5 Olahraga Viral yang Digandrungi Masyarakat Era Kini
Di zaman sekarang, orang semakin terbuka akan pentingnya berolahraga setiap hari. Fenomena tersebut ternyata didukung dengan berkembangnya jenis olahraga yang viral, seperti berikut ini.
Olahraga menjadi salah satu gaya hidup yang dianut oleh setiap manusia. Aktivitas yang melibatkan fisik secara optimal ini memang kaya akan manfaat, untuk fisik olahraga dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mengontrol berat badan, dan meningkatkan fokus, sedangkan bagi mental sebagai sarana pelepasan stres yang sederhana. Di dunia inipun terdapat banyak sekali jenis olahraga yang diklasifikasikan menjadi sejumlah cabang. Di tahun-tahun ini, beberapa di antaranya mulai kembali viral dan diminati oleh khalayak umum. Bahkan bagi orang-orang yang enggan melakukan olahraga karena berbagai alasan sampai meluangkan waktu demi menjajal olahraga yang tengah digandrungi umum. Walaupun, kelihatannya hanya FOMO atau takut ketinggalan, tapi langkah tersebut jadi perubahan positif di tengah gempuran kemudahan zaman. Diketahui bahwa semakin hari semakin membludak pasien-pasien yang mengidap keluhan kesehatan akibat kurangnya bergerak. Jadi, tidak ada salahnya mengikuti tren olahraga kekinian, dampaknya tetap diterima oleh diri sendiri.
Cobain referensinya di bawah, ya!
Lari/Running

Olahraga ini sudah dikenal sejak lama oleh orang-orang, bahkan termasuk ke dalam olahraga kuno. Cabang olahraga lari adalah salah satu yang tertua dalam Olimpiade yang diselenggarakan di Yunani pada tahun 776 SM. Jadi, mustahil orang-orang tidak tahu tentang olahraga lagi di kehidupan sehari-hari. Hanya saja, untuk beberapa tahun terakhir ini, kegiatan atletik tersebut mulai naik. Hype-nya kembali di tengah masyarakat modern dengan gaya baru yang lebih relevan. Lari jadi lifestyle yang hampir dilakukan setiap hari. Apalagi setelah semakin terbukanya kesadaran orang-orang terhadap edukasi terkait running. Meskipun kelihatan sederhana, lari punya komponen-komponen yang harus diketahui, seperti cara pemanasan dan pendinginan, posisi berlari yang baik, status fisik, sampai perlengkapan apa saja yang perlu dipertimbangkan. Sebenarnya fakta ini menunjukkan ada niat yang mumpuni di benak masing-masing individu. Running event jadi ajang untuk mengetes kemampuan lari yang selama ini telah dilatih, yang dampaknya berpangruh pada sektor lain, contohnya saja produsen lokal, vendor acara, atau pribadi yang berperan sebagai pelatih. Sayangnya, lambat laun running justru jadi adu gengsi, sehingga sudah ada yang merasa bahwa lari masuk ke olahraga mahal.
Padel

Olahraga viral selanjutnya yang membuat orang-ornag FOMO adalah padel. Olahraga ini mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 2024. Pada masa-masa itu, mendadak banyak atlet muncul dalam cabang olahraga padel, dari orang biasa, influencer, selebriti, sampai pejabat. Lapangan padel dibangun di mana-mana dengan kelengkapan yang beragam dan selalu ramai dikunjungi. Walaupun ketenarannya baru berlangsung seumur jagung, tapi padel sebenarnya sudah ada sejak puluhan tahun lalu, lho. Olahraga ini pertama kali diciptakan di Meksiko paad atahun 1969 silam. Padel mudah sekali diterima di masyarakat sebab dianggap mudah dipelajari. Padel menggabungkan konsep tenis dan squash. Padel menggunakan raket sebagai peralatan utamanya, tapi ukurannya lebih kecil daripada tenis. Hal-hal yang membedakan antara tenis dan squash, bisa dilihat dari format permainan, ketika tenis bisa dimainkan tunggal atau ganda, maka padel hanya bisa dimainkan ganda, sehingga mengutamakan kerja sama tim. Kedua, dari ritme permainan, padel jauh lebih pelan dan seimbang daripada squash yang lebih intens. Di tahun 2026 ini, popularitas padel memang sedikit menurun, tapi masih event-event padel yang diburu oleh para penggemarnya.
Pilates

