Thea News
Hot News // 2026 Rima R Noviana

Jannabi Salurkan Donasi untuk Korban Bencana NTT Sekaligus Guncang Jakarta Lewat Konser Perdana:
" Sweat & Stardust"

Band indie asal Korsel, Jannabi, donasi untuk korban bencana NTT dan sukses gelar konser perdana "Sweat & Stardust" di Jakarta. Simak selengkapnya!

Industri hiburan tanah air kembali dihangatkan oleh gelombang solidaritas global yang datang dari panggung musik internasional. Band indie rock kenamaan asal Korea Selatan, Jannabi, mencuri perhatian publik Indonesia tidak hanya lewat karya-karya puitis mereka, melainkan juga melalui kepekaan sosial yang mendalam. Di tengah rangkaian jadwal lawatan musikal mereka yang padat di kawasan Asia, sang vokalis sekaligus motor utama band, Choi Jung-hoon, bersama para personel lainnya, mengumumkan aksi nyata berupa penggalangan dana dan donasi kemanusiaan yang difokuskan khusus bagi para korban terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).  

 

Source: Instagram/peponimusic

 

​Langkah mulia ini bertepatan dengan momen istimewa kedatangan mereka di ibu kota. Hari ini, Minggu, 23 Agustus 2026, Jannabi secara resmi menggelar pergelaran busana nada bertajuk "Jannabi 1st Asia Tour: Sweat & Stardust in Jakarta" yang dilangsungkan di JIEXPO Theatre, Jakarta. Kehadiran mereka di panggung tidak sekadar menjadi ajang hiburan pelepas rindu bagi para penggemar setia—yang dikenal luas sebagai Jannabi's Fans atau Jandie—tetapi juga menjelma menjadi sebuah perayaan empati lintas batas negara yang menyatukan seni, cinta kasih, dan kepedulian terhadap kemanusiaan.  

 

​Menyatukan Hati Lewat Empati: Kepedulian Jannabi untuk Korban Bencana NTT

​Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur baru-baru ini meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat Indonesia. Kerusakan infrastruktur, tempat tinggal, serta lumpuhnya aktivitas warga di lokasi terdampak menggerakkan hati berbagai elemen, termasuk para pesohor dari luar negeri. Jannabi, yang dikenal memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan para pendengar setianya di berbagai belahan dunia, merespons situasi darurat ini dengan aksi solidaritas yang menyentuh hati. Melalui manajemen dan perwakilan resmi mereka di Indonesia, pihak band menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban serta keluarga yang ditinggalkan akibat musibah di NTT. Tidak hanya berhenti pada ucapan simpati verbal, Jannabi turut menginisiasi dan menyalurkan bantuan finansial langsung guna meringankan beban logistik, pemenuhan kebutuhan dasar, serta proses pemulihan awal bagi para penyintas bencana.

 

​Perwakilan promotor lokal yang memboyong Jannabi ke tanah air menceritakan bahwa gagasan untuk memberikan donasi ini murni datang dari inisiatif internal para personel band. Sebelum menginjakkan kaki di panggung konser, mereka sempat berdiskusi mendalam mengenai situasi sosial di Indonesia saat ini. Bagi Choi Jung-hoon dan kawan-kawan, musik bukan sekadar media ekspresi artistik atau sarana komersial, melainkan sebuah jembatan universal yang harus mampu memberikan dampak positif nyata bagi kehidupan manusia di sekitarnya. ​Bantuan kemanusiaan dari pelantun tembang hits For Lovers Who Hesitate ini langsung diapresiasi oleh berbagai lembaga sosial dan kemanusiaan yang beroperasi di zona terdampak. Kehadiran uluran tangan dari musisi global ini membuktikan bahwa batas geografis dan perbedaan bahasa sama sekali bukan halangan untuk merajut rasa persaudaraan sesama umat manusia di bumi.

 

​"Sweat & Stardust": Megahnya Konser Perdana Jannabi di JIEXPO Theatre Jakarta

​Sejalan dengan gelombang kebaikan tersebut, atmosfer di kawasan Jakarta Utara mendadak bergemuruh sejak Minggu sore. JIEXPO Theatre disesaki oleh ribuan pasang mata yang antusias menantikan detik-detik dibukanya gerbang pertunjukan. Konser bertajuk "Jannabi 1st Asia Tour: Sweat & Stardust" ini merupakan sejarah baru, sebab menandai untuk pertama kalinya band indie rock asal Negeri Ginseng tersebut menyapa secara langsung para penggemar mereka di Indonesia. ​Sejak tiket mulai dipasarkan beberapa pekan lalu, animo publik tercatat sangat tinggi. Para penggemar rela berbondong-bondong mengamankan kursi demi menyaksikan kepiawaian Choi Jung-hoon meramu lirik-lirik filosofis berbalut aransemen musik rok retro ala dekade 70-an.

