Thea News
Recomendation // 2026 Lea

5 Rekomendasi Cokelat Lokal, Bercitarasa Internasional

Indonesia menjadi salah satu penghasil kokoa terbesar di dunia. Oleh sebab itu, tidak salah kalau banyak brand lokal cokelat yang punya citarasa unik, hasil produksi kebun sendiri.

Cokelat merupakan makanan yang sangat populer di tengah masyarakat. Dari usia anak-anak, remaja, hingga dewasa, sebagian besar menyukai kuliner ini. Indonesia pun menjadi salah satu penghasil kakako terbesar di dunia dengan menempati posisi ke-7. Memang, benar adanya bahwa da ribuan lahan di seluruh penjuru negeri yang ditanami pohon kakao. Dari sana, sejumlah pihak mulai mengembangkan budidaya kakao dan memproduksi cokelatnya sendiri. Cokelat-cokelat ini jadi rekomendasi lokal yang tidak kalah dengan produksi luar negeri. Apalagi industri daerah tersebut turut menggerakan roda ekonomi penduduk setempat. 

 

Mau tahu rekomendasi cokelat lokal citarasa istimewa? Cek list-nya di bawah!

 

Chocolate Monggo

 

Source: chocolatemonggo.com

 

Brand yang satu ini pastinya sudah tidak asing lagi di telinga khalayak umum. Namanya Chocolate Monggo (atau orang sering menyebutkan Cokelat Monggo), produk lokal asal Daerah Istimewa Yogyakarta. Melansir dari halaman chocolatemonggo.com, tertulis bawa cokelat ini dirintis sejak tahun 2001, jadi produk yang dibuat di rumah sendiri. Awalnya hanya dijajakan menggunakan vespa pink di kegiatan Sunday Morning (SunMor) UGM. Label Cokelat Monggo itupun lahir tahun 2005, dengan menggunakan sebuah rumah di Kabupaten Bantul sebagai tempat produksi. Cokelat Monggo menciptakan branding sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta yang terbuat dari bahan-bahan lokal bercitarasa internasional yang ramah lingkungan karena menggunakan kertas daur ulang. Cokelat ini memang jadi kuliner legendaris yang sekarang telah berekspansi ke berbagai daerah. Varian rasanya beragam, dari dark chocolate yang pahit sampai milk chocolate yang lebih punya hint manis nan creamy. Ada museum Chocolate Monggo pula di daerah Bantul yang dibuka untuk umum. lho. Cokelat ini dapat dibeli di outlet atau toko-toko yang telah bermitra. 

 

Krakakoa Chocolate

 

Source: krakakoa.com

 

Brand berikutnya yang akan dirembug ialah Krakakoa. Merk dagang ini pertaama kali dicetuskan pada tahun 2013 sebagai Kakoa dan baru barubah menjadi Krakaoa tiga tahun setelahnya. Mengutip halaman krakaoa.com, nama Krakakoa terinspirasi dari salah satu gunung vulkanik yang berada di Selat Sunda, Krakatau, sekaligus menunjukan bahwa produk ini memang asli Indonesia. Krakakoa turut menggandeng para petani lokal yang memproduksi biji kakao secara organik. Mereka sangat menjaga proses penanaman kakao dari awal hingga sampai ke bar untuk diolah jadi cokelat. Para petani tersebut langsung berhubungan dengan Krakakoa, sehingga mereka mendapatkan pembayaran yang lebih tinggi. Hasil panen kakao langsung diserahkan pada pihak pabrik untuk kemudian diproduksi jadi cokelat siap jual. Kakao yang digunakan pastinya asli dari Indonesia, menonjolkan aroma berbeda yang menarik perhatian. Konsep bean-to-bar itu jadi keunikan tersendiri bagi Krakakoa. Ada bervariasi rasa yang bisa Kamu dapatkan, mulai dari original sampai cokela dengan paduan rasa buah, susu, sea salt caramel, dan matcha. 

 

Pipiltin Cocoa

 

Source: pipiltincocoa.com

 

Masih ada lagi, brand cokelat lokal yang bisa Kamu coba untuk sekadar camilan atau oleh0-oleh, namanya Pipiltin Cocoa. Brand ini cukup terkenal dan digemari masyarakat. Pipiltin dikenal dengan produk artisan yang menonjolkan rasa kakao dari berbagai daerah. Bean-nya berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Aceh, Jawa Barat, Bali, Flores, Kalimantan, dan Papua. Pastinya, tiap-tiap biji kakao yang diolah tumbuh dengan iklim berbeda-beda, menghasilkan citarasa unik yang beragam. Pipiltin pun turut mengajak masyarakat setempat perkebunan untuk bersama-sama menghasilkan cokelat berkualitas. Proses produksinya pun mengusung konsep bean-to-bar, dimana petani bermitra langsung dengan perusahaan dan mendapatkan pembayaran yang lebih layak. Metode organik masih digunakan agar kualitas dari kakao yang diolah tetap terjaga dari pabrik sampai ke tangan konsumen. Pipiltin Cacao memiliki banyak varian rasa. Nama daerah penghasil kakao pun turut disertakan sebagai informasi sekaligus memberikan clue tentang rasa dari cokelat tersebut. Ada dark chocolate, cokelat dengan anema rasa, bahkan menggunakan kentang. Pipiltin Cacao menawarkan paket hampers yang cantik, rekomendasi bagi Kamu yang ingin memberikan buah tangan pada orangt terkasih. 

