Thea News
Tips and Trikcs // 2026 Lea

Ketahui Etika Makan ala Italia, Sederhana Tapi Bisa Fatal

Setiap negara punya etika makan atau table manner yang unik. Termasuk Italia, yang punya tata cara makan menarik, sederhana tapi fatal kalau sampai keliru.

Setiap negara memiliki etiket tersendiri ketika sedang di meja makan. Salah satu yang paling ketat adalah Italia. Orang-orang Italia sangat menjunjung tinggi kesopanan sekaligus menghormati kuliner yang telah menjadi bagian dari warisan budaya yang luhur. Bagi orang Italia, makanan memiliki tingkat atau drajat yang tinggi, sehingga saat berhadapan dengan makanan, orang-orang lebih berhati-hati dan menerapkan aturan-aturan tertentu. Sayangnya, banyak orang yang melakukan kesalahan dalam melakukan table manner ala Italia. Beberapa kesalahan bahkan terbilang remeh, terkadang dilakukan secara tidak sengaja, atau mungkin murni ketidaktahuan. Kesalahan-kesalahan ini terbilang biasa, tapi nyatanya tidak sesuai dengan kebudayaan yang lahir dan berkembang di negara tersebut. 

 

Aturan di bawah ini mungkin bisa jadi rekomendasi kamu ketika datang ke restoran Italia. 

 

Tidak Boleh Memotong Pasta

 

Pasta merupakan makanan yang lumrah ditemui di banyak tempat. Pasta terbuat dari tepung terigu, garam, dan telur. Pembuatannya hampir mirip dengan mi pada umumnya, hanya saja bentuknya serta jenisnya berbeda-beda. Mungkin kamu pernah mendengar tortellini, penne, ravioli, spaghetti, fettucine, itu hanya segelintir dari sekian banyaknya pasta. Walaupun kelihatan sederhana, hidangan pasta jadi komponen yang punya aturan tersendiri ketika ingin disantap. Waktu kamu ingin makan pasta, kamu tidak boleh menggunakan sendok atau pisau, melainkan hanya garpu saja. Apalagi jika jenis pasta yang dimakan adalah spaghetti, kamu tidak boleh memotong atau mengguntingnya, sebab dianggap merusak tekstur asli dan tradisi. Ini berlaku juga saat merebus, kamu tidak boleh mematahkan pasta yang sudah dikeringkan. Kemudian, untuk mengambil pasta harus digulung dengan garpu, ditepikan ke piring, baru dimakan sekali suap. Di samping itu, penyajian pasta yang berisi seafood tidak boleh ditambahi keju parut. 

 

Aturan Memotong Lasagna

 

Lasagna adalah sebuah hidangan italia yang terbuat lapisan pasta, daging, saus, serta keju yang dipanggang. Pasta yang digunakan berukuran lebar dan pipih, menjadi lembaran-lembaran bertumpuk. Cara penyusunannya dilakukan selang-seling, jadi ada pasta, daging, saus, lalu keju, dilakukan berulang0-ulang sampai loyang penuh. Lasagna punya kompleksitas rasa yang menarik, antara gurih, manis, masam seimbang. Tidak hanya unik, penyajian lasagna pun punya trik khusus. Alih-alih menggunakan pisau untuk memotong lapisan lasagna, kamu sebaiknya menggunakan garpu, tepatnya sisi bagian sampingnya. Alasan ini disebabkan lasagna punya tekstur yang lembut. Mengingat pisau punya ujung yang tajam, dikhawatirkan dapat merusak keaslian dari tekstur. Berbeda dari garpu yang punya bagian pinggir halus dan presisi. Kamu tidak perlu membaginya dalam bagian besar, cukup potong sesuai porsi sekali makan untuk dipindahkan ke piring. Orang Italia sangat menghargai pasta, sehingga hal-hal seperti ini memang sering dilakukan. 

 

Sarapan di Bar Sambil Berdiri

 

Di beberapa tempat, makan sambil berdiri memang dianggap tidak sopan. Makan yang baik adalah pada posisi duduk, baik di kursi, bersila, atau di atas tikar. Selain menjaga kesopanan, makan sambil duduk memang punya dampak positif, seperti lebih rileks, pencernaan lancar, serta menghindari tersedak. Namun, hal ini tidak berlaku bagi masyarakat Italia, khususnya ketika menghadapi sarapan. Mereka akan berdiri di meja bar, menikmari pastry, kue, atau roti serta secangkir kopi hangat. Pelanggan yang datang ke tempat makan bisa langsung memesan, membayar, dan mendapatakan struk pesanan yang nanti diberikan kepada barista. Sarapan sambil beridiri ini merupakan sebuah budaya lokal yang telah berkembang sejak lama. Tujuannya yaitu mendapatkan harga lebih murah, sebab minum kopi sambil duduk biasanya akan dapat charge tambahan. Selain itu, posisi seperti ini cenderung lebih cepat, praktis, dan efisien. Jadi, setelah makan dan minum, langsung bisa pergi melanjutkan pekerjaan. Walaupun terbilang singkat, momen itu menjadi wadah bagi masyarakat bersosialisasi. Mereka dapat mengobrol, mencari relasi, cerita baru, atau lainnya. Maka dari itu, kegiata ini masih dipertahankan sampai sekarang. 

