Thea News
Ada di Sekitarmu // 2026 Lea

Mengenal Sumpit, Alat Makan Kuno yang Sarat Cerita

Sumpit bukan hal asing bagi banyak orang. Dibalik fungsinya sebagai alat makan, ternyata benda ini punya sejarah panjang yang menarik disimak.

Ada beragam jenis tableware yang diketahui khalayak umum, seperti piring, mangkuk, sendok, garpu, dan sebagainya. Sesuai namanya, tableware mencakup peralatan makan secara umum yang sering ditemui di meja makan. Masing-masing piranti pastinya punya fungsi yang berbeda-beda, itulah mengapa alat makan diciptakan bervariasi. Di sisi lain, pembuatan alat makan inipun dipengaruhi oleh kebudayaan yang berkemban. Salah satunya seperti sumpit, dimana alat makan ini kebanyakan digunakan oleh orang Asia, khususnya China, Jepang, Korea, Hong Kong, dan sebagainya. Sumpit dibuat dari kayu atau alumunium, berbentuk stik panjang yang berjumlah dua buah untuk satu pasang. Sumpit termasuk alat yang versatile, karena dapat dipakai mengambil makanan, memasak, mengocok telur, dan sebagainya. Namun, dibalik kemudahan menggunakan sumpit, ada cerita unik yang dimiliki oleh sumpit. 

 

Telah Ada Ribuan Tahun Lalu

 

Sumpit bisa dibilang alat makan kuno yang sampai sekarang masih eksis. Melansir dari laman Kompas, keberdaan sumpit diketahui telah diprakarsai sejak 5000 tahun Sebelum Masehi. Pada awal penemuannya, sumpit tidak dibuat dari kayu atau alumunium, melainkan dari tulang binatang. Merujuk dari National Geographix Indonesia, pada tahun 1930-an, para arkeolog menemukan 6 batang sumpit perunggu serta sendok di area Anyang, Provinsi Henan. Bukti lain turut ditemukan di kawasan Hubei, Anhui, juga Yunan. Keberadaan sumpit pun mulai menyebar di daratan Tiongkok sejak abad 14, pada masa Dinasti Song. Sebagai alat makan, orang-orang pada sata itu memanfaatkan sumpit untuk jamuan makan sehari-hari. Bahkan keberadaan sumpit sendiri telah menjadi budaya makan bersama yang dilaksanakan secara berkelompok. Hingga kini, sumpit semakin luas persebarannya. Tidak hanya Asia, orang di benua lain pun ikut belajar menggunakan sumpit. Terlebih ketika perkembangan teknologi semakin maju pesat. Ada puluhan jenis sumpit yang sekarang bisa ditemukan di pasaran. 

 

Source: pexels.com/Nano Erdozain


 

Dilatarbelakangi Legenda
 

Jadi budaya yang lestari, sumpit tak luput dari cerita legenda yang menyertainya. Terdapat sejumlah kisah yang disinyalir berkaitan dengan sumpit.  Mengutip dari halaman National Geographic Indonesia, sumpit pertama kali ditemukan oleh Da Yu, pendiri dari Dinasti Xia pada tahun 2011-1600 SM. Pada saat itu, Da Yu tengah bersiap menghadapi banjir besar. Sebelum dirinya makan, Da Yu mematahkan ranting untuk dijadikan alat makan. Ada juga yang bilang bahwa sumpit berasal dari kisah Raja Zhou ditahun 115-1046 SM. Raja Zhou adalah pemimpin terakhir Dinasti Shang. Dikatakan bahwa ia menggunakan gading gajah sebagai sumpit atau alat makan. Penggunaan gading ini melambangkan kemewahan yang dimiliki keluarganya. Entah legenda itu benar atau tidak, tetapi sumpit memang sudah diperkirakan menjadi alat makan sejak ribuan tahun lalu. 

Sumpit di Tiga Negara: China, Korea, dan Jepang

Keberadaan sumpit sebagai alat makan semakin penting adanya semakin majunya zaman. Pada masa Dinasti Han, sumpit jadi benda yang begitu dibutuhkan karena kian varatifnya bentuk makanan. Kala itu, makanan telah dibuat menggunakan berbagai bahan baku, contohnya tepung. Akhirnya orang-orang harus menggunakan sumpit untuk membantu mengambil makanan yang sekiranya sukar diambil. Setelah berkembang dan menyebar di seluruh Asia, sumpit akhirnya terikat dengan budaya sampai sekarang. Terdapat banyak hal yang akhirnya ditetapkan dalam penggunaan alat makan ini, sesuai kebiasaan atau adat dari masyarakat setempat. Misalnya di 3 negara Asia yang menjadikan sumpit sebagai alat makan utama, yaitu China, Jepang, dan Korea. 

