5 Rekomendasi Destinasi untuk Short Escape ke Denpasar
Short escape ke Bali tentu tidak terlalu buruk jika telah mengetahui dimana saja destinasinya. Lima rekomendasi di kawasan Denpasar ini mungkin bisa jadi inspirasi.
Punya waktu libur terbatas pada akhir pekan, tapi bingung mau kemana? Kalau ada kesempatan, mungkin kamu bisa short escape ke Bali dengan itinerary sederhana di bawah ini.
Short escape merupakan salah satu istilah yang dikenal di kalangan mileneial dan gen z tentang liburan singkat tapi efektif. Short escape atau liburan pendek ini sering disebut sebagai jalan untuk mengurangi rasa stres sebelum melanjutkan pekerjaan di hari berikutnya. Oleh sebab itu, banyak orang melakukan short escape dengan mencari destinasi wisata yang cenderung dekat tempat tinggal, menyesuaikan budget, tapi tetap nyaman. Namun, ada juga yang sering nekad mengambil jatah libur dengan bepergian ke tempat yang jauh dengan memanfaatkan kemudahan berkendara saat ini. Termasuk Bali, pulau ini sering kali jadi jujukan short escape bagi masyarakat daerah sekitarnya, sampai yang jauh sekalipun. Keindahan Pulau Dewata memang tidak bisa ditolak serta selalu buat rindu para pelancongnya, menjadikan Bali ramai setiap hari. Jika kamu hanya punya waktu 2-3 hari dalam perjalanan short escape, kamu bisa mencoba eksplor Denpasar.
Berikut lokasi wisata yang cocok kamu sambangi!
Pura Agung Jagatnatha
Kalau kamu suka wisata dengan sentuhan religi dan sejarah, kamu bisa mengunjungi Pura Agung Jagatnatha yang berlokasi di Jalan Mayor Wisnu, dekat Lapangan Puputan Badung. Pura menjadi bagian dari kompleks yang luas. Berada tidak jauh dari pusat kotta, Pura Agung Jagatnatha masih dikelilingi pepohonan rindang yang sejuk. Artitekturnya megah, penuh relief dan ukiran khas, serta dijaga dengan patung-patung pada beberapa sisi. Pura Jagatnatha adalah tempat ibadah yang sampai sekarang masih digunakan untuk pemujaan Sang Hyang Widhi Wasa. Orang-orang beragama Hindu kerap datang kemari untuk bersembahyang pada hari-hari besar, seperti Purnama, Tilem, Galungan, kuningan, dan Saraswati. Pura Agung Jagatnatha bersifatumum, sehingga terbuka untuk masyarakat Hindu beribadah tanpa memikirkan asal-usulnya. Sebenarnya, Pura Agung Jagatnatha dapat ditemui di sejumlah daerah. Para pelancong sering kemari, tapi mungkin memang tidak diperbolehkan naik ke lokasi beribadah, kecuali Hindu.
Museum Bali
Tidak jauh dari Pura Agung Jagatnatha, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Museum Bali. Museum ini berlokasi di Jalan Mayor Wisnu, sebelah timur Lapangan Puputan Badung. Museum Bali merupakan museum paling tua di Bali dan menjadi pelopor adanya museum lain di provinsi ini. Melihat arsitekturnya begitu unik, terdapat relief-relief di setiap dindingnya, patung-patung yang menyambut, seperti bentuk candi. Soal koleksi, Museum Bali menyimpan banyak sekali benda-benda dari zaman prasejarah sampai masa kini yang menjadi wajah budaya Bali. Koleksinya terdiri dari arkologi, koleksi sejarah, seni rupa, dan etnografika. Disebut paling tua bukan tanpa alasan, sebab Museum Bali telah digagas sejak tahun 1910, pada masa kolonialisme Belanda masih berkuasa di Tanah Air. Bangunan museum ini dibentuk oleh seorang arsitek Jerman bernama Curt Grundler dan dua undagi dari Bali bernama I Gusti Ketut Rao serta I Gusti Ketut Gede Kandel. Akhirnya, di tanah seluas 2600 meter persegi itu, berdiri sebuah museum yang sampai sekarang masih bisa dinikmati oleh masyarakat umum. Setidaknya ada tiga gedung utama yang bisa dikunjungi, yaitu Gedung Karangasem dengan koleksi Panca Yadnya, Gedung Tabanan untuk memamerkan koleksi prasejarah, sejarah, serta seni rupa, dan Gedung Buleleng yang menyuguhkan koleksi kain tradisional. Museum ini beroperasi dari hari Minggu-Jumat, pukul 8 pagi WITA.
