Cara Merawat Buku agar Awet, Tidak Mudah Rusak, Berubah Warna, atau Berjamur
Ingin koleksi buku Anda tetap awet? Simak panduan merawat buku agar bebas dari jamur, tidak mudah menguning, serta terhindar dari ancaman rayap di sini!
Bagi sebagian orang, buku bukan sekadar kumpulan kertas yang berisi tulisan. Buku bisa menjadi koleksi, sumber pengetahuan, kenang-kenangan, atau bahkan barang yang memiliki nilai sentimental. Sayangnya, buku juga termasuk benda yang cukup mudah mengalami kerusakan jika disimpan dan dirawat dengan cara yang kurang tepat. Debu dapat menumpuk di sela-sela halaman, kertas berubah warna, sampul menjadi kusam, hingga muncul bau apek dan jamur. Dalam kondisi tertentu, buku bahkan dapat menjadi sasaran rayap atau serangga pemakan kertas. Karena itu, mengetahui cara merawat buku dengan benar penting dilakukan, terutama jika ingin koleksi tetap dalam kondisi baik selama bertahun-tahun. Perawatan buku sebenarnya tidak selalu rumit. Hal terpenting adalah memperhatikan tempat penyimpanan, kebersihan, kelembapan, paparan cahaya, serta cara memperlakukan buku ketika digunakan.
1. Simpan Buku di Tempat yang Kering dan Tidak Lembap

Kelembapan merupakan salah satu musuh utama buku. Kertas dapat menyerap uap air dari lingkungan sehingga menjadi lebih mudah rusak. Jika kondisi terlalu lembap berlangsung dalam waktu lama, buku dapat mengeluarkan bau apek, teksturnya berubah, halaman terasa lebih lunak, bahkan ditumbuhi jamur. Karena itu, tempat penyimpanan buku sebaiknya kering, memiliki sirkulasi udara yang cukup, dan tidak berada di area yang mudah terkena air. Hindari meletakkan rak buku tepat di dekat kamar mandi, tempat mencuci, dapur, atau dinding yang sering terasa lembap. Buku juga sebaiknya tidak langsung diletakkan di lantai karena posisi tersebut membuatnya lebih rentan terkena kelembapan, debu, dan air. Jika ruangan memang cenderung lembap, penggunaan alat pengurang kelembapan dapat membantu menjaga kondisi lingkungan penyimpanan. Namun, bukan berarti ruangan harus dibuat sangat kering. Kondisi yang terlalu ekstrem juga tidak ideal untuk bahan kertas. Intinya adalah menjaga lingkungan tetap kering dan stabil.
2. Hindari Sinar Matahari Langsung agar Warna Buku Tidak Cepat Berubah
Paparan cahaya, terutama sinar matahari langsung, dapat mempercepat perubahan warna pada kertas dan sampul buku. Buku yang terus-menerus terkena sinar matahari dapat menjadi lebih kusam, memudar, atau menguning lebih cepat. Pada beberapa jenis kertas, paparan cahaya juga dapat membuat serat kertas menjadi lebih rapuh. Karena itu, rak buku sebaiknya tidak ditempatkan di lokasi yang terkena sinar matahari langsung selama berjam-jam. Buku tetap boleh berada di ruangan yang terang, tetapi sebaiknya mendapatkan cahaya tidak langsung. Tirai atau penutup jendela dapat digunakan jika rak berada di dekat jendela. Perlu dipahami pula bahwa buku lama yang sudah menguning tidak selalu berarti buku tersebut kotor atau berjamur. Kertas memang dapat berubah warna secara alami seiring bertambahnya usia karena terjadi perubahan kimia pada bahan penyusunnya. Namun, panas dan paparan cahaya yang berlebihan dapat mempercepat proses tersebut. Jadi, jika ingin buku tetap awet dan warnanya lebih terjaga, mengurangi paparan sinar matahari merupakan langkah sederhana yang cukup penting.
3. Bersihkan Debu Secara Rutin, tetapi Jangan Sembarangan
Debu yang menumpuk di rak dan permukaan buku mungkin terlihat sepele, tetapi jika dibiarkan terlalu lama, debu dapat masuk ke sela-sela halaman dan membuat buku terlihat kusam. Debu juga dapat membawa partikel kotoran dan menjadi lebih sulit dibersihkan jika bercampur dengan kelembapan. Buku sebaiknya dibersihkan secara berkala menggunakan kain lembut atau kemoceng yang bersih dan tidak kasar. Untuk bagian luar buku, permukaan dapat dilap perlahan tanpa memberikan tekanan berlebihan. Jika ingin membersihkan bagian tepi halaman, buku dapat ditutup terlebih dahulu lalu debu di permukaannya dibersihkan secara perlahan. Hindari mengelap halaman menggunakan kain basah atau cairan pembersih rumah tangga. Kertas mudah menyerap cairan dan dapat meninggalkan noda, membuat halaman bergelombang, atau bahkan merusak tulisan dan gambar. Jangan pula menggunakan tisu yang mudah hancur karena serpihannya dapat tertinggal di sela-sela halaman. Kebersihan buku sebenarnya lebih banyak bergantung pada rutinitas sederhana daripada pembersihan besar-besaran. Membersihkan debu secara berkala akan jauh lebih aman daripada menunggu buku sangat kotor kemudian mencoba membersihkannya dengan cara yang agresif.
