Thea News
Travel // 2026 Lea

3 Negara dengan Cave Tubing Terbaik di Dunia

Cave tubing tidak bisa dilakukan di semua tempat. Ada kriteria khusus yang membuat sebuah daerah bisa dijadikan wahana penyusuran gua. Tiga negara ini adalah yang terbaik di bidang tersebut.

Tidak sedikit orang yang memiliki hobi olahraga ekstrem, seperti cave tubing. Aktivitas ini memadukan antara susur gua dan penelusuran air atau body rafting. Dalam pelaksanaannya, orang akan menggunakan ban untuk menyusuri sungai bawah tanah yang ada di dalam gua. Aktivitas ini dianggap memacu adrenalin, karena penyusuran dilakukan secara alami, memanfaatkan cahaya senter yang terkadang kurang bisa memandu gelapnya gua, tapi pemandangan yang didapatkan tidak akan terlupakan.

 

Olahraga cave tubing memang punya banyak penggemar di seluruh dunia. Namun, faktanya, tidak semua negara memiliki fasilitas cave tubing. Sejauh ini, hanya ada tiga negara yang memadai untuk pelaksanaan cave tubing. Hal ini disebabkan setiap daerah di suatu negara memiliki topografi lingkungan berbeda-beda. Dalam hal ini, negara dengan kawasan bergua dan punya sungai bawah tanah yang bisa dibuka untuk keperluan cave tubing.

 

Dimanakah negara-negara itu? Yuk, simak di bawah!

 

Belize

 

Source: pexels.com/Franseco Ungaro

 

Belize adalah salah satu negara kecil di kawasan pesisir timur Amerika tengah, berbatasan dengan Meksiko dan Guatemala. Belize dalam Bahas Spanyol disebut dengan Belice atau dulunya bernama Honduras Britania pad atahun 1973. Nama tersebut tersemat karena Belize adalah bekas koloni Inggris. Di samping itu, Belize diambil dari nama sebuah sungai yang membelah negara ini. Meskipun tergolong kecil, Belize punya topografi yang begitu menakjubkan dengan dataran tinggi berupa pegunungan, serta dataran rendah dan rawa yang ada di sepanjang pantai. Puncak tertingginya berada di Doyle’s Delight di Pegunungan Maya. Belize punya area yang penuh akan gua-gua berhias stalagtit dan stalagmite yang indah. Sungai panjang membelah sepanjang daerah, menjadikannya objek wisata komersial yang menjanjikan, khususnya aktivitas cave tubing. Wahanan ekstrem tersebut berada di pedalaman Belize, melewati lautan untuk mencapai tempat tersebut. Daerah paling populernya berada di Sungai Caves Branch, dimana gua-gua cantik yang dikelilingi hutan tropis lebat. Melakukan cave tubing di Belize jadi kegiatan yang menyenangkan. Orang akan diajak menyusuri kawasan hutan, gua, dan sungai menggunakan sebuah ban. Mereka dapat menyaksikan bagaimana cahaya remang-remang menelisik masuk melalui celah bebatuan. Diikuti kegiatan rafting dengan beberapa jalur berdasarkan tradisi Suku Maya. Jadi, eksplorasi cave tubing di Belize tidak hanya mengagumi panorama yang ada, tetapi memahami bagaimana budaya menyatu dengan aktivitas alam yang dijalani oleh manusia. Keajaiban yang ada di Belize ini membuatnya dianugerahi sebagai negara terbaik untuk cave tubing di dunia.

 

Selandia Baru

 

Source: unsplash.com/Nicole Geri

 

Negara berikutnya yang akan dibahas terkait cave tubing ialah Selandia Baru. Negara yang bertetangga dengan Benua Australia ini merupakan salah satu negara yang dipenuhi tingkat kebahagiaan tinggi. Di internet, orang bisa menyaksikan bagaimana kehidupan di Selandia Baru yang serba slow. Mereka bekerja sesuai porsi dan tetap menyempatkan diri untuk healing atau menikmati kehidupannnya sebagai manusia. Selain itu, Selandia Baru punya topografi yang unik. Negara ini memiliki dua pulau utama, yaitu Utara dan Selatan. Untuk aktivitas cave tubing sendiri berpusat di Pulau Utara dengan karateristik tempat berupa pegunungan vulkanik, dataran rendah, perbukitan, serta sumber panas alami bumi (seperti air panas dan geiser). Tepatnya di Gua Waitomo, sebuah wilayah yang punya ratusan bebatuan kapur berusia jutaan tahun. Gua ini jadi objek wisata yang sangat tersohor di Selandia Baru. Daya tariknya berada pada ribuan cacing pendar atau glowworm yang berada di langit-langit gua. Cacing ini akan tampak bersinar terang ketika tidak ada cahaya yang masuk. Ada beberapa metode yang bisa dilakukan oleh para pengunjung jika ingin eksplorasi Gua Waitomo. Pertama, dengan berjalan atau merangkak di celah sempit. Kedua, melakukan cave tubing menggunakan ban melalui sungai bawah tanah. Dua-duanya tentu memberikan tantangan tersendiri. Jika memilih cave tubing, masih ada opsi selanjutnya yaitu black labyrinth dan the abyss tour. Perbedaannya ialah lama perjalanan, sebab the abyss tour lebih lengkap, sebab mencakup abseiling, zipline, memanjat, hingga tubing di Gua Ruakuri. Kalau mau aktivitas yang lebih menantang, wisatawan dapat mencoba rafting di gua ini. Pemandangan langka yang cantik itu membuat Selandia Baru dinobatkan sebagai negara kedua di dunia dengan cave tubing-nya. 
 

