Thea News
Ada di Sekitarmu // 2026 Yola yolsy

Mengapa Tanggal 5 Oktober Begitu Berarti? Menyapa Kembali Sosok yang Membentuk Masa Depan Kita

Setiap tanggal 5 Oktober, dunia berhenti sejenak untuk mengucapkan terima kasih kepada mereka yang tak kenal lelah berdiri di depan kelas. Hari Guru Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan di kalender, melainkan momen hangat untuk mengingat kembali jasa sosok pahlawan tanpa tanda jasa yang telah membentuk jalan hidup kita hingga hari ini.

Coba deh sesekali kamu duduk santai sebentar terus coba ingat-ingat lagi jaman masih sekolah dulu. Dulu pas bel istirahat bunyi pasti koridor sekolah langsung ramai banget, meja kayu kelas penuh dengan coretan pensil, dan buku pelajaran yang tebal-tebal berserakan di atas meja tanpa diatur rapi. Nah di tengah semua keramaian anak-anak yang lagi sibuk main itu, pasti selalu ada satu orang yang berdiri tenang di depan papan tulis sambil memperhatikan kita semua dengan rasa sabar yang tidak ada habisnya. Orang itu ya siapa lagi kalau bukan guru kita sendiri, sosok yang dari dulu sudah capek-capek mengajari kita banyak hal dari mulai hal yang paling sepele sampai hal yang bikin pusing kepala. Setiap tanggal 5 Oktober, orang-orang dari berbagai negara di seluruh belahan bumi ini biasa secara serentak merayakan apa yang dinamakan Hari Guru Sedunia atau bahasa kerennya World Teachers' Day. Kalau mau dirunut sejarahnya secara resmi, acara tahunan ini sebenarnya memang sudah dimulai sejak tahun 1994 lalu waktu organisasi dunia seperti UNESCO bersama ILO bikin kesepakatan penting soal standar hidup, hak, serta tanggung jawab para pengajar. Tapi kalau kita lepas dulu semua istilah hukum yang rumit dan aturan resmi yang bikin kepala pusing itu, hari ini tuh pada dasarnya murni perayaan sederhana buat manusia-manusia hebat yang rela kerja keras saban hari demi membuat anak orang lain jadi pintar. Mereka ini kerja diam-diam di balik dinding bangunan sekolah tanpa perlu sibuk mencari panggung popularitas atau minta dipuji-puji oleh orang banyak di internet. 
 

https://educationalrenaissance.com/2020/07/11/teach-like-a-champion-for-the-classical-classroom-part-3-check-for-understanding/

 


​Jujur saja kalau kita mau membuka mata lebar-lebar melihat kenyataan hidup sehari-hari, pekerjaan menjadi seorang guru itu sebenarnya jauh banget dari kesan mewah apalagi gaya hidup keren yang sering dipamerkan orang-orang terkenal di media sosial jaman sekarang. Banyak sekali guru yang harus rela bangun dari subuh saat suasana jalanan masih sangat gelap dan udara terasa sangat dingin hanya demi mengejar angkutan umum atau menaiki motor tua mereka yang sering mogok di jalan. Malah kalau kita lihat di daerah-daerah terpencil yang lokasinya jauh dari kota besar, ada banyak guru yang harus jalan kaki berjam-jam melewati jalanan tanah yang berlumpur tebal sampai harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai deras tanpa jembatan cuma demi bisa sampai ke bangunan sekolah. Belum lagi kalau kita bicara soal urusan isi dompet yang sering kali bikin pusing kepala, karena gaji bulanan yang mereka terima kadang masih pas-pasan banget cuma buat membayar kebutuhan makan dan dapur rumah tangga sehari-hari. Tapi anehnya, begitu kaki mereka melangkah masuk melewati pintu kelas lalu melihat wajah anak-anak murid yang polos dan siap buat menerima pelajaran, semua rasa capek dan pusing itu seolah hilang begitu saja digantikan senyuman yang paling hangat. Rasa sayang dan niat yang benar-benar tulus dari dalam hati inilah yang membuat peran seorang guru tidak akan pernah bisa digantikan oleh ponsel pintar, komputer canggih, atau teknologi buatan paling baru sekalipun yang ada di dunia ini. 

