Thea News
LifeStyle // 2026 Arbias

Kopi vs Matcha, Mana Minuman Favorit Anak Muda Zaman Sekarang?

Kalau diperhatikan, anak muda zaman sekarang punya hubungan yang cukup unik dengan minuman favorit mereka. Dulu orang minum teh atau kopi mungkin sekadar untuk menghilangkan haus atau menghangatkan tubuh. Sekarang berbeda. Minuman sudah menjadi bagian dari gaya hidup, kebiasaan sehari-hari, bahkan identitas kecil yang sering muncul di media sosial. Tidak heran kalau dua nama minuman yang paling sering muncul di kalangan anak muda saat ini adalah kopi dan matcha.

Cukup lihat tren di kafe modern. Menu kopi selalu ramai peminat, mulai dari kopi susu gula aren sampai caramel macchiato. Di sisi lain, matcha juga semakin populer dan muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari matcha latte, es krim matcha, donat matcha, sampai dessert unik dengan topping matcha. Bahkan sekarang ada kreasi ekstrem seperti kuah bakso matcha atau risol matcha yang viral di internet.

 

Menariknya, meski sama-sama populer, kopi dan matcha punya karakter yang berbeda. Kopi sering identik dengan semangat, produktivitas, dan energi. Sementara matcha identik dengan rasa tenang, estetik, dan sensasi minum yang lebih lembut. Keduanya punya penggemar masing-masing dan sama-sama berhasil menarik perhatian generasi muda. Lalu sebenarnya, kenapa kopi dan matcha bisa begitu populer? Mana yang lebih diminati anak muda? Dan apa yang membuat dua minuman ini terasa “spesial” dibanding minuman lainnya?

 

Sejarah Singkat Kopi yang Mendunia

 

Kopi sebenarnya bukan minuman baru. Minuman ini sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Ada cerita populer yang menyebut kopi pertama kali ditemukan di Ethiopia oleh seorang penggembala kambing bernama Kaldi. Ia melihat kambing-kambingnya menjadi lebih aktif setelah memakan biji tertentu dari sebuah tanaman. Dari situlah kopi mulai dikenal dan menyebar ke berbagai wilayah. Seiring waktu, kopi berkembang menjadi budaya besar di banyak negara. Di Timur Tengah, muncul kedai kopi sebagai tempat berkumpul dan berdiskusi. Di Eropa, kopi menjadi simbol kehidupan modern dan produktif. Sampai akhirnya budaya kopi menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia yang sekarang dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik.

 

Masuk ke era modern, kopi tidak lagi identik dengan minuman orang tua atau pekerja kantoran saja. Anak muda mulai menjadikan kopi sebagai bagian dari rutinitas harian. Banyak orang minum kopi sebelum bekerja, sebelum kuliah, saat mengerjakan tugas, bahkan saat nongkrong santai bersama teman. Kopi juga berkembang sangat cepat dari sisi rasa. Kalau dulu orang mungkin hanya mengenal kopi hitam pahit, sekarang pilihannya sangat banyak. Ada kopi susu gula aren, butterscotch sea salt latte, vanilla latte, caramel macchiato, mocha, hazelnut latte, cappuccino, dan berbagai menu lain yang lebih ramah di lidah anak muda. Kopi akhirnya bukan cuma soal rasa pahit dan kafein. Kopi berubah menjadi pengalaman, suasana, dan gaya hidup.

 

https://parador-hotels.com/

 

Kenapa Anak Muda Sangat Menyukai Kopi?

 

Salah satu alasan terbesar kopi populer adalah efeknya yang membuat tubuh terasa lebih segar dan terjaga. Kandungan kafein pada kopi membantu mengurangi rasa kantuk sehingga banyak orang merasa lebih fokus saat bekerja atau belajar. Di zaman sekarang, aktivitas anak muda memang padat. Ada yang harus kuliah sambil kerja, ada yang lembur, ada yang mengejar deadline, ada juga yang aktif membuat konten sampai larut malam. Dalam situasi seperti itu, kopi sering dianggap “teman bertahan hidup”. Banyak pekerja kreatif, mahasiswa, programmer, editor, desainer, bahkan gamer punya kebiasaan minum kopi untuk membantu menjaga konsentrasi. Karena itulah kopi sangat dekat dengan budaya produktivitas modern.