Indonesia

 

Source: pexels.com/Must Bee

 

Jika kamu merasa Belize dan Selandia Baru terlalu jauh untuk mencoba cave tubing, ternyata Indonesia punya, lho. Indonesia masuk ke dalam tiga besar sebagai negara terbaik untuk meakukan cave tubing. Topografi Indonesia bisa dibilang paket lengkap. Bentuk negara kepulauan dengan ribuan pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke, dari pulau besar hingga pulau kecil tak berpenghuni  ataupun tanpa nama. Setiap kawasan memiliki keunikannya sendiri, ada pegunungan, perbukitan, dataran rendah, danau, hingga sunga-sungai bawah tanah yang masih mengalir deras. Salah satu daerah dengan cave tubing paling populer berada di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari luar, Gunungkidul dianggap tempat yang gersang. Kawasan ini termasuk yang dilewati jajaran Pegunungan Seribu atau Gunungsewu yang membentang hingga Jawa Timur. Akibatnya, lingkungan di Gunungkidul terbentuk dari bebatuan kapur, tanahnya tidak terlalu subur, meskipun masih ada sejumlah tanaman yang hidup di sana. Di samping itu, keuntungan yang didapatkan yaitu terdapat beberapa gua purba yang kini jadi spot wisata favorit. Dua gua paling sering dikunjungi untuk cave tubing ialah Kalisuci di Pacerejo dan Pindul di Bejiharjo. Keduanya dikenal punya panorama stalagtit dan stalagmit yang indah, berteman sungai bawah tanah yang bisa dilalui oleh wisatawan. Jaraknya pun cukup jauh, kisaran 300-750 meter. Di Gua Pindul, zona perjalanan dibagi jadi tiga, yaitu terang, remang-remang, dan gelap. Lalu di tengah perjalanan, wisatawan dapat menceburkan diri ke sungai bawah tanah yang jernih nan menyegarkan. Sedangkan di Kalisuci, wisatawan bakal diajak menysuuri jalanan setapak yang berkelok-kelok di area gua. Kemudian masuk ke aliran sungai yang kehijauan, kontras dengan warna tanah atau dinding gua. Perjalanan di Kalisuci jauh lebih menegangkan saat tubing sudah memasuki dalam gua, ketika sinar matahari tidak bisa menyusup ke dalam. Dari sana, wisatawan mampu melihat kemegahan bumi yang tergambar lewat bebatuan berusia jutaan tahun. Tetesan air alami yang dingin, bak kristal. Keindahan inilah yang menghantarkan Indonesia bersanding bersama Belize serta Selandia Baru. 

 

Tiga negara tersebut jadi yang teratas dalam aktivitas cave tubing di dunia. Memang, tidak semua tempat bisa melakukan hal tersebut. Terdapat karateristik lingkungan tertentu yang bisa mendukung aktvitas itu. Belize, Selandia Baru, dan Indonesia punya gua-gua yang indah juga sungai bawah tanah yang mampu menghantarkan wisatawan dalam memenuhi hasrat cave tubing. Menikmati pemandangan dari atas ban, menyusuri gelapnya ruang bebatuan yang usianya tak lagi muda, jadi kegiatan menyenangkan. Apalagi ditambah rafting, adrenalin semakin terpacu. Sebenarnya, tidak diperlukan keahlian khusus jika ingin cave tubing, tetapi tetap harus berhati-hati dan dilengkapi beragam safety life

 

Featured image: pexels.com/Quang Nguyen Vinh

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Menjelajahi Pesona Gurun Sahara: Keagungan Lautan Pasir Abadi dan Misteri Bentang Alam Afrika Utara

Next Entry

Menjelajahi Pesona Gunung Fuji: Keagungan Puncak Salju dan Romantisme Simbol Abadi di Jepang

Next Entry

Rekomendasi 4 Gunung di Jawa Tengah untuk Pendaki Pemula