Mengenal Cold Brew:
Kopi Dingin yang Diseduh Berjam-jam dan Bedanya dengan Kopi Es Biasa
Apa itu cold brew? Kenali cara pembuatannya, perbedaannya dengan kopi es biasa, cita rasanya, kandungan kafein, serta berbagai kreasi minuman yang bisa dibuat.
Beberapa tahun terakhir, menu cold brew semakin sering ditemukan di berbagai kedai kopi. Meski begitu, masih banyak orang yang mengira cold brew hanyalah kopi yang diberi es atau kopi yang sudah didinginkan setelah diseduh. Padahal, anggapan tersebut kurang tepat. Cold brew merupakan metode penyeduhan kopi yang berbeda dari kopi pada umumnya sehingga menghasilkan karakter rasa yang juga berbeda. Bagi pencinta kopi, cold brew menawarkan pengalaman minum kopi yang lebih lembut dan ringan. Sementara bagi orang yang baru mulai menikmati kopi, metode ini sering dianggap lebih mudah diterima karena rasa pahit dan asamnya tidak terlalu kuat. Lalu, apa sebenarnya cold brew, bagaimana cara membuatnya, dan apa yang membedakannya dengan kopi es biasa? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Cold Brew?

Cold brew adalah metode menyeduh kopi menggunakan air dingin atau air bersuhu ruang dalam waktu yang cukup lama, umumnya sekitar 12 hingga 24 jam. Selama proses tersebut, bubuk kopi direndam hingga sari kopinya perlahan-lahan larut ke dalam air. Setelah proses perendaman selesai, ampas kopi disaring sehingga tersisa cairan kopi yang siap dinikmati. Hal yang perlu dipahami adalah cold brew bukan jenis biji kopi, melainkan cara menyeduh kopi. Artinya, berbagai jenis biji kopi sebenarnya dapat diolah menjadi cold brew selama menggunakan metode penyeduhan tersebut. Inilah yang membuat cold brew berbeda dari kebanyakan kopi di kedai kopi. Pada umumnya, kopi dibuat menggunakan air panas atau melalui mesin espresso yang mengekstrak kopi dengan tekanan tinggi dalam waktu singkat. Sebaliknya, cold brew tidak menggunakan air panas sama sekali selama proses penyeduhan. Meski membutuhkan waktu lebih lama, banyak orang menyukai metode ini karena menghasilkan rasa yang lebih halus dan mudah diminum, bahkan tanpa tambahan gula.
Sejak Kapan Cold Brew Dikenal?
Meskipun belakangan ini semakin populer, konsep menyeduh kopi menggunakan air dingin sebenarnya bukan hal baru. Metode serupa sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Salah satu teknik yang cukup terkenal adalah Kyoto-style cold brew dari Jepang, yaitu metode menyeduh kopi menggunakan tetesan air dingin secara perlahan selama berjam-jam. Namun, popularitas cold brew di berbagai negara baru meningkat pada dekade 2010-an. Saat itu banyak kedai kopi mulai menghadirkan menu ini sebagai alternatif bagi pelanggan yang menginginkan kopi dengan karakter rasa berbeda. Sejak saat itu, cold brew perlahan menjadi salah satu menu tetap di berbagai gerai kopi, termasuk di Indonesia. Saat ini cold brew memang tidak lagi bisa disebut sebagai tren yang sedang viral, tetapi sudah menjadi salah satu pilihan menu yang cukup dikenal oleh pencinta kopi.
Mengapa Rasa Cold Brew Berbeda?
Banyak orang langsung menyadari bahwa rasa cold brew berbeda sejak tegukan pertama. Kopi ini umumnya terasa lebih lembut, tidak terlalu tajam, dan memiliki rasa yang lebih seimbang dibandingkan kopi yang diseduh menggunakan air panas. Perbedaan tersebut terjadi karena proses ekstraksi berlangsung jauh lebih lambat. Air dingin mengambil senyawa-senyawa dari bubuk kopi secara perlahan sehingga karakter rasa yang dihasilkan juga berbeda. Akibatnya, cold brew biasanya memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah. Bukan berarti sama sekali tidak asam, tetapi sensasi asamnya cenderung tidak setajam kopi panas. Selain itu, rasa pahitnya juga sering terasa lebih ringan sehingga sebagian orang dapat menikmati cold brew tanpa perlu menambahkan gula. Pada beberapa jenis biji kopi, metode ini bahkan mampu menonjolkan rasa manis alami yang memang sudah dimiliki biji kopi tersebut. Karena itulah, banyak orang menggambarkan cold brew sebagai kopi yang terasa lebih lembut, halus, dan mudah diminum. Namun, perlu diingat bahwa rasa setiap cold brew tetap dipengaruhi oleh jenis biji kopi, tingkat sangrai, perbandingan air dan kopi, serta lama waktu penyeduhan.