 

Namun, bukan berarti semua orang minum kopi hanya demi kafeinnya. Banyak juga yang menyukai rasa kopi itu sendiri. Aroma kopi punya karakter khas yang sulit dijelaskan. Ada sensasi pahit, smoky, creamy, kadang sedikit manis, yang justru membuat banyak orang ketagihan. Belum lagi suasana coffee shop yang sekarang sangat mendukung budaya anak muda. Banyak orang pergi ke kafe bukan hanya untuk minum kopi, tetapi juga untuk bekerja, belajar, meeting, atau sekadar mencari suasana nyaman.

 

Kopi Modern yang Disukai Anak Muda

 

Kalau membahas kopi favorit anak muda, jelas tidak bisa lepas dari tren kopi modern. Minuman seperti kopi susu gula aren menjadi salah satu contoh terbesar bagaimana kopi berubah menjadi lebih ringan dan mudah dinikmati banyak orang. Rasa pahit kopi dipadukan dengan susu dan gula aren menciptakan rasa creamy manis yang cocok untuk pemula. Setelah itu muncul berbagai inovasi lain seperti butterscotch sea salt latte, caramel macchiato, vanilla latte, mocha latte, hazelnut latte, kopi susu gula aren, tiramisu latte, dan lain-lain.

 

https://www.allrecipes.com/

 

Minuman-minuman ini membuat kopi terasa lebih fleksibel dan tidak terlalu “serius”. Bahkan orang yang awalnya tidak suka kopi hitam bisa menikmati kopi modern dengan nyaman. Di sisi lain, ada juga pecinta kopi yang memilih versi tanpa gula. Biasanya mereka menikmati americano, espresso, cafe latte tanpa gula ataupun cold brew. Pilihan ini cukup populer di kalangan orang yang sedang mengurangi gula atau menjalani pola hidup sehat. Memang rasanya lebih pahit dibanding kopi manis biasa, tetapi banyak orang justru menyukai rasa asli kopinya.

 

Kopi Tidak Selalu Cocok untuk Semua Orang

 

Meski populer, kopi tetap punya batas konsumsi. Tidak semua orang cocok minum kopi dalam jumlah banyak. Beberapa orang dengan riwayat asam lambung atau GERD kadang merasa tidak nyaman setelah minum kopi, terutama saat perut kosong. Selain itu, konsumsi kopi berlebihan juga bisa menyebabkan jantung berdebar, sulit tidur, gelisah, tremor ringan dan atau gangguan lambung. Karena itu, kopi paling aman dinikmati dalam batas wajar. Banyak ahli menyarankan konsumsi kafein harian jangan berlebihan. Untuk sebagian besar orang sehat, minum kopi satu gelas sehari atau secukupnya biasanya masih aman, tergantung kondisi tubuh masing-masing. Intinya, kopi memang menyenangkan, tetapi tubuh tetap punya batas.

 

Sejarah Singkat Matcha yang Kini Mendunia

 

Kalau kopi identik dengan energi dan produktivitas, matcha punya aura yang berbeda. Matcha berasal dari Jepang dan memiliki sejarah panjang dalam budaya minum teh tradisional. Awalnya, matcha digunakan dalam upacara minum teh Jepang atau seremonial teh. Tradisi ini bukan sekadar minum teh biasa, tetapi juga bagian dari filosofi ketenangan, fokus, dan penghargaan terhadap momen.

 

Matcha dibuat dari daun teh hijau khusus yang ditanam dengan metode tertentu. Daun teh kemudian digiling sangat halus hingga menjadi bubuk hijau cerah. Karena seluruh daun teh dikonsumsi dalam bentuk bubuk, rasa dan kandungan matcha terasa lebih kuat dibanding teh hijau biasa.

 

Dulu matcha mungkin hanya dikenal di Jepang atau penggemar teh tertentu. Namun beberapa tahun terakhir, popularitasnya meningkat drastis di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sekarang matcha sudah menjadi bagian dari tren minuman modern dan sering muncul di media sosial karena warnanya yang menarik dan estetik.

 

https://sprudge.com/

 

Kenapa Matcha Disukai Anak Muda?

 

Banyak orang menyukai matcha karena rasanya unik. Matcha punya kombinasi rasa pahit ringan, earthy, creamy, dan sedikit manis alami. Buat sebagian orang, rasa ini terasa menenangkan dan berbeda dari minuman lain. Kalau kopi memberi kesan “aktif dan berenergi”, matcha sering memberi kesan “tenang dan nyaman”. Karena itu banyak orang menikmati matcha saat ingin santai, membaca buku, bekerja dengan suasana lebih rileks, atau sekadar menikmati waktu sendiri.