 

Di China, sumpit juga disebut kuai zi. Meskipun bisa dipakai makan, mulanya sumpit justru dipakai untuk membantu memasak. Orang-orang merasa lebih mudah memasak menggunakan sumpit karena dianggap sederhana. Semakin berkembangnya era, kegunaan sumpit akhinya makin luas. Sumpit dibuat dari berbagai bahan, diantaranya kayu, bambu, maupun material ringan. Ukurannya lumayan panjang, dengan desain lurus, bagian tengah tebal, serta ujung lancip. Bentuk seperti ini sangat memudahkan penggunanya untuk mengambil makanan. Berikutnya, sumpit dari Korea atau disebut jeotgarak. Bentuknya lebih pendek dibandingkan sumpit China, tapi biasanya punya desain yang unik, penggambaran dari seni Korea yang luhur. Strukturnya lebih lebar dan datar. Berbeda dari China yang dipakai untuk makan atau memasak oleh masyarakat, jeotgarak dulunya digunakan oleh para bangsawan. Terakhir, sumpit dari Jepang yang kerap dipanggil hashi. Konon, hashi telah dipakai sejak zaman Nara dan Heian, mulai dari tahun 710 Masehi. Hashi di awal kemunculannya punya fungsi untuk memasak dalam ritual keagamaan dan akhirnya meluas sebagai alat makan umum. Bentuknya paling sederhana, ramping, dengan ujung datar atau bulat yang memudahkan pengguna mengambil makanan. Di samping itu, hashi punya teknik tersendiri dalam memegang, sehingga membuatnya tampak lebih menarik. 

 

Source: pexels.com/Gu Ko


 

Teknik Penggunaan Sumpit
 

Sama halnya dengan penggunaan alat makan lain, sumpit punya aturan tersendiri ketika digunakan makan. Bisa dibilang, aturan sumpit ini juga lebih rumit akrena nantinya akan berkaitan dengan kebudayaan dari setiap daerah. Faktanya, tidak semua orang bisa memegang sumpit secara benar, khususnya bagi mereka yang lebih sering bertemu sendok, garpu, atau pisau untuk makan sehari-hari. Namun, pada dasarnya teknik memegang sumpit masih bisa dipelajari. Jika ingin berlatih menggunakan sumpit, orang bisa memulainya dengan menaruh sumpit pertama di jari tengah, lalu genggam sumpit kedua menggunakan jari telunjuk dan ibu jari. Posisikan agar kedua sumpit dapat terapit sempurna. Coba gerakan dua sumpit secara bersamaan, apakah bisa terbuka dan tertutup. Terakhir, mulai latihan mengambil makanan. Lambat laun, ketika sudah mulai pro, seseorang bisa menggunakan sumpit di berbagai situasi, seperti menumis, mengocok telur, membuat adonan kue, dan sebagainya. 
 

Etika Menggunakan Sumpit

 

Di dunia table manner, sumpit punya etikanya sendiri. Penggunaannya didasarkan atas beberapa ketentuan yang mengakar bersama adat budaya tertentu. Melakukannya menjadi salah satu tanda rasa penghormatan terhadap orang lain. Pertama, aturan penggunaan sumpit dalam berbagi makanan. Umumnya, ketika sedang dalam jamuan makan bersama, gunakan satu sumpit umum yang dapat dipakai untuk mengambil lauk atau hidangan. Sumpi itu usahakan tidak menyentuh nasi atau piring orang lain, gunakan bagian yang sedikit lebar agar sajian tetap bersih. Tidak boleh mengambil menu menggunakan sumpit pribadi yang dipakai makan, karena nanti dianggap memberikan sisa ke orang lain. Kedua, perhatikan ketika ingin menaruh sumpit. Jangan letakkan sumpit dalam keadaan tegak lurus, sebab mirip dengan dupa pemakaman. Jangan pula menancapkan ujung sumpit. Ketiga, sangat wajar jika mangkuk nasi dibawa ke depan mulut. Saat makan nasi, peragakan seolah sedang menggali, hal itu masih dianggap sopan. Meskipun terasa sulit, budaya memakai sumpit sekarang sudah terekspansi sampai manca negara. Sumpit yang awalnya digunakan sekadar mengambil makanan, memasak, atau hadiah kalangan bangsawan, kini telah menjadi bagian dari gaya hidup. Jadi, mau sesulit papun table manner yang dimiliki sumpit, orang tetap mau belajar dan menggunakannya setiap hari. 

 

Apakah kamu salah satu yang suka pakai sumpit?

 

Featured image: pexels.com/Angela Roma

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Mengenal 3 Bentuk Film dan Karateristiknya

Next Entry

Apa Itu Menu Seasonal di Kafe? Mengapa Hanya Dijual dalam Waktu Terbatas?

Next Entry

4 Espresso Based Coffee, Comfort Menu di Tempat Ngopi