5 Aplikasi untuk Tulis Jurnal Harian Secara Online
Jurnaling jadi hal menyenangkan. Saat ini, menulis tidak hanya menggunakan pena dan kertas, tapi bisa dilakukan secara online melalui aplikasi yang mudah diakses.
Kegiatan yang kerap kali dipilih oleh sebagian orang ketika tidak bisa mengungkapkan sebuah perasaan adalah menulis. Melalui kata-kata, orang dapat merasa lebih tenang, seolah masalah yang mengganjal dalam hatinya sedikit berkurang atau hilang seluruhnya. Menulis atau journaling bisa menjadi rutinitas yang baik untuk merilis stres, refleksi diri, atau mencari tahu bagaimana cara diri sendiri berpikir. Walaupun rutinitas, journaling tidak punya aturan baku, karena semua terjadi sesuai kehendak sendiri. Rutinitas ini tidak perlu dijadikan beban karena tujuan dasarnya justru menguranginya. Journaling bisa dilakukan dimana saja, menggunakan media apa saja. Meskipun menulis tangan secara konvensional lebih unggul, tapi beberapa orang condong menggunakan kemajuan teknologi. Sebab, saat ini sudah terdapat banyak aplikasi yang memberikan fasilitas penggunanya untuk melakukan journaling. Mereka hanya membutuhkan akses ponsel dan internet dalam proses journaling. Jadi, journaling bisa dilakukan sembari makan, duduk, atau bahkan menjelang tidur.
Kamu mau mencoba salah satunya? Cek di bawah untuk rekomendasinya.
Day One
Aplikasi jurnal harian yang populer di kalangan generasi masa kini adalah Day One. Aplikasi ini dikembangkan oleh perusahaan software dari Amerika Serikat dan telah menduduki di banyak negara, termasuk Indonesia. Fungsi utama dari Day One yaitu sebagai wadah orang untuk menuliskan berbagai jenis catatan, bukan hanya tentang perasaan sehari-hari, tapi juga travel log, jurnal keuanga, dan sebagainya. Aplikasi ini dinilai mudah digunakan dan tersedia di apple operating system, android, hingga web site. Day One dianggap punya teknologi menjaga privasi yang tinggi. Mengingat sering dijadikan tempat untuk curhat, tentu orang harus memperhatikan aman tidaknya setelah tulisan itu termuat. Selain itu, pengguna dapat menyinkronkan semua tulisan yang dimuat melalui berbagai perangkat. Fasilitasnya mencakup multimedia, tidak hanya tulisan saja. Namun, sayangnya tidak semua fitur dari aplikasi ini bisa dinikmati. Jika ingin menggunakan secara keseluruhan, pengguna diwajibkan membayar langganan lumayan tinggi setiap tahun.
Penzu
Kamu pun dapat memilih Penzu sebagai wadah keluh kesahmu setiap hari. Penzu adalah situs web yang memberikan fasilitas pada penggunanya untuk melakukan journaling atau buku harian online. Merujuk ke tampilannya, Penzu mirip dengan blog. Pengguna diajak untuk mendesain sendiri halaman menulisnya sesuai selera masing-masing. Cara penggunaannya cukup mudah. Dimulai dari mendaftar akun, lalu pengguna langsun bisa menulis dengan memilih menu new entry. Jadi, memang sama seperti ketika ingin posting di blog pribadi. Multimedia, seperti foto, juga bisa ditambahkan. Kustomisasi secara bebas dapat dilakukan dalam situs Penzu. Seperti Day One, Penzu mengutamakan keamanan data. Pengguna dapat memberikan password pada setiap tulisan yang termuat. Lalu, meskipun lebih nyaman menulis Penzu dari web, tapi dari sini bisa disinkronkan dengan perangkat iOS serta android. Namun, tetap saja fasilitas Penzu akan terbatas jika tidak berlangganan.