4. Atur Posisi Buku di Rak dengan Benar

Cara menata buku di rak juga berpengaruh terhadap keawetannya. Buku dengan ukuran sedang dan besar umumnya dapat disimpan dalam posisi berdiri dengan penyangga jika diperlukan agar tidak mudah miring. Jangan memasukkan terlalu banyak buku ke dalam satu ruang hingga semuanya terjepit sangat rapat. Buku yang terlalu padat akan sulit diambil dan dapat membuat bagian sampul atau punggungnya tertarik ketika hendak dikeluarkan. Sebaliknya, jangan pula membiarkan buku terus-menerus miring jika tidak memiliki penyangga karena posisi tersebut dapat membuat bentuk buku berubah secara perlahan. Untuk buku berukuran sangat besar atau memiliki struktur yang berat, posisi mendatar dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai. Namun, hindari menumpuk terlalu banyak buku karena berat tumpukan dapat memberikan tekanan pada buku yang berada di bagian bawah. Prinsip sederhananya adalah membuat buku memiliki ruang yang cukup, tidak terjepit, tidak terus-menerus miring, dan tidak menerima beban berlebihan.
5. Jangan Membuka Buku dengan Paksa atau Melipat Halamannya
Kerusakan buku tidak selalu berasal dari lingkungan penyimpanan. Cara seseorang menggunakan buku juga sangat menentukan umur buku tersebut. Membuka buku terlalu lebar, terutama buku dengan jilid yang kaku, dapat membuat bagian punggung retak atau lem jilid terlepas. Karena itu, sebaiknya buka buku secukupnya dan jangan memaksanya hingga rata jika konstruksi bukunya memang tidak dirancang untuk dibuka selebar itu. Hindari pula melipat sudut halaman sebagai penanda karena kebiasaan tersebut dapat meninggalkan bekas permanen dan membuat bagian sudut lebih mudah rusak. Gunakan pembatas buku yang tipis dan bersih sebagai gantinya. Jangan memasukkan benda yang terlalu tebal di antara halaman karena dapat membuat bentuk buku berubah. Kebiasaan sederhana seperti tidak melipat halaman, tidak menekan punggung buku, dan menggunakan pembatas yang tepat dapat membuat kondisi buku tetap jauh lebih baik dalam jangka panjang.
6. Jauhkan Buku dari Makanan, Minuman, dan Benda yang Dapat Menodainya
Membaca sambil makan atau minum memang terasa nyaman, tetapi kebiasaan tersebut memiliki risiko bagi buku. Sedikit tumpahan air saja dapat membuat halaman mengerut atau bergelombang. Minuman manis juga dapat meninggalkan noda lengket yang sulit dibersihkan dan berpotensi menarik serangga. Karena itu, sebaiknya beri jarak antara buku dan makanan atau minuman ketika membaca. Tangan juga sebaiknya dalam keadaan bersih dan tidak berminyak sebelum memegang buku. Minyak dari tangan dapat berpindah ke permukaan kertas dan meninggalkan noda setelah digunakan berulang kali. Hal yang sama berlaku untuk penggunaan buku di tempat yang sangat kotor atau berdebu. Buku mungkin tidak langsung menunjukkan kerusakan, tetapi kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus dapat memengaruhi kondisinya dalam jangka panjang.
7. Lindungi Buku dari Rayap dan Serangga
Rayap menjadi salah satu ancaman yang cukup serius bagi koleksi buku, terutama jika rumah atau ruangan memiliki masalah rayap. Serangga tertentu juga dapat tertarik pada bahan yang terdapat dalam buku, terutama jika lingkungan penyimpanannya lembap dan kotor. Kerusakan akibat rayap dapat terlihat dari lubang-lubang kecil, bagian kertas yang terkikis, atau jalur kerusakan yang membuat halaman menjadi rapuh. Pencegahannya sebaiknya tidak hanya berfokus pada buku, tetapi juga lingkungan tempat buku disimpan. Rak perlu dibersihkan secara rutin dan area di sekitarnya sebaiknya tidak dibiarkan lembap atau penuh barang yang tidak terpakai. Jangan menumpuk kardus lama di sekitar rak buku karena kardus juga dapat menjadi tempat yang disukai sebagian serangga dan rayap. Periksa koleksi buku secara berkala, terutama buku yang jarang dibuka. Jika menemukan tanda-tanda serangan rayap pada rumah atau furnitur, masalah tersebut sebaiknya ditangani dari sumbernya. Menyemprotkan cairan pembasmi serangga langsung ke buku bukan pilihan yang baik karena bahan kimia dapat merusak kertas, meninggalkan noda, atau menghasilkan bau yang sulit hilang. Jika serangan sudah parah, penanganan hama secara menyeluruh lebih tepat daripada hanya melindungi satu atau dua buku.
