Mengenal Gesha, Varietas Kopi Paling Dikagumi di Dunia
Gesha menjadi salah satu varietas kopi terbaik di dunia. Nama gesha sudah kerap dielu-elukan, dikagumi, dihormati oleh para pegiat kopi. Namun, sikap itu terjadi karena sejumlah alasan.
Bagi pecinta kopi, gesha bukanlah sebuah nama baru yang asing. Varietas kopi ini menjadi salah satu yang diagung-agungkan oleh banyak pegiat kopi dari seluruh dunia. Seolah, gesha memang diciptakan untuk menempati sebuah kasta tersendiri dari hierarki perkopian global. Ketika mendengarnya, orang yang mencintai kopi akan tahu dan mengucapkan kata penuh pujian padanya. Gesha diciptakn dengan aura yang mencolok dari berbagai sisi, menjadikannya sebagai penghuni kelas atas biji kopi.
Namun, apa sebenarnya gesha itu? Simak penjelasannya di bawah ini, ya!
Tentang Gesha dan Asal-usulnya
Gesha sering disamkan dengan kata geisha yang artinya orang-orang yang bergelut di bidang seni untuk menghibur orang, seperti di Jepang. Gesha merujuk pada varietas kopi terbaik di dunia. Walaupun mirip, tapi orang-orang sepakat menyebutnya gesha untuk mempertahankan citra asli asal-usulnya. Jenis kopi ini berada di bawah naungan keompok Arabika, yang memang dikenal luas punya karakter unik, dari segi rasa, aroma, warna, dan sebagainya. Kopi gesha dianggap sebagai penemuan jenius yang memberikan angin segar untuk pegiat kopi. Mengutip dari Coffee Magazine, varietas gesha secara orisinal berasal dari hutan Gori Gesha di Ethiopia. Pertama kali munccul, gesha ditemukan pada tahun 1930-an dan menjadi cial bakal produsen paling terkenal, Gesha Village Coffee Estate. Kemudian, varietas ini akhirnya menarik perhatian para produsen di Panama, Amerika Tengah pada tahun 2000-an. Dari sana, kopi gesha mulai diproduksi dengan kualitas yang lebih tinggi, sehingga menciptakan hasil yang lebih luar biasa. Kopi ini bahkan memenangkan Best of Panama pada tahun 2004, membuka jalan semakin luasnya perhatian pada gesha. Kini, gesha dengan versi terbaiknya diproduksi di Afrika dan Amerika Tengah. Beberapa tahun terakhir, varietas tersebut sudah coba dibudidayakan di sejumlah negara. Namun, langkah itu pun tetap mempertahankan ekslusivitas dari gesha. Varietas kopi ini tetap menjadi favorit dunia yang dibanderol angka tidka murah. Mau didebat seperti apapun, gesha tetap punya kelas sendiri di jajaran lini teratas.

Proses Budidaya yang Unik
Jika kopi sering dibudidayakan secara massal, maka tidak untuk gesha yang harus memperhitungkan segala aspek dalam perjalanannya. Untuk menanam kopi luar biasa ini, diperlukan lingkungan yang sesuai dan pas. Seperti halnya kopi arabika lain, gesha juga akan tumbuh subur di dataran tinggi. Gesha biasanya dikembangkan di daerah dengan ketinggian di atas 1.500 mdpl di tanah vulkanik. Kondisi seperti ini dapat memperlambat masa pertumbuhan kopi, itulah sebab mengapa gesha memang butuh waktu lebih lama untuk dipanen. Namun, justru lamanya durasi itulah yang akan membentuk rasa kompleks istimewa yang tidak bisa ditemukan pada kopi lain. Di Ethiopia, gesha punya rumah pertama yang memadai, tapi ketika sampai di Panama, gesha punya rumah yang ideal, khususnya di Boquette. Ketika biji kopi telah matang sempurna, mereka harus segera dipetik. Memanen gesha membutuhkan ketelitian tinggi, tidak bisa dijalankan secara masif dan cepat. Varietas ini membutuhkan banyak tenaga daam mengambil setiap ceri yang siap diproses lanjut. Gesha dipetik satu persatu demi menjaga profil rasa yang spesial.
Diproses Khusus Melalui Sejumlah Metode
Alih-alih diproses secara eksperimental untuk menghasilkan citarasa yang lebih nyentrik, gesha masih mempertahankan beberapa metode pengolahan yang umum digunakan, seperti washed, natural, honet, dan anaerobic. Setiap proses pengolahan yang berbeda akan menghasilkan citaras yang beragam pula. Proses washed atau pencucian mampu memberikan rasa yang lebih clean, menonjolkan sisi asli dari gesha itu sendiri. Langkahnya dimulai dari pengupasan dan fermentasi dalam air, lalu dikeringkan. Sedangkan proses natural, dilakukan alami dengan mengeringkan ceri kopi. Rasa dari natural process jauh lebih bold ketimbang washed, dengan profil rasa khas yang tidak bisa ditemukan di pengolahan lain. Honey process menggabungkan antara metode washed dan natural, yang memberikan sentuhan magis pada profil kopi. Anaerobic process biasanya memanfaatkan ruang kedap udara, yang hasilnya mampu memberikan aroma strong. Perlu diingat, pengolahan kopi gesha memakan waktu lama dan biayayang tidak sedikit. Tentunya, sudah pasti mengapa gesha tidak perlu mengalami proses eksperimental dari sisi pengolahan karena pada dasarnya varietas ini memang sudah punya karakter kuat, unik, istimewa.