 

Memang kalau diperhatikan, penggemar matcha sering didominasi perempuan, walaupun sebenarnya banyak juga laki-laki yang suka matcha. Hanya saja secara tren media sosial, matcha lebih sering diasosiasikan dengan gaya hidup estetik, wisata kafe, dan minuman yang menenangkan.

 

Selain itu, warna hijau matcha juga sangat menarik secara visual. Tidak sedikit orang tertarik mencoba matcha awalnya karena tampilannya yang cantik dan fotogenik. Sekarang matcha bahkan berkembang menjadi berbagai makanan dan dessert seperti matcha latte, cheesecake matcha, donat matcha, risol matcha, es krim matcha, cookies matcha, croffle matcha, puding matcha, dan makanan lainnya yang bisa dipadukan dengan matcha. Kreativitas ini membuat matcha semakin dekat dengan anak muda.

 

Apa Itu Matcha Seremonial?

 

https://www.breematcha.com/

 

Dalam dunia matcha, ada istilah ceremonial grade atau matcha seremonial. Ini adalah jenis matcha dengan kualitas lebih tinggi dibanding matcha reguler atau culinary grade. Biasanya matcha seremonial dibuat dari daun teh muda pilihan sehingga warnanya lebih hijau cerah, teksturnya lebih halus, rasanya lebih lembut, tidak terlalu pahit, dan aroma yang lebih segar.  Karena kualitasnya lebih tinggi, matcha seremonial sering diminum langsung tanpa campuran berlebihan. Banyak orang hanya mencampurnya dengan air atau susu tanpa tambahan gula agar rasa aslinya tetap terasa. Sementara itu, matcha reguler atau culinary grade biasanya digunakan untuk campuran makanan dan minuman seperti kue, es krim, atau latte manis. Jadi perbedaan utamanya ada pada kualitas daun teh, rasa, dan penggunaannya.

 

Apakah Matcha Bisa Dinikmati Tanpa Gula?

 

Jawabannya bisa. Sama seperti kopi, matcha juga bisa dinikmati tanpa gula. Namun memang rasanya akan lebih earthy (rasa khas daun hijau alami) dan pahit. Sebagian orang justru menyukai rasa asli matcha karena terasa lebih natural. Biasanya matcha tanpa gula dicampur dengan air hangat, susu rendah gula, oat milk atau almond milk. Ada juga yang hanya menambahkan sedikit pemanis agar rasa matcha tetap dominan. Menariknya, tren hidup sehat membuat banyak orang mulai memilih minuman yang gulanya lebih rendah, termasuk pada kopi dan matcha. Karena itu sekarang cukup banyak kafe yang menyediakan opsi less sugar (sedikit gula) atau tanpa gula.

 

Kopi vs Matcha, Mana yang Lebih Diminati Anak Muda?

 

Pertanyaan ini sebenarnya cukup sulit dijawab secara mutlak. Alasannya karena kopi dan matcha punya daya tarik yang berbeda. Kopi lebih unggul dalam budaya nongkrong, produktivitas, dan kebiasaan kerja modern. Kopi juga sudah lebih dulu populer dan punya variasi menu yang sangat luas. Sementara matcha berkembang pesat karena menawarkan pengalaman berbeda. Banyak orang menyukai matcha karena terasa lebih menenangkan, unik, dan estetik.

 

Kalau dilihat secara umum, kopi mungkin masih lebih dominan secara global. Coffee shop ada di mana-mana dan konsumennya sangat luas dari berbagai usia. Namun matcha mengalami kenaikan popularitas yang sangat besar dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan generasi muda yang menyukai tren minuman modern dan aesthetic cafe culture. Jadi daripada membandingkan mana yang “lebih hebat”, mungkin lebih tepat kalau kopi dan matcha dianggap punya karakter masing-masing.

 

Karakteristik Kopi dan Matcha yang Membuatnya Spesial

 

Kopi: Enerjik, Berani, dan Produktif

 

Kopi sering diasosiasikan dengan semangat dan aktivitas. Aromanya kuat, rasanya khas, dan efek kafeinnya terasa cepat bagi banyak orang. Karena itu kopi cocok untuk orang yang sering bekerja hingga malam, butuh fokus tambahan, suka rasa yang kuat, dan atau menikmati suasana coffee shop. Kopi juga punya image modern dan fleksibel. baik diminum panas atau dingin tetap enak. Mau versi manis atau tanpa gula juga tetap punya penggemar.