8. Jangan Langsung Menyimpan Buku yang Basah
Buku yang terkena air membutuhkan penanganan secepat mungkin. Kesalahan yang sering dilakukan adalah langsung menutup buku dan menyimpannya di rak. Kondisi tersebut justru dapat membuat kelembapan terperangkap di antara halaman dan meningkatkan risiko jamur. Jika buku basah, pisahkan dari koleksi lain terlebih dahulu. Letakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik dan biarkan mengering secara bertahap. Halaman dapat dibuka dengan hati-hati agar udara dapat masuk, tetapi jangan menarik halaman yang masih basah karena mudah robek. Hindari mengeringkan buku menggunakan panas berlebihan seperti pengering rambut pada suhu tinggi karena panas dapat menyebabkan kertas melengkung atau berubah bentuk. Untuk buku yang sangat basah atau memiliki nilai penting, penanganan profesional dapat menjadi pilihan yang lebih aman. Prinsip utamanya adalah jangan menyimpan buku dalam keadaan lembap dan jangan menggunakan panas ekstrem untuk mempercepat proses pengeringan.
9. Kenali Perbedaan Buku Menguning dan Buku Berjamur
Warna kertas yang berubah menjadi kekuningan merupakan hal yang umum ditemukan pada buku lama. Penuaan kertas dapat menyebabkan perubahan warna secara alami sehingga buku yang sudah berumur puluhan tahun tidak mungkin selalu memiliki warna putih seperti ketika baru dibeli. Kondisi ini berbeda dengan pertumbuhan jamur. Jamur dapat disertai bercak, bau apek, atau perubahan pada permukaan buku, terutama jika buku berada di lingkungan lembap. Ada pula bintik kecokelatan pada kertas lama yang dikenal sebagai foxing. Kondisi tersebut dapat muncul akibat proses penuaan dan faktor lingkungan, sehingga tidak semua bintik cokelat dapat langsung dianggap sebagai jamur. Jika menemukan buku dengan dugaan jamur, sebaiknya pisahkan dari koleksi lain agar tidak memperburuk masalah. Jangan menggosok permukaan buku dengan kasar atau membasahinya dengan cairan pembersih. Untuk koleksi biasa, pembersihan dapat dilakukan dengan sangat hati-hati setelah kondisi lingkungan diperbaiki. Sementara itu, buku langka, buku tua bernilai tinggi, atau buku yang memiliki nilai sejarah sebaiknya ditangani oleh tenaga profesional yang memahami perawatan bahan arsip.
10. Periksa Koleksi Buku Secara Berkala
Buku yang jarang dibaca bukan berarti tidak perlu diperiksa. Justru buku yang lama tersimpan tanpa pernah disentuh dapat luput dari perhatian ketika mulai mengalami kerusakan. Setiap beberapa minggu atau bulan, luangkan waktu untuk memeriksa kondisi rak dan koleksi. Perhatikan apakah ada debu berlebihan, bau lembap, perubahan warna yang tidak biasa, halaman yang bergelombang, lubang kecil, atau tanda-tanda serangga. Buku yang terlihat bermasalah sebaiknya segera dipisahkan agar kondisi tersebut tidak menyebar ke koleksi lainnya. Pemeriksaan rutin juga menjadi kesempatan untuk membersihkan bagian belakang rak, sudut ruangan, dan area yang sulit dijangkau. Dengan begitu, masalah kecil dapat diketahui sebelum berubah menjadi kerusakan yang lebih sulit dan mahal untuk diperbaiki.
Buku Awet Dimulai dari Tempat Penyimpanan yang Tepat

Merawat buku agar awet sebenarnya tidak membutuhkan banyak perlengkapan khusus. Kebiasaan sederhana seperti menyimpan buku di tempat yang kering, menjauhkannya dari sinar matahari langsung, membersihkan debu secara rutin, menjaga rak tetap bersih, serta menghindarkannya dari air dan makanan sudah dapat memberikan perlindungan yang cukup besar. Buku juga perlu diperlakukan dengan lembut ketika digunakan agar bagian punggung, sampul, dan halaman tidak cepat rusak. Yang tidak kalah penting, perhatikan tanda-tanda rayap, serangga, dan jamur sejak dini. Kertas yang menguning karena usia juga tidak selalu merupakan tanda bahwa buku sudah rusak. Selama kondisi fisiknya masih baik dan lingkungan penyimpanannya terjaga, buku lama tetap dapat bertahan selama bertahun-tahun. Pada akhirnya, kunci merawat buku bukanlah membuatnya selalu terlihat seperti baru, melainkan menjaga agar bahan, bentuk, dan isinya tetap berada dalam kondisi baik selama mungkin.