​Sekarang jaman memang sudah berubah sangat cepat dan hampir semua hal di sekitar kita sudah terkoneksi langsung dengan jaringan internet yang super cepat. Anak-anak sekolah jaman sekarang kalau mau mencari jawaban soal matematika yang sangat rumit atau mau tahu sejarah dunia tinggal membuka aplikasi di HP lalu mengetik beberapa kata, dan dalam hitungan detik saja jawaban lengkapnya langsung keluar di layar. Tapi ada satu hal yang sangat penting yang tidak akan pernah bisa ditemukan di dalam mesin pencari atau aplikasi canggih apa pun, yaitu contoh kelakuan baik yang nyata, rasa peduli, dan dorongan moral dari seorang pendidik. Guru itu tugas dasarnya bukan cuma sekadar menyuruh murid-murid menghafalkan isi buku pelajaran sampai kepalanya pusing cuma demi mengejar nilai yang bagus saat ujian semesteran saja. Lebih besar dari itu, guru adalah orang yang mengajari kita bagaimana caranya jadi manusia yang punya aturan sopan santun, tidak gampang menyerah saat lagi mengalami kegagalan, dan mau membantu kawan yang sedang kesusahan di sekitar kita. Kalau seorang anak cuma pintar di otak tapi tidak pernah diajari rasa peduli dan etika oleh gurunya, nanti saat dia sudah tumbuh dewasa malah bisa bikin susah orang banyak di sekitarnya karena tidak punya rasa empati sama sekali. 
 

https://ideas.ted.com/too-many-teachers-in-the-us-are-struggling-to-get-by-heres-what-we-can-do-to-help/

 


​Kalau kamu mau memperhatikan lebih teliti, pengaruh dari cara mengajar seorang guru itu sebenarnya kelihatan jelas sekali dalam kehidupan kita sehari-hari di masyarakat. Coba kamu perhatikan para dokter ahli yang lagi sibuk mengobati orang sakit di rumah sakit, atau para arsitek hebat yang bisa merancang bangunan gedung-gedung tinggi, atau polisi yang mengatur ketertiban jalan raya, sampai para pengusaha sukses yang sanggup membuka banyak lapangan kerja baru buat warga. Semua orang hebat yang punya profesi keren itu dulunya pasti pernah duduk diam di dalam kelas kecil sambil mendengarkan guru mengajari mereka cara membaca huruf demi huruf serta menghitung angka dasar dari yang paling mudah. Waktu kita masih kecil dulu dan jemari tangan kita masih terasa sangat kaku cuma buat memegang sebatang pensil warna, guru kitalah yang dengan penuh kesabaran menuntun tangan kecil kita sampai akhirnya kita bisa menulis kata-kata dengan lancar dan benar. Kesabaran-kesabaran kecil dan sederhana yang diberikan guru di masa lalu itulah yang sebenarnya menjadi modal paling dasar kenapa dunia kita sekarang bisa diisi oleh banyak orang pintar dan berguna bagi sesama. 

​Namun sangat disayangkan, kalau kita melihat kondisi di lapangan jaman sekarang, beban hidup dan pekerjaan yang harus ditanggung oleh para pengajar itu terasa makin lama makin berat saja sampai sering bikin stres berat. Selain dituntut untuk terus belajar mengikuti aturan kurikulum sekolah yang sering sekali berubah-ubah dan harus paham cara memakai teknologi baru, guru juga sering berada di posisi yang serba salah akibat tekanan dari berbagai pihak termasuk orang tua murid yang maunya serba instan. Kita sekarang ini sering sekali mendengar berita miris tentang guru-guru yang statusnya masih honorer yang cuma dibayar dengan uang seadanya yang jauh dari kata cukup, tapi dituntut harus bekerja maksimal setiap hari tanpa ada kepastian masa depan. Belum lagi ditambah dengan urusan tumpukan kertas laporan administrasi yang banyaknya minta ampun sampai-sampai waktu dan tenaga mereka buat fokus mengajari anak-anak di kelas jadi habis terbuang begitu saja. Momen peringatan Hari Guru Sedunia ini harusnya bisa membuka mata kita semua bahwa memberikan bentuk penghargaan kepada guru itu tidak boleh cuma berhenti di ucapan selamat yang manis atau gambar bunga di media sosial semata, tapi harus ada tindakan nyata yang beneran bisa menolong kehidupan mereka sehari-hari. 
 

https://www-graduateprogram-org.translate.goog/blog/a-guide-to-effective-teaching-styles/

 


​Harusnya kita semua yang hidup di lingkungan masyarakat sekitar sekolah bisa memberikan bentuk dukungan yang beneran terasa nyata buat membantu meringankan beban hidup para guru ini secara langsung. Sebagai orang tua murid misalnya, kita bisa mulai dengan cara belajar menaruh rasa hormat yang tinggi kepada guru di sekolah dan tidak langsung marah-marah atau memperpanjang masalah kalau anak kita ditegur karena memang melakukan kesalahan saat belajar. Dari pihak pemerintah dan dinas terkait juga harus bisa lebih serius lagi dalam membenahi fasilitas sekolah yang masih rusak di daerah-daerah serta memperjelas nasib dan kesejahteraan para guru honorer supaya mereka tidak perlu bingung dan cemas lagi memikirkan uang buat makan besok pagi. Kalau para guru sudah merasa tenang karena kebutuhan hidupnya tercukupi dengan layak dan keberadaannya dihargai oleh warga sekitar, maka cara mereka mengajar anak-anak di dalam kelas pun pasti akan jadi jauh lebih maksimal, penuh semangat, dan bisa bikin anak-anak didik kita tumbuh jadi generasi yang makin cerdas dan berkarakter kuat. 

​Peringatan Hari Guru Sedunia ini pada dasarnya adalah sebuah momen pengingat yang sangat baik supaya kita semua tidak menjadi orang yang lupa diri pada jasa orang-orang yang pernah membimbing kita dari nol. Kalau kamu saat ini masih menyimpan nomor kontak HP dari guru sekolah kamu yang dulu, tidak ada salahnya kalau hari ini kamu menyempatkan waktu sebentar buat mengirimkan pesan singkat cuma sekadar buat menanyakan kabar beliau atau mengucapkan terima kasih atas semua pelajaran hidup yang pernah diberikan dulu. Pesan pendek dari kamu itu mungkin kelihatan biasa-biasa saja dan sepele bagi kamu, tapi buat seorang guru yang sudah menghabiskan belasan atau puluhan tahun umurnya di depan kelas, mengetahui bahwa mantan muridnya masih ingat dan ingat jasa-jasanya adalah sebuah rasa bahagia dan kebanggaan yang sangat luar biasa yang tidak bisa dibeli dengan uang berapa pun banyaknya. Terima kasih banyak buat seluruh guru dan tenaga pengajar di mana pun kalian berada yang sudah bekerja keras tanpa kenal lelah buat mengajari kita semua dari yang awalnya tidak tahu apa-apa sampai akhirnya bisa menjadi orang yang berguna seperti sekarang ini.

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Kain Bergambar yang Bikin Indonesia Bangga: Kenapa Hari Batik Nasional Itu Penting Buat Kita?

Next Entry

Apa Itu Plating? Alasan Tampilan Makanan Bisa Mempengaruhi Pengalaman Makan

Next Entry

Lebih dari Sekadar Pajangan: Mengapa Bunga Artifisial Jadi Pilihan Manis untuk Dekorasi Rumah dan Acara