5 Gorengan Legendaris, Favorit Masyarakat Indonesia
Di Indonesia gorengan sudah seperti sahabat. Walaupun agak monoton, tapi tetap banyak orang menjajakan gorengan. Setidaknya 5 gorengan legendaris ini pernah ditemui di sekitarmu.
Gorengan menjadi salah satu kuliner yang sangat digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Gorengan termasuk ke dalam kategori snack, yang dibuat menggunakan berbagai bahan, berbagai rasa, serta tekstur beragam. Kamu bisa menemukan gorengan hampir di seluruh daerah. Bahkan, jika harus membuat sendiri, tidak akan kesulitan karena langkah pembuatannya sederhana. Gorengan kerap kali jadi teman camilan sore, bersama teh atau kopi. Ada pula yang menikmati gorengan sembari melahap seporsi nasi dan lauk. Gorengan memang paling pas disantap ketika hangat. Menilik jenis gorengan, rasanya tidak terhitung jumlahnya. Di Indonesia sendiri, kamu bisa menemukan lebih dari 10 jenis bahan makanan yang mampu dijadikan sebagai gorengan. Walaupun begitu, sebagian diantaranya dapat dipastikan telah melegenda serta disukai hampir setiap orang. Kamu akan menemukan makanan ini di tempat penjual gorengan mana saja.
Yuk, cek!
Bakwan

Pertama dan selalu jadi favorit para warga. Bakwan adalah gorengan yang terbuat dari sayuran serta tepung terigu. Beberapa jenis sayuran yang digunakan seperti kubis, wortel, kecambah, jagung, seledri, dan sebagainya. Padahal, bakwan sendiri merupakan chinese food yang berkembang di Indonesia. Kata bakwan berasal dari dialek Hokkian, yaitu bak artinya daging dan wan artinya bola. Jadi bisa disimpulkan bahwa bakwan berwuju bola-bola berisi daging. Hanya saja, harga daging yang mahal, maka diganti sayuran, hingga kini bisa dinikmati semua orang. Gorengan memang dikatakan jahat karena mengandung minyak jenuh yang tinggi, tapi bakwan bisa dibilang jahatnya bukan main. Penyebabnya tentu saja adanya kubis yang ikut digoreng. Kubis jadi salah satu sayuran yang tidak dianjurkan untuk digoreng karena proses pemanasan dapat memicu kerusakan nutrisi juga zat berbahaya lain, seperti karsinogenik atau kolesterol jahat. Namun, terkadang, ada pula yang menggunakan seafood sebagai isian bakwan, misalnya udang atau cumi-cumi, jadi kelihatan lebih sehat.
Tempe Mendoan

List kedua yang ditempati sebagai gorengan paling digemari ialah tempe mendoan. Ditinjau dari sejarah, tempe mendoan bermula dari daerah Banyumas, Jawa Tengah, kemudian menyebar ke seluruh daerah, khususnya yang ada di sekitarnya. Mendoan sendiri berasal dari kata mendo yang artinya lembek. Tempe mendoan versi original memang punya tekstur yang lebih lemas, tidak kaku, tapi tetap kenyal. Jika dilihat sekilas, tepung yang membalut tempe mendoan seperti digoreng setengah matang. Tempenya pun khas, lumrahnya berbentuk lebar dan panjang. Adonan lapisan luar cenderung kuning karena menggunakan kunyit, berkombinasi dengan bawang daun, bawang putih, dan garam. Rasanya gurih dan ada layering tekstur kenyal di luar, lembut di dalam. Namun, di zaman sekarang, mungkin kamu menemukan gorengan tempe berbalut adonan tepung yang bertekstur krispi dan diklaim sebagai mendoan. Padahal, ciri khas dari mendoan sendiri lembek. Penyajiannya juga berbeda. Tempe mendoan di daerah asalnya akan disuguhkan bersama sambal kecap cabai rawit, bukan saos sambal atau cabai saja. Sama seperti bakwa, jangan terlalu sering mengonsumsi tempe mendoan sebab tinggi akan lemak dan kalori.
Tahu Isi

