Thea News
Travel // 2026 Lea

Lokasi Menarik untuk Referensi Perjalanan Short Escape ke Solo

Mau short escape ke Solo, tapi bingung mau ke mana saja? Beberapa referensi di bawah ini mungkin bisa membantu kamu menemukan jawabannya.

 

Solo semakin popular di kalangan para pelancong, khususnya bagi mereka yang berlokasi tak jauh dari sana. Solo kerap menjadi tujuan untuk melakukan short escape atau traveling dengan memanfaatkan waktu singkat, misalnya saat akhir pekan mendatang. Ada sejumlah alasan mengapa Solo dipilih untuk tujuan perjalanan singkat. Pertama, kawasannya tertata, punya sederet lokasi-lokasi menarik yang bisa dijadikan sebagai destinasi wisata. Kedua, di sini sudah tersedia transportasi umum yang murah meriah, terintegrasi, serta mudah dijangkau. Ketiga, kulinernya beragam dan harganya sangat terjangkau. Tidak heran, kalau kota ini kini selalu ramai dengan wisatawan dari luar kota. Oleh karena itu, tidak masalah jika kamu mulai merencanakan liburan pendek ke kota batik ini mulai dari sekarang. Siapa tahu, bisa terlaksana di akhir pekan mendatang. Kamu tidak memerlukan waktu panjang, cukup 6-12 jam saja untuk eksplorasi lokasi menawan di sini. 

 

Itinerary di bawah ini bisa kamu jadikan referensi!

 

Pura Mangkunegaran

 

Solo punya dua istana yang begitu terkenal di kalangan masyarakat, salah satunya adalah Pura Mangkunegaran. Istana ini adalah milik Kadipaten Mangkunegaran yang berdiri sejak tahun 1757. Didirikan oleh KGPAA Mangkoenagoro I, Pura Mangkunegaran menjadi bangunan cantik bersejarah di kota ini. Sekarang, istana ini dipimpin oleh seorang raja muda bernama Gusti Bhre. Lokasinya berada di Jalan Ronggowarsito, Keprabon, Banjarsri, Surakarta. Kalau kamu naik kereta, kamu bisa turun di Stasiun Purwosari atau Stasiun Solo Balapan. Dari sana, hanya butuh kurang lebih 5 menit perjalanan menggunakan sepeda motor. Daya tarik dari Pura Mangkunegaran bisa dilihat dair desain bangunannya  yang mewah, luas, dan punya kesan estetik yang berbeda. Kompleks istana terdiri dari beberapa bangunan yang masih difungsikan seperti sedia kala. Ritual-ritual kerajaan masih dilakukan di istana ini sampai sekarang. Pengunjung yang datang dapat meminta bantuan guide untuk membimbing perjalanan agar setiap langkahnya dipenuhi informasi tentang pura. Atau kalau mau berkeliling sendiri pun tidak masalah. Pura Mangkunegaran buka pada pukul 9 pagi. Harga masuknya Rp 30.000 per orang dan biaya guide seikhlasnya. Tips agar lebih hemat, kamu bisa berkelompok dengan pengunjung lain dalam menggunakan jasa guide, ya. 

 

Pasar Triwindu

 

Setelah dari Pura Mengkunegaran, kamu bisa menuju ke Pasar Triwindu. Tidak perlu pakai kendaraan bermotor, jarak yang dekat dapat ditempuh dengan berjalan kaki, sekalian olahraga. Pasar ini ada di Jalan Diponegoro, masih di kawasan Keprabon, Banjarsari. Pasar Triwindu terkenal akan banyakna penjual yang menjajakan barang-barang antik. Dari guci besar, lampu, hingga pernak-pernik jadul bisa kam dapatkan di sini. Tempatnya memang tidak luas, tapi vibes masa lalu yang begitu kental sungguh menyenangkan hasrat. Spot-spot estetik bisa kamu temukan sebagai latar foto cantik. Saat pagi hari sebenarnya pasar tidak terlalu ramai. Namun, saat malam, halaman pasar tersebut berubah jadi lapak dadakan para penjual klithikan atau barang-barang second. Suasananya lebih semarak dibandingkan saat pagi atau siang. Di area tersebut, kamu bisa berjalan sedikit untuk mencoba kuliner legendaris, Soto Triwindu. Soto di sini punya rada medok rempah kuat dan harganya sangat murah. 

