Zero Sugar Trend, Bantu Tubuh Menjadi Lebih Sehat!
Berikut ini merupakan alternatif pengganti gula untuk mendukung trend zero sugar, mulai dari stevia, bahan alami seperti madu, sirup maple asli dan masih banyak lagi, yuk intip langsung disini!
Semakin berkembangnya dunia kuliner semakin pintar juga semua orang dalam memilih makanan dan minuman, khususnya makanan yang sehat dan baik untuk tubuh. Salah satu trend yang sedang populer dari 2025 lalu hingga sekarang adalah Zero Sugar. Dilansir dari State of Beverages Report 2025 oleh Keurig Dr. Pepper 75% konsumen yang merupakan Generasi Z mengubah dan mengkostumisasi minumannya agar lebih sehat dan bermanfaat untuk tubuh seperti memilih minuman yang rendah gula, atau meracik minuman yang zero sugar. Sedangkan sisanya meminum minuman yang biasa dikemas di pasaran tanpa dimodifikasi dengan alternatif gula lainnya. Dapat disimpulkan bahwa Gen Z sekarang mencari minuman tidak hanya untuk melepas dahaga semata, namun mempertimbangkan sisi kesehatan yang mempengaruhi gaya hidup personal. Seperti salah satu influencer Indonesia yang merupakan lulusan Teknik Pangan ITB yaitu Vincent dan Lianny yang merupakan lulusan Gizi UI berhasil mengedukasi pengikutnya dengan memilih dan memilah makanan berdasarkan komposisi yang oke, yaitu dengan menghitung jumlah gula dalam kemasan, serta tips lain memilih makanan sehat yang rendah gula. Untuk lebih mengenal trend Zero Sugar yuk langsung intip lebih dalam mengenai trend tersebut, manfaat dan tips dalam menerapkannya di kehidupan sehari-hari!
Mengenal Lebih Dalam Trend Zero Sugar
Tahukah Anda trend Zero Sugar ini telah menjadi life style yang banyak diminati oleh generasi muda atau Gen Z. Istilah zero sugar sendiri berawal dari kosa kata bahasa Inggris yaitu Zero Sugar yang berarti tanpa gula kemudian berkembang menjadi gaya hidup bebas gula tambahan. Dari 2025 hingga kini zero sugar ini sedang menjadi salah satu gerakan kesehatan dan gaya hidup (lifestyle) yang paling diminati secara global, termasuk di Indonesia. Tren ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jangka panjang. Tren zero sugar sendiri bukan sekadar produk kemasan berlabel khusus, melainkan sebuah gerakan pola makan untuk meminimalisir atau mengeliminasi konsumsi gula tambahan (added sugars). Beberapa gula yang dihindari diantaranya adalah gula pasir, sirup fruktosa, pemanis buatan tertentu yang tinggi kalori, serta makanan/minuman olahan yang sengaja diberi tambahan pemanis. Gula-gula atau pemanis tersebut diganti menjadi gula yang lebih sehat atau bahkan yang memiliki 0 kalori seperti gula alami yang terikat dalam struktur makanan utuh, seperti fruktosa alami pada buah-buahan segar (karena disertai serat dan vitamin). Trend ini mulai diminati karena kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, salah satunya karena tingginya kasus diabetes tipe 2, obesitas, dan penyakit jantung di usia muda membuat banyak orang lebih peduli untuk memangkas asupan gula sejak dini.
Selain itu energi dan suasana hati yang stabil akan mudah didapat saat mengurangi asupan gula. Konsumsi gula berlebih menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti dengan penurunan drastis (sugar crash), yang kerap memicu rasa lemas dan lelah. Pola zero sugar membantu menjaga energi tubuh tetap stabil. Dilansir dari laman Halodoc bahwa gula sendiri memiliki akses terhadap kesehatan kulit. Saat Anda memutuskan untuk mengurangi gula, hal tersebut akan membantu meredakan peradangan di tubuh, sehingga kulit tampak lebih bersih dan mencegah penuaan dini yang dikarenakan sugar sag. Bahkan baru-baru ini produk Food and Beverage banyak yang menghadirkan inovasi baru yaitu produk zero sugar atau less sugar. Industri makanan dan minuman (F&B) saat ini berlomba-lomba menghadirkan produk zero sugar atau low sugar mulai dari kopi literan, minuman bersoda, boba, hingga camilan sehat yang rasanya tetap enak menggunakan pemanis alternatif. Memang manfaatnya sungguh luar biasa untuk menjadikan trend Zero Sugar ini sebagai lifestyle.