 

Source: Instagram/bandjannabi

 

Tata panggung yang megah dengan pencahayaan temaram bernuansa hangat, selaras dengan tajuk Sweat & Stardust, langsung memanjakan penonton begitu tirai penutup dibuka tepat pukul 16.00 WIB. ​Membuka pertunjukan dengan nomor-nomor andalan mereka yang energik namun tetap sarat emosi, Jannabi sukses menghipnotis ribuan penonton yang hadir. Suara khas Choi Jung-hoon yang serak-serak basah dan penuh penghayatan menggema ke seluruh penjuru gedung pertunjukan. Para penonton tampak bernyanyi bersama, larut dalam bait demi bait lagu yang disajikan secara langsung dengan kualitas vokal prima tanpa cela.

 

 

​Momen Emosional dan Pesan Perdamaian di Panggung Jakarta

​Ada suasana magis yang tercipta di sela-sela jeda lagu dalam konsernya hari ini. Di hadapan ribuan penggemar yang memadati teater, sang vokalis menyempatkan diri untuk menyapa publik Jakarta dengan penuh kehangatan. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas sambutan luar biasa hangat yang diberikan oleh masyarakat Indonesia sejak kedatangan mereka di bandara. ​Lebih lanjut, dalam momen yang sarat emosi tersebut, Choi Jung-hoon juga secara terbuka menyinggung perihal musibah yang baru saja menimpa saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur. Ia mengajak seluruh penonton yang hadir di dalam gedung untuk sejenak menundukkan kepala, mengirimkan doa bersama, serta menyalurkan energi positif kepada para korban bencana di tanah air. Pernyataan tersebut langsung disambut oleh riuh tepuk tangan panjang yang diiringi isak tangis haru dari sebagian penonton. Perpaduan antara penampilan musikalitas kelas tinggi dan ketulusan hati para personel Jannabi menjadikan konser hari ini jauh melampaui standar pertunjukan musik konvensional pada umumnya. Ini bukan lagi sekadar acara tukar hiburan antara musisi dan penggemar, melainkan sebuah manifestasi agung tentang bagaimana seni mampu merangkul duka, menyebarkan harapan baru, dan mempererat tali solidaritas kemanusiaan di panggung global.

 

​Warisan Kebajikan yang Membekas di Hati Penggemar Indonesia

​Menjelang penghujung rangkaian konser penutup di Jakarta malam ini, gema dari karya-karya abadi Jannabi seperti For Lovers Who Hesitate dan Summer Night's Music meninggalkan kenangan yang tidak akan lekang oleh waktu. Para penggemar pulang dengan membawa kepuasan batin yang luar biasa—tidak hanya karena telah menyaksikan penampilan panggung spektakuler dari idola mereka, tetapi juga karena rasa bangga mendapati bahwa idola yang mereka kagumi memiliki kepribadian yang luhur dan peduli terhadap sesama. ​Aksi nyata Jannabi yang memadukan lawatan tur konser internasional dengan penyaluran donasi bagi korban bencana alam di NTT ini diharapkan dapat menjadi telora inspirasi bagi musisi-musisi lain, baik dari dalam maupun luar negeri. Bahwa di balik kilau lampu panggung dan gegap gempita industri hiburan modern, nurani kemanusiaan dan uluran tangan bagi mereka yang tengah menderita akan selalu menjadi melodi yang paling indah untuk didengar.

 

Tidak bisa dipungkiri, langkah strategis yang diambil oleh manajemen Jannabi ini turut mendongkrak citra positif para musisi Korea Selatan di mata publik internasional. Hubungan harmonis yang terjalin antara para idola asal Asia Timur tersebut dengan basis penggemar setia mereka di Nusantara kini semakin erat, bertumpu pada fondasi rasa saling menghormati dan kepedulian sosial yang nyata. Ke depannya, banyak pihak berharap agar kolaborasi kultural dan aksi filantropi serupa dapat terus digalakkan, sehingga kehadiran industri seni tidak sekadar menjadi sarana hiburan semata, melainkan benar-benar membawa berkat serta perubahan positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas yang tengah dilanda musibah.

 

Featured image Source by: x.com/@cooltonedgray

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Next Entry

Kemegahan Pagelaran Sabang Merauke 2026: Saat Aksi Spektakuler Raisa dan Yura Yunita Menghidupkan Jiwa Srikandi Nusantara

Next Entry

Darurat Karhutla Kalimantan 2026: Saat Kabut Asap Mengepung Paru-Paru Dunia