Journey.Cloud
Pilihan lain yang bisa dipertimbangkan dalam memulai kebiasaan menulis jurnal harian secara digital ialah Journey.Cloud. Aplikasi ini dikembangkan oleh Two App Studio Pte. Ltd. pada tahun 2024 lalu. Aplikasi ini langsung jadi favorit banyak orang karena kemudahan dalam penggunaan. Seteah mendaftarkan diri menjadi anggota, baik gratis atau premium, pengguna bisanya langsung bisa menulis. Journey.Cloud memungkinkan para pengguna untuk memasukan multimedia dan memanfaatkan AI yang sudah terintegrasi dengan aplikasi. Adanya biaya lebih ketika premium yaitu fasilitas privasi yang cukup ketat, meliputi passcode, touc ID, face ID, atau pemindai biometrik. Cloud.Journey juga punya prinsip menyingkronkan seluruh bentuk tulisan dari berbagai perangkat. Pengguna dapat menuliskan jurnal harian ketika perangkat dalam mode offline. Nantinya, hasil tulisan akan termuat kembali saat sudah terhubung kembali dengan intenet. Namun, terkadang sinkronisasi di Journal.Web tidak maksimal, sehingga sering terjadi trouble. Sebab, tulisan bisa saja hilang atau gagal terunggah karena perangkat kehilangan sinyal.

Medium
Untuk yang satu ini juga sering dipakai oleh para penulis. Bukan hanya yang ingin mengungkapkan perasaan, tetapi penulis yang benar-benar ingin membagikan buah karyanya dalam bentuk fiksi atau informasi. Medium memang tersedia dalam bentuk aplikasi, tapi membukanya lewat website jauh lebih nyaman. Tampilannya sederhana, sangat memudahkan para pengguna dalam memulai untuk melakukan journaling. Medium bisa diakses secara gratis. Medium sebenarnya adalah platform publikasi yang memberikan berbagai fasilitas, di antaranya membaca dan menulis. Prosesnya, dimulai dari membuat akun baru. Setelah itu, sesama pengguna bisa saling mengikuti untuk update masing-masing tulisan. Saat pengguna membuka akunnya, maka tulisannya bisa terlacak pengguna lain. Sesama pengguna diberikan kesempatan untuk merespon, menuliskan komentar, atau sekadar apresiasi berupa tombol tepuk tangan yang menyimbolkan like. Namun, jika kamu membatasi akun, maka update tulisan hanya akan nampak pada timeline akun yang sudah saling mengikuti. Tidak hanya sampai situ, karena pengguna bisa juga saling block, artinya akses melihatnya benar-benar ditutup. Kekurangan yang dimiliki medium ialah minimnya terhadap kontrol website. Bisa dikatakan, Medium hanyalah sebuah wadah saja yang menampung jutaan penulis dari seluruh dunia. Ketika pengguna mulai menulis dan membagikan hasil karyanya, maka keseluruhan nanti diatur oleh pengelola medium, termasuk monetisasi.
Goodnotes
Membicarakan tentang online journal tidak lengkap kalau tapa Goodnotes. Aplikasi ini dalah media kepenulisan yang memungkinkan penggunanya mengatur dokumen seperti buku fisik. Dalam laman web-nya, pengguna dapat memilih ingin menulis jurnal seperti apa, dari whiteboard sampai bentuk notebook biasa. Goodnotes didukung oleh penggunaan stylus atau pensil, jadi pengguna dapat menulis tangan, menggambar, atau membuat sketsa dalam jurnalnya. Tentu hal ini sangat menyenangkan, karena hasil tulisan lebih estetik. Pengguna pun dapat mencoret-coret dokumen dalam format pdf serta word, seolah seperti aplikasi pembacayang ada para perangkat keras. Goodnotes telah dilengkapi kecerdasan artifisial atau IA yang membantu penulis dalam spellcheck, mencari ide journaling, membantu mencari jawaban, merangkum banyak catatan, bahkan membuat kuis dari dokumen yang dituliskan. Kekurangan Goodnotes berad pada kustomisasi tampilan yang sangat minim atau default serta versi adnroid jauh lebih lambat. Goodnotes pun mematok langganan yang cukup mahal untuk satu tahunnya, tapi sekali bayar semua fasilitas dapat dinikmati.
Itu dia beberapa aplikasi atau journaling web yang bisa kamu coba. Masih ada banyak aplikasi online yang membantu orang-orang dalam menulis jurnal harian. Setiap aplikasi tentu ada plus dan minus yang harus dihadapi. Contohnya saja, adanya embel-embel gratis belum tentu semua fitur bisa dinikmati atau pengelolaannya masih terbatas. Kegiatan menulis merupakan aktivitas positif yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Apapun, mau sedikit atau banyak, saat dirasa diri tidak mampu berkata-kata, maka menulis adalah solusinya. Mengirimkan energi positif pada setiap gerak jari, mampu meringankan perasaan. Sekarang, kamu tidak perlu repot menggunakan kertas dan pensil, tapi sudah ada ponsel, laptop, atau tab yang dapat dijadikan media menulis.
Featured image: pexels.com/Mikhail Nilov