Thea News
Ada di Sekitarmu // 2026 Lea

4 Espresso Based Coffee, Comfort Menu di Tempat Ngopi

Menu kopi di tempat ngopi bisa kamu klasifikasikan menjadi beberapa macam. Salah satunya espresso based yang pasti sudah dikenalah khalayak umum.

Ngopi menjadi salah satu kegiatan yang telah menjadi gaya hidup untuk sebagian besar manusia di dunia. Setiap Negara bahkan punya ritual minum kopi yang mengakar penuh. Menciptakan budaya yang kemudian diadopsi oleh banyak pihak. Untuk beberapa orang, kopi sendiri bukan hanya sekadar minuman belaka, ada yang menganggap kopi jadi syarat wajib sebelum bekerja, kopi sebagai teman saat sedang brainstorming, atau kopi adalah teman di kala sedang membangun hubungan dengan sesama. Apapun masanya, kopi seolah punya andil sendiri. Indonesia pun merupakan satu di antara sekian tempat yang punya ribuan tempat ngopi dalam berbagai bentuk, contohnya rumahan, kedai sederhana, kafe, sampai restoran besar dan hotel bintang lima. Kamu bisa menemukan setidaknya satu tempat ngopi di sebuah daerah. Khusus di kota-kota besar, bisa jadi dua tempat berhadapan menawarkan menu yang sama. Namun, uniknya tidak ada tempat ngopi yang sepi, semua terisi oleh mereka yang memang suka kopi atau ingin mencicipinya sesekali. Hal ini didukung adanya ratusan ribu hektar lahan yang ditanami berbagai jenis tumbuhan kopi, menciptakan rasa berbeda-beda, sehingga pengalamannya pun berbeda. Menurut statistik global, Indonesia menempati urutan keempat sebagai Negara penghasil kopi, bertengger bersama Brazil, Vietnam, Kolombia, dan Ethiopia.

 

Selera orang tentang ngopi memang berbeda-beda. Walaupun begitu, kamu bisa membaginya menjadi beberapa kelompok, seperti manual brewespresso based, milk based, dan sebagainya. Hampir di setiap coffee shop menyediakan menu yang sama, hanya saja mereka tetap berinovasi dengan kreativitas yang nantinya disebut signature. Kopi espresso menjadi saah satu yang paling klasik karena sudah ada sejak puluhan tahun lalu dinikmati oleh masyarakat, khususnya di Benua Eropa. Espresso adalah kopi yang dibuat dengan mesin bertekanan tinggi, mengaami ekstrasi cepat, dan menghasilkan cairan pekat yang nutty, earthy, serta pahit. Dari espresso, tumbuhlah berbagai jenis menu kopi lain yang saat ini kerap dinikmati. Mungkin kamu pernah memesannya atau ingin mencobanya. 

 

Cappuccino

 

Menu pertama yang pasti kamu ketahui adalah cappuccino. Sajian kopi dari Italia ini sangat disukai oleh kebanyakan orang. Rasanya kombinasi antara getir pahit, tekstur creamy susu, dam foam yang menyenangkan di bagian paling atas. Cappuccino merupakan kombinasi antara espresso, susu, dan bulir-bulir foam padat tapi lembut. Perbandingannya dalam secangkir adalah 1/3 sama rata. Di negara asalnya, cappuccino punya etika tersendiri dalam mengonsumsinya. Orang-orang sana memilih9 cappuccino sebagai menu sarapan. Batas waktu minumnya antara pagi sampai pukul 10 siang atau paling tidak sebelum makan siang tiba. Menurut keyakinan orang Italia, mengonsumsi cappuccino bersama makanan berat tidak baik karena rapat mengganggu pencernaan. Maka dari itu, cappuccino cocok digabungkan dengan roti-roti manis dibandingkan pasta. Ketika ada orang yang memesan cappuccino di sore atau malam tentu akandipandang aneh. Apalagi jika menu yang dipesan tidak hangat. Hanya saja di beberapa negara sering ada yang memaksa memesan cappuccino ice. 