 

Matcha: Tenang, Unik, dan Menenangkan

 

Sementara itu, matcha punya kesan lebih lembut dan menenangkan (calming). Banyak orang menikmati matcha bukan hanya karena rasa, tetapi juga karena sensasi santainya. Karakter matcha cocok untuk orang yangm enyukai rasa teh hijau alami, suka minuman creamy lembut, menikmati suasana santai, dan menyukai kultur kafe estetik. Matcha juga terasa unik karena tidak semua orang langsung cocok dengan rasanya. Justru karena rasa khas itulah banyak penggemar matcha merasa minuman ini punya daya tarik tersendiri.

 

Tren Minuman Anak Muda dan Pengaruh Media Sosial

 

Tidak bisa dipungkiri, media sosial punya pengaruh besar terhadap popularitas kopi dan matcha. Banyak cafe berlomba membuat minuman yang menarik secara visual agar mudah viral. Foto iced latte dengan lapisan susu cantik atau matcha hijau cerah sering muncul di TikTok dan Instagram. Lama-lama minuman bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman visual dan lifestyle (gaya hidup). Namun di balik semua tren itu, alasan utama kopi dan matcha tetap bertahan sebenarnya sederhana: banyak orang memang menikmati rasanya. Kalau sebuah minuman hanya viral tetapi rasanya biasa saja, tren itu biasanya cepat hilang. Sementara kopi dan matcha sudah bertahan lama dan terus berkembang karena keduanya memang punya karakter yang kuat.

 

Tetap Jangan Lupakan Air Putih

 

Meski kopi dan matcha sama-sama populer, penting untuk diingat bahwa tubuh tetap lebih membutuhkan air putih sebagai sumber hidrasi utama. Kadang anak muda terlalu sering membeli kopi atau matcha sampai lupa minum air putih yang cukup. Padahal air putih tetap yang paling penting untuk tubuh sehari-hari. Kopi dan matcha boleh dinikmati, tetapi jangan sampai menggantikan kebutuhan cairan utama tubuh. Selain itu, konsumsi berlebihan juga tidak baik karena keduanya tetap mengandung kafein, meski kadar kafein matcha biasanya berbeda dengan kopi. Menikmati kopi atau matcha sekali sehari dalam jumlah wajar umumnya sudah cukup bagi banyak orang. Yang penting adalah memahami kondisi tubuh masing-masing. Kalau tubuh mulai memberi sinyal seperti sulit tidur, lambung tidak nyaman, atau jantung berdebar, berarti konsumsi matcha dan atau kopi mungkin perlu dikurangi.

 

Jadi, Kopi atau Matcha?

 

Pada akhirnya, tidak ada jawaban mutlak mana yang lebih baik antara matcha dan kopi. Keduanya punya keunikan sendiri yang membuat anak muda jatuh suka. Kopi hadir dengan aroma kuat, energi, dan budaya produktivitas yang sangat dekat dengan kehidupan modern. Sementara matcha menawarkan rasa unik, sensasi tenang, dan gaya hidup estetik yang membuat banyak orang nyaman menikmatinya. Ada orang yang tidak bisa memulai hari tanpa kopi. Ada juga yang merasa lebih cocok dengan matcha yang lembut dan menenangkan. Bahkan tidak sedikit orang yang menyukai keduanya sekaligus, tinggal disesuaikan dengan mood dan kebutuhan hari itu. Yang paling penting sebenarnya bukan ikut tren, tetapi menemukan minuman yang benar-benar cocok dengan tubuh dan selera diri sendiri.

 

Ketika Matcha dan Kopi Bertemu dalam Satu Gelas

 

https://mecenemarket.com/

 

Jika kalian menyukai keduanya, kalian juga bisa menikmati perpaduan matcha dan kopi dalam satu minuman. Tidak ada yang salah dengan itu. Justru, kombinasi rasa pahit dan bold (kuat) dari kopi dengan karakter matcha yang earthy (khas teh hijau), creamy, dan menenangkan menciptakan cita rasa yang unik serta lebih kompleks. Di berbagai kafe modern, perpaduan ini biasanya dikenal dengan nama dirty matcha, yaitu minuman berbahan matcha yang dipadukan dengan espresso sehingga menghasilkan layer rasa yang khas: kuat dari kopi, tetapi tetap lembut dan calming dari matcha.

 

Jadi, kalau kamu sendiri lebih suka yang mana? Matcha atau kopi? Atau mungkin kamu punya minuman favorit lain yang selalu menemani aktivitas sehari-hari?

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Perempuan & Arsitektur: Sentuhan Estetika yang Mengubah Wajah Dunia