Tips Memilih Gula Alternatif Untuk Trend Zero Sugar
Mengurangi konsumsi gula tambahan seringkali terasa menantang, terutama bagi Anda yang sudah terbiasa menikmati makanan atau minuman manis sehari-hari. Padahal, beralih ke gaya hidup zero sugar atau bebas gula tambahan adalah salah satu langkah terbaik untuk menjaga stabilitas energi, kesehatan kulit, serta mencegah risiko penyakit kronis seperti diabetes di masa depan. Kabar baiknya, Anda tidak harus sepenuhnya menyiksa lidah dengan rasa hambar. Kunci sukses menjalani transisi ini adalah mengenali dan memanfaatkan berbagai alternatif pemanis pengganti yang lebih ramah bagi tubuh, baik yang bersumber dari bahan alami maupun opsi rendah kalori yang aman dikonsumsi. Berikut beberapa gula alternatif yang bisa Anda gunakan pada makanan dan minuman Anda di rumah:
- Stevia dan Monk Fruit
Pilihan pertama dan yang paling populer saat ini adalah daun Stevia. Berasal dari tanaman herbal asal Amerika Selatan, ekstrak Stevia memiliki tingkat kemanisan yang jauh lebih tinggi daripada gula pasir biasa, namun nyaris tanpa kalori dan tidak memicu lonjakan kadar gula darah. Stevia sangat cocok dicampurkan ke dalam seduhan teh, kopi, atau jus buah harian Anda tanpa rasa khawatir. Selain Stevia, ada pula ekstrak buah monk fruit (luo han guo) yang juga menawarkan rasa manis alami tanpa kalori serta memiliki aftertaste yang bersih di lidah. Kedua pemanis alami ini sangat ideal bagi Anda yang ingin memangkas asupan kalori harian secara signifikan tanpa mengorbankan cita rasa minuman favorit.
- Eritritol dan Xylitol
Bagi Anda yang gemar membuat kue atau hidangan panggang di rumah, kelompok gula alkohol seperti eritritol dan xylitol bisa menjadi solusi pengganti gula pasir yang sangat fungsional. Eritritol, misalnya, memiliki tekstur dan tingkat kemanisan yang menyerupai gula tebu konvensional sehingga memberikan sensasi memasak yang familiar. Keunggulan utama dari eritritol adalah indeks glikemiknya yang sangat rendah dan aman bagi kesehatan gigi karena tidak memicu pertumbuhan bakteri penyebab karies. Kendati demikian, penggunaannya tetap perlu disesuaikan karena konsumsi dalam jumlah berlebihan bagi sebagian orang berpotensi memicu sedikit gangguan pencernaan ringan.
- Pemanis Murni (Whole Foods)
Selain menggunakan pemanis alternatif buatan atau ekstrak khusus, Anda juga bisa melirik sumber pemanis alami utuh (whole foods) yang kaya nutrisi. Madu murni, sirup maple murni, atau kurma yang dihaluskan dapat digunakan dalam takaran terbatas saat mengolah makanan rumahan. Meskipun bahan-bahan ini tetap mengandung kalori dan fruktosa, mereka jauh lebih unggul dibandingkan gula rafinasi karena masih menyimpan kandungan antioksidan, vitamin, serta mineral esensial yang bermanfaat bagi tubuh. Trik kuncinya adalah tetap bijak dan menggunakannya secara cermat agar lidah Anda secara perlahan beradaptasi dengan tingkat kemanisan yang lebih natural.
Memulai perjalanan zero sugar bukan berarti Anda harus langsung sempurna di hari pertama. Proses adaptasi lidah membutuhkan waktu, biasanya berkisar antara dua hingga tiga minggu hingga indra pengecap Anda terbiasa menikmati cita rasa asli dari makanan. Mulailah secara perlahan dengan mengurangi setengah takaran gula pada minuman pagi Anda, lalu kombinasikan dengan pemilihan pemanis alternatif yang paling sesuai dengan preferensi rasa Anda. Dengan pendekatan yang konsisten dan fleksibel, gaya hidup sehat bebas gula tambahan ini tidak hanya akan terasa lebih ringan dijalani, tetapi juga mendatangkan manfaat jangka panjang yang luar biasa bagi kebugaran tubuh secara menyeluruh.