Thea News
LifeStyle // 2026 Lea

Langkah Sederhana untuk Atasi Kebiasaan Bangun Siang

Kebiasaan bangun siang bisa merusak aktivitas, mulai dari pekerjaan, janji temu, atau agenda pribadi. Mengubah kebiasaan ini sebenarnya tidak sulit, hanya perlu pembiasaan langkah tertentu.

Habit bangun pagi memang sesuatu yang baik, tetapi tidak semua orang memilikinya. Sebagian orang bahkan tidak bangun tepat waktu di pagi hari, sehingga mereka memulainya sedikit terlambat dari orang-orang pada umumnya. Sebenarnya sekali dua kali tidak akan menjadi masalah saat keesokan harinya memang tidak ada kegiatan penting, berbeda ceritanya kalau hari kerja dan shift pagi. Tentu banyak factor yang membuat seseorang bisa bangun kesiangan. Bagi beberapa orang, berangkat kesiangan atau terlambat dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Mungkin awalnya bermula dari ketidaksengajaan, lama-lama bisa menjadi perilaku tidak sehat. Jadi, tindakan tersebut memang harus diubah demi kebaikan bersama, meskipun tidak langsung dalam sekali waktu, setidaknya usaha kecil mampu memberikan perubahan.

 

Source: pexels.com/Anastasiya Vragova

 

Mengawali Waktu Tidur

 

Tidur lebih awal biasanya jadi solusi utama ketika seseorang ingin bangun pagi. Cara ini kedengaran klise, tapi memang benar adanya. Begadang atau tidur terlalu larut dapat membuat ritme tidur menjadi kacau. Kita tahu, bahwa saat tidur, tubuh turut beristirahat, termasuk organ dan regenerasi sel. Ketika jam tidur terganggu, maka proses tersebut akan terganggu. Orang yang sering begadang memiliki ciri fisik mudah dikenala. Pertama, lingkaran sekiran mata yang menghitam, kulit pucat, dan kelihatan lebih tua. Hormon kortisol yang memicu stress pun meningkat, menjadi penyebab orang yang kurang tidur gampang marah, murung, dan lebih sensitive. Di samping itu, seseorang membutuhkan durasi tidur yang cukup agar segala proses perbaikan dan regenerasi tubuh berjalan optimal. Orang dewasa usia produktif paling tidak harus cukup mendapatkan 7-8 jam. Nah, maka dari itu, tidur awal dapat membantu orang mendapatkan durasi tidur yang tepat juga tidak kesiangan saat bangun. Walaupun pada praktiknya, masih ada yang tetap mengambil jam malam demi menyelesaikan pekerjaan.

 

Motivasi Diri untuk Melakukan Agenda Menyenangkan

 

Terkadang, seseorang bis abangun kesiangan itu sepele, seperti kurangnya motivasi. Memang, tubuh perlu istirahat setelah bekerja selama beberapa waktu. Cara orang istirahat pun berbeda-beda, tapi tidak selamanya dengan tidur dengan durasi yang panjang. Terkadang, orang kurang memotivasi diri sendiri dan dikerubungi rasa malas, sehingga saat waktunya bangun, mereka memilih tetap bergelung dengan selimut. Ditambah merasa tidak punya kegiatan berarti, jadi bis seenaknya membiarkan matahari terbit dan meninggi di atas kepala. Pada dasarnya, orang hanya perlu sentilan kecil untuk menggerakan tubuh menjalankan aktivitas positif. Kalau kamu merasa harimu terasa bosan, khususnya pagi hari, maka buatlah menyenangkan. Kamu bisa membuat agenda sederhana pada malam sebelum tidur, tentang apa saja yang ingin dilakukan selama seharian besok. Catatan kecil itulah yang mampu membantu kamu melalui aktivitas tanpa rasa bosan, penuh tekanan, atau tenggat memaksa. Jalani pekerjaan dengan hobi yang kamu geluti, makan sesuatu yang kamu sukai, atau hal-hal lain yang menurutmu bisa membangkitkan mood di pagi hari. Dari sini, secara alamiah, tubuh bisa merespon bahwa ada tujuan tertentu mengapa harus bangun pagi.