Nah, selanjutnya ada olahraga favorit kaum hawa, apa lagi kalau bukan pilates. Olahraga ini bahkan sudah melekat jadi gaya hidup bermasyarakat di perkotaan. Seolah selalu ada waktu luang untuk datang ke tempat pilates di sela-sela pekerjaan. Awalnya olahraga ini memang tampak sesuatu yang mahal, tapi lambat laun, pilates semakin menjamur, membuatnya lebih terjangkau. Olahraga inipun bukan barang baru. Pilates sudah ada sejak tahun 1900-an, diciptakan oleh Joseph Pilater, seorang atlet dan pelatih fisik. Konsep dari olahraga pilates ini yaitu meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan melalui pelatihan otot, daya tahan, keseimbangan, dan fleksibilitas. Bagian-bagian tubuh yang sering dilatih dalam pilater di antaranya perut, bokong, serta sepanjang tulang belakang. Di samping hanya mengikuti arus yang berkembang, ada pula orang betul-betul sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Tidak sedikit peserta pilates yang melakukan kegiatan ini untuk mencari manfaatnya. Selain melatih otot, pilates pun mendukung perbaikan postur tubuh, mengurangi nyeri, meminimalisir cedera, serta merilis stres. Pilates bisa dilaksanakan secara bersama lewat klub atau memanggil private coach dengan beberapa orang sekali kelas agar biayanya lebih hemat.
Poundfit

Kamu pernah melihat sebuah olahraga yang dilakukan di dalam ruangan dengan gerakan enerjik dan membawa tongkat? Olahraga ini populer di kawasan kota dengan sebutan poundfit. Olahraga ini termasuk baru dan memang belum merebak seperti pilates. Kalau dilihat dari ritme aktivitasnya, poundfit termasuk dalam kelompok kardio dengan menggabungkan gerakan aerobik, yoga, dan pilates. Formatnya kelompok kelas besar dengan sejumlah orang yang membawa berbagai peralatan. Jika pilates menggunakan alat-alat yang cukup besar, poundfit tidak terlalu banyak memerlukan properti. Ciri khasnya ialah penggunakan sepasang stik yang disebut ripstix. Gerakannya cukup dinamis, menghentak-hentak seperti bermain drum. Dari bagian atas, tengah, dan bawah semua bergerak secara bergantian. Tujuan utama dari olahraga yang satu ini tentu saja membaka kalori, tetapi ada pula yang ingin melatih kemampuan otot dan menghilangkan stres. Di sisi lain, dampak positif lainnya yaitu kerja otak semakin tajam, sebab orang harus bekerja secara cepat.
Tenis

Tenis adalah jenis olahraga yang sudah lumrah dijalani sejak dulu. Namun, dulu tenis termasuk ke dalam olahraga kalangan atas. Dianggap demikian karena dari peralatannya sendiri sudah mahal. Harga raketnya bisa dibanderol jutaan rupiah. Belum lagi untuk lapangan, sepatu, dan sebagainya. Maka dari itu, tenis jarang tersentuh oleh masyarakat kelas menengah atau rata-rata. Namun, baru-baru ini popularitasnya kembali naik. Orang-orang mulai bermain tenis kembali karena kemudahan mendapatkan alat-alatnya. Terkadang, penyedia lapangan juga memfasilitasi peminjaman raket, jadi tidak perlu repot membelinya. Harga sewanya berkisar dari puluh ribu sampai ratus ribuan. Format permainan tenis bisa single, ganda, atau campuran. Proses bermainnya mirip seperti badminton, yang membedakan lebar lapangan, bentuk raket, serta bola yang digunakan.
Itu dia sejumlah olahraga yang sedang viral di tengah masyarakat saat ini. Kesadaran diri untuk bergerak atau melakukan aktivitas fisik dalam rangka menjaga kesehatan merupakan langkah yang bagus. Walaupun, beberapa orang hanya ikut-ikutan, tapi dampaknya tetap positif untuk daya tahan, meningkatkan kemampuan kognitif, memperbaiki postur, dan membentuk otot. Olahraga jenis apapun memiliki manfaat. Hanya saja, jangan sampai terbawa arus tren yang negatif, misalnya menjadikan olahraga sebagai ajang pamer, adu gengsi, dan standar subjektif yang bikin orang lain minder. Selain kesehatan, prinsip olahraga lainnya adalah merasa senang ketika melakukannya.
Featured image: pexels.com/RUN 4 FFWPU