 

Pasar Gede Hardjonagoro

 

Dari Pasar Triwindu, kalau waktunya masih cukup, kamu bisa beralih ke Pasar Gede Hardjonagoro. Kamu bisa jalan kaki dengan memakan waktu kurang lebih 18-20 menit atau naik kendaraan umum yaitu Bus Trans Solo (BST) Koridor 1 dari Halte Ngarsopura dan turun di Halte Pasar Gede Solo dengan biaya Rp 3.500 saja. Pasar ini bisa dibilang ikon terkenal dari Kota Solo. Lokasinya ada di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Jebres. Banyak turis yang datang kemari untuk merasakan suasana tradisional yang masih dijaga di area sekitarnya. Pasar ini memang masih mempertahankan bentuk bangunan asli, jadi terlihat lebih vintage dan estetik. Di Pasar Gede Solo ini, hal menarik yang bisa kamu lakukan adalah kulineran. Ya, di sini ada banyak sekali makanan unik yang bisa dicoba. Salah satunya adalah es dawet  telasih, sebuah sajian es dawet tapi menggunakan bubur sumsum sebagai campuran, disiram kuah gula dan nangka yang wangi, terasa segar dinikmati siang-siang. Di depan Pasar Gede Solo, ada area food court yang menawarkan puluhan makanan, dari yang berat sampai camilan, ada halal serta non halal. Di bagian-bagian samping pasar pun berderet penjual makanan lain yang tak kalah menggiurkan. Dijamin, kamu bisa kalap kalau berlama-lama di sini. 
 

Kampung Batik Kauman

 

Menuju sore hari, jika masih ada waktu tersisa setelah kenyang kulineran di Pasar Gede Solo, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Kampung Batik Kauman. Ada beberapa kampung batik yang dikembangkan di Solo, satu di antaranya yang paling dekat dengan Pasar Gede adalah Kauman. Lokasinya ada di Jalan K.H Hasyim Ashari Nomor 1, Kauman, sekitar 1-2 kilometer saja. Jalan kaki sepertinya lebih asyik, karena kamu bisa menikmati pemandangan kota selama perjalanan, hanya butuh waktu 14-17 menit saja. Di Kampung Batik Kauman itu, hal yang ditampilkan yaitu sebuah kampung yang didesain menjaid wisata unik bertemakan batik. Wisatawan dapat menyaksikan rumah-rumah dihias, diukir, dan dipasangi pernak-pernik cantik. Beberapa tempat sengaja menyediakan spot foto, seperti kaca-kaca jadul, kursi, dan dekorasi lain yang bisa diakses gratis. Pengunjung dapat menyaksikan secara langsung pembuatan batik tulis khas Solo yang berbeda dari daerah lain. Selain itu, terdapat pula kafe-kafe kekinian yang bisa dicicipi. Masuk ke Kampung Batik Kauman ini gratis, kok. Hanya saja, kamu harus berhati-hati sebab terkadang kendaraang melintas di sini. Maklum, selain jadi wisata, kampung ini merupakan tempat tinggal masyarakat. 
 

Pasar Klewer

 

Nah, sebelum balik ke rumah, kamu bisa mampir ke Pasar Klewer. Pasar ini adalah sentra batik terbesar yang ada di Kota Solo. Terdiri dari 4 lanta yang diisi ribuan los penjual batik. Sepanjang jalan, kamu akan menemukan bermacam-macam model motif batik yang memanjakan mata. Kamu bisa menemukan daster, celana, kaos, kemaja, mukena, dan lain-lain. Harganya pun beragam, mulai dari puluh ribuan sampai ratus ribuan. Ada yang bundling juga kadang, misalnya beli satu dapat dua, beli seratus ribu dapat empat, atau sejenisnya. Kamu bisa mencari oleh-oleh murah di sini. Tempatnya ada di Jalan Dr. Rajiman Nomor 50, Gajahan. Dari Kampung Batik Kauman, kamu tidak perlu berjalan jauh-jauh, karena pasar ini berada di belakang kawasan wisata tersebut. Di sini juga ada pusat kuliner, jadi kalau masih lapar, kamu bisa jajan. 

 

Itu dia referensi singkat tempat yang cocok dikunjungi di Solo untuk short escape. Beberapa tempat di atas punya jalan yang masih sejalur, sehingga tidak perlu membuang waktu di jalan, jadi liburan singkat lebih optimal. Kamu bisa mengolah daftar tempat di atas dengan versimu sendiri. Namun, jangan sampai kebablasan karena liburan singkat waktunya terbatas. 

 

Featured image: unsplash.com/Fala Syam

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Bosan Healing Lihat Hijau-Hijau? Ini 5 Wisata Edukasi & Seni Hits!

Next Entry

Healing Sejenak, Beranjak ke 4 Museum Estetik di Kawasan Kota Tua

Next Entry

Beragam Penginapan untuk Tempat Singgah Saat Traveling