Masih berkawan dengan bakwan dan tempe mendoan, ada tahu isi yang tak kalah populer. Sesuai namanya, tahu isi dibuat dari tahu dan isian berupa sayuran. Kalau di kawasan Yogyakarta, Jawa Tengah, juga sekitarnya, tahu isi kerap disebut tahu susur. Kata susur diambil dari Bahasa Jawa, makananya tembakau atau sirih yang diselipkan ke mulut ketika menginang. Perumpaan itu dipakai karena isian sayuran pada tahu isi memang diselipkan. Tahu yang dipakai untuk membuat gorengan yang satu ini ialah tahu pong cokelat. Tahu pong dibelah bagian tengahnya, tapi jangan sampai putus. Kemudian, masukkan isian sayuran ke dalam sela tahu yang telah dibuat. Baru masukan ke dalam adonan tepung. Tahu isi punya teksur yang krispi dan cukup kompleks pada bagian dalamnya. Tahu pong yang digoreng pun memberikan sensasi lain saat masuk ke mulut. Menuju ke era lebih kekinian, tahu isi mengalami perubahan. Kini, bukan hanya sayuran saja yang dimasukan ke dalam tahu, melainkan bahan-bahan lain. Kamu mungkin tidak asing dengan tahu isi jando, tahu isi mercon, tahu isi daging, tahu isi ayam suwir, dan sebagainya. Beragam menu itu jadi bentuk modifikasi dari tahu isi tradisional.
Pisang Goreng

Bintang selanjutnya adalah pisang goreng. Hidangan pisang goreng tidak hanya familiar di Indonesia, melainkan di kawasan Asia Tenggara, hingga India Selatan. Jika gorengan biasanya dibuat dari sayur atau protein, maka pisang goreng justru memanfaatkan buah. Uniknya, pisang goreng disukai sebagian besar warga. Sesuai nama, pisang goreng dibuat dair bahan dasar pisangyang telah dikupas, lalu dibalut tepung basah. Pisang yang dipakai harus matang, sedangkan adonan luarnya cenderung gurih. Kedua hal itu akan menciptakan kombinasi sempurna yang begitu pas di lidah, membuat orang jadi ketagihan, sehingga mau lagi dan lagi. Namun, perlu kamu ketahui bahwa tidak semua pisang dapat dijadikan bahan dasar membuat pisang goreng. Karakteristik pisang yang cocok lumrahnya cukup padat, bahkan ketika matang, agar saat digoreng teksturnya tidak berubah terlalu lunak. Beberapa jenis pisang yang mudah dijumpai yaitu kepok, raja, atau tanduk. Adonan luarnya bebas, bisaa krispi, setengah krispi, atau lembek, tergantung selera dari masing-masing orang. Funfact, pisang goreng ini menjadi salah satu menu bertahan yang mendapatkan rating tinggi dalam website Taste Atlas, lho.
Cireng

Masuk daftar kelima, kamu dapat menjadikan cireng sebagai jajaran atas gorengan favorit masyarakat Idonesia. Cireng bisa ditemui dengan berbagai bentuk, mungkin ada yang piph berwarna putih, ada pun yang berbentuk seperti pastel dan punya isian. Namun, tidak perlu khawatir karena semuanya tetap terbuat dari tepung aci. Cireng berasal dari Jawa Barat, merupakan akronim dari aci digoreng. Cireng dapat dikatakan makanan fleksibel, sebab disajikan menggunakan berbagai versi tetap enak. Cireng dimakan langsung pun enak, dicocol sambal rujak, diberi saus, hingga diguyur kuah tetap lezat. Rasa cireng didominasi gurih. Teksturnya renyah di luar dan kenyal di dalam. Jangan tanya soal minyaknya, karena sekali gigit, mulut bisa langsung mengkilap. Semakin berkembangnya zaman, cireng pun mulai berubah. Makanan tersebut tidak hanya dijual pada kondisi matang, tetapi dijajakan dengan keadaan frozen, supaya lebih awet. Kamu bisa menemukan cireng yang masih mentah, harganya biasanya jauh lebih murah.
Itulah beberapa gorengan legendaris yang sering ditemui di sekitar kita. Sayangnya, dari segi kandungan gizi, gorengan jadi makanan jahat. Hal itu disebabkan gorengan mengandung minyak yang tinggi. Perlu diketahui bahwa minyak merupakan sumber kolesterol berbahaya untuk tubuh, sebab dapat memicu gangguan kesehatan. Selain itu, gorengan mengandung kalori yang besar, sehingga dapat menaikkan berat badan secara signifikan jika dikonsumsi terlalu banyak. Solusinya, jika kamu ingin makan gorengan, pastikan porsinya cukup. Jangan terlalu berlebihan agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Featured image: pexels.com/Sukanto Roy