Pantai Sanur
Dari Museum Bali, kamu bisa menggunakan melakukan perjalanan darat kurang lebih 22 menit untuk sampai ke Pantai Sanut yang berlokasi di Jalan Kusuma Sari, Denpasar Selatan. Pantai Sanur menjadi salah satu objek wisata terpopuler di Bali dengan hamparan pasir putih yang lembut, perairan yang relatif stabil dan tenang, serta dikelilingi kuliner seafood yang menggoda lidah. Sanur memang bukan tempat yang cocok untuk berselancar, tapi merupakan best spot menikmati matahari terbit saat pagi menjelang. Jadi, sebenarnya kamu bisa mampir ke sini di hari kedua jika ingin mencari momentum saat fajar kemerahan sedang naik. Namun, kalau ingin datang saat sore pun tidak masalah, karena Sanur tetap ramai. Apalagi kalau berbicara tentang makanan, berderet puluhan restoran yang menjajakan menu-menu menjanjikan. Kebanyakan hidangannya memang seafood, tapi bahan bakunya masih fresh, sehingga rasanya semakin nikmat. Contoh restoran terkenal di kawasan Sanur adalah Rumah Makan Warung Mak Beng yang punya signature ikan goreng renyah dan sup ikan segar, salah satu paling legendaris di Bali.
Monumen Bajra Sandhi
Jika tidak ingin langsung ke kawasan Pantai Sanur, dari Museum Bali mungkin kamu bisa mencoba ke Monumen Bajra Sandhi di Jalan Raya Puputan yang hanya berjarak 7 menit dengan berkendara sepeda motor. Monumen Bajra Sandhi dibangun megah dengan bangunan khas Bali yang penuh ukiran, bebatuan, serta tiang-tiang pilar menjulang. Monumen Bajra Sandhi jadi salah saatu wisata sejarah yang menyimpan memori perjuangan rakyat Bali di masa lalu. Monumen ini punya 17 gerbang utama serta 8 pilar yang merepresentasikan 17 Agustus serta tinggi yang mencapat 45 meter, melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia. Monuman Bajra Sandhi memiliki 30 diorama yang di dalamnya tersimpan berbagai peristiwa penting di tanah Bali, sejak zaman prasejarah sampai era kemerdekaan, seperti Pertempuran Puputan Klungkung, Puputan Badung, perobekan surat Belanda, dan sebagainya. Kamu bisa mengunjungi muesum ini pada mulai pukul 8 sampai 5 sore WITA.
Pasar Badung
Pasar Badung merupakan salah satu pasar terbesar di Bali yang jadi opsi teratas untuk mencari oleh-oleh bagi wisatawan. Lokasinya ada di Jalan Gajah Mada, Kota Denpasar. Destinasi ini bisa kamu jadikan sebagai penutup short escape sebelum kembali pulang ke tempat tinggal dan mulai bekerja lagi. Pasar Badung ternyata adalah pasar tertua di Bali dengan bangunan megah yang pernah mengalami revitalisasi setelah kebakaran hebat di tahun 2016 silam. Wisatawan biasanya mampir ke sini dalam rangka mencari kain tradisional, di antaranya kain endek, batik Bali, dan sebagainya. Ada juga yang sengaja mencari perlengkapan upacara khas Bali. Pernak-pernik kecil macam souvenir pun bisa ditemukan di sini dengan harga terjangkau. Fasilitasnya cukup lengkap, sebab Pasar Badung telah dielngkapi akses internet gratis, sehingga memudahkan calon pembeli melakukan pembayaran non-tunai. Tidak jauh dari pasarnya, kamu bisa mampir sebentar ke Taman Kumbasari Tukad Bandung yang berada di sisi Sungai Badung.
Nah, itu dia beberapa rekomendasi tempat untuk short escape ke Denpasar jika kamu ada waktu. Wisata-wisata lainnya bisa kamu cari dalam perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Di samping memikirkan tujuan tempat wisata, kamu juga harus memperkirakan dimana kamu akan singgah sementara, makan, serta alokasi budget lain yang krusial. Pastikan sebelum berangkat, segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan matang.
Featured image: pexels.com/Wayan Parmana