 

Jangan Minum Cappuccino Lebih Dari Jam 10 Pagi

 

Sudah menjadi rahasia umum bahwa masyarakat Italia sangat menghormati dan menghargai kopi. Beragam jenis kopi klasik tumbuh dan berkembang dari negara ini. Menjelajah ke seluruh negeri, hingga menciptakan menu-menu modifikasi yang kini bisa dinikmati berbagai macam lidah. Namun, perlu diketahui bahwa warga Italia punya aturan sendiri dalam menyeruput secangkir kopi, khususnya cappuccino. Variasi kopi dengan foam tebal yang dicintai banyak orang tersebut nyatanya punya tata cara minum. Salah satu yang sering dilanggar oleh umum ialah meminumnya lebih dari jam 11. Di negara asalnya, orang tidak minum cappuccino lebih dari jam itu. Sebenarnya itu kebiasaan, tapi ada alasan tersendiri yang mendasari. Cappuccino dipercaya tidak cocok dipadukan dengan makanan berat, seperti saat makan siang atau makan malam. Sebaliknya, cappuccino memang lebih sering dinikmati ketika pagi hari, saat sarapan, ketika menu yang dipilih lebih ringan. Daripada cappuccino, orang Italia akan beralih ke espresso atau kopi hitam yang aman bagi pencernaan. Memesan cappuccino saat sore hari justru membuat barista heran, apalagi jika minta tambahan es batu. 

 

Satu Menu untuk Satu Kategori

 

Kamu pasti tidak asing dengan istilah appetizer, main course, dan dessert dalam urutan penyajian makanan versi Barat. Begitupun Italia, mereka memiliki budaya serving makanan sesuai kategori, namanya antipasto untuk pembuka, primo untuk makanan karbohidrat, secondo untuk protein, serta contorno yang diisi line up sayuran. Hidangan-hidangan ini akan disajikan secara urut. Di beberapa negara, kategori ini berisi bermacam-macam makanan. Namun, di Italia, setiap kategori hanya boleh diisi dengan satu menu saja setiap makan. Itu artinya, orang tidak boleh memesan makanan per kategori lebih dari satu. Budaya ini telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Contoh penyajian hidangan sesuai urutan yang bisa kamu pesan di restoran Italia atau saat kamu sedang berlibur ke sana yaitu bruschetta, spaghetti aglio e olio, chicken parmesan, insalata caprese, ditambah penutup yaitu tiramisu. Dari prosesi makan seperti itu memberikan tanda bahwa masyarakat Italia tidak memikirkan kuantitas, tetapi kualitas. Dari urutan hidangan yang ada sudah mencakup keseimbangan nutrisi dengan ukuran pas sekali makan, tidak kurang atau berlebihan. Asupan yang diterima tubuh pun bisa diserap sempurna. 

 

Etika makan dari Italia memang terkenal ribet. Seolah-olah makanan memang harus diperlakukan seistimewa itu. Namun, begitulah faktanya. Bagi masyarakat Italia, makanan memang bukan sekedar sumber yang menghasilkan tenaga. Makanan menjadi kebudayaan, kebiasaan, dan warisan luhur yang selalu dijaga, dihargai, dan dihormati. Mereka memerlakukan makanan sesuai porsinya dan menciptakan aturan yang disepakati secara umum. Oleh karena itu, sebagai orang baru atau turis yang datang, sebaiknya menghormati budaya yang telah tumbuh lebih lama dibandingkan berlaku semaunya. Setiap menu makanan dari Italia mengandung cerita sendiri, dari bahan baku, cara memasak, dan sebagainya. Jadi, makan bukan tidak hanya mengenyangkan perut, tetapi merasakan cerita yang terjadi di masa lampau. 

 

Featured image: pexels.com/Pixabay

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Panduan Praktis Mewujudkan Oase Hijau Asri di Lahan Terbatas

Next Entry

Tips Membawa Tas Agar Bahu Tidak Cepat Pegal, Mulai dari Ransel hingga Tas Selempang

Next Entry

Tips dan Trik Mengatasi Burnout Menjalankan Tugas IRT