonjolkan rasa dari bahan-bahan segar yang digunakan. Pizza tampak jadi makanan yang bisa dinikmati semua kalangan, tapi tetap terdapat aturan tersendiri ketika ingin memakannya. Pertama, satu loyang pizza sebenarnya diperuntukan satu orang, tidak dibagi-bagi atau sharing di meja. Jika memang dipotong, maka potonglah secara spiral untuk delapan sisi, sehingga hasil potongannya segitiga. Kedua, pizza tidak dimakan menggunakan tangan langsung, tapi menggunakan pisau dan garpu saat berada di meja, kecuali pizza al taglio atau pizza potong di pinggir jalan. Bila harus menggunakan tangan, maka pizza sebaiknya dilipat. Ketiga, nikmati pizza selagi hangat, jangan biarkan pizza jadi dingin. Kalaupun sudah dingin, orang biasanya bisa membungkus dan membawanya pulang.
Featured Image: pexels.com/ROMAN ODINTSOV