 

Source: pexels.com/Ron Lach

 

Jangan Lewatkan Alarm

 

Saat ini, modernitas telah menguasai masyarakat umum. Untuk pengingat bangun pagi bukanlah sesuatu yang sulit. Jam alarm sudah tersedia di berbagai gadget, yang pastinya selalu disanding oleh generasi muda. Melalui kemudahan fasilitas tersebut, seseorang dapat membuat alarm yang memborondong, lebih dari satu, urut dengan rentang waktu tertentu. Ringtone-nya juga bebas, karena telah terintegrasi dengan aplikasi pemutar musik gadget. Volume-nya bisa diatur sesuka hati, mau lirih, sedang, atau sangat keras. Sayangnya, kadang alarm-alarm itu hanya dianggap angin lalu. Bunyi-bunyian itu tidak dihiraukan sama sekali. Mungkin beberapa orang memilih untuk langsung mematikan, membekapnya dengan bantal, atau paling sering menunda. Padahal, alarm itu dibuat sebagai pengingat bahwa seseorang harus segera bangun di jam itu. Penunandaan nantinya bakal berimbas pada aktivitas berikutnya. Selain itu, menunda-nunda terus bisa bikin orang jadi lemas dan lesu. Jika kamu masih termasuk ke dalam kategori ini, sebaiknya lekas benahi diri. Misalnya, pasang alarm dan letakan posisinya agak jauh dari tempat tidur, tapi masih terjangkau telinga suaranya. Tindakan itu mampu membuat orang mau tidak mau beranjak dari ranjang untuk menon-aktifkan kebisingan. Cara ini cukup ampuh buat tubuh terjaga di pagi hari.

 

Lakukan Kegiatan Positif Sebelum Tidur

 

Ini juga kegiatan sederhana tapi sangat bermanfaat untuk membantu bangun pagi lebih segar. Kegiatan ini bisa dimulai sejak sebelum tidur. Ritual pertama, jauhkan ponsel dari jangkauan, kamu bisa melakukan ini sekitar 1-2 jam sebelum pergi ke ranjang. Perlu kamu ketahui, bahwa sinar yang dipancarkan oleh gadget dapat membuat adrenalin meningkat, tubuh seolah mendapatkan kesenangannya lagi, jadi mereka akan tetap terjaga. Gantinya, kamu bisa melakukan kegiatan yang lebih ringan tapi bukan scrolling sosial media, contohnya bermeditasi, membaca buku, mendengarkan musik, atau sekadar minum the hangat. Ritual kedua, bisa kamu tempuh dengan mengatur kamar agar lebih nyaman. Agar tidur berkualits dan bangun tepat waktu di pagi dengan durasi tidur cukup, lampu redup atau padam lebih disarankan. Ritual ketiga, afirmasi pada diri sendiri berkaitan dengan apa yang sudah dilalui selama satu hari penuh dan harapan-harapan baik untuk esok yang siap dijemput. Rebahkan tubuh pada ranjang saat sudah siap, jangan lupa pasang alarm jika memang masih dibutuhkan. Tindakan-tindakan kecil itu nyatanya mampu membantu kamu bangun tepat waktu dalam keadaan yang tidak terburu-buru, segar, dan bugar.

 

Source: pexels.com/https://kaboompic.com/

 

Tentukan Langkah Berikutnya Setelah Bangun

 

Bangun terlambat biasanya disebabkan masalah-masalah remeh. Misalnya, saat kamu bangun, bukannya langsung beranjak dari ranjang, tapi masih memandang langit-langit kamar atau paling parah membuka ponsel terlebih dahulu. Betul adanya, setelah bangun dari tidur, ada baiknya diam sebentar untuk memproses perubahan. Namun, setelah itu jangan terus berguling-guling di kasur, segeralah bangkit. Mengembalikan kesadaran bisa kamu bantu dengan mencuci muka. Membasai wajah dengan air mamberikan sensasi dingin yang menyegarkan, jadi rasa mala situ bisa dikikis perlahan. Dilanjutkan dengan minum air mineral. Tubuh biasanya membutuhkan cairan setelah bangun tidur. Proses regenerasi dan metabolism tubuh memakan banyak cairan, lumrah kalau saat bangun kamu merasa sangat haus. Minum air juga dapat menghilangkan kantuk sekaligus membantu melancarkan pencernaan. Kegiatan kecil itu patut dicoba agar tubuh siap diajak beraktivitas lebih awal.

 

Fenomena bangun kesiangan merupakan topik umum yang dialami hampir setiap orang. Momen ketika pagi datang lebih cepat, terburu-buru, dan terasa rusuh sangat merepotkan bagi sebagian orang. Berawal dari ketidaksengajaan dan pemakluman, akhirnya berubah jadi kebiasaan buruk. Tentu, tidak selamanya orang-orang mampu menghadapi hari-hari seperti itu. Mengubah kebiasaan bangun siang dengan bangun lebih awal adalah langkah mudah memulainya. Lagipula, bangun pagi memberikan banyak manfaat, seperti memulai kegiatan lebih awal, rapi, sesuai ritme. Beberapa orang pun melaksanakan hobinya sebelum memulai pekerjaan utama di pagi hari.

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Ide Sarapan Praktis Sebelum Berangkat Kerja

Next Entry

Rumah Minimalis vs Maksimalis: Apa Bedanya dan Mana yang Cocok untuk Anda?

Next Entry

Tips Memilih Tumbler yang Oke dan Nyaman Dibawa Setiap Saat