Recomendation // 2026
Amy Latifaah
Liburan Sekolah Dirumah Aja? Ini Ide Menarik Untuk Bermain sambil Belajar
Berikut ini rekomendasi aktivitas produktif untuk Parents dan anak-anak yang bisa dilakukan saat liburan sekolah dirumah saja.
Liburan sekolah memang sangat panjang, Anda dan anak-anak bisa menghabiskan quality time yang tidak berujung. Jika Anda menghabiskan waktu dirumah saja saat liburan sekolah, jangan khawatir dan risau karena ada banyak aktivitas seru yang bisa Anda sebagai orang tua dan anak-anak lakukan bersama agar lebih dekat dan tetap produktif selama libur sekolah. Menghadirkan aktivitas yang variatif di rumah tidak hanya membantu anak terhindar dari rasa bosan, tetapi juga dapat mendukung perkembangan kreativitas, kemampuan berpikir, hingga keterampilan sosial mereka. Aktivitas rumah yang terarah oleh orang tua tentu akan memberikan stimulasi positif bagi anak-anak mulai dari meningkatkan kemampuan problem solving, membangun rasa percaya diri, dan membangun critical thinking. Sangat penting bagi orang tua untuk menghadirkan ide-ide bermain dan belajar yang seru dan tentunya bermakna bagi stimulasi tumbuh kembang anak. Berikut ini rekomendasi ide menarik yang bisa Anda dan anak-anak mainkan saat liburan sekolah dirumah saja, yuk langsung intip selengkapnya disini!
Bermain Roleplay Bersama Anak-anak

Pernahkah Anda dan anak anda bermain roleplay bersama? Tidak hanya bermain dengan asyik dan seru, ternyata roleplay ini memiliki manfaat yang bagus untuk stimulasi anak-anak. Beberapa diantaranya adalah memperkuat kemampuan berbicara, melatih kemampuan mendengar instruksi, meningkatkan rasa empati, memahami norma sosial, melatih kemampuan menyelesaikan masalah, mengembangkan kreativitas anak-anak. Karena dilakukan dalam suasana bermain yang menyenangkan, anak biasanya lebih mudah terlibat dan belajar tanpa merasa tertekan. Roleplay sendiri banyak macamnya, Anda dan anak anda bisa bermain peran menjadi seorang dokter, atau seorang guru, atau bisa juga menjadi kasir di sebuah market. Selain itu aktivitas bermain peran juga membantu anak menghadapi berbagai situasi yang mungkin belum pernah dialaminya. Misalnya, anak dapat belajar cara meminta bantuan, menyampaikan pendapat, menghadapi konflik, atau memahami profesi tertentu melalui simulasi sederhana. Saat bermain roleplay libatkanlah anak Anda dalam memilih peran, cobalah tema yang mereka sukai dan tentunya gunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak-anak.
Bermain Board Game Bersama Anak

Selain bermain roleplay, Anda juga bisa bermain game seru bersama anak. Daripada anak Anda fokus bermain game online yang ada di gadget, cobalah untuk bermain board game bersama keluarga. Bermain board game dan juga flashcard dinilai mampu memiliki manfaat yang baik untuk tumbuh kembang anak, seperti meningkatkan fokus dan juga mencegah speech delay dan mengurangi gejala ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Hal tersebut dilansir dari Tempo yang mengungkapkan seorang dokter pendiri salah satu platform edukasi anak meluncurkan board game Jelajahi Laut. Board game tersebut dirancang oleh dokter anak, psikolog anak dan pakar montessori. Pada usia dini anak-anak membutuhkan konsentrasi dan tingkat fokus yang baik agar perkembangan kognitifnya baik dan juga stabil. Jika anak tidak memiliki hal itu, maka akan berdampak pada kemampuan belajar, interaksi sosial serta meregulasi emosi sejak dini. Dengan bermain board game Anda bisa membantu tumbuh kembang anak secara maksimal dengan belajar sambil bermain. Board game juga bisa menjadi alternatif anak-anak yang kecanduan gawai dan mengurangi screen time hingga maksimal.
Berkebun Bersama Anak

Selain aktivitas yang mengasah kognitif, mengajak anak berkebun di halaman rumah atau menggunakan pot gantung bisa menjadi sarana edukasi lingkungan yang sangat berkesan. Kegiatan ini memberikan pengalaman sensorik yang kaya; anak dapat merasakan tekstur tanah, melihat langsung proses pertumbuhan benih menjadi tanaman, serta memahami tanggung jawab dalam menyiram dan merawat makhluk hidup setiap hari. Berkebun mengajarkan anak konsep kesabaran dan siklus kehidupan secara nyata, jauh dari layar digital. Anda bisa memulai dengan menanam tanaman yang tumbuh cepat seperti kacang hijau atau sayuran seperti kangkung dan bayam. Melibatkan anak dalam setiap tahap, mulai dari menyiapkan pot hingga memanen hasil kebun sendiri, akan memberikan rasa bangga dan pencapaian luar biasa bagi mereka. Terlebih lagi, konsumsi sayuran hasil panen sendiri seringkali lebih mudah diterima oleh anak dibandingkan sayuran yang dibeli di pasar karena adanya faktor keterlibatan emosional dalam proses penanamannya.
Membaca Buku Bersama Anak

Menjadikan waktu membaca sebagai agenda harian adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan keterampilan literasi sekaligus mempererat ikatan batin antara orang tua dan anak. Anda bisa menciptakan "sudut baca" yang nyaman di salah satu sudut rumah dengan bantal-bantal empuk dan pencahayaan yang hangat agar anak merasa betah. Pilihlah buku-buku dengan ilustrasi menarik dan cerita yang sesuai dengan usia mereka. Jangan hanya membacakan, cobalah untuk berinteraksi dengan menanyakan pendapat anak tentang tokoh atau alur cerita yang sedang dibaca. Jika anak sudah mulai bisa membaca, Anda bisa bergantian membaca halaman demi halaman. Membaca tidak hanya menambah kosakata baru bagi anak, tetapi juga merangsang imajinasi dan memperluas wawasan mereka tentang dunia. Aktivitas ini juga terbukti ampuh sebagai pengantar tidur yang menenangkan, membantu anak rileks setelah seharian penuh dengan aktivitas bermain.
Movie Night Family