Profil Kopi yang Istimewa
Berbicara tentang varietas kopi gesha, maka tidak dapat dipisahkan dari profil rasa yang istimewa. Dibandingkan varietas kopi arabika lain, gesha punya citarasa yang lebih kompleks, tapi tetap menghadirkan kelembutan pada setiap sesapnya. Ada banyak hal yang perlu dirembug ketika merujuk pada profil gesha. Pertama, dari aromanya yang begitu wangi, sentuhan floral langsung tercium, menguar, saat kopi mulai diseduh. Aroma yang muncul sering kali mengingatkan bunga melati, bunga jeruk, dan gardenia, tapi bisa juga bunga-bunga lain tergantung dari pemoresan yang digunakan. Kedua, tingkat keasaman yang terasa pas, tidak berlebihan, tapi juga tidak nanggung. Gesha punya karakter asam yang tidak terlalu menonjol, cenderung menyenangkan dan menyegarkan, serasa seperti lemon, jeruk, atau limau. Ketiga, setelah kopi gesha disesap sedemikian rupa, akan muncul rasa manis yang melekat di rongga mulut. Seolah ada buah matang yang turut tertelan dan meninggalkan sweetness aftertaste peach, aprikot, markisa, atau leci. Keempat, kalau diperhatikan, kopi gesha memang tidak sepekat jenis kopi lain, baik arabika dan robusta. Warnanya cokelat terang, menjurus ke arah teh. Kompleksitas kopi gesha ini menyatu jadi satu, menciptakan hidangan yang penuh karakter, tapi tak meninggalkan sisi kenyamanan. Pantas jika dunia selalu menghormati varietas kopi ini.

Dibanderol Harga Mahal
Bukan rahasia lagi kalau varietas gesha memiliki harga yang begitu tinggi. Melihat sepak terjang bagaimana tanaman kopi ini tumbuh tentu tidak perlu mencari alasan yang lebih masuk akal lagi. Penanamam gesha dilakukan di lingkungan yang punya suhu sejuk dengan karakter tanah subur vulkanik, tidak semua tempat mempunyai spesifikasi seperti itu. Proses tumbuh yang lama dan dipanen secara manual, tentu membuat biaya operasional yang begitu mahal. Ditambah pengolahan yang tidak mudah, belum lagi jika terjadi kerusakan ketika proses tersebut berjalan. Permintaan pasar dunia pun begitu tinggi, tidak sebanding dengan produksi yang terbilang minimal. Selain itu, telah disebutkan pula, bahwa gesha memang didapuk sebagai kopi bercitarasa istimewa, kompleksitasnya membuat kagum, tapi menampilkan sisi menyenangkan yang pas. Mengutip halaman 1Zpresso, dituliskan bahwa pada lelang Best of Panama tahun 2025, hasil produksi gesha dari Hacienda La Esmeralda, gesha berhasil terjual USD 30.204 per kilogram. Perlu diketahui bahwa Hacienda La Esmeralda merupakan salah satu perkebunan pelopor dari pengolahan gesha di Panama milik keluarga Peterson.
Ada banyak jenis kopi di dunia, tapi gesha merupakan varietas kelas atas yang selalu dikagumi di seluruh penjuru negeri. Kopi ini memiliki latar belakang yang unik, perawatan teliti, dan harga mahal. Rasanya begitu luar biasa, kompleks dan penuh kejutan di setiap seduhnya. Tidak heran kalau sampai saat ini gesha masih jadi primadona di antara pegiat kopi.
Featured image: pexels.com/Phouy Sonedala