Bedanya Cold Brew dengan Kopi Es Biasa
Masih banyak orang mengira semua kopi dingin adalah cold brew. Padahal, keduanya merupakan hal yang berbeda. Misalnya ketika memesan es americano di kedai kopi, minuman tersebut biasanya dibuat dari espresso yang diekstrak menggunakan air panas, kemudian ditambahkan air dingin dan es batu. Begitu pula dengan es latte yang dibuat dari espresso panas, lalu dicampur susu dan es. Sementara itu, cold brew sejak awal memang diseduh menggunakan air dingin atau air bersuhu ruang. Tidak ada proses penyeduhan menggunakan air panas sebelum disajikan. Perbedaan inilah yang membuat cita rasa cold brew terasa berbeda meskipun menggunakan biji kopi yang sama. Dengan kata lain, bukan suhu saat diminum yang membedakan, melainkan cara penyeduhannya.
Apakah Kandungan Kafein Cold Brew Lebih Tinggi?
Salah satu anggapan yang cukup sering muncul adalah cold brew pasti mengandung kafein lebih tinggi daripada kopi biasa. Faktanya, hal tersebut tidak selalu benar. Kandungan kafein pada secangkir kopi dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari jenis biji kopi, jumlah bubuk kopi yang digunakan, hingga cara penyajiannya. Beberapa kedai kopi membuat cold brew dalam bentuk konsentrat. Konsentrat ini memang memiliki kandungan kafein yang cukup tinggi karena menggunakan bubuk kopi lebih banyak. Namun, sebelum disajikan biasanya konsentrat tersebut diencerkan terlebih dahulu menggunakan air atau susu. Karena itu, secangkir cold brew yang sudah siap diminum belum tentu memiliki kandungan kafein lebih tinggi dibandingkan secangkir kopi seduh biasa atau espresso. Jadi, tidak tepat jika menganggap semua cold brew pasti lebih kuat atau lebih banyak kafeinnya.
Mengapa Banyak Orang Menyukai Cold Brew?
Setiap orang tentu memiliki selera yang berbeda. Ada yang lebih menyukai espresso karena rasanya kuat, ada pula yang lebih memilih latte karena terasa lembut. Di antara berbagai pilihan tersebut, cold brew memiliki penggemarnya sendiri. Banyak orang menyukai cold brew karena rasa kopinya tetap terasa jelas tanpa terlalu pahit. Tingkat keasamannya yang lebih rendah juga membuat sebagian orang merasa lebih nyaman saat meminumnya, meskipun hal ini tidak berarti cold brew pasti cocok untuk semua orang. Selain itu, cold brew sangat cocok dinikmati saat cuaca panas. Sensasi segarnya berpadu dengan rasa kopi yang lembut sehingga banyak orang memilihnya sebagai teman bekerja, belajar, atau sekadar bersantai. Bagi mereka yang ingin mulai menikmati kopi tanpa terlalu banyak tambahan gula, cold brew juga sering menjadi pilihan karena rasa alaminya sudah cukup nikmat.
Bisakah Cold Brew Dikreasikan?