 

Caffe Latte

 

Selanjutnya, menu yang paling sering dipesan di coffee shop adalah caffe latte. Secara dasar, minuman ini menggunakan espresso sebagai bahan dasarnya. Lalu, ditambah susu yang telah dipanaskan. Hanya saja, rasionya memang lebih banyak susu daripada kopi, sekitar 2:1, sehingga teksturnya jauh lebih creamy dengan rasa pahit yang light. Sering disamakan dengan cappuccino, tetapi terdapat perbedaan mendasar antara keduanya, yaitu lapisan busa. Pada caffe latte busa atau foam lebih tipis. Tidak jarang, busa-busa tu nanti bisa dibentuk menjadi sajian yang lebih indah atau latte art. Awalnya budaya ini sudah bermulai sejak berabad-abad lalu di antara keluarga Eropa. Namun, memang menu caffe latte disempurnakan di Italia dan Amerika dengan campuran susu kukus yang lebih banyak pada tahun 1950-an. Kopi ini sejak dulu dijadikan sebagai menu sarapan, menemani roti manis atau pastry hangat dalam memulai hari. Walaupun seiringi berjalannya waktu, caffe latte telah dimodifikasi dengan menambahkan pemanis tambahan yang bervariasi. Jadi, jenis kopi ini bisa memiliki sentuhan manis, sedikit asin, bahkan aroma harum dari bahan tambahan. Selain itu, kamu bisa menambahkan es batu agar caffe latte semakin nikmat. 

 

Source: pexels.com/Denys Gromov

 

Flat White
 

Kalau kamu menyukai caffe latte, mungkin kamu juga akan menyukai flat white. Pada dasarnya, flat white hampir sama dengan latte, hanya saja busa yang ada di atasnya jauh lebih tipis dan susunya lebih lembut. Di Indonesia, flat white termasuk salah satu yang digemari, makanya sering muncul di tempat ngopi. Flat white bisa dibilang versi strong dari latte, tapi tidak sepekat cappuccino. Hidanga ini sering disajikan dalam kondisi hangat, punya rasa pahit yang khas, creamy susudan lapisn busa tipis di bagian atasnya. Biasanya, barista menyajikan flat white menggunakan cangkir berukuran 150-180 ml. Melansir dari Aeki Aice, menu flat white pertama kali ditemukan di Australia oleh seorang barista bernama Alan Preston pada tahun 1985. Sejak awal, resepnya memang sudah menggunakan double espressso dan kisaran 130 ml susu. Jadi, menu ini bisa jadi pilihan kalau kamu menyukai espresso based dengan rasa creamy yang lembut, tapi tetap menonjol kopinya. 
 

Americano

 

Trend yang saat ini kerap dianut oleh generasi masa kini, yaitu minum americano setiap hari. Rasanya hari tidak akan berjalan dengan lancar tanpa menenggak segelas minuman hitam pahit yang disebut americano ini. Kamu bisa menemukan americano di semua tempat ngopi. Di Indonesia pun, menu ini banyak dipesan karena rasanya yang pahit tapi punya sensasi menyegarkan. Sesuai namanya, sejarah mulabukanya americano berawal dari Perang Dunia II, dimana saat itu tentara Amerika erada di Italia. Masa tersebut mereka harus berbaur dengan budaya masyarakat Italia yang mengonsumsi kopi setiap pagi, khususnya espresso. Mereka punya alat sendiri yang bernama moka pot. Hanya saja, saat para tentara mencoba menu ini, mereka merasa americano terlalu kuat. Penyebabnya proses ekstrasi yang menggunakan tekanan tinggi dalam waktu singkat. Sedangkan, orang Amerika terbiasa dengan rasa yang lebih segar, light, dari drip coffee. Dari sana, orang-orang mulai menambahkan air panas untuk mengencerkan espresso agar rasanya mirip seperti coffee drip. Sejak saat itulah, jenis kopi ini disebut americano atu kopi ala orang Amerika. Siapa sangka, dekade-dekade berikutnya, americano jadi menu favorit. Ada pula yang menambahkan es batu untuk melawan hawa panas. 

 

Source: pexels.com/Skylar Kang

 

Jenis-jenis kopi di atas menjadi menu umum yang sering kita temui di tempat-tempat ngopi. Meskipun di samping ragam menu tersebut, masih banyak karya-karya menu yang lebih variatif. Ada yang menambahkan bubuk cokelat (cafe mocha), sirup buah, potongan buah asli, alkohol, dan sebagainya. Apapun jenis menunya, tentu kopi memberikan sensasi yang berbeda-beda bagi penikmatnya. Jelasnya, kualitas biji kopi akan memengaruhi rasa dari hasil kopi yang disajikan. 

 

Featured Image: pexels.com/Vladimir Srajber

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Aturan Unik Minum Kopi ala Italia

Next Entry

Etika Tidak Tertulis Saat Berada di Kafe yang Masih Sering Diabaikan: Jangan Sampai Mengganggu Orang Lain

Next Entry

Benarkah Kita Harus Selalu Keluar dari Zona Nyaman? Ini Penjelasan yang Sering Disalahpahami