 

Chocodot 

 

Source: republika.co.id

 

Apakah Kamu pernah merasakan kombinasi antara dodol dengan cokelat? Indonesia punya produk unik ini yang bernaung di bawah brand Chocodot. Brand ini merupakan inovasi yang berasal dari Garut, menggabungkan cokelat dan kuliner tradisional, dodol. Produk ini dibuat menggunakan bahan-bahan lokal yang berkualitas tinggi, dipadukan teknik pembuatan modern untuk menjaga kualitasnya tetap prima. Chocodot. Ide dari ketidaksengajaan itu ternyata membuahkan kreativitas yang dicintai banyak orang. Bagaimana rasa pahit dari coelat bergabung dengan tekstur kenyal dari dodol saat sampai ke lidah. Sisi lain dari cokelat yang satu ini yaitu memiliki seri menu beragam, seperti menggunakan nama daerah atau shio. Chocodot punya variasi rasa yang cukup beragam, dari yang cokelat dodol biasa, peda, manis, atau white chocolate. Kemasan dari produk inipun mengikuti generasi masa kini. Menyematkan nama-nama yang relevan, menegaskan bahwa Chocodot mencari pangsa pasar anak-anak muda produktif yang kini tengah mendominasi. Desainnya sederhana, tapi tetap melekat diingatan. Kamu dapat meminang cokelat ini melalui gerai langsung atau online store. 

 

Junglegold Bali

 

Source: junglegoldbali.com

 

Sesuai namanya, produk cokelat yang satu ini berasal dari Pulau Bali. Ditemukan pada tahun 2010, Junglegold telah memulai produksi dari daerah asal sampai sekarang. Prinsip yang digunakan yaitu tentang hubungan produksi kakao dengan petani, alam, dan lingkungan begitu erat, sehingga dapat mempengaruhi rasa serta kualitas. Junglegold mengajak para petani lokal untuk membuat setiap produk Junglegold dari penanaman sampai menjadi produk siap jual. Pabrik utamanya berada di Bali, diproses organik dan berbasis kearifan lokal. Awalnya, para founder Junglegold hanya memproduksi cokelat skala rumahan, sampai akhirnya bisa berpindah ke pabrik yang lebih besar dan modern. Mereka turut melatih komunitas lokal dengan pengenalan peralatan Eropa untuk mempermudah produksi cokelat. Produk lokal ini memang telah meledak bersama branding cokelat Nabati dan organik 100% ke berbagai tempat. Namun, pemusatan produk tetap berada di Bali, diimbang kerja sama petani jangka panjang. Menariknya, orang bisa datang langsung ke pabrik Junglegold langsung. Di sana, pengunjung dapat mengetahui sederetan prosesi pembuatan cokelat, dari roasting, moulding, dan tasting. Produk Junglegold sendiri mengusung keunikan rasa buah tropis dan karamel yang khas dari kakao di seluruh Indonesia. Kamu dapat menemukan produk Junglegold melalui website, gerai langsung, atau online store. Jungegold dapat dijadikan souvenir, oleh-oleh, atau camilan pribadi. 

 

Indonesia memang kaya akan berbagai sumber daya alam, termasuk kakao, bahan dasar dari cokelat. Terbukti dengan merebaknya brand cokelat dengan premium grade yang disukai masyarakat dan wisatawan. Cokelat lokal ini menjadi bukti bahwa citrasa daerah bisa diangkat dalam produk komersil kekinian. Memasukan unsur-unsur kearifan lokal, memperenalkan budaya dan tradisi pada setiap konsumen. Setiap kakao pun memberikan suguhan rasa berbeda, mencerminkan bagaimana karakter dari tempatnya berasal. Kamu bisa menemukan cokelat ini melalui ragam cara, diantaranya membeli langsung di toko, website store, dan online store. 

 

Featured image: pexels.com/Alleksana

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Chiffon Cake vs Butter Cake, Ini Perbedaan Tekstur, Bahan, dan Kegunaannya

Next Entry

Rekomendasi Kopi untuk Kamu yang Baru Nyobain!

Next Entry

5 Jenis Bunga untuk Infused Tea yang Menyegarkan