Tentu saja bisa. Meskipun banyak orang menikmati cold brew tanpa tambahan apa pun, minuman ini juga dapat dikreasikan menjadi berbagai variasi yang menarik. Salah satu kreasi yang cukup populer adalah cold brew latte, yaitu cold brew yang dipadukan dengan susu sehingga menghasilkan rasa yang lebih lembut dan sedikit creamy. Berbeda dengan es latte biasa yang menggunakan espresso, cold brew latte memanfaatkan kopi hasil seduhan dingin sebagai bahan utamanya. Selain susu, cold brew juga sering dipadukan dengan berbagai sirup beraroma, seperti vanila, karamel, hazelnut, atau butterscotch. Tambahan tersebut memberikan sentuhan rasa manis tanpa menghilangkan karakter khas kopinya. Beberapa kedai kopi bahkan menambahkan krim sea salt di bagian atas minuman. Perpaduan rasa gurih dari krim dan karakter kopi yang lembut menciptakan sensasi rasa yang unik. Ada pula yang mencampurkan sedikit krim segar agar teksturnya terasa lebih lembut. Bagi yang menyukai cita rasa lebih menyegarkan, cold brew juga dapat dipadukan dengan air soda, air kelapa, atau potongan buah tertentu. Meski demikian, inti dari cold brew tetap berada pada metode penyeduhannya. Berbagai tambahan tersebut hanyalah variasi penyajian sesuai selera.
Apakah Cold Brew Bisa Dibuat di Rumah?
Kabar baiknya, cold brew termasuk salah satu minuman kopi yang cukup mudah dibuat sendiri di rumah. Peralatan yang dibutuhkan pun tidak terlalu rumit. Bubuk kopi cukup dicampurkan dengan air dingin di dalam wadah yang bersih, kemudian didiamkan selama sekitar 12 hingga 24 jam di dalam lemari pendingin atau pada suhu ruang yang sejuk. Setelah itu, campuran disaring menggunakan penyaring kopi, kain saring, atau alat penyaring lainnya hingga tidak ada ampas yang tersisa. Hasil seduhan tersebut dapat langsung diminum dengan es batu atau disimpan di lemari pendingin selama beberapa hari dalam wadah tertutup. Sebelum diminum, sebagian orang menambahkan sedikit air jika rasa kopinya masih terlalu pekat. Meskipun terlihat sederhana, hasil akhir cold brew tetap dipengaruhi oleh kualitas biji kopi, tingkat gilingan bubuk kopi, serta perbandingan antara kopi dan air. Karena itu, tidak ada salahnya mencoba beberapa kali hingga menemukan rasa yang paling sesuai dengan selera.
Apakah Cold Brew Cocok untuk Semua Orang?
Walaupun memiliki karakter rasa yang lebih lembut, cold brew tetap merupakan minuman kopi yang mengandung kafein. Oleh karena itu, konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang. Sebagian orang yang sensitif terhadap kafein mungkin tetap dapat mengalami jantung berdebar, sulit tidur, atau rasa gelisah jika mengonsumsinya secara berlebihan. Karena itu, sebaiknya hindari minum cold brew terlalu malam apabila mudah mengalami gangguan tidur. Selain itu, anggapan bahwa cold brew pasti lebih sehat daripada kopi biasa juga tidak sepenuhnya tepat. Jika ditambahkan gula, sirup, krim, atau pemanis dalam jumlah banyak, kandungan kalori minuman tersebut tentu akan meningkat. Dengan kata lain, manfaat atau dampaknya tetap bergantung pada cara penyajian dan jumlah yang dikonsumsi.
Penutup

Cold brew merupakan metode menyeduh kopi menggunakan air dingin yang menghasilkan cita rasa berbeda dari kopi yang diseduh dengan air panas. Karakternya yang lebih lembut, tingkat keasaman yang cenderung lebih rendah, serta rasa pahit yang tidak terlalu tajam membuat minuman ini disukai oleh banyak orang. Meski sering disamakan dengan kopi es biasa, cold brew sebenarnya memiliki proses pembuatan yang sama sekali berbeda. Dari metode penyeduhannya inilah lahir rasa yang khas dan menjadi daya tarik tersendiri. Selain dapat dinikmati dalam bentuk asli, cold brew juga mudah dikreasikan menjadi berbagai minuman, seperti cold brew latte, tambahan sirup beragam rasa, hingga dipadukan dengan krim sea salt. Jika selama ini Anda mengira cold brew hanyalah kopi yang diberi es, kini Anda sudah mengetahui bahwa di balik segelas minuman tersebut terdapat proses penyeduhan yang membutuhkan waktu, kesabaran, dan teknik khusus. Tidak heran jika hingga kini cold brew tetap menjadi salah satu pilihan favorit bagi